. . .

Dikawal 5 Pesawat Tempur

image_print

Api Obor Asian Games 2018 Tiba di Indonesia

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Api obor Asian Games 2018 telah tiba di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta pada Selasa (17/7) pukul 08.00 WIB, kemarin. Sebelum mendarat di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta, pesawat boeing 7307-500 milik TNI Angkatan Udara yang membawa api obor Asian Games 2018 dari New Delhi, India mendapat pengawalan lima pesawat tempur T-50i.

Tidak hanya itu, sesaat sebelum mantan atlet bulu tangkis Indonesia Susi Susanti selaku torch ambassador menyerahkan api Asian Games kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Ketua Umum Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Eric Thohir itu juga disambut dengan beberapa pertunjukkan.

Diantaranya, pertunjukan paramotor oleh Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) yang menampilkan bendera pelangi Asian Games, Tarian Sekar Pudyastuti yang dipersembahkan Dinas Kebudayaan DIY, pasukan keraton Yogyakarta, dan barongsai TNI Angkatan Udara.

Susi menceritakan Api Asian Games 2018 yang diambil dari api abadi di Major Dhyan Chand National Stadium, New Delhi, India itu sempat menemui kendala saat masuk bandar udara New Delhi, India yang pada umumnya memang tidak membolehkan membawa hal-hal yang membahayakan termasuk api masuk ke pesawat.

“Pengambilan api Asian Games ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya. Meskipun dalam proses pengambilan api sempat terhadang saat akan masuk bandara di India,” ungkap Susi dalam jumpa wartawan di Yogyakarta seperti dikutip Antara, Selasa (17/7) kemarin.

Meski merasa tegang dalam membawa api tersebut, Susi mengaku bangga dipercaya untuk menjadi duta pembawa Obor Asian Games 2018 itu. Menurutnya, menjaga api tersebut ibarat menjaga kehormatan dan kebanggaan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.

“Sangat menegangkan karena lentera (api Asian Games) itu harus hidup terus, tidak boleh mati. Menjaga apai itu seperti menjaga hidup dan matinya kerhormatan dan kebanggaan bangsa Indoensia ini,” tutur Susi.

“Namun ini pengalaman (menmbawa api Asian Games) pertama yang sangat luar biasa, perjuangannya juga cukup luar biasa karena harus menggunakan pesawat militer, karena kalau menggunakan pesawat komersial tidak mungkin ya,” sambungnya.

Susy berharap api Asian Games yang dibawa dari India dapat menjadi simbol persahabatan kedua negara (Indonesia dan India), serta kesuksesan penyelenggaraan dan prestasi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018.

“Saya berharap Asian Games di Indonesia ini tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan tetapi juga sukses dalam prestasi,” tegas istri dari legenda bulu tangkis Alan Budi Kusuma itu.

Usai prosesi pengambilan api abadi Asian Games ke-18 di Major Dhyan Chand National Stadium. Api tersebut tidak langsung dibawa ke Indonesia, namun diarak terlebih dahulu mengitari monumen nasional India Gate yang terletak di jantung di kota New Delhi, hingga kembali ke National Stadium.

“Kami berangkat mengambil api pada Sabtu (14/7). Prosesnya lama, setelah prosesi di stadion setempat diinapkan dulu Kedutaan Besar Indonesia di India sebelum dibawadalam pesawat ke Indonesia. Kalau perjalanan pesawatnya (menuju Indonesia) hanya 11 jam,” terang Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Yuyu Sutisna di tempat yang sama.

Ia juga mengakui bahwa api yang dilindungi dalam sebuah lentera khusus dengan gas yang sekali isi bisa membuat api terus menyala itu sempat mendapatkan pemeriksaan dari otoritas bandara di New Delhi sebelum masuk pesawat Boeing 737-500 milik TNI AU.

“Ya, sesuai prosedur keselamatan penerbangan udara sipil, rokok saja dilarang masuk di pesawat, apalagi api. Tapi, kami sudah meminta izin dari otoritas setempat dan dapat membawa api Asian Games meskipun butuh waktu untuk mengurus izinnya,” tutur Yuyu.

Sementara itu, Ketua Umum INASGOC, Erick Thohir mengatakan bahwa Yogyakarta menjadi kota pertama perjalanan pawai obor Asian Games karena sebagai kota sejarah, budaya, dan pariwisata. Ia mengatakan, Asian Games ini juga momentum untuk memromosikan budaya dan pariwisata Indonesia.

“Asian Games ini tidak sekadar event olahraga, tetapi kita bisa sekaligus mempromosikan citra Indonesia di dunia. Seperti yang kita saksikan, budaya kita, makanan kita dan lain-lain menjadi sorotan dunia saat ini,” ungkap Erick di tempat yang sama.

Tiba di Yogyakarta, api obor Asian Games diarak menuju Museum Dirgantara TNI AU dengan diiringi drum band dari pasukan bergodo dan TNI AU. Sepanjang jalan menuju Museum Dirgantara pasukan TNI AU bersama siswa-siswi SMP dan SMA berjajar dengan membawa bendera menyambut iring-iringan api Asian Games.

Usai diinapkan di Museum Dirgantara, pada Rabu (18/7) api obor Asian Games akan diarak ke Candi Ratu Boko. Pada malam harinya obor dibawa ke Candi Prambanan untuk dipertemukan dengan api abadi Mrapen oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salanjutnya, obor Asian Games akan dibawa ke 54 kota dengan masing-masing jarak tempuh 10 km yang diikuti oleh sebanyak 819 pelari Indonesia.

“Mulai besok api ini akan disatukan dengan api dari Merapen dan mulainya juga di Yogyakarta untuk menuju 53 kota yang lain. Terima kasih atas dukungan maksimal Pemda DIY,” tukas Erick. (Gie/FIN)