Diguyur Hujan, Satu Titik Jalan Pulau Seram Longsor

0
329
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Akibat hujan deras yang mengguyur Senin (20/2) malam lalu, beberapa wilayah di Bandarlampung terjadi banjir dan longsor. Salah satunya longsor di Jalan Pulau Seram RT 01, LK 3 Kelurahan Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung.

Longsor Talud penahan air kali raman tersebut akibat derasnya debit air yang mengaliri aliran kali raman, hinggu menyebabkan tanahnya tergerus dan talud penahan bergeser beberapa meter ke badan kali.

Dwi Kurniawan salah satu warga sekitar mengatakan, kejadian longsor talud penahan air ini bukan untuk pertama kalinya,karena sudah terjadi beberapa kali. “Waktu itu pernah longsor juga,tapi sudah diperbaiki, tapi longsor kali ini dibagian lainnya,” jelasnya.

Longsor ini harus segera diperbaiki, lanjut dia, karena kalau nggak diperbaiki, air yang mengalir di kali raman ini akan tabur ke rumah warga.

“Kalau nggak segera diperbaiki air dari kali ini akan tabur ke rumah warga. Apalagi sekarang lagi musim hujan. Makanya kami minta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk segera memperbaikinya, sebelum bencana banjir melanda rumah warga,” ujar dia.

Sementara, Sejumlah wilayah di Kota Bandarlampung masih terendam bajir, akibat curah hujan yang tinggi sejak Senin (20/2) pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan pantauan di Kota Bandarlampung, Selasa, sejumlah wilayah yang masih tergenang banjir seperti Kelurahan Kecamatan Telukbetung Barat (TBB) Kelurahan Bakung dan Kelurahan Negeriolok Gading.

Sekitar ratusan kepala keluarga rumahnya terendam banjir sejak pukul 04.00 WIB hingga 15.00 WIB. Banjir yang datang pun karena luapan dari sungai, serta kiriman dari wilayah lain dan juga ada tanggul yang jebol.

“Banjirnya dari shubuh sampai sekarang belum surut, sebab ada tanggul yang jebol,” kata Subaidi warga Kelurahan Bakung.

Dia mengatakan, ada ratusan rumah yang terendam banjir dan sebagian warga tidak ada yang mengungsi.

Menurutnya, tinggi air hanya sebatas 60 cm, warga pun hanya memindahkan barang elektronik yang dikhawatirkan rusak bila terlalu lama terendam air.

Hal sendana disampaikan, Asep Kelurahan Bakung mengatakan bahwa hal ini kerap terjadi bila hujan dengan volume tinggi turun.

“Jika hujannya seharian atau dua hari, pasti banjir tapi tidak separah ini,” katanya.

Dia mengharapkan pemkot segera memberikan bantuan berupa makanan serta obat-obatan.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN menyatakan sudah mempersiapkan bantuan utuk warga berupa nasi bungkus.

“Kita sudah menyiapkan nasi bungkus untuk warga, dan saat ini tengah didata berapa jumlah warga yang terkena banjir,” kata dia.

Ia mengatakan, sudah menyiapkan ribuan nasi bungkus untuk warga sehingga tidak ada yang kelaparan dan juga obata-obatan.(jef)