. . .

Didugaan Ada Mark-Up DD di Pekon Ambarawa Barat

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Menurut laporan warga Kabupaten Pringsewu yang ingin namanya disamarkan (LM) mengatakan bahwa ada dugaan permainan anggran Dana Desa (DD) yang dilakukan Kepala Pekon Ambarawa Barat. Hal ini sesuai dengan peraturan Bupati Pringsewu nomor 6 tahun 2017 Pekon Ambarawa Barat mendapatkan DD sebesar Rp831.514.937, yang peruntukannya guna membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Pekon setempat.

LM kepada Trans Lampung menjabarkan, bahwa untuk pencairan DD tahun 2017, Pekon Ambarawa Barat tahap I sebesar Rp498.908.962 dan tahap II sebesar Rp332.605.975, kemudian diduga pembangunan fisik tersebut asal jadi dan cepat rusak serta realisasinya tidak sesuai dengan di lapangan.

Dia mengatakan, bahwa salah satu bangunan yang dirinya sebut asal jadi diantaranya rabat beton Dusun Satu RT-4/RW-1 dengan panjang 130 meter dan menggunakan dana sebesar Rp19.562.500, pembangunan drainase L Dusun Satu RT-1 dan RT-2 sepanjang 452 meter dengan anggaran Rp98.550.000, serta dua unit gorong-gorong Dusun Satu RT-1 dan RT-2/RW-1 dengan kisaran anggaran lebih kurang Rp9.000.000.

Menurut LM, di setiap kegiatan pembangunan dari tahun 2016 selalu di potong 16 persen dari anggaran yang ada, dia mengatakan alasan Kepala Pekon bahwa anggaran tersebut dimasukan ke dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tetapi LM mengatakan bahwa dana tersebut tidak ada kejelasannya sampai saat ini.

“Serta ada pembangunan yang anggaranya di gotong-royongkan kepada masyarakat desa berupa rabat beton di Dusun Satu, sementara anggaranya tersebut masuk di anggaran dana desa,” jelas LM.

Saat dikonfirmasi melalui telpon seluler terkait adanya dugaan mark up penggunaan DD, Kepala Pekon Ambarawa Barat, Sri Sutina menanggapi dengan nada emosi. Menurut Kepala Pekon tersebut, dirinya telah melaporkan penggunaan anggaran DD tersebut instansi terkait. Dirinya justru menyepelekan profesi wartawan yang sedang mengkonfirmasi dengan menawarkan “uang bensin”.

“Naikin aja beritanya mas, karena kami sudah laporan ke BPKAD, Ispektorat, dan Dinas PMD. Kalau mau sekedar uang bensin kerumah aja mas,” kata Kepala Pekon, Sri Sutina melalui telpon genggam dengan nada keras, Selasa sore (10/4).

Di tengah percakapan konfirmasi Trans Lampung dengan Kepala Pekon Ambarawa Barat tersebut, tiba-tiba dirinya menyerahkan telpon tersebut kepada suami Kepala Pekon, yang notabenya adalah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pringsewu, Sukro. Sukro juga mengatakan hal yang sama kepada hal yang sama, bahwa bila ingin konfirmasi bisa langsung di kediamannya.

“Kerumah aja mas, nanti saya kasih uang bensin,” ucap Sukro.

“Apa lagi yang mau di konfirmasi mas, heeee.. Naik i aja beritanya mas apapun isi beritanya,” imbuh Sukro dengan nada keras.

Terpisah, lain halnya dengan ketua Badan Himpunan Pekon (BHP), Nyoman saat di konfirmasi melalui telpon, Senin (9/4) menjelaskan, bahwa pembangunan menggunakan anggaran DD tahun 2016 ada yang di kerjakan awal Januari , hal itu setelah dirinya protes kepada Perangkat Pekon. Dan menurutnya kalau tidak diprotes masyarakat pasti tidak akan dibangun.

“Seperti dana tahun 2016 APBD perubahan yang rencana untuk pengalihan lahan sekolah wira bakti sebesar Rp110.000.000 hingga saat ini tidak tahu peruntukannya kemana, menurut Pekon untuk pembangunan BUMDes,” jelasnya. (rez/hkw)