Diduga Terkena Serangan Jantung, Pekerja Bendungan Way Sekampung Meninggal Dunia

0
3412
views

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Pengerjaan terowongan bendungan Way Sekampung CV Waskita di pekon Bumi Ratu kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu telah memakan korban meninggal dunia. Korban meninggal diduga akibat serangan jantung, Sabtu (11/11) sekitar pukul 06.45 wib.

Korban bernama Suparno (51) pekerja tukang terowongan/miner merupakan warga Desa Ngunggahan Kecamatan Bandung Kabupaten Tulung Agung Jawa Timur

Kronologis kejadian, menurut rekan kerjanya sekitar pukul 6.45 WIB korban mengalami batuk batuk kemudian korban sarapan pagi bersama dengan rekan pekerja yang lain, berupa nasi bungkus, belum sampai habis nasinya korban muntah-muntah dan kepala pusing, setelah itu korban tiduran.

Pada saat ditanya oleh Sukardi (kakak kandung korban) korban tidak menjawab dan korban meminta rekan kerjanya (saksi) Imam Taukid untuk mengerik bagian punggung dan memijat kepala serta kaki. Namun korban tetap mengalami muntah-muntah, kemudian oleh saksi korban di bawa ke rumah sakit Mitra Husada Pringsewu untuk mendapat pertolongan medis. Korban langsung mendapat pertolongan medis namun nyawa korban tidak tertolong lagi sehingga meninggal di rumah sakit.

Saksi-saksi yang ada di tempat diantaranya Sukardi, (58), penggali terowongan/miner, Desa Ngunggahan kecamatan Bandung Kabupaten Tulung Agung Jawa Timur, Kasiran Bin Rusdi (60), penggali terowongan/miner, beralamatkan di Desa Tanggul Welahan Kecamatan Besuki kabupaten Tulung Agung Jawa Timur, Imam taukid (43) penggali terowongan/miner, beralamat Desa Kebonsari Kelurahan Ngungguhan Kecamatan Bandung Kabupaten Tulung Agung Jawa Timur.

Pada saat kejadian kepolisian langsung bertindak dengan mendatangi TKP untuk melakukan pemeriksaan terhadap para saksi di tempat kejadian dan mengamankan Barang Bukti (BB).

Menurut keterangan dari rumah sakit Mitra Husada Dokter Andrian yang menangani korban. Bahwa korban meningggal akibat serangan jantung dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Perlu diketahui sampai berita ini diturunkan, pemilik CV Waskita yang menangani pembuatan bendungan sekampung belum bisa dihubungi. (R5)