. . .

Diduga Pelanggaran, Kepala ULP Rangkap Jadi PPK

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Kepala ULP Pringsewu yang melekat dengan jabatannya sebagai Kabag Perlengkapan Pemkab Pringsewu selama tujuh bulan merangkap menjadi PPK pada beberapa kegiatan di Bagian Perlengkapan, kejadian ini sudah berjalan sejak bulan Januari sampai dengan Juli 2018 jadi sudah selama tujuh bulan, dengan demikian diduga telah terjadi pelanggaran.

Mengacu pada Perpres Nomor.70 tahun 2017 yang merupakan pengganti Perpres Nomor.54 tahun 2010, sangat jelas dilarang Kepala ULP untuk menjadi PPK pada kegiatan proyek, karena sangat jelas jika ini terjadi artinya telah merangkap jabatan sekaligus ada pelanggaran yang terjadi juga ada upaya memanfaatkan jabatan.

Semantara terjadi di Kabupaten Pringsewu Mantan Kabag Hukum Pemkab Pringsewu, Waskito yang saat ini menjabat Kabag Perlengkapan sekaligus menjabat menjadi Kepala ULP Kabupaten Pringsewu,  Selama tujuh bulan ini Waskito menjadi PPK pada beberapa kegiatan dibagian perlengkapan padahal Waskito adalah fakar hukum di kabupaten Pringsewu diduga ada kesengajaan dalam hal ini yang dilakukan dengan tujuan korupsi pada beberapa anggaran kegiatan.

Menurut data yang dihimpun oleh awak media ada puluhan kegiatan yang sudah dilaksanakan di bagian perlengkapan dengan PPK sekaligus oleh Kabag yang juga kepala ULP seperti: pengadaan komputer dengan nilai anggaran Rp.100juta, pengadaan Mobil Randis 4 unit toyota inova senilai Rp.1,2Miliar, pengadaan Laptop 10 unit senilai Rp.80juta, komputer LED 3 unit senilai Rp.30juta, pengadaan Partisi ruangan kantor wakil bupati senilai Rp.120juta, pengadaan pintu metal detektor Rp.70 juta, sewa gedung dan izin mobil dinas yang nilainya juga puluhan juta,  juga masih ada banyak kegiatan lainnya yang PPK langsung oleh Kabag Perlengkapan yang juga Kepala ULP.

Sementara Kepala ULP atau PPK semua ada honor tunjangan kegiatanya yang jumlahnya mencapai jutaan setiap kegiatannya, jelas jika double jabatan tidak boleh bahkan sudah dilarang aturan karena selain ada kebocoran anggaran juga ada unsur KKN alias korupsinya dalam kegiatan ini.

Kepala ULP atau Kabag Perlengkapan Pemkab Pringsewu Waskito saat di konfirmasi oleh wartawan kami mengatakan penyebab terjadinya dia menjadi PPK kegiatan karena keteledoran karena dia saat itu menjabat kabag hukum telah membuat SK untuk PPK karena kabag sebelumnya juga sebagai PPK.Jumat (7/9) di ruang kerjanya.

Tampak keterangan Waskito hanya mencari pembenaran untuk dirinya dengan dalih ini terjadi karena akan ada pemisahan jabatan Kepala ULP dari Kabag Perlengkapan, walau pun dia mengaku kejadian ini karena keteledoran yang dia buat.

Waskito  menyatakan jika sudah ada perubahan aturan sehingga diperbolehkan Kepala ULP menjadi PPK, bahkan dia mengaku baru satu kegiatan saja  dia sebagai PPKnya.

padahal data yang di himpun oleh awak media sudah ada puluhan kegiatan yang Waskito sebagai PPKnya.

“Kepala ULP dan Kabag Perlengkapan rencananya akan dipisah makanya saya menjadi PPK, itu pun baru satu kegiatan yang berjalan,” kata waskito.

Namun ketika ditanya tentang puluhan kegiatan yang sudah berjalan dan Waskito sebagai PPK .

“PPk yang saya jalani cuman 1 yaitu print pasfor, yang lainnya saya tidak tahu, mungkin kabag perlengkapan sebelum saya,”  tegas waskito. (rez/hkw)