Diduga Lupa Matikan Lilin, Satu Rumah Hangus Terbakar

TRANSLAMPUNG.COM, PESISIR BARAT – Sebuah rumah milik warga, Pahri Pekon Way Napal, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) ludes dilahap sijago merah. Menurut saksi mata, Malyani (45) musibah tersebut terjadi pada malam hari sekiranya pukul 23:30 WIB. Saat penghuni rumah sedang tidak di tempat.

“Kebetulan yang menghuninya, Yoga (13) anak yang masih duduk di bangku Sekolah menengah pertama. Sehingga pada kejadian tersebut, kami langsung memadamkan api beramai-ramai dengan warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya,” ujarnya.

Malyani menuturkan, tidak berselang lama pihak kepolisian dan Pemadam kebakaran (Damkar) Pesibar telah tiba di lokasi kejadian dan langsung membantu memadamkan kobaran api sehingga musibah tersebut langsung segera bisa teratasi.

“Bersama pihak kepolisan dan Damkar warga bersenergi untuk memadamkan amukan sijago merah, sekitar 11:30 wib kejadian dan pada pukul 12:00wib api sudah padam total berkat bantuan blanwir,” akunnya.

Dijelaskannya, saat kejadian kebakaran rumah tersebut tidak ada barang satupun yang bisa di selamatkan karena api sudah merambat di rumah yang berukuran 4X7 meter tersebut kecuali kendaraan roda dua. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut hanya saja kerugian diprediksi hingga puluhan juta rupiah akibat dari musibah kebakaran tersebut.

“Baik dari perabotan rumah tangga, seperti kasur, lemari, pakaian sekolah dan pralatan elektronik TV, tipe dan ijazah sekolah dasar milik Yoga. Kecuali motor yang sedang dibawa oleh penghuni keluar sehingga ditaksir kerugiannya amat besar,” pungkasnya.

Dilain sisi, Kaur Umum Pekon tersebut, Susanto menambahkan adapun dugaan sementara kebakaran yang melululantakan sebuah rumah tersebut yakni dari api lilin yang tidak dimatikan saat penghuni hendak bepergian meninggalkan rumah.

“Kalau kita katakan dari listrik tentu sangat jauh, mengingat pemilik rumah tersebut tidak mengunakan listrik meski sempat menyambung dari tetangga tapi sudah diputus. Dan dugaan sementara hanya menggunakan lilin, karena pas sudah api padam ditemukan luberan meja karet yang hingga pintu depan,” jelasnya saat ditemui di kantor Pratin tempo hari.

Selain itu juga, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pesibar, khususnya Dinas terkait agar bisa segera memberikan bantuan kepada warga yang terkena musibah tersebut.

“Seperti sembako, pakaian sekolah dan peralatan-pralatan pendukung lainnya. Mengingat yang menghuni tempat tersebut yakni anak yang masih sekolah, supaya bisa meringankan beban dan bisa memulai aktivitas bersekolah sebagaimana mestinya,” tandasnya. (r7)

News Reporter