. . .

Diduga Lambat, PPKH Dinsos Pesibar Keluhkan Terkait Buku Tabungan Anggota Penerima

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR – Pelaksana program keluarga harapan (PPKH) dinas sosial (Dinsos) mengeluhkan lambatnya penanganan pihak bank rakyat indonesia (BRI) dalam penanganan tabungan anggota PPKH, kabupaten setempat.

Menurut oprator, Agus rianto PPKH, kabupaten mengatakan, hingga saat ini buku tabungan angota penerima belum rampung dengan seratus persen, dan hal tersebut sudah dikonsultasikan kepada pihak rekanan BRI akan tetapi belum kunjung selesai. ” adapun data sebanyak 9188, ini untuk yang sudah dapat buku tabungan, dan sebanyak 9636 yang semestinya dapat. Sehingga kurang lebih 400 sekian yang belum dapat se-kabupaten Pesibar, “ungkapnya.

Dijelaskannya, sedangkan Langsung dari lembaga bayar dengan pihak BRI, 500 pertriwulan untuk penerima PPKH, dan bahkan dari tahap satu dan 3 belum dibayarkan sehingga terhambat, yang ada di sebelas kecamatan, dan saat dikoordinasikan kepada pihak BRI mereka terkesan saling lempar tanggung jawab.

” hingga saat ini pihak PPKH selalu inten berkomunikasi dengan pihak BRI cabang, tahun lalu tidak terjadi seperti ini dengan bekerja sama dengan Mandiri, dan tahun ini semenjak peralihan macet, “keluhnya.

Sementara, kepala unit BRI krui, Zalman mengatakan adapun kendala tidak pihaknya dalam pembuatan tabungan nasabah PPKH yakni dari segi beda nama, sudah almarhum karna data tidak valid. Tidak ada Kendala dari pusat dan yang ada kendala dari angota PPKH tersebut. ” data pendukung yang tidak benar sehingga itu yang menjadi kendal sebenarnya, dan mungkin jika ada mungkin itu merupakan data susulan, sehingga adanya keterlambatan buku tabungan, “ujarnya, kepada translampung. Com pada, selasa (25/9) di ruangannya.

Dijelaskannya, hal tersebut tidak dapat ditargetkan mengingat jika ada data valid langsung kita laksanakan. “untuk penerima buku tabungan yang belum dapat buku tabungan agar kiranya bisa bersabar, hingga data masuk dan bisa diberikan segera dan secepatnya, “tandasnya. (r7)

error: Content is protected !!