Diduga kuat BPN Kota Melakukan Tindakan Penyalahgunaan Kekuasaan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Sugiarta Arifin menyayangkan tindakan Badan Pertanahan (BPN) Kota Bandar Lampung yang telah melakukan pemblokiran terhadap sertifikat hak miliknya, atas tanah seluas 91.830 m2, yang berada di Kelurahaan Way Tataan Kecamatan Telukbetung Timur.

Menurut Sugiarta melalui kuasa hukumnya Harjadi Jahya mengatakan, pemblokiran SHM nomor 4 tanggal 27 Oktober 1984 milik kliennya,  bertentangan dengan ketentuan pasal 13 permen agraria nomor 13 tahun 2017. Sehingga pemblokiran telah merugikan kliennya dan tindakan pejabat BPN tersebut bisa  dikategorikan tindak penyalahgunaan kekuasaaan.

“Pemblokiran itu dilakukan sepihak, tanpa mempertimbagkan atas ketentuan peraturan, dan merugikan bapak Sugiarta,  dengan tindakan itu maka pejabat BPN bisa dipidanakan, karena penyalahgunaan wewenang dan ini juga telah kami laporkan ke polda lampung ,” kata Harjadi saat melaksanakan konpers di Rumah makan Kakap jumbo Jumat (10/3/2018).

Dengan demikian Harjadi berharap, pihak BPN segera membuka blokir SHm milik klienya dan segera memproses pemecahaan SHM yang diajukan kliennya.

“Kami minta pihak BPN segera membuka blokir SHM klien kami, dan memproses pemecahaan sertifikat yang diajukan oleh klien kami,” tegasnya

Harjadi mengatakan, BPN pada 23 Februari 2018 mengundang kliennya untuk mediasi  di kantor BPN Bandar Lampung, untuk hadir pada 1 Maret 2018. Namun oleh kliennya surat tersebut diabaikan, dengan alasan  karena secara de jure dan de facto klinnya adalah pemegang sah atas tanah tersebut.

Harjadi  tidak menampik  pemblokiran SHM  kliennya  tidak lepas dugaan keinginan dari Surjadi Arifin seorang pihak yang mengaku-mengaku sebagi ahli waris namun dalam surat pernyataan ahli waris yang di buat dalam Aktre Notaris menyatakan bahwa tidak ada yang bernama Surjadi Arifin .

“Memang ada yang mengajukan blokir SHM namanya Surjadi Arifin. Tapi klien kami tidak mengenal orang ini. Dan Surjadi ini diduga memalsukan identitas surat-surat kependudukan dengan mengaku sebagai anak dari orangtua Sugiarta Arifin yakni Lukman Arifin dan Sujadi Arifin ini telah di laporkan ke Bareskrim Polri dengan nomer laporan LP /283 /III/2018 Bareskrim tanggal 27 Februari 2018,”ucapnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak BPN Kota Bandar Lampung melalu kasi persengkataan laham Samsul belum bisa di konfirmasi (ydn)

News Reporter