. . .

Diduga Gelapkan Uang, Mantan Calon Bupati Pesibar Dituntut

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PESIBAR – Mantan calon bupati pesisir barat (Pesibar), Arya Lukita Budiwan dituntut secara wanprestasi oleh pihak penggugat, H. Sulaiman melalui kuasa hukumnya dengan dugaan mengelapkan uang, Jumat (16/11), di Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah.

Menurut kuasa hukum,  Yopi Hendo, Sh. Mh mengatakan, pihak klien meminta uang sebesar Rp. 1,5 milyar rupiah pada tahun 2016, dengan dihubungkan oleh mantan Kadis PU, Isnawardi kepada pihak pengugat saat itu. Yang sebelumnya di pinjam oleh pihak tergugat untuk segera mungkin bisa diselesaikan mengingat waktu limit sudah hampir tiga tahun berlalu.

“Karna pihak, Arya Lukita tidak komitmen dengan janjinya yang sebelumnya hanya meminjam dengan satu tahun dan tidak tepat janji,  maka klien kami meminta untuk bisa dibawa keranah perdata. Oleh sebab itu maka kami telah menggugat melalui pengadilan Negri Liwa,  dengan nomor register 8/pdt.6/2018PNL, “ungkapnya.

Dijelaskannya,  adapun yang dijaminkan oleh pihak tergugat yakni berupa dua bilah surat tanah berupa sertifikat, dan dan dua cek bank  Bjb dengan nomor rekening yang berbeda.  Akan tetapi setelah kita cek ke bank yang bersangkutan ternyata tidak bisa dibuka dua cek tersebut.

“Ya dua sertifikat tanah tersebut,  sudah di bebaskan untuk perkantoran Pemkab Pesibar, dan hasil uang tersebut masih dititipkan Pemkab setempat kepada pengadilan,”jelasnya.

Masih menurut dia,  selain itu juga pihak kliennya telah melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisan daerah (Kapolda) Lampung, setelah dilakukan pengaduan tersebut pihak tergugat dan pengugat bersepakat akan menyekesaikan persoalan tersebut dengan cara menempuh jalur kekeluargaan.

“Dari hasil damai secara jalur kekeluargaan tersebut,  pihak tergugat siap untuk menyelesaikan pada bulan Sepember pada APBD tahun 2018 ini. Kendati demikian pihak tergugat diduga tidak mengindahkan hasil musyawarah kekeluargaan tersebut alias ingkar janji, “bebernya.

Sulaiman, melaui kuasa hukumnya berharap agar kiranya pihak tergugat agar bisa segera menyelesaikan per-soalan tersebut segera dengan menempuh jalur ke-keluargaan.

“Apa bila hal tersebut tidak diselesaikan, maka pihak kliennya melalui kuasa hukumnya agan menempuh jalur hukum baik perdata maupun pidana,  “tandasnya.

Sementara hingga berita ini diturunkan, sangat amat disayangkan belum ada klarifikasi dari pihak tergugat meskipun sudah dicoba dihubungi melalui via telpon selulernya.  (r7)