. . .

Diduga Gelapkan Milliaran Dana Koprasi TKBM Pelabuhan Panjang, Sainin CS Telah di Diberhentikan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG -Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang.Sainin Nurjaya bersama bendahara dan wakil bendahara telah di berhentikan karna di disinyalir telah melakukan penyelewengan dan dugaan penggelapan dana koperasi senilai Rp 13,8 miliar.

Pemberhentian Sainin Nurjaya dan kedua pengurusanya ini berdasarkan keputusan rapat bersama oleh pihak pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan panjang yang dipimpin oleh Kepala Kantor KSOP Kelas I Panjang dan dihadiri oleh Dinas Koperasi Kota Bandarlampung, Dinas Tenaga Kerja dan para pengurus serta anggota koperasi TKBM, dan dalam rapat tersebut telah dipaparkan beberapa temuan hasil audit internal pengurus koperasi dan temuan temuan serta penyelewengan yang dilakukan oleh pengurus Koperasi TKBM.

Menurut Syaiful, Kabid Lala dan Usaha Kepelabuhan KSOP Panjang bahwa

Dalam Rapat tersebut Kepala Kantor KSOP mengisntruksikan agar pihak koperasi segera menyelesaikan masalah internal ini sesuai norma AD/ART yang ada agar para buruh pelabuhan mendapatkan hak mereka dan koperasi TKBM mampu mensejahterakan anggotannya, dalam rapat itu juga telah didengar keluhan keluhan dari para anggota yang hadir,

Hasil pertemuan tersebut terdapat beberapa rekomendasi penting di antaranya kewajiban mengembalikan dana-dana yang dipinjam oleh pengurus koperasi dan memberikan yang menjadi hak-hak buruh TKBM, menyelesaikan tunggakan BPJS dan rencana menggantikan jabatan ketua, sekretaris dan bendahara koperasi TKBM.

“Ya, tadi hasil rapat bersama kita hasilnya adalah Sainin Ketua Koperasi TKBM, Wakil Bendahara Edo serta Bendahara, Siti Yoana Rencananya akan di ganti dengan pengurus lain , sudah disetujui oleh para anggota yg hadir dan kami KSOP Panjang dan Dinas Koperasi dan Dinas Tenaga Kerja mengetahui,Konsep keputusan sudah dibuat tinggal ditandatangani saja. kata Syaiful kamis (13/6/19).

Namun syaiful menambahkan bahwa angggota yang akan diganti tersebut atau lainnya yang meminjam dana koperasi tetap mempunyai tanggung jawab moral dan hokum untuk komitmen mengembalikan uang yang dipinjam agar dikembalikan ke kas Koperasi sehingga nanti dikelola kembali untuk kepentingan anggota koperasi dan selanjutnya agar dilakukan pembenahan yang lebih baik nantinya.

dijelaskannya, jika pemberhentian Sainin Cs, bukan semata-mata, melainkan permintaan anggota koperasi TKBM dan KSOP selaku pembina karena melihat kasus benang-kusut di koperasi tersebut, memutuskan memberhentikan kepengurusan Sainin Nurjaya.

“Hasil dalam rapat juga tertuang, bahwasanya, Saini bersama dua rekannya wajib megembalikan dan dana yang mereka gunakan, karena ini bukan pinjaman, dan ini adalah-hak buruh yang mereka gelapkan, dan pengurus kopreasi ini sudah tidak sehat, juga ada dinasti-dinasti di tubuh koperasi TKBM Panjang, makanya diberhentikan,” jelasnya.

Pemberhentian Saini cs ini, kata Syaifyl, merupakan keputusan bersama dalam rapat dan juga melihat dalam dasar aturan AD/Art koperasi dalam pasal 47 wajib dijalankan.

“Jika pengurus ada yang menyelewengkan atau melakukan kecurangan, maka bisa diberhentikan sementara,” dan ini adalah benang kusut yang sudah lama dan harus dibenahi dalam tubuh koperasi TKBM. kalau tidak, kasian para buruh, ini juga adalah munculnya berawal dari audit independen di koperasi, sehingga muncul nilai yang cukup pantastis miliaran, dan ada juga tunggakan BPJS senilai Rp3,2 Miliar,” paparnya.

“Banyak hak-hak buruh yang tidak diberikan, termasuk kesejahtreraan (Hi) dan juga BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, banyak yang sakit pas dirujuk tidak bisa di kliam, ini semua pengakuan para buruh dalam rapat tadi, makanya kesimpulannya kepengurusan Sainin Cs diberhentikan,” tegasnya.

Sementara, salah seorang anggota koperasi TKBM Roni Saputra yang juga ikut dalam rapat menjelaskan, bahwa dalam rapat dengan KSOP membahas masalah uang buruh yang terpakai sekitar Rp13 Miliar lebih yang diduga diselewengkan olah Sainin Cs.

“Bukan sedikit mas uang kami itu, itu uang peras keringat kami di pelabuhan, pokoknya kami minta dikembalikan, kalau tidak sita semua aset-aset punya mereka itu Saini, Edo dan Yoana itu, kami beri waktu 30 hari kalau tidak ini akan kami serahkan kepada pihak yang berwajib, karena itu semua hak buruh koperasi TKBM dan mereka bukan pinjam namanya ini, menggelapkan hak-hak kami, jadi kesimpulanya intinya kembalikan dana itu siapa yang pakai,” kata dia.

Sementara, Gojali, Ketua Serikat pekerja Transfortasi Indonesia (SPTI) menjelaskan, jika pihaknya siap membela kepentingan buruh pelabuhan, yang mana di TKBM sendiri diduga ada penyelewengan dana anggota yang lainya cukup fantastis. “Banyak item-item yang mereka selewengkan, dari BPJS, pakaian kerja, sepatu, helam dan lainnya, pakaian, sudah selama 3 tahun ini buruh tidak diberikan siapapun pemimpinnya kami pembenahan dan untuk kesejakteran buruh. saya sendiri, selaku buruh sangat sedih, kepeminpinan Sainin begitu bobroknya, pada dasarnya kami mohon bapak pembina KSOP segera mungkin ganti karena kami tidak percaya lagi tetes keringat kami yang netes di tengah pelabuhan,” tandasnya.

Senada yang di ungkapan oleh salah buruh Pelabuhan Panjang Ahmadi menjelaskan, jika semua ini mesti dipertanggungjawabkan oleh Sainin CS dan uang buruh yang telah terpakai wajib dikembalikan dan ganti mereka dengan yang baru.

“Kami minta pertangungjawabannya, uang dikebalikan dan kepengurusan diganti sesuai dengan aturan berlaku, mengenai proses hukum tetap dijakankan, harus ditempuh. Bahwa kami buruh Pelabuhan Panjang sebanyak 980 orang akan perjuangakan hak-hak kami yang telah diselewengkan, sebanyak Rp13,8 miliar, ini uang bukan pijam, ini penyelewengan jika tidak akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” ucapnya.

“Juga uang yang digunakan tim 20 TKBM juga wajib dikembalikan, karena itu juga hak-hak buruh, ini berjalan sejak tahun 2016 dari Hi (kesejahteraan) kesehatan bahkan kemarin THR buruh pun hampir tidak diberikan. Ini adalah penyelewengan dan kecurangan beberapa oknum dari TKBM dan yang mereka makan itu adalah hak-hak buruh, akanya harus dikembalikan,” pungkasnya (*/ydn).

error: Content is protected !!