. . .

Diberitakan Media, Kades di Mesuji Ini Buat Klarifikasi

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MESUJI – Kepala Desa Margo Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Wahyudi membantah terkait pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan bahwa dirinya membenarkan kabar di Desanya ada penarikan biaya pembuatan sertifikat prona bertarif sebesar Rp 500-600 ribu.

Wahyudi menjelaskan, kepada awak media online tersebut dirinya hanya mengatakan bahwasanya iuran pembuatan sertifikat prona disepakati oleh semua pihak sebesar Rp 300 ribu, itupun bagi masyarakat yang mampu.

“Pokoknya saya tidak pernah ngomong begitu. Saya bilang itu iuran Rp 300 ribu yang sebenarnya bukan diharuskan, itu bagi yang mampu saja,” terang Wahyudi, Senin (11/02).

Wahyudi mengaku dalam hal pembuatan sertifikat prona tersebut, dirinya hanya sebatas mengetahui. Sebab, semua itu sudah diserahkan pelaksaannya kepada Sekertaris Desa dan Kelompok Tani.

“Itu semua untuk pembiayaan dan sebagainya sudah ada panitianya. Saya hanya mengetahui saja, tidak ikut campur tangan dalam urusan itu. Boleh ditanyai kepada sekdes dan kelompok tani yang melaksanakan itu,” tuturnya.

Dari jumlah 260 bidang tanah yang akan dibuatkan sertifikat prona, menurutnya masih ada puluhan masyarakat yang belum membayar iuran hingga saat ini.

“Ini sifatnya iuran, yang gak mau bayar juga gak apa apa. Sampai saat ini sertifikat pun belum ada yang jadi,” kata dia lagi.

Kedepannya, ia berharap cukup dirinya saja yang mengalami kejadian ini. Insan pers juga harus mengedepankan profesionalisme, jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan dengan kinerja awak media.

“Semoga cukup saya yang mengalami hal semacam ini. Ke depan jangan sampai Kades-kades lain juga mengalaminya,” pungkasnya. (Nara)

error: Content is protected !!