. . .

Dibalik Ketegasanya, Polwan Polres Metro Ternyata Punya Kharakter Feminim

image_print

METRO – Tak hanya tegas dan lugas dalam mengayomi masyarakat polisi wanita (Polwan) Polres Kota Metro juga ternyata simpan jiwa feminin. Dengan terus memupuk kharakter feminim mulai dari cara berpenampilan serta ketelatenan dan kepiawaian dalam merias wajah.

Hal yang dilakukan oleh jajaran Polwan Polres Metro dibawah komando kapolres cantik AKBP Umi Fadilah Astutik, adalah dengan mengadakan Beauty Class, sekaligus dalam rangka Hari Kartini ke 139 tanggal 21 April 2018.

Bersama Latulipe Beauty Class kegiatan ini bertempat di Aula Devia Cita Polres Metro. Kegiatan diikuti oleh para Polwan, ASN, Bhayangkari Polres Metro dan Kowad, ASN, Persit Kodim 0411/LT.

“Mengingat jaman semakin modern (jaman now) para kaum wanita dituntut untuk berpenampilan lebih menarik dalam keseharian,” kata kapolres yang baru saja ikut meramaikan Kartini Run, di DKI Jakarta itu.

Tak hanya dari jajaran Polres, kegiatan ini juga mengikutsertakan dari satuan Kowad dan Persit untuk bersinergitas dengan Polwan dan Bhayangkari Polres Metro.

Kapolres Metro juga berharap kedepannya para wanita khususnya Polwan dan Kowad dapat terus bersinergi dalam bentuk kegiatan apapun untuk kemajuan wanita dan masyarakat di Kota Metro.

Dia berharap Polwan Polres Metro selain menanamkan jiwa ketegasan di dalam diri, juga tetap memegang teguh unsur alami wanita yakni kharakter feminim.

Di tempat terpisah, ketika dihubungi Kasubag Humas Polres Kota Metro, IPDA Tatik Mulyaningsih mengatakan kesan tomboi memang terlanjur menempel pada profesi polwan, padahal sejatinya tidak begitu.

“Namanya perempuan, pasti tetap ada feminimnya. Polwan adalah profesi yang unik dan penuh tantangan karena terkandung dua makna  berlawanan,” katanya.

Menurutnya, secara sosial dan budaya, polwan sangat berbeda. Sebagai polisi, para polwan sebagian besar bertugas menghadapi kekerasan.

“Gaya bicara dan sisi maskulin, menurut saya itu biasa sebab dengan sikap itu kita bisa memperlihatkan sisi kekuatan seorang perempuan sejatinya, yang lemah lembut,” katanya. (suf)