Diam-diam di Lamtim Marak Flu Burung, Ribuan Unggas Mati Periode Januari – Maret

0
257
views

translampung.com – Ribuan ekor unggas di Kabupaten Lampung Timur mati akibat serangan flu burung. Dari awal bulan Januari hingga Bulan April 2016 ini, sudah 3.796 ekor unggas mati akibat H5N1tersebut.

“Untuk tahun ini, virus H5N1 melanda unggas  meningkat hingga dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal ini memang membuat para peternak resah,” jelas Kabid Kesehatan Hewan Dinas Perternakan (disnak) Lamtim Dewanto, Rabu (6/4) .

Dilanjutkan, pada tahun 2015 tercatat ada 1 kasus di kecamatan Batanghari sebanyak 1.040 ekor unggas yang mati akibat virus H5N1.

“Kematian unggas yang dikarenakan virus H5N1 ini, banyak terjadi pada unggas seperti ayam petelur dan ayam kampung, “terangnya.

Ditambahkan, serangan virus H5N1 tahun 2016 ini terjadi 7 kasus di 7 kecamatan di Lamtim. yakni, di Kecamatan Batanghari, purbolinggo, sukadana, Way Jepara, Raman utara, Batanghari nuban, serta kecamatan pekalongan.

Virus H5N1 biasanya menyerang unggas pada memasuki musim hujan. Selain itu, virus H5N1 kerap menular sesama unggas. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dari masyarakat untuk menjaga agar penularan virus tersebut tidak tersebar.

” Setelah dapat laporan dari masyarakat kita langsung turun kelapangan untuk cek langsung kondisi kandang dan bangkainya menggunakan alat Rafid Anigen Test, karena alatnya hanya bisa deteksi melalui bangkainya dan kita kirim ke lab dibandar lampung,”terangnya

“Apabila terdapat unggas yang mati secara tiba-tiba dikarenakan virus H5N1 tersebut maka penanganannya adalah bangkai unggas dibakar kemudian dikubur. Setelah itu sisa unggas yang masih hidup dilakukan karantina dan tidak diperkenankan untuk dijual terlebih dahulu. Jika nanti setelah dua minggu tidak ditemukan kematian lagi, akan diberikan vaksinasi sehingga tidak terkena virus tersebut,”ujarnya. (tnn)

LEAVE A REPLY