. . .

Di Balik FTS 2018, Ada “DEWI RATU” sampai Ribuan Otak-Otak Gratis

image_print
CICIPI OTAK-OTAK: Pj. Bupati Tanggamus Zainal Abidin bersama istri dan Staf Ahli Gubernur Lampung Theresia Sormin didampingi Kepala Dinas Pariwisata Tanggamus Retno Noviana saat mencicipi otak-otak yang dinobatkan sebagai kuliner khas dalam Festival Teluk Semaka 2018, di Taman Wisata Air Terjun Way Lalaan Pekon Kampungbaru, Kotaagung Timur, Rabu (12/9). (Foto: DISKOMINFOSANDI TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah dua tahun absen, Festival Teluk Semaka 2018 Kabupaten Tanggamus kembali dihelat, mulai Selasa (11/9) dan puncaknya Rabu (12/9). Objek wisata air terjun Way Lalaan di Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur, dipilih menjadi venue utama pemuncak FTS 2018. Secara umum, gelaran FTS kali ini lebih mengarah pada eksplorasi keindahan objek wisata alam, mempromosikan otak-otak sebagai makanan khas, dan hiasan belah ketupat menjadi ornamen khas kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama itu.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus Retno Noviana Damayanti dalam sambutannya mengatakan, FTS 2018 bertemakan Kita Lestarikan Adat Budaya dan Wujudkan DEWI RATU (Destinasi Wisata yang Ramah, Aman, Teristimewa, dan Unggul).

FTS bertujuan untuk semakin menggali dan melestarikan adat-istiadat dan budaya masyarakat Tanggamus sebagai kegiatan lokal dalam kerangka NKRI. Serta mengeksplorasi potensi wisata sekaligus mempromosikannya kepada khalayak untuk menjunjung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Tanggamus.

“Kegiatan Festival Teluk Semaka ini dimulai dari tanggal 11 sampai 12 September. Lokasi rangkaian kegiatan pun tersebar di beberapa titik. Yaitu di Taman Wisata Muara Indah Kecamatan Kotaagung. Pekon Wisata Sidokaton, Kecamatan Gisting. Pantai Karangbolong, Kecamatan Limau. Dan puncaknya hari ini di Taman Wisata Air Terjun Way Laaan Pekon Kampung Baru,” ujar Retno.

Jenis kegiatan, kata dia, meliputi Lomba Foto Kreatif, Eksplorasi Desa Wisata Sidokaton, Tour d Semaka, Sarasehan Kepariwisataan, Pergelaran Budaya Nusantara, Sendratari Kolosal “Pelangi Tanggamus”, Festival Kuliner Negeri 1000 Otak-Otak sebagai Makanan Khas Tanggamus, Launching Wajah Baru Taman Wisata Air Terjun Way Lalaan, dan Launching Motif Belah Ketupat sebagai Ornamen Khas Tanggamus.

Peserta sendiri terdiri dari seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Instansi Vertikal dan BUMN/BUMD, seluruh aparat kecamatan, Organisasi Masyarakat, para pelajar tingkat menengah pertama dan atas, serta Komunitas Sanggar Seni-Budaya, misalnya Pencak Khakot, Paguyuban Pasundan, Keluarga Besar Batang Hari Sembilan (KBBS), Keluarga Besar Sumatra Barat (KBSB), TTKDH,  Kerukunan Masyarakat Sahabat (KERABAT), Pagar Nusa, Paguyuban Banten. Lalu pertunjukan Tari Talam dan Kesenian Reog.

Berikutnya adalah jajaran masyarakat dari Kelompok Sadar Wisata se-Tanggamus,  insan pers/media, Generasi Pesona Indonesia (GENPI) Provinsi Lampung, para Komunitas Blogger/Vlogger Wisata, para Fotografer, Perwakilan PHRI, ASITA, HPI  Tanggamus, para Travel Agency, serta masyarakat secara umum.

Pj. Bupati: Rasa Otak-Otak Tanggamus seperti Rasa Dinamika Kehidupan

SELANJUTNYA Penjabat Bupati Tanggamus Ir. Zainal Abidin, M.T. mengatakan, Festival Teluk Semaka merupakan salah satu event budaya yang sebenarnya rutin terselenggara setiap tahun. Namun karena satu dan lain hal, sempat tertunda dua tahun terakhir ini.

“Melalui event ini, kami menyampaikan pesan kepada khalayak tentang keberagaman budaya kearifan lokal dan sekaligus menyajikan potensi-potensi wisata yang tidak kalah menariknya dengan destinasi wisata di daerah lain,” ujar Zainal Abidin.

Melalui FTS, kata dia, masyarakat secara luas biaa menyaksikan berbagai gelaran budaya yang berasal dari beragam etnis dan komunitas di Kabupaten Tanggamus.
Selain itu juga, peserta festival dapat turut menikmati wisata kuliner khas Kabupaten Tanggamus. Yaitu sebanyak 5.000 otak-otak.

“Makanan khas tersebut memicu pengunjung untuk meramaikan wisata kuliner di Kabupaten Tanggamus. Namun juga tetap ada kuliner pendamping lainnya. Motif atau hiasan belah ketupat juga dipatenkan menjadi ornamen khas Kabupaten Tanggamus dalam gelaran ini. Itu semua merupakan karya masyarakat untuk mengesankan pengunjung dari luar Tanggamus,” tutur Kepala Biro Administrasi Pembangunan Pemprov Lampung itu seraya berseloroh bahwa rasa otak-otak khas Tanggamus sangat beragam, ada yang asin, gurih, agak manis, hingga pedas, persis seperti rasa dalam dinamika kehidupan ini.

Pemprov Apresiasi FTS sebagai Konkretisasi Kecintaan Seni-Budaya Kearifan Lokal dan Pariwisata Tanggamus 

STAF Ahli Gubernur Lampung, Theresia Sormin sebagai perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, sangat mengapresiasi Festival Teluk Semaka 2018 Kabupaten Tanggamus. Menurutnya, festival ini merupakan konkretisasi kepedulian, kecintaan, dan pelestarian seni-budaya serta pariwisata original Kabupaten Tanggamus sebagai bagian dari Lampung.

“Saya nilai momen festival ini sangat tepat serta memiliki nilai strategis. Selain untuk meningkatkan silaturahmi, juga bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan beragam objek wisata unggulan dan kuliner khas Tanggamus,” ungkap Theresia.

Provinsi Lampung, dia melanjutkan, memiliki banyak objek wisata yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Tidak terkecuali di Kabupaten Tanggamus yang menyediakan berbagai objek wisata, baik wisata alam pegunungan, bahari, serta bentangan alam yang beragam.

Melihat peluang tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung pastinya tidak akan tinggal diam. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Provinsi Lampung terus melakukan pembangunan ruas jalan menuju destinasi wisata. Lalu menyediakan infrastruktur penerangan melalui Program Lampung Terang 2019.

“Saya berharap, melalui kegiatan ini Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan segenap masyarakat melakukan perencanaan yang matang dan terarah untuk menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang yang tersedia ini,” harap Theresia.

Turut hadir dalam acara puncak itu, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan, S.Sos., Wakapolres Kompol Andik Purnomo Sigit, Kasdim 0424 Mayor (Inf) Erwin Suhada, Anggota DPRD Lampung Hi. Akhmadi Sumariyanto, Forkopimda Tanggamus, para Kepala OPD, dan para tokoh. (ayp)