Dewan Pertanyakan Tarif Parkir di Metro

0
452
views

METRO – Anggota Komisi III DPRD Kota Metro Hendri Susantomempertanyakan tarif parkir di kota ini. Ia yang sering menggunakan jasa parkir umum telah membuktikannya sendiri jika tarif parkir yang dibayar untuk motor adalah Rp 2.000. ”Kalau kita bayar dengan uang Rp 5 ribu, pasti dikembalikan Rp 3 ribu. Kita kasih Rp 2 ribu tidak dikembalikan. Artinya Rp 2 ribu toh tarif parkirnya. Kita bukan bicara soal nominalnya, tetapi aturan. Ditambah lagi sering sekali juru parkir itu tidak memberikan karcis parkir. Ini parkir liar atau resmi? Hal ini yang nanti akan kita bahas bersama dengan dinas terkait. Supaya lebih tertib dan diharapkan mampu menambah PAD kita dari retribusi parkir,” paparnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (16/3).

Ia juga menyinggung penggunaan Perwali sebagai dasar diberlakukannya tarif parkir di Bumi Sai Wawai. Dimana berdasarkan Perwali tarif parkir telah naik menjadi Rp1.000 untuk motor dan Rp2.000 untuk mobil. Padahal berdasarkan perda tarif parkir umum Rp500 untuk motor dan Rp1.000 untuk mobil.

”Tarif parkir ini kan sudah ada di perda, tidak bisa kemudian ada perubahan tarif tetapi dasarnya perwali. Hirarki peraturan perundang-undanganya jelas Perda di atas Perwali. Perwali inikan hanya melengkapi jika ada kekurangan pada Perda, bukan merubah. Hal ini juga yang sedang kita bahas. Kalau untuk tarif parkir khusus seperti di RSU A Yani sudah ada perdanya, yang disahkan di 2015 lalu,” jelas dia.

Hal serupa juga dikeluhkan Misbah warga Kelurahan Ganjarasri, Metro Barat terkait pelayanan parkir yang kurang memuaskan. Selain itu juga tarif parkir yang sering berubah ketika ada sebuah konser musik atau hiburan yang digelar di pusat kota.

”Waktu kita datang juru parkir enggak ada, kalau sudah mau pergi juga enggak membantu narik motor atau apalah. Tahu-tahu datang minta uang parkir. Nah, belum lagi kalau di Lapangan Samber atau Taman Kota ada acara, tarif parkir itu bisa sampai Rp 5 ribu. Alasanya karena ramai, sulit cari tempat parkir,” keluhnya.(ian/ria)

LEAVE A REPLY