Dewan Nantikan Kerja Inspektorat

0
212
views

TRANSLAMPUNG.COM-PUNGLI-Inspektorat Bandarlampung diharapkan tidak sebatas gertak sambal. Ini terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Nur Jannah, lurah Gunungsari, Kecamatan Enggal.

Ketua Komisii I DPRD Bandarlampung Nu’man Abdi menuturkan, guna mengunci pernyataan tersebut, pihaknya bakal menunggu hasil evaluasi Inspektorat Bandarlampung. ’’Jadi yang kami inginkan bukan sebatas pernyataan. Tetapi harus ada laporan hasil pemeriksaannya,” ujar Nu’man kemarin.

Pasca mendapat laporan tersebut, pihaknya akan segera memaggil lurah bersangkutan. Tidak hanya lurah, pihaknya juga bakal memangil camat Enggal beserta perwakilan rakyat. Tujuannya adalah guna memastkan langsung apa yang sebenarnya terjadi berdasarka penuturan asih-masing pihak yang didudukkan bersama.

’’Tapi sebagai bekal kami memanggil, tentunya kita juga harus pegang dulu hasil evaluasi Inspektorat,” ungkapnya.

Nah, kapan Komisi I bakala melakukan pemanggilan, pihanya menyatakan hal tersebut bergantung pada kinerja Inspektorat. ’’Kalau Inspektorat baru selesai melakukan pemeriksaan dua minggu kedepan, mau tidak mau kita juga baru panggil dua minggu kedepan. Jadi kita mendorong Inspektorat segera merampungkan pemeriksaannya,” tukasnya.

Diberitakan, Inspektorat Bandarlampung masih menyelidiki dugaan pungli oleh Nur Jannah, lurah Gunungsari, Kecamatan Enggal. Satuan kerja yang mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan ini terus mencari kejelasan dari aduan masyarakat tersebut.

Inspektur Bandarlampung M. Umar menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang melaporkan kinerja aparatur sipil negara (ASN) di pemkot yang menyalahi aturan. Langkah secepatnya, pihaknya masih harus mengumpulkan informasi terkait aduan tersebut.

Penyelidikan juga dilakukan terhadap Camat Enggal A Zawawi. Inspektorat sudah mengumpulkan seluruh ketua rukun tetangga (RT) di Gunungsari. Hasil sementara, beberapa warga memang ada yang mengadu bahwa sebelumnya ada persoalan biaya administrasi pembuatan surat keterangan di kelurahan tersebut.

”Tetapi uang tersebut sebatas bentuk ucapan terima kasih. Begitu pun Lurah Gunungsari Nur Jannah sudah dimintai keterangannya,” ucapnya. Zawawi menilai, selama Nur Jannah menjabat, lurah tersebut rajin bekerja. Bahkan, belum pernah terdengar adanya pungli.

”Keterangan versi lurah, pemungutan bukan dilakukan oleh dirinya. Tetapi oleh salah satu TKS (tenaga kerja sukarela) yang bekerja di kelurahannya. TKS tersebut meminta uang atau tarif mengatasnamakan dirinya,” ungkap Zawawi.

TKS tersebut merupakan warga asli Gunungsari, Usman. Sudah puluhan tahun bekerja di sana, namun juga belum diangkat menjadi pegawai Pemkot Bandaralampung.

”Bahkan, dia justru lebih dipercayai masyarakat dalam segala urusan dibanding lurah. Omongannya pun cepat didengar dan disetujui warga. Saya takutkan, ada yang bermain di belakang untuk dicopotnya lurah,” pandangnya.(tnn)