Dewan Ajak Seluruh Stakeholder Benahi Saluran Air Kota

0
431
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – DPRD Bandarlampung mengajak berfikir langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir tahnan di Kota Tapis Berseri. Salah satunya mengajak seluruh stakeholder untuk membenahi secara total saluran air di kota.

 Ketua Komisi I DPRD Bandarlampung, Nu’man Abdi mengatakan dirinya turut prihatin atas bencana banjir tahunan ini. Menurutnya hal itu dipicu berkurangnya resapan air akibat faktor pengalihan fungsi lahan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dan fungsi kawasan.

 “Kita harus berbenah, harus ada langkah jangka panjang mengatasi bencana ini. Salahsatu solusinya adalah membangun dan membenahi sistem saluran air kota yang baik,” ajaknya di Kantor DPRD Bandarlampung, Kemarin (22/2).

 Dia menjelaskan ada dua sistem saluran air hujan yakni vertikal yang turun dan langsung diserap  bumi. Kedua, saluran air horisontal yakni air hujan jatuh ke bumi disalurkan ke aliran sungai sehingga bisa sampai ke pembuangan di hilir yakni laut. 

 “Tetapi banyaknya alih fungsi, saluran vertikal sudah tidak bisa terserap dengan baik. Sehingga yang harus dibenahi adalah saluran horizontal,” ungkapnya.

 Dia memaparkan saat ini banyak kawasaan semestinya menjadi daerah resapan air,  beralih fungsi menjadi tempat bisnis dan pemukiman.

Meskipun, fenomena tersebut hal wajar lantaran perkembangan kota tengah pesat.

 “Catatan pentingnya, kami minta pemerintah selektif  memberikan izin alih fungsi lahan. Pengusaha yang diberikan izinpun dari awal  harus membuat solusi mengganti lahan resapan air itu dengan sistem saluran air yang baik,” ujar Nu’man.

 Dalam waktu dekat Dewan akan menjadwalkan rapat dengan mengundang seluruh stakeholder untuk mencari solusi jitu mengatasi bencana banjir. Harapannya banjir tidak akan menjadi langganan tiap tahun.

 “Untuk mengatasi banjir ini memang bukan hanya tugas pemerintah tapi semua termasuk LSM lingkungan, pengusaha perumahaan, akademisi, serta masyarakat sendiri,” ajaknya.

 Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bandarlampung, Tirta mengatakan pihaknya berencana akan membenahi beberapa saluran air kota. Tetapi dalam pembenahan sifatnya secara bertahap.

 “Kita prioritaskan saluran air di wilayah rawan banjir. Tetapi untuk meninggikan talut sepanjang sungai Way Belau di Teluk Betung Selatan kita masih melihat anggaran kota,” ujarnya.

 Dia menjelaskan persoalan saat ini sejatinya yang harus dibangun adalah kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan. Di mana adanya saluran air, diharapkan bisa dijaga kebersihannya dengan baik dan rutin.

 “Kita lihat kini banyak saluran air yang tidak berfungsi bahkan mampet. Yah hal itu sebab, masyarakat kurang peduli untuk membersihkannya. Kita harap masyarakat dapat sadar akan hal itu,” pungkasnya.(tnn)