. . .

Demo Ke DPRD, Element Masyarakat Minta Bupati Agung Diberhentikan

image_print

TRANSLAMPUNG.COM

KOTABUMI – Ratusan masa yang terdiri dari Koalisi Kontraktor Lampung Utara Bersatu (K2LUB) bersama LSM,  OKP,  Kepala Desa Dan Masyarakat Lampung Utara, kembali menggelar aksi di Gedung DPRD Lampura, Rabu (7/3)

Masa yang berkumpul didepan Ramayana sejak pukul 08: 00 WIB, Bergerak kompoi menuju gedung DPRD Lampura, Meminta  anggota DPRD Lampura agar segera mengambil hak interplasi dalam menyekapi permasalahan yang selama ini belum ada titik terang, Rabu (07/03)

“Kami menuntut hak yang selama ini tidak ada kejelasan. Selama berbulan-bulan kami dipermainkan. Bayangkan saja, kemunduran Lampung Utara saat ini disebabkan pimpinan yang tidak perduli terhadap kepentingan masyakat umum. Untuk itu, kami minta kepada seluruh Wakil Rakyat untuk melakukan pemakzulan terhadap kepemimpinan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara, terhitung hari ini (Rabu,7/3)” ujar Syamsi Eka Putra, juru bicara Koalisi Kontraktor Lampung Utara Bersatu (K2LUB), dalam orasi aksinya.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari K2LUB, Aliansi LSM dan sejumlah aparatur desa di Lampura, menuntut agar Bupati Lampung Utara H Agung Ilmu Mangkunegara segera diberhentikan dari jabatannya.

“Turunkan Agung. Kita sudah delapan kali aksi dan tidak ada solusi. Kita pertanyakan hak kita. Kita perjuangkan hak keluarga kita yang telah dipermainkan oleh Agung,” tegas Syamsi.

Ratusan massa yang menuntut pemakzulan tersebut disambut Ketua DPRD Rachmad Hartono,  Wakil Ketua I DPRD Lampura, Nurdin Habim, bersama anggota DPRD lainnya,

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran saudara-saudaraku. Sebagai suatu apresiasi dari kami, agar harapan dan aspirasi saudara-saudara sekalian dapat kami terima,   mari kita bicarakan persoalan ini ke dalam ruangan. Agar apa yang disampaikan dapat lebih terarah,” ucap Nurdin Halim.

Selanjutnya, sejumlah 20 orang perwakilan aksi yang terdiri dari K2LUB, LSM,  dan Perangkat Desa,  Dipersilakan masuk keruang rapat.

Dalam rapat tetsebut Samsi Eka Putra,  Memaparkan kejanggalan kejanggalan keuangan daerah yang lenyap entah kemana,  ” Kami semua yang hadir disini meminta kepada DPRD sebagai perwakilan rakyat agar segera memberhentikan Bupati Lampung Utara dari Jabatan Bupati.” Ucapnya

Ditambahkan oleh perwakilan Kepala Desa Andi Sabak,yang menyampaikan keluhan masyarakat Desa terkait macet nya Anggaran Dana Desa, Yang menyebabkan kesusahan perangkat di desa, ” Yang kami tanyakan kemana dana ADD yang sampai hari ini belum dibayarkan,  Anggaran itu kan dari pusat dan uang nya ada,  tapi kenapa belum juga dibayarkan,  Belum lagi pengobatan kesehatan gratis,  Masyarakat saya ditolak untuk berobat,  Karena BPJS belum dibayar,  Kami di Desa susah pak,  Banyak kepala desa yang harus menjual tanah karena macetnya dana itu.” Ucap Andi

Menyikapi hal tersebut,  Disampaikan oleh Nurdin Habim,  Bahwasanya beberapa hari lalu DPRD  menggelar rapat hak interplasi,  Namun karena rapat tersebut tidak kuorum akhirnya kita mundurkan,  Dan hari ini kita akan mengirim surat kepusat,  Untuk meminta petunjuk terkait permasalan ini

” Saya harap rekan rekan bersabar, Kami disini adalah wakil rakyat, Sudah barang tentu kami pasti akan menyikapi apa yang menjadi tuntutan rakyat,  Namun demikian perlu diketahui kalau disini kami harus tetap mengikuti mekanisme dan aturan aturan yang berlaku,  Dan dari hasil keputusan rapat,  Kami akan segera mengirimkan surat pernyataan kepusat,  Untuk mengambil langkah selanjutnya, Ucap Nurdin (Eka)