. . .

Demi Mendapat Surat Kehilangan Buku Nikah Y Tipu Polisi, T: Saya Akan Menggugat.

image_print

TRANSLAMPUNG.COM–PANARAGAN.
Terkait laporan Y (38) istri T (44)‎ warga Tiyuh (Desa) panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung ‎Terhadap Kepolisian sektor (Polsek) Tulangbawang Tengah beberapa waktu lalu atas kehilangan buku Nikah diduga Berdusta.

Hal tersebut diungkapkan T kepada Translampung.com bahwa, laporan istrinya tersebut Y di polsek setempat beberapa waktu terakhir diduga tidak sesuai fakta dan telah menipu jajaran penegah Hukum untuk mendapatkan surat bukti kehilangan buku nikah miliknya.

” Buku nikah kami masih utuh dan lengkap ada tersimpan dalam almari pakaian tidak ada yang hilang,  berarti istri saya Y telah menipu pihak kepolisian untuk mendapatkan surat bukti tanda kehilangan buku nikah miliknya, saya minta agar dugaan ini dapat kembali di tindak oleh penegak hukum dan saya akan melaporkan ini ke polsek‎.” kata T kepada Translampung.com pada (9/9) melalui via telpon.

Lanjut dia, terkait keputusan pengadilan agama atas putusan gugatan perceraian oleh istrinya Y telah diputuskan secara sepihak bahkan kuat dugaan putusan tersebut dibawah tangan.

” Biasanya jika sudah ada putusan pengadilan dan ketok palu tiga hari kedepan pihak pengadilan agama wajib memberikan surat pemberitahuan kepada kedua belah pihak, ini tidak sudah 14 hari saya belum diberi tahukan secara resmi atas putusan tersebut.” Katanya.‎

Diberitakan sebelumnya, ‎keharmonisan rumahtangga T (44) ‎Warga Tiyuh (Desa) Panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Terancam Pupus diperjalana.

Hal tersebut ‎terpicu akibat kehadiran orang ketiga yang diduga sering berkomunikasi dengan istri T inisial Y, melalui sambungan telepon, disaat T sedang bekerja di kebun.

Menurut T, ancaman perceraian oleh istrinya Y (38) diketahui setelah mendapatkan surat panggilan dari Pengadilan Agama Tulang Bawang, atas perihal gugatan cerai yang dilakukan oleh Y.

‎” Isteri saya Y, pergi meninggalkan rumah saya sejak akhir bulan Mei 2018, setelah sebelumnya ada permasalahan rumah tangga.”  Katanya  pada (1/9/2018).

‎Lanjut T, kecurigaan  tersebut mulai terkuak setelah Y diduga telah menjalin hubungan dengan pria lain, setelah didapatkan keterangan dan beberapa bukti foto hasil salinan percakapan Y dengan orang ketiga, sehingga mengakibatkan awal perselisihan dalam rumah tangga T, yang mengakibatkan Y pergi meninggalkan rumah dan tiga orang anak.

” keluarga saya telah beberapa kali menemui Y untuk menyelesaikan permasalahan dengan bermusyawarah dan mengajak Y untuk pulang kembali agar dapat berkumpul dengan kami  dan anak-anak.‎ Namun sangat disayangkan, Y  tidak bersedia lagi untuk kembali meskipun buah hati kami sudah ikut berusaha untuk merayu ibunya agar mau pulang ke rumah.” Imbuhnya. (Dirman)‎