Dedikasikan Profesi Layani Masyarakat Dengan Tulus dan Ikhlas

0
305
views
Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung, Dedi Afrizal memberikan bantuuan kepada Maafur dan rasya saat melaksanakan bhaksos di Kabupaten Pringsewu

Dedi: Jangan Datang Saat Pileg Saja

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG- Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (DPW PPNI) Provinsi Lampung, menggelar bhakti sosial dengan memberikan bantuan kepada para warga saat ini membutuhkan uluran tangan para dermawan.

Dalam kunjungannya di Pringsewu, Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung, Dedi Afrizal mendatangi dan memberikan bantuan kepada Refando yang mengalami kebocoran pada jantung, Sutrasno (51) sakit Cancer Nasofaring, kemudian bocah penderita lumpuh layu Maafur (7) dan Rasya.

Dedi Afrizal mengatakan bahwa kepeduliannya tersebut sebagai pendorong dan untuk menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama yang lebih membutuhkan atau sedang diterpa musibah.

“Insya Allah gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian kami baik sebagai kader PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, red) juga sebagai pengurus PPNI, kami mengajak rekan-rekan dan masyarakat untuk membangun semangat kepedulian kepada saudara kita yang terkena ujian ataupun musibah. Mereka membutuhkan uluran tangan kita yang memiliki kemampuan dan kelebihan, mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi yang lainnya, terutama kami politisi harus mampu memperhatikan kebutuhan masyarakat. Jangan hanya datang saat Pileg (Pemilihan Legislatif, red) atau pilkada saja,” kata Dedi Afrizal, Jum’at (13/10).

Dia juga berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi kepada para perawat atau tenaga kesehatan di seluruh Lampung untuk tulus dan ikhlas melayani masyarakat.

“Mohon kepedulian seperti ini juga yang harus dipublikasikan, kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi rekan-rekan perawat maupun tenaga kesehatan lainnya di seluruh wilayah provinsi Lampung untuk dapat mendedikasikan diri sebagai profesi perawat, melayani masyarakat dengan tulus dan ikhlas. Saya juga berharap rekan media tidak mendeskedritkan rekan perawat atas ketidak puasan pelayanan jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam pemberian pelayanan, tapi bagaimana kita mendorong agar ini menjadi perhatian dan koreksi untuk perbaikan,” tandasnya. (hkw)