. . .

Davit: Kurangnya Media untuk Seniman Jalanan

image_print

Terkait Vandalisme PagarPemkot Metro

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Aksi vandalisme atau mencoret-coret dinding terjadi di Kota Metro beberapa waktu lalu. Dinding pagar Pemkot Metro dicoret dengan tulisan ‘XTC’ beberapa waktu lalu oleh orang tak dikenal. Meskipun coretan itu sudah dihapus, hal ini membuat sejumlah kalangan angkat bicara.

David pegiat seni visual dari Bandar Lampung mengatakan, hal ini kemungkinan karena kurangnya media seni bagi para seniman jalanan untuk mengeluarkan bakatnya. David mengatakan, jika dibandingkan Bandar Lampung, wahana bagi seniman jalanan kurang tersedia.

“Di satu sisi, mereka butuh space. Karena di Metro saya lihat belum ada tempat untuk berkarya bagi street art. Mereka butuh dinding untuk mengeluarkan karya-karyanya. Jika dibandingkan Bandar Lampung, Metro sangat minim, di Bandar Lampung, banyak Fly Over yang memang bisa untuk digambar, dan beberapa titik lainnya,” kata David, Rabu (8/8/2018).

David mengatakan, seni melukis dinding atau Gravitty adalah pertanda kemajuan kota. Menurutnya, ketika muncul grafitty di suatu kota maka kota tersebut sudah terbilang maju. “Pertama gua ngangkat statemen seniman dari Jerman. Katanya ketika di suatu kota muncul grafitty maka kota itu maju,” cetusnya.

David yang bergerak di Lampung Street Art komunitas yang dibangun di tahun 2007 itu mengatakan, aksi coret-coret juga biasanya dilakukan orang yang bukan berasal dari kota itu. “Vandalisme biasanya merupakan orang yang bukan berasal dari kota Itu. Bisanya Vandalisme adalah orang luar kota itu untuk menunjukkan eksistensi mereka,” tandasnya.

Sebelumnya Satpol PP sudah menghapus coretan tersebut setelah di konfirmasi wartawan media ini.

Diberitakan sebelumnya Satpol PP juga berencana akan menyelidiki siapa pelaku coret-coret di tembok pagar Pemkot Metro itu. “Ya akan kita tindak lanjuti. Tapi kita harus tahu betul, jangan sampai salah tangkap. Kalau masyarakat ada yang melihat aksi itu lapor saja biar langsung kita tangkap pelakunya,” kata Imron selaku Kasatpol PP saat dihubungi, Minggu (29/7/2018).

Menurutnya Sat Pol PP akan terjun ke lapangan bila ada laporan dari masyarakat. “Yang pasti harus ada laporan. Laporannya jelas A1, agar kita bergerak tepat sasaran,” imbuhnya.

Imron menambahkan di tubuh Satpol PP juga terdapat inteligen yang selalu bergerak setiap waktu. “Kalau dari jajaran kami atau intel kami melihat aksi-aksi serupa langsung kami tangkap, kalau ranahnya ke pidana kita bekerjasama dengan pihak kepolisian,” kata Imron.

Dari pantauan tak hanya di pagar Pemkot Metro saja yang dicoret-coret orang tak bertanggung jawab. Beberapa titik juga mengalami hal serupa. “Kita chek besok, setahu saya di sekitar MCC ditulisi juga, di seng-seng itu. Pokoknya kita selidiki,” kata Imron. (suf/hkw)

error: Content is protected !!