. . .

Darurat Kuadrat, Band Anti Mainstream Asal Pringsewu

image_print

MEMUKAU: Kaka, vokalis clean wanita yang dimiliki Darurat Kuadrat Band, memukau penonton meskipun additional player nampaknya, style muslimah dengan hijab tak menghalanginya bermain musik underground, di Cafe Mama, Metro (14/7/2018)

 

Berani Ambil Genre Berbeda, Namun Tetap Konsisten

TRANSLAMPUNG.COM, METRO – Pasang surut geliat permusikan di Provinsi Lampung nampaknya sudah menjadi hal biasa bagi para musik kreator di Lampung.

Namun setiap musisi di Lampung memiliki cara sendiri untuk tetap konsisten dan semangat menghasilkan sebuah karya-karya baru agar selalu bisa dinikmati para pecintanya.

Musik Bawah Tanah atau Underground bisa dibilang anti mainstream atau tak biasa. Disaat di Lampung banyak pecinta musik-musik Pop atau Pop Melayu. Pemusik Underground Lampung justru tumbuh besar bersama para penikmatnya.

Salah satunya adalah band asal kota bambu Pringsewu, Lampung. Adalah band yang bernama Darurat Kuadrat yang beraliran Post Hardcore Electronic.

Digawangi dengan sebanyak 6 orang personil band ini semakin kompak. Dibentuk tahun 2011 lalu band ini sudah menciptakan sedikitnya 7 lagu.

Pada vokalis ada dua orang vokal scream dan vokal clean, vokal scream adalah Panji dan vokal clean adalah Damar. Pada Drum adalah Iqbal, Keyboard adalah Essa, Bassist adalah Anton, Gitaris adalah Romi, dan ada si vokalis clean additional Kaka.

“Darurat Kuadrat, dari tahun 2011. Awalnya

kita orang nonton festivalan, dari anak yang bisa maen diambil satu. Nah karena ini project darurat atau dadakan. Makanya band ini diberinama Darurat Kuadrat,” kata Iqbal, usai manggung di acara DCDC Shout Out, Kota Metro, di Cafe Mama, Metro Timur, Sabtu (14/7/2018).

Menurutnya ke enam personil tersebut akan menjadi formasi tetap. “Insallah akan jadi formasi tetapnya,” imbuh Iqbal. Ketika ditanya kenapa memilih genre musik tersebut Iqbal yang juga merupakan founder band mengatakan pilihan jenis musik tersebut yang paling pas di hati.

“Kenapa kita memilih genre ini, kita bermain musik dari hati dan hati kita memilih dari awal langsung ke Post Hardcore Electronic. Jiwa kita nyamanya dari sini, maen musik itu asik, maen musik itu nyaman, punya banyak teman punya banyak saudara, buat silaturhmi,” kata Iqbal.

Tak hanya prestasi di tingkat lokal saja yang berhasil disabet Darurat Kuadrat, berbagai prestasi tingkat nasional juga dicapai. “Alhaamdullilah perwakilan dari Sumatera kami pernah maen di Hellprint acara musik underground tingkat Internasional, maen di Jackloth, dan banyak acara di lokalan Lampung,” kata Iqbal.

Nampaknya, para punggawa Darurat Kuadrat masih banyak yang berkuliah. Berkesenian merupakan hal positif yang patut dicontoh oleh para anak muda. “Kalau saya kuliah juga nyambi kerja di SD, banyak dari kami yang masih kuliah,” imbuhnya lagi.

Saat ini Darurat Kuadrat memiliki 7 lagu dan rencananya akan merilis album mereka. “Kita ada tujuh lagu, cuma ada materi yang belum sempet. Insallah kita langsung album, terkendala oleh waktu, karena masih kuliah,” katanya.

Menurut personil Darurat Kuadrat, band internasional yang menjadi kiblatnya adalah, Asking Alexandria, Attack-Attack dan Bring Me the Horizon.

Banyak penggemar musik karya Darurat Kuadrat, hal tersebut disebabkan konsistensi dan selera musik di Lampung semakin bervariasi. “Alhamdullilah ada orang yang suka musik seperti ini, yang gak suka juga ada yang suka respect sampai sekarang selalu mendukung,” kata Iqbal. (suf/hkw)