. . .

Dari Tugu Soekarno, Jalan Proklamasi, Konvoi Sopir, Sampai Kumpulkan Alumni

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA -Menamakan diri Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Bara Baja), Minggu (16/9/2018) siang ini, sekira pukul 13.00 WIB, per rencana akan mendeklarasikan dukungan pemenangan Pilpres 2019 bakal paslon petahana, Ir. H. Joko Widodo-Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin sebagai capres-cawapres 2019-2024 di Jakarta.

Bertempat di Jalan Proklamasi 46, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, deklarasi akan dihadiri mantan Panglima TNI Moeldoko, Ketum DPN PKPI Diaz Hendropriyono, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristianto, dan KH. Maman Imanulhaq.

Sementara itu Sabtu (15/9/2018) kemarin, seribuan massa rakyat dan relawan pendukung Jokowi-KH. Ma’ruf Amin sejak pagi memadati kawasan Tugu Soekarno, Jalan S. Parman, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tugu titik pancang pembangunan kota yang pernah dipidatokan Bung Karno sebagai modal sekaligus model pada rapat akbar 17 Juli 1957, terkait wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke kota itu, jadi saksi khidmat Deklarasi Akbar Relawan Jokowi se-Kalteng.

Ditaja lima organ relawan arus utama, Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Projo, Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Negara Indonesia (Seknas Jokowi), Jokowi Center, dan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) itu dimulai pukul 09.00 WITA.

Panggung utama didominasi pernak-pernik nuansa merah putih menjadi panggung demokrasi, tempat berorasi para tokoh. Disamping, diwarnai pula pertunjukan seni tari daerah setempat, juga hiburan reog Ponorogo.

“Kami disini, mendukung Jokowi melanjutkan kepemimpinannya kembali. Salam dua periode,” bunyi petikan pernyataan sikap deklarasi.

Lain tempat, deklarasi dukungan kerja-kerja politik pemenangan duet Jokowi-Ma’ruf Amin juga dihelat ratusan Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin (Raja) di Mediteranian Palace, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (15/9/2018) sore, kemarin.

Kepada media, Ketua Relawan Raja, Roger Miles menjelaskan deklarasinya bagian soliditas perjuangan bersama menggalang kekuatan rakyat dengan cara-cara santun. Selain terdapat sejumlah agenda pencerahan publik akan pentingnya suara rakyat dalam kehidupan berdemokrasi.

“Untuk memilih pemimpin yang tepat dan mampu membawa Indonesia jadi negara maju di segala bidang, melalui program kerja nyata yang senafas kebutuhan rakyat. Pilihan kami jatuh pada Jokowi-KH. Ma’ruf Amin,” terangnya.

“Saatnya rakyat bersatu, berjuang bersama mensukseskan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Maju bangsanya, cerdas rakyatnya, baik akhlaknya bersama Jokowi-Ma’ruf Amin,” tutup Roger di sela deklarasi, yang turut dihadiri Staf Khusus Kepresidenan, Lenis Kogoya.

Dari Bumi Anoa, kabar konsolidasi relawan Jokowi asal jejaring alumni Universitas Gadjah Mada dibenarkan Ketua Relawan Bulaksumur (Blusukan) Jokowi, Teguh Indrayana.

Lewat keterangan pers, Sabtu (15/9/2018), Teguh mewartakan upaya pihaknya mengonsolidasikan seluruh kekuatan jejaring alumni di 10 provinsi yang segera berdeklarasi dukungan Jokowi-Ma’ruf waktu dekat ini.

“Setelah Jawa, menyusul Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sumatra Utara. Untuk Sulawesi, setelah Makassar, akhir bulan ini Kendari akan deklarasi. Target kita sepuluh provinsi. Ini komunitas alumni Gadjah Mada. Kalau Kagama (Keluarga Alumni Gadjah Mada, Red) itu resmi,” tegas Teguh.

Dari Medan, Sumatera Utara (Sumut), kabar rencana deklarasi dukungan Jokowi dua periode juga tersiar dari komunitas masyarakat transportasi, baik unsur organisasi pengusaha angkutan, maupun perkumpulan pemilik dan pengemudi angkutan umum.

Uniknya, bentuk deklarasinya ini dibalut konvoi kerakyatan kendaraan angkutan umum. Rute, Lapangan Merdeka ke Jalan Sisingamangaraja, finish di Lapangan Garuda, Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumut, pekan ini.

Menarik, menyimak keterangan panitia konvoi, Jumongkas, Jumat (14/9/2018). Menurut dia, deklarasi dukungan untuk Jokowi melanjutkan kepemimpinannya dua periode ini, berangkat dari kesamaan hal yang dirasakan selama kepemimpinannya, terutama dalam menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, serta hasil pembangunan termasuk sektor transportasi.

Ketua Dewan Penasihat DPD Organda Sumut itu mengaku hal senada dilakukannya. “Sama seperti yang kami lakukan, lihat saja, di sektor transportasi tidak ada masalah SARA,” kata dia.

“Tak pernah sopir menanyai penumpang, apa agamanya, apa sukunya, organisasi apa. Yang terpenting, keselamatan. Disitulah hadirnya Pancasila,” tutup Jumongkas. (red/mzl)