Dana Swakelola Untuk Perawatan Jaringan Irigasi Diduga fiktif

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Dana ‎swakelola sebesar Rp 300 juta oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2017  untuk program  pemeliharaan dan perawatan  sejumlah jaringan irigasi diduga fiktif.

Alokasi sejumlah dana swakelola tersebut masih dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan 2017 lalu.Namun hingga kini perawatan terhadap sejumlah titik irigasi sungai Way Gemol Tiyuh Gedung Ratu, embung rumah dinas Bupati dan embung area Pemerintah Daerah (Pemda) hingga kini tidak dikerjakan.

Menurut Jumari (28) warga Gedung Ratu Rk05-Rt02 selaku petugas penjaga pintu air sungai Way Gemol mengatakan, pembangunan ‎irigasi sungai Way Gemol tersebut tahun 2001 masih Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) sementara Pemkab Tubaba hanya melakukan pembangunan pada sejumlah titik pintu air pada tahun 2015-2016 lalu.

‎”Perbaikan pernah dilakukan oleh Pemkab Tubaba melalui dinas PUPR pada tahun 2016, sedangkan selama tahun 2017 ini tidak pernah ada perbaikan lagi dari dinas terkait,  hanya sekedar melakukan pembabatan rumput di pinggiran dan permukaaan sungai oleh 20 orang pekerja mas, itupun dengan nilai buruh harian per harinya kami hanya dibayar RP 75.000 saja.‎” kata Jumari, saat di jumpai Trans lampung.com dilokasi beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut satu diantara Panitia Pengawas Lapangan (PPL) Romzi saat di konfirmasi media membenarkan adanya program swakelola perawatan saluran irigasi pada beberapa titik diantaranya,  irigasi sungai Way Gemol, embung rumah dinas Bupati dan embung Pemda.

“Benar saya selaku pengawas pada program swakelola itu, namun perawatan embung Pemda, rumdis dan gemol itu tidak di perbaiki. Jadi apa yang mau saya awasi wong kerjaannya saja tidak ada. Dalam hal ini yang lebih berhak dan memiliki kebijakan adalah Kepala Bidang (Kabid) pak Rustam.” katanya via telpon.

‎Ironisnya Kepala Bidang (Kabid) Perairan Dinas PUPR Tubaba Rustam, pihaknya bukan segera melakukan perbaikan dan perawatan pada irigasi tersebut, namun seolah ingin menutup-nutupi program fiktif dengan media alih-alih memberikan dana.

‎” Halo,,,maaf hp saya tidak ada pulsa, tolong dulu ini ada dana swakelola senilai Rp 6 juta, tolong bagikan dengan kawan kawan, saya janji tidak akan melupakan semua kawan kawan.” imbuh Rustam via telpon.

Sementara itu, ketua Komisi C DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Paisol SH, berjanji pada senin (19/2/2018) mendatang pihaknya akan melakukan kroscek pada beberapa Iten jaringan irigasi tersebut.

“Senin mendatang saya akan turun langsung, jika benar adanya program perawatan swakelola itu fiktif, kami akan rekomendasikan kepihak penegak hukum.” kata Paisol via telpon pada (13/02/2018) sekira pukul 14:30 Wib.‎ (Dirman)

News Reporter