. . .

Dana Donasi untuk Palestina Ditilep

image_print

Foto Rizky Panchanov/Radar Lampung/TNN

KEMBALIKAN: Para santri demo mendesak pengembalian dana bantuan untuk Palestina yang ditilep oknum Bendahara ponpes, Selasa (17/7).

Puluhan Santri Demo Tuntut Uang Dikembalikan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Puluhan santri Miftahul Jannah dibawah Yayasan Temanggung Jaya Abadi, Rajabasa, Bandarlampung berorasi dan meneriakan takbir di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (17/7) sore.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar! Kembalikan uang saudara-saudara kami,” teriak santri didepan ruang tahanan pengadilan setempat. Puluhan santri berhijab itu menggeruduk Pengadilan Negeri Tanjungkarang meminta terdakwa Ahmad Romadoni (26), mantan staf bendahara pondok pesantren itu mengembalikan uang yang ia gelapkan sebesar Rp211 juta.

Harsono Edwin Puspita ketua yayasan dan ponpes itu yang memimpin jalannya demo meminta Ahmad menepati janjinya. Sebab, ia berjanji bakal mengembalikan uang yang ia gelapkan itu.

“Kami menggelar orasi ingin mengeluarkan aspirasi. Ingat ke hukum agama. Kami minta dia meminta maaf dan minta uang itu dikembalikan,” jelas Harsono kepada wartawan.

Uang itu kata Harsono, merupakan uang donasi untuk bantuan Palestina, uang SPP yayasan, uang hasil kerajinan siswa, uang penjualan pulsa, uang penjualan es dari siswa dan uang koperasi.

Dalam tuntutan jaksa Salahudin, jaksa menuntut Romadoni dengan pidana tiga tahun dan tiga bulan penjara dalam sidang pekan lalu. Pasalnya ia menggelapkan dana donasi untuk Gaza, Palestina yang selama ini dikumpulkan oleh pihak yayasan. Jaksa menyatakan, Romadoni bersalah melanggar pasal 374 KUHP tentang penggelapan. (nca/ang/tnn)