Dadang Sumpena Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur

0
390
views

Liwa – Anggota DPRD Provinsi Lampung fraski PDI Perjuangan asal dearah pemilihan (Dapil) Lampung Barat (Lambar) Dadang Sumpena, S.Sos, M.M.,  terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur milik pemerintah provinsi yang ada di Lambar salah satunya jalan penghubung Batubrak-Suoh sepanjang 38 kilometer yang baru sekitar 50 persennya dibangun.

          Menurut Dadang, sebagai wakil  rakyat tentunya sudah menjadi kewajiban dirinya dan anggoat legislative (Aleg) lainnya asal Lambar untuk benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakatnya khususnya menyangkut  program-program Pemprov yang bisa dialirkan di bumi beguai jejama sai betik itu.

          Melihat langsung ditambah masukan-masukan dari para konstituen, mantan ketua DPRD Lambar dua  periode  ini mengatakan infrastruktur  jalan Batubrak-Suoh sangat membutuhkan percepatan, karena infeastruktur  jalan merupakans alah satu yang paling pokok dan akan sangat mempengaruhi  kesejahteraan masyarakat.

”Tentu sebagai wakil  dari masyarakat Lambar saya dan beberapa teman saya  dari Lambar yang saat ini duduk di DPRD Provinsi Lampung terus berupaya untuk itu. Kami terus mendorong agar pemerintah provinsi khususnya Bappeda dan Dinas PU provinsi bagaiamana caranya agar melakukan percepatan pembangunan  pada jalur tersebut,” ungkap Dadang.

Meski sebenarnya, kata dia, beberapa tahun lalu anggaran yang dikucurkan untuk penanganan jalur tersebut terbilang minim sekitar Rp5 Milyar dan baru sejak dua belakangan ini dianggarkan Rp10 Milyar. Namun melihat kondisi yang ada saat ini anggaran tersebut perlu ditambah sebab baru sekitar 50 persennya saja dari panjang jalan yang kewenangan provinsi yang sudah dibangun.

”Kami terus mendorong agar pemprov menambah anggaran dan  benar-benar melakukan percepatan terhadap  penanganan  jalur tersebut.  Kami juga selalu menyampaikan bahwa Suoh dan Bandarnegeri Suoh memiliki potensi yang luar biasa,  namun kondisi  jalannya  yang masih sangat jauh dari kata layak,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Dadang, pihaknya meyakini setelah nantinya infrastruktur di daerah terisolir tersebut sudah tertangani dengan maksimal, maka dnegan segala potensi yang dimiliki dua kecamatan tersebut masyarakatnya akan sejahtera, terlebih selain sebagai daerah yang memiliki potensi hasil bumi yang tinggi dua kecamatan itu memiliki banyak potensi lainnya seperti panas bumi dan pariwisata dengan menyajikan keindahan danau-danau yag ada.

”Ini menjadi tugas kami di DPRD Provinsi untuk terus mendorong agar Pemprov mengucurkan dana yang besar sehingga penanganan jalur tersebut bisa segera  tuntas. Namun kami juga berharap masyarakat untuk bersabar karena pemerintah tentunya memiliki alasan-alasan belum maksimalnya penanganan salah satunya mungkin karena keterbatasan anggaran yang ada,”  pungkasnya. (VP)

LEAVE A REPLY