Cetak Lahan baru Naikan Kesejahteraan Petani

0
199
views

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG-Salah satu bentuk keseriusan Pemprov dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani Lampung adalah dengan mencetak lahan pertanian baru. Tahun ini, menurut Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Pemprov berhasil mencetak dua kali lipat lahan perkebunan jagung.

“Alhamdulillah lahan jagung di Lampung meningkat dua kali lipat. Pemprov mendorong memanfaatkan lahan-lahan yang kurang bermanfaat,” ujar Ridho pada sambutan saat mendampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman melihat transaksi Kelompok Tani dengan Gabungan Pengusaha Makan Ternak (GPMT) di Desa Trimulyo, Tegineneng, Pesawaran, Kamis (16/2).

Ridho sadar betul bahwa Pemerintah Pusat mengandalkan Lampung dalam mencapai swasembada pangan. Sehingga padi dan jagung cukup menjadi perhatian pemprov saat ini. Sederet kebijakan dan program salah satunya mencetak lahan baru direspon dengan baik oleh Kementrian Pertanian, bahkan Amran tahun 2017 ini saja berulang kali datang ke Lampung dan membagikan berbagai bantuan kepada Lampung.

“Zaman Orde Baru dulu selalu ada ungkapan Pertahanan terakhir bangsa bukan militer tapi Bulog.
Dan para prajurit berbaris di atas perutnya. Itu artinya kita harus fokus menjaga kestabilan bangsa lewat ketahanan pangan. Betapa pun hebat kita, bila pangan tak terjaga kita akan pecah. Keseriusan pada bidang pertanian yang dilakukan Pemprov adalah bentuk menguatkan petani, menguatkan bangsa,” jelas Ridho.

Dihadapan Amran Ridho juga cukup menyoroti kebijakan pusat mengenai impor singkong yang memukul pendapatan petani khususnya di Lampung yang merupakan penghasil singkong terbesar di Indonesia.

“Meningkatkan lahan jagung adalah upaya alternatif pemprov dalam menghadapi rendahnya harga singkong yang merugikan petani dan memberi dampak meningkatnya kemiskinan, karna banyaknya petani Lampung yang merugi. mohon pak menteri juga jaga harga singkong untuk petani Lampung.” Harap Ridho.

Menanggapi mengenai singkong Amran menyampaikan bahwa kebijakan impor singkong dilakukan tanpa sepengetahuan Kementrian Pertanian. Namun, Ia pastikan hal tersebut akan ditangani dan menjadi tanghung jawabnya selaku Menteri Pertanian.

“Satu-satu kita perbaiki. Beras kita sudah tidak import, bahkan kita eksport ke Papua Nugini. Bawang kita aman, jagung tahun 2017 ini kita pastikan tidak impor. Untuk singkong memang beberapa waktu lalu ada hal yang sulit dibahas disini, karna izin import tanpa sepengetahuan Kementrian Pertanian. Kita sudah selidiki, dan pelan-pelan kita perbaiki harganya. Menteri perdagangan terus saya lakukan komunikasi,” jelas Amran.

Amran mengaku senang dengan Pemerintahan yang ada di Lampung, baik Pemprov maupun Pemda yang ada. Menurutnya Lampung memiliki pemimpin-pemimpin muda yang memiliki semangat untuk mensejahterakan rakyat khususnya petani. Untuk itu Ia menjadikan Lampung sebagai ‘destinasi’ kerjanya dan berbagai bantuan Ia turunkan untuk Lampung.

“Saya senang datang ke Lampung, pemimpin-pemimpinnya muda dan cekatan. Saya bantu lagi 100 miliar untuk jagung Lampung, mulai dari pupuk dan bibit untuk 50.000 hektar lahan. Dan saya tambah 4 traktor besar seharga 2 miliar,” kata Amran.

Amran juga kembali menekankan di tahu 2017 tidak akan ekspor jagung, Ia memerintahkan bulog masuk ketengah pedagang dan petani, memperbaiki sistem dan harga sesuai yang disepakati antara petani, pedagang, dan pengusaha. Acara dihadiri juga oleh Bupati Pesawaran Dendi Rhomadona, Dandim dan pejabat Angkatan Darat, pengusaha pakan ternak, dan ratusan petani.(*)