Catut Nama Cawabup Tanggamus, Dua Napi Tipu 4 Korban dari dalam Rutan Kotaagung
MENIPU DARI DALAM RUTAN: Inilah dua narapidana dari Rutan Kotaagung, Reza Falepi (26) (kaos kuning) dan Muslimin (34), yang kini menjadi tersangka penipuan empat korban, dengan mencatut nama salah seorang Cawabup Tanggamus. (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, kecolongan. Pasalnya dua tahanan di dalam rutan tersebut, berhasil menipu empat korban menggunakan ponsel dari balik jeruji di dalam rutan. Ironisnya lagi, modus operandi dua pelaku adalah dengan mencatut nama salah seorang Calon Wakil Bupati Tanggamus dengan inisial NI.

Tersangka aksi penipuan dengan pencatutan nama ini, dilakukan oleh Reza Falepi (26), warga Pekon Banjaragung, Kecamatan Limau. Lalu Muslimin (34) alias Liming, warga Jalan Harapan Pantai Laut Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung.

ALAT MENIPU: Inilah dua unit telepon seluler yang digunakan kedua napi untuk menipu dari balik jeruji Rutan Kotaagung.
Sebelumnya, Reza Falepi merupakan napi perkara penipuan dengan mengaku sebagai anggota Buru Sergap (Buser). Sedangkan Liming adalah napi dalam perkara penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma Jemy Karang, melalui Kasat Reskrim AKP Devi Sujana menjelaskan, aksi penipuan oleh dua napi Rutan Kotaagung itu, berhasil diungkap oleh Tim Khusus Black Dolphin dan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) di bawah komandonya.

“Kedua pelaku berhasil diidentifikasi tadi siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Itu setelah tim yang saya pimpin menyelidiki laporan dari empat korban penipuan dengan modus mengaku sebagai salah satu Calon Wakil Bupati Tanggamus. Ternyata keduanya merupakan napi Rutan Kotaagung,” ungkap Devi Sujana Rabu (16/5) sore.

Identitas keempat korban penipuan, jelas kasat reskrim, yaitu Verdirikus Sumarsono (46) warga Pekon Gisting Permai, M. Ali Mansyur (45) dan Budi Heriyanto (37) warga Pekon Gisting Atas, terakhir Hi. M. Dimyati (60) warga Pekon Kotaraja, Kecamatan Talangpadang.

“Keempat korban sudah membuat laporan resmi masing-masing dengan 4 laporan polisi (LP) yang berbeda. Tiga LP di Polres Tanggamus dan satu LP di Polsek Talangpadang. Yaitu, LP/B-29/V/2018/ POLDA LPG/RES TGMS, tanggal 5 Mei 2018. Lalu LP/B-337/V/2018/POLDA LPG/RES TGMS, tanggal 8 Mei 2018. Kemudian LP/B – 353/V/2018/POLDA LPG/RES TGMS, tanggal 14 Mei 2018. Dan terakhir adalah LP/B-122/V/2018/POLDA LPG/RES TGMS/SEK TALANG, tanggal 10 Mei 2018,” papar Devi Sujana.

SIMPAN ATM: Selain menyimpan ponsel, kedua napi juga bisa menyimpan kartu ATM berikut buku tabungan.

Dalam melancarkan aksinya, kasat reskrim menyebutkan, dua tersangka menghubungi korban menggunakan ponsel yang didapatkan tanpa izin dari pihak Rutan Kotaagung. Artinya, mereka membawa ponsel secara diam-diam.

“Dengan mengaku dan mencatut nama salah seorang Calon Wakil Bupati Tanggamus dan berbagai macam modus bujukan dan rayuan, kedua tersangka mengelabui dan membuat para korbannya percaya. Setelah itu, tersangka Reza Falepi meminta korban mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang sudah disiapkan,” beber Devi Sujana.

Selain membongkar aksi kedua napi tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Dari tersangka Reza Falepi, diamankan barang bukti berupa buku tabungan dan kartu ATM BRI atas nama Lina Mailia, satu unit ponsel Samsung Flip, dan kartu Telkomsel bernomor 081277215459 milik Reza Falepi. Kemudian dari tersangka Liming, disita barang bukti berupa 1 unit ponsel Samsung warna hitam.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Devi Sujana menegaskan, kedua tersangka yang sebenarnya sedang dalam proses menjalani hukuman itu, terancam dijerat Pasal 372 atau 378 KUHPidana. Dengan hukuman masing-masing 4 tahun penjara.

“Saat ini pelaku masih berada di dalam Rutan Kotaagung. Namun barang bukti sudah kami amankan di Satreskrim Polres Tanggamus untuk proses lebih lanjut,” jelas kasat reskrim.

Kasat Reskrim: Padahal Reza Falepi sudah hampir Bebas 

 
ADA yang menarik untuk dicermati dalam pengungkapan tindak pidana penipuan dari balik jeruji Rumah Tahanan Kotaagung ini. Pasalnya kedua tersangka, masing-masing sudah inkrah terhadap perkara awal mereka.

Awalnya, Reza Falepi adalah narapidana perkara penipuan mengaku sebagai anggota Buru Sergap. Sedangkan Muslimin alias Liming, awalnya adalah narapidana perkara penyalahgunaan narkoba.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Devi Sujana saat dikonfirmasi translampung.com malam ini menjelaskan, Reza Falepi dan Muslimin resmi berstatus narapidana. Bukan tahanan atau “titipan” polres atau kejaksaan.

“Bahkan untuk Reza Falepi, dia sudah menjalani masa hukumannya. Sebentar lagi dia itu bebas. Tetapi malah beraksi menipu lagi dari dalam rutan. Dan malah mengaku sebagai salah seorang Cawabup Tanggamus. Tentu masa hukumannya akan bertambah panjang akibat aksi keduanya ini. Demikian juga terhadap Muslimin,” tegas Devi Sujana.

Ikhwal kartu ATM atas nama Lina Mailia, kasat reskrim menyebutkan, dari keterangan Muslimin, ATM itu adalah milik kerabatnya.

Sedangkan soal telepon seluler yang bisa dibawa kedua tersangka di dalam rutan dan digunakan untuk menipu, kasat reskrim enggan berkomentar.

Wah, soal (ponsel) itu bisa mereka miliki di dalam rutan, bukan ranah saya. Silakan konfirmasi ke pihak rutan ya,” tandas Devi Sujana. (ayp)

News Reporter