STIE Muhammadiyah Pringsewu, Memperkenalkan Binaan UMKM Dan Sosiallisasi Pentingnya Pajak Bagi Masyarakat

TRANSLAMPUNG.COM-Pringsewu,STIE Muhammadiyah kabupaten pringsewu menggelar kegiatan selama 2 hari dari tanggal 23/24 agustus 2019 dengan mensosiallisikan pentingnya pajak dan memperkenalkan 20 UMKM dan 20 koperasi hasil binaan STIE muhammadiyah kabupaten pringsewu pringsewu, bertempat di halaman kampus STIE muhammadiyah pringsewu ,Jumat (23/8).

Yang turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala dinas pendapatan daerah,
Kepala dinas koperasi dan perindustrian
,Kakanwil Direktorat jenderal Pajak Bengkulu Lampung, Pimpinan Perguruan tinggi Muhammadiyah dan PImpinan daerah Muhamadiyah pringsewu,Pimpinan KPP Pratama Natar, KP2KP Pringsewu, Kepala Bappenda, Perwakilan UMKM serta seuruh undangan.

Dalam sambutan Ketua pelaksana Arum Arupi Kusnindar, S.E.,M.B.A dalam kesempatannya mengatakan, Berbahagia sekali bagi kami terutama khususnya STIE muhammadiyah kabupaten pringsewu bisa mewujudkan Impian kami untuk mendirikan pusat pajak bisa terwujud.

Arum menambahkan yang kita ketahui Pusat Pajak ini adalah mitra bagi DJP untuk memberikan informasi dan konsultasi yang tepat dan benar pada semua wajib pajak. Terutama UMKM dan Koperasi dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Karena kurang mengertinya masyarakat tentang pajak, pajak masih ditakuti oleh sebagian besar UMKM, bukan karena mereka tidak mau membayar pajak namun di sebakan karena ketidak tahuan dan minimnya informasi yang mereka peroleh. Oleh karena itu, pusat pajak ini didirikan,”Tuturnya.

Arum menjelaskan,Sebagai kegiatan pertama yang akan dilakukan setelah peresmian adalah Bimtek Perpajakan yang akan diselenggarakan besok, sabtu 24 agustus 2019. Di ikuti oleh 40 peserta, 20 peserta dari UMKM dan 20 peserta dari koperasi dikabupaten pringsewu.
Bapak Ibu yang berbahagia,
Saya selaku ketua pelaksana mohon maaf jika konsep acara dan pelaksanaan mempunyai banyak kekuarangan.

Mungkin bapak dan ibu bertanya mengapa air minum kami sediakan dalam gelas, mengapa jamu, mengapa bukan kotak kue yang lazim. Mohon maaf bukan karena kami tidak menghormati bapak dan ibu, namun kami ingin memperkenalkan produk produk milik UMKM yang menjadi mitra kami dan kami ingin mulai mengurangi penggunaan plastik,dan di acara ini juga terdapat produk produk milik UMKM yang menjadi mitra dalam kegiatan KKN Mahasiswa STIE muhammadiyah pringsewu.

“Impian kami khususnya STIE muhammadiyah pringsewu dan kabupaten pringsewu, selain pusat pajak, kami bisa mendirikan pusat studi Industri dan UMKM, dan menjadi mitra bagai pemerintah daerah dalam menggali potensi ekonomi kabupaten pringsewu. Mohon sekiranya bapak kepala dinas pendapatan bisa menyampaikan harapan kami tersebut kepada bapak bupati kabupaten pringsewu,”Jelasnya.

Di tempat yang sama sambutan bupati pringsewu yang di wakilkan oleh kepala bapenda kabupeten pringsewu H.Hipni,SE.MM mengatakan,kita ketahui Indonesia telah melakukan pembangunan nasional di segala bidang dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang yang ditetapkan sebelumnya.

Hipni menambahkan Dalam suatu pembangunan, semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat harus ikut andil. Kemudian hal pokok yang harus ada dalam suatu pembangunan yang akan dilakukan pasti terkait pendanaan. Karena roda pemerintahan dan pembangunan tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dana, terutama dana dari pemerintah dalam negeri.

“Belanja Negara pada APBN 2019 sebesar Rp 2.461,11 T,dari nilai tersebut, 72% atau sebesar Rp. 1.786 T berasal dari penerimaan pajak. Oleh Karena itu, Bapak ibu dapat di bayangkan bagaimana jika penerimaan pajak berkurang maka proses pembangunan Negara kita pasti akan terganggung,”Ujarnya.

Di kabupaten Prngsewu yang kita cintai ini, Jumlah UMKM (Usaha Mikro, kecil, Menengah ) sangat besar. Lebih dari 4000 UMKM ada di Pringsewu. Sehingga potensi pajak juga pasti sangat besar. Namun, potensi yang besar ini belum di
mbangi dengan pengetahuan pengusaha kecil mengeni kewajiban perpajakan yang harus mereka lakukan.

“Kantor pajak masih menjadi tempat yang menakutkan. Hal ini tentu saja akan menghambat kemajuan usaha UMKM karena setiap perijinan pasti memerlukan NPWP. Contohnya PIRT d dan NIB pasti memerlukan NPWP, kredit di perbankan juga pasti memerlukan NPWP. Oleh Karena itu, Jangan takut untuk bertanya mengenai pajak.Pusat Pajak yang di selenggarakan ini mampu menjadi mitra bagi direktorat jenderal Pajak (DJP) untuk memberikan konsultasi, motivasi dan informasi yang benar mengenai kewajiban perpajakan yang harus di penuhi oleh semua pelaku usaha di Pringsewu,”Jelasnya.

harapan saya mewakili kabupaten pringsewu, bahwa konsultasi dan informasi tidak hanya terkait dengan pajak pusat tetapi juga pajak daerah sehingga mampu menambah Pendapatan Asli Daerah. Dan mudah mudahan, kerjasama antar universitas dan instansi pemerintah akan berkembang pada bidang -bidang yang lain. Seperti yang di usulkan oleh ketua panitia, ada pusat kajian industri, umkm dan potensi ekonomi. Tentu saja kerjasama seperti ini akan sangat berguna bagi Pemerintah Daerah dalam membuat kebijakan kebijakan daerah.
Dan pada akhir sambutan saya pada saat ini, saya mewakili bupati kabupaten pringsewu meresmikan pusat pajak yang ada di STIE Muhammadiyah pringsewu bekerjasama dengan Kanwil pajak Bengkulu Lampung.
Mudah mudahan kerjasama ini akan membawa kemajuan bagi kabupaten pringsewu, negara dan bangsa kita.

Perlu di ketahui ada beberapa binaan UMKM STIE muhammadiyah pringsewu antara lain Reni H – UMKM (Kue Kering),Evi Ruaida – UMKM (Kue Kering),Siti M – UMKM (Bawang Goreng),Ferdi – UMKM (Jamu)
,Ajeng – UMKM (Kripik Pare),Septa- UMKM (Kopi),Rina – UMKM (Keripik)
Eka Fatmawati – UMKM (Madu),Tino Y/KWT– UMKM (Keripik),Khayun – UMKM (dodol sirsak),Nizar – UMKM (keripik),Ana/Kri[ik Pakdhe – UMKM (Keripik),bu Eko / Pak Romlan/KWT – (pupuk),umbar – UMKM (Madu Lemon),
Eka Julianti – UMKM (Makanan kering),
Amira – UMKM ( Makanan Kering),Evi Septikasari – UMKM (Makanan),pak Ayub – UMKM (jamur),pah Muhni – UMKM (Klanting),pak Ponijo – UMKM (Semprong),Percetakan Maulita (reza)




Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) dan Korban perdagangan Orang (KPO)Mengunjungi LKS Amanah Bunda Kabupaten Pringsewu

TRANSLAMPUNG.COM-Pringsewu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) dan Korban perdagangan Orang (KPO) Waskito budi kusuma mengunjungi LKS amanah bunda dalam rangka mengadakan bimbingan rehabilitas sosial dan bimbingan keterampilan bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial bekas warga binaan pemasyarakatan (BWPT). kegiatan tersebut di adakan oleh dinas sosial provinsi Lampung , bertempat di LKS Amanah bunda kabupaten pringsewu lampung, jumat (23/8).

Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial (RSTS) dan Korban perdagangan Orang (KPO) Waskito budi kusomo dalam bimbingannya mengatakan, bagi para eks napi 15 BWBP yang sekarang mewakili dalam bimbingan keterampilan merupakan suatu bentuk yang baik untuk eks napi, mereka semua termasuk orang pilihan untuk kemajuan.

Waskito budi kusomo menambahkan Dalam suatu kehidupan manusia pasti mempunyai masa lalu dalam kehidupannya masing masing.sehingga manusia jangan berlarut di masa lalu berbuatlah untuk di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

“Manusia ini di tentukan bukan di kehidupan awal tetapi di kehidupan akhir. Sehingga dari itu manfaatkan kehidupan itu sebaik mungkin walaupun tidak bisa untuk hal layak bunyi, minimal untuk keluarga dan diri pribadi,”Tuturnya

Di kehidupan ini bila kita ingin ada perubahan untuk kedepan kunci utama kita harus iklas, karena bila kita mengerjakan suatu pekerjaan dengan iklas maka hasil kerja kita akan maksimal dan di ridhoi yang maha kuasa.

Waskito budi kusomo menjelaskan Ada beberapa cara untuk mengubah pola pikir untuk kedepan, kita harus mempunyai keterampilan, karena suatu skil dan keterampilan itulah yang akan mengantar kita untuk bisa sukses.

“Kita juga harus konsisten untuk mengatur perekonomian sendiri, agar suatu usaha yang kita jalani bila perekonomiannya jelas maka suatu usaha itu akan berjalan dengan teratur,”Ujarnya.

Adapun beberapa pelatihan yang di adakan oleh LKS Amanah bunda binaan dinas sosial provinsi lampung selama 7 hari ini, yang di ikuti oleh
15 bekas warga binaan pemasyarakatan (BWBP) antara lain, pelatihan membuat mie, cara membuat somai, ngilet ikan lele dan gurami. Di akhir acara di adakan acara pemberian hadiah bagi para peserta pelatihan terbaik.(reza)




Pelaku Percobaan Pencurian Uang Milik KSU, Adalah Masyarakat Balikbukit

TRANSLAMPUNG.COM-LAMPUNG BARAT- Berhasil diringkus, Pelaku percobaan pencurian uang Koprasi Subur Makmur (KSU)
di Pekon Gunungsugih, Kecamatan Balikbukit, Lampung Barat (Lambar).

Satuan Reskrim Tekab 308 Polres Lampung Barat (Lambar) mengungkap dan meringkus kasus percobaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 jo Pasal 53 KUHPidana.

Kapolres Lambar AKBP Doni Wahyudi,S.Ik., melalui Kasat Reskrim AKP Made Silpa Yudiawan,SH.IK., menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku Purnomo Sidiq (32), Warga Pekon Way Empulau Ulu, Kecamatan Balik Bukit, Lambar, jam 12.30 WIB atas percobaan pencurian dengan kekerasan di Kantor Koperasi Subur Makmur (KSU) Pekon Gungsugih, Kecamatan Balik Bukit beberapa hari yang lalu.

“Pelaku berhasil melarikan diri dari pengejaran petugas,” jelasnya.

Berkat kegigihan timnya penyelidikan kepada Purnomo, alhamdulilah pada Jumat 23/08/2019, Tim Opsnal Sat Reskrim tekab 308 Polres Lambar di back up tim tekab Polres Lampung Selatan (Lamsel) berhasil diringkus.

Purnomo, bersembunyi di Desa Tanjung Iman, Kecamatan Kalianda, Lamsel, saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Lambar guna proses penyidikan lebih lanjut.

Menurutnya, kejadian di KSU pada Senin 19 Agustus 2019 sekira pukul 12.30 wib pelaku melakukan percobaan pencurian dengan kekerasan yang berada di Kantor Koperasi.

Awal kejadian datang seorang laki-laki yang berpakaian hitam, celana hitam, memakai helm, dan maskeran menggunakan motor honda jenis beat datang ke kantor koperasi dan ditanya oleh pelajar yang sedang praktek PKL Erni Linda Ermala ,kemudian pelaku menanyakan mana karyawan, saksi Erni kebelakang memanggil Fitri Mardalena.

selanjutnya Fitri Mardalena menanyakan ada keperluan apa? pelaku mengaku dari kepolisian mencari pelaku yang masuk /arah kantor koperasi, dan pelaku menyuruh ke empat orang tersebut masuk ke kamar dan menutup semua pintu kemudian menanyakan kembali dimana kasir nya.

Merasa curiga dengan pelaku yang mengaku Polisi karyawan Ratih menayakan identitas pelaku, kemudian pelaku menjawab “nah kamu melawan” ,selanjutnya pelaku memegang dan memukulkan kepala Ratih ke tembok, sedangkan saksi Fitri berusaha keluar meminta pertolongan namun .

Hadi menarik Fitri dan berkata jangan keluar, setelah upaya Fitri meminta pertolongan dengan seketika pelaku berjumlah 1 orang tersebut melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor Honda beat warna biru, “ke arah Pekon Wates dan meninggalkan sandal dan senjata mainan jenis pistol” ucapnya (Safri)




Semarakkan HUT RI ke-74, PAUD/TK Surya Bakti Gelar Pawai Budaya

TRANSLAMPUNG.COM-MESUJI – Dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) RI rebuplik yang ke-74, PAUD/TK Surya Bakti menggelar pawai budaya di Lapangan Nusa Indah Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, sabtu (24/08).

Kegiatan itu menjadi suatu agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun nya. Tidak hanya PAUD/TK Surya Bakti Brabasan, melainkan seluruh PAUD/TK yang ada di Bumi Ragab Begawe Caram lainnya juga turut mengadakan kegiatan ini.

Pawai budaya PAUD/TK surya bakti yang diikuti sebanyak 143 anak didik itu berjalan degan lancar dan khidmat, dengan mengenakan pakaian adat dan suku dari seluruh penjuru wilayah indonesia.

Bunda Darmi selaku Kepala Sekolah Surya Bakti yang juga sekaligus menjabat sebagai ketua IGTK Kecamatan Tanjung Raya berharap, agar anak-anak didik bisa mengerti makna sebuah perjuangan para pahlawan yang sudah berjuang mati-matian merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan para penjajah.

” Melalui kegiatan semacam ini, kita ingin menumbuhkan jiwa patriotisme anak-anak didik kita, supaya lebih mengerti arti sebuah perjuangan. Dimana dulu para pahlawan kita mati-matian berjuang merebut kemerdekaan bangsa indonesia dari para penjajah,”tandasnya.(Nara)




Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Terhadap Keponakan Kandung Sendiri

TRANSLAMPUNG.COM-TULANGBAWANG-Sungguh biadab apa yang dilakukan oleh Sugianda Setiawan (20), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Makarti Tama, Kecamatan Gedung Aji Baru, Kabupaten Tulang Bawang.

Pelaku ini telah melakukan perbuatan cabul terhadap NI (13), berstatus pelajar kelas 2 SMP (sekolah menengah pertama) yang tidak lain adalah keponakan kandungnya sendiri.

Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH, SIK mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, aksi bejat pelaku tersebut telah berlangsung sebanyak dua kali di dalam kamar rumah korban.

“Pertama terjadi hari Selasa (11/06/2019), sekira pukul 00.00 WIB dan kedua terjadi hari Sabtu (15/06/2019), sekira pukul 00.00 WIB,” ujar AKP Sandy, Kamis (22/08/2019).

Dalam setiap melakukan aksi bejatnya, pelaku selalu memaksa korban melakukan hubungan layaknya suami istri, serta setiap kali usai beraksi pelaku mengancam akan membunuh korban apabila korban menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang lain.

Terungkapnya aksi bejat pelaku ini, bermula saat ibu korban IA (23), yang merasa curiga karena korban pernah mencoba untuk melakukan aksi bunuh diri, selain itu korban mengalami rasa takut, malu dan trauma. Sehingga ibu korban langsung bertanya kepada korban tentang peristiwa yang dialaminya.

Setelah korban bercerita semuanya kepada ibu kandungnya, hari Rabu (14/08/2019), sekira pukul 10.00 WIB, ibu kandung korban langsung mengajak korban ke Mapolres Tulang Bawang untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

Laporan tersebut, tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP / 244 / VIII / 2019 / Polda Lpg / Res Tuba, tanggal 14 Agustus 2019 tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur.

“Berbekal laporan tersebut, petugas kami langsung mencari dimana keberadaan pelaku. Hari Rabu (21/08/2019), sekira pukul 18.00 WIB, pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat sedang menunggu bus dengan tujuan ke Jambi di Rumah Makan Minang Indah, Jalintim (jalan lintas timur), Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo,” ungkap AP Sandy.

Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan di Mapolres Tulang Bawang dan akan dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Miliar.(als)




Dua Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Malpraktik RS Asy Syifa Tubaba Mandek

TRANSLAMPUNG.COM-MENGGALA — Kasus dugaan Malpraktik oleh oknum dokter di RS Asy Syifa Kabupaten Tulangbawang Barat terhadap Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba belum juga menemui titik terang.

Hingga kini, penanganan kasus tersebut masih stagnan, meskipun laporan kasus tersebut sudah berjalan dua bulan lamanya sejak 20 Juni lalu.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Tulangbawang, Ipda Jefry Syaifullah mengatakan, pihaknya belum melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum terhadap kasus tersebut lantaran saat ini masih proses pemeriksaan saksi.

Jefry mengatakan, saat ini pihak penyidik masih memerlukan keterangan dari pihak Dinas Kesehatan Tubaba dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penyidik, kata Jefry, akan memadukan hasil penyelidikan kepolisian dan hasil investigasi dari Dinas Kesehatan Tubaba terkait kasus tersebut.

“Hari ini kita koordinasi dengan Diskes dan IDI dulu. Diskes terkait dengan hasil investigasi mereka, IDI terkait dengan koordinasi awal apakah mereka bisa jadi ahli atau bagaimana,” kata Jefry, Kamis (22/8/2019).

Hasil koordinasi tersebut, menurut Jefry, akan menentukan langkah hukum yang diambil penyidik dalam menangani kasus tersebut.

“Untuk pemeriksaan kedepan akan ditentukan berdasarkan hasil koordinasi Diskes dan IDI,” kata dia.

Jefry mengakui, penyidik telah memeriksa dokter Aditya Rajasa yang menangani tindakan Caesar terhadap Septina.

“Hasil keteranga dokter Adtya, itu (operasi) sesuai SOP, karena tindakan operasi itu merupakan kerja tim. Ada dokter Anastesi juga disitu,” ujar Jefry.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah dimungkinkan pihak penyidik meminta keterangan dari saksi ahli dari pihak akademisi agar penyelidikan kasus ini bisa lebih objektif dan independen, Jefry belum mau berkomentar banyak.

“Mangkanya itu kita lihat dulu hasil koordinasi dengan Diskes Tubaba dan IDI. Baru kita tentukan lagkah kedepan,” katanya.

Berita sebelumnya, Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Tulangbawang telah mengagendakan pemanggilan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Bagian Pengawas Rumah Sakit (BPRS).

Pemanggilan keduanya akan dilakukan guna melengkapi kasus perkara dugaan malapraktik yang menimpa Septina warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba.

“Dalam waktu dekat kita akan lakukan pemanggilan saksi dari IDI dan Bagian Pengawas Rumah Sakit (BPRS) guna melengkapi semua berkas kasus ini,” ujar Kanit Tipiter Polres Tulangbawang Ipda Jefry Syaifullah, Jumat (26/7/2019).

Jefry mengaku, jika pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap dua dokter Asy Syifa Tubaba, untuk dimintai keterangan.

“Hari ini (Jumat), kita sudah memanggil dokter bagian anastesinya dan sudah kita mintai keterangan,” ujarnya.

Sementara itu dokter Adtya Rajasa yang melakukan tindakan caesar, terang Jefry, semestinya dilakukan pemeriksaan hari ini. Namun, yang bersangkutan pada Kamis (25/7/2019) telah datang dan sudah dimintai keterangannya.

“Untuk dokter Adtya Rajasa sudah kita mintai keterangan kemarin. Dia datang kemarin, karena pada hari ini tidak bisa hadir lantaran ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan. Atas dasar tersebut maka kemarin kita mintai keterangannya,” kata dia.

Menurut Jefry, pihaknya akan terus berupaya maksimal menyikapi kasus dugaan malapraktik. Atas dasar tersebut pihaknya tidak gegabah menyimpulkan sesuatu.

Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat melaporkan pihak menajemen Rumah Sakit Asy Syfa Tulangbawang Barat ke Polres Tulangbawang atas dugaan malpraktek oknum dokter yang berdinas di rumah sakit tersebut kepada dirinya. Laporan tertuang dalam LP/174/VI/2019/POLDA LPG/RES TUBA tanggal 20 Juni 2019.

Septina dan suaminya Ferdi Irwanda melaporkan menajemen Rumah Sakit Asy Syfa Tulangbawang Barat setelah menemukan sebuah benda asing yang dikeluarkan dari dalam perutnya.

Benda tersebut berupa kain kasa yang diduga tertinggal pasca korban melakukan operasi caesar di RS Asy Syfa pada 27 Maret 2019 lalu.
Kain kasa tersebut ditemukan telah membusuk di dalam perut Septina.(als)




PEMKAB PRINGSEWU SIAP JALIN KERJASAMA DENGAN BUKALAPAK

TRANSLAMPUNG.COM-Pringsewu – Pemerintah Kabupaten Pringsewu siap menjalin kerja sama dengan Bukalapak. Kerja sama tersebut diantaranya dalam bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk memajukan UMKM dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pringsewu.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Pringsewu Dr.H.Fauzi saat bertemu dengan APV Public Policy & Government PT.Bukalapak.Com Bima Laga di sela-sela acara Rakernas APKASI & Smart Regency Expo & Forum 2019 di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/19).

Menurut Fauzi, Bukalapak merupakan salah satu perusahaan e-commerce terbesar asal Indonesia yang namanya kian mendunia, dengan pengalaman dan fasilitas yang dimiliki, ditambah dengan reputasinya yang cemerlang.

Wakil bupati pringsewu H.Fauzi yakin UMKM di Kabupaten Pringsewu akan bertambah maju bilamana dapat bekerjasama dengan Bukalapak, misalnya dengan kerjasama di bidang promosi dan pemasaran secara online dengan pangsa pasar yang sangat luas, bukan hanya di lingkup dalam negeri namun juga hingga pasar luar negeri.

“Sebetulnya bukan itu saja yang dapat diupayakan kerjasamanya. Di bidang lainpun, dapat pula dilakukan kerjasama, misalnya di bidang pemerintahan,”tuturnya

“Apalagi Bukalapak juga memiliki program layanan e-government. Jadi tidak tertutup kemungkinan pelayanan publik yang ada di Pemkab Pringsewu bisa juga hadir di Bukalapak, yang kesemuanya adalah dalam rangka memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah melalui aplikasi. Semuanya cukup dilakukan melalui smartphone,” ujarnya.

“Pada prinsipnya, Bukalapak siap menjalin kerjasama dengan lembaga pemerintahan, dan ini juga sudah dilakukan oleh Bukalapak dengan beberapa pemerintah daerah di seluruh Indonesia, yang dikuatkan dengan MoU, yang kesemuanya adalah dalam rangka mewujudkan revolusi e-government,”Jelas Wabup.(reza)




WABUP PRINGSEWU HADIRI RAKERNAS APKASI 2019 

TRANSLAMPUNG.COM-Pringsewu- Kunjungan kerja Wakil Bupati Pringsewu H.Fauzi menghadiri rapat kerja nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8).

Acara yang dibuka oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri serta Ketua Umum APKASI Abdullah H.Azwar Anas ini diikuti para bupati dan wakil bupati seluruh Indonesia.

Selain kegiatan rakernas,  juga digelar APKASI Smart Regency Expo & Forum 2019 bertema ‘Menuju Kabupaten Cerdas Melalui Digitalisasi Pelayanan Publik’ yang digelar dari tanggal 21 hingga 23 Agustus 2019.

Di acara tersebut,  berbagai inovasi pelayanan publik berbasis digital yang dikembangkan berbagai kabupaten di seluruh Indonesia juga turut  ditampilkan.

Wabup Pringsewu H.Fauzi yang hadir bersama Wakil Ketua TP-PKK Pringsewu Ny.Hj.Rita Irviani Fauzi dan Kadis Kominfo Pringsewu Kudus Heriyanto berharap melalui kegiatan tersebut, dapat mendukung kemajuan pembangunan kabupaten di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Pringsewu.

” mensinergikan program pembangunan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, gunanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, selain dapat meningkatkan kerjasama dan silaturahim diantara sesama pemerintah kabupaten,”Ujarnya.(reza)




Polsek Dente Teladas Tangkap Bandar Narkotika dan Sita 31 Bungkus Sabu  

TRANSLAMPUNG.COM-TULANGBAWANG-Polsek Dente Teladas berhasil mengungkap pelaku peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkotika Golongan I yang ada di wilayah hukumnya.

Kapolsek Dente Teladas AKP Rohmadi, SH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, pelaku ditangkap hari Rabu (21/08/2019), sekira pukul 22.30 WIB, saat sedang berada di rumahnya.

“Adapun identitas dari pelaku tersebut yaitu berinisial IP als BE (28), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar AKP Rohmadi, Kamis (22/08/2019).

Penangkapan terhadap pelaku ini, berdasarkan informasi dari warga masyarakat yang sudah resah dengan aktivitas pelaku menjadikan rumahnya sebagai tempat transaksi dan pesta narkotika jenis sabu.

Berbekal informasi tersebut, petugas kami langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya. Setelah dipastikan pelaku sedang berada di rumahnya, petugas lalu melakukan penggerbekan dan penggeledahan.

Disana, berhasil ditangkap pelaku serta disita BB (barang bukti) berupa 30 bungkus kecil paket sabu dan timbangan digital, kemudian dilakukan interogasi kepada pelaku dan pelaku mengatakan bahwa sabu tersebut didapatnya dari pelaku berinisial A.

Petugas kami langsung melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku A, ternyata pelaku sudah tidak berada di rumahnya dan sekarang masuk DPO (daftar pencarian orang). Di rumah pelaku A ini, petugas berhasil menyita BB berupa satu bungkus kecil paket sabu, dua buah bong (alat hisap sabu) dan timbangan digital.

“Adapun BB yang berhasil disita oleh petugas kami dalam perkara ini berupa 31 bungkus kecil paket sabu, dua buah timbangan digital, dua buah bong, korek api gas dan HP (handphone) Nokia 105 warna hitam,” ungkap AKP Rohmadi.

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Dente Teladas dan akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp. 13 Miliar.(als)




Lambar Menjadi Lokasi Penelitian Kerjasama Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika

TRANSLAMPUNG.COM-Lampung Barat – Dari 15 Kabupaten/ Kota, di Provinsi Lampung, Lampung Barat (Lambar) salah satu Daerah penelitian Kerjamasa United States Agency for International Development (USAID) atau Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika.

USAID merupakan Badan Independen dari Pemerintahan Amerika Serikat, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas, berkelanjutan, dan memperkuat akuntabilitas Pemerintah serta meningkatkan keberagaman sosial.

Nantinya Delapan Provinsi yang menjadi daerah penelitian kerjasama yakni Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tumur, NTB, Sulawesi Selatan dan Kalimatan Tengah, “disetiap Provinsi diambil empat Kabupaten, dengan total 32 Kabupaten/ Kota.

Untuk Provinsi Lampung yang akan bekerja sama meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Barat, Pesawaran dan Kabupaten Pringsewu,” jelas Assisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Ir. Sudarto, M.M., saat memimpin Rapat di Ruang Rapat Sekincau, Rabu (21/8).

Peserta rapat terdiri dari Tim dr USAID Madani Muntajid Billah dan Lisna, Biro Otda Provinsi Saifullah dan A Setiawan serta, Kadis PMP, Sekretaris Bappeda, Sekretaris Bagian Keuangan, Kakan kesbangpol, Kabag Hukum, Bagian Pemerintahan, Dinas KB PP, Dinas kesehatan, Dinas Pendidikan dan Badan Litbang.

Menurutnya, bersedianya Pemprov Lampung untuk bekerja sama dalam Proyek MADANI tersebut, keempat kabupaten/ kota yang akan menjadi lokasi kerja sama. Akan diseleksi satu OMS lokal yang menjadi mitra utama, salah satunya ya Lambar,” jelasnya.

Kata dia, (Sudarto) Proyek MADANI sendiri direncanakan akan berlangsung selama lima tahun, dengan melibatkan 32 Kabupaten/ Kota di Delapan Provinsi.

Dengan tujuan, OMS lokal dapat meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan, serta dapat memperkuat akuntabilitas pemerintah dan meningkatkan keberagaman sosial. OMS lokal nantinya diarahkan untuk mendukung keberhasilan pembangunan di daerah, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik

Kemudian, USAID merupakan badan yang bertanggung jawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan untuk negara-negara lain didunia dalam mendukung tujuan-tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
USAID ada di Indonesia dengan tujuan untuk membantu dalam mempercepat transisi demokrasi Indonesia melalui Masyarakat sipil dan perkembangan media, Penguatan institusi demokratis dan pencegahan dan minimalisasikan kemungkinan konflik, USAID juga membantu kebijakan dan penyediaan konsultasi bagi institusi insititusi ekonomi dan bantuan ekonomi lainnya yang mendukung pemulihan, pertumbuhan ekonomi, dan menguatkan kemampuan ekonomi suatu daerah (desentralisasi) di Indonesia.

“Serta mengurangi ancaman konflik dan krisis di Indonesia yang terkait dengan kekerasan etnis dan agama, USAID menyediakan bantuan kemanusiaan bagi pengungsi dan korban bencana alam. Aktivitas USAID juga memprioritaskan sektor kesehatan seperti ketahanan hidup anak, keluarga berencana dan HIV/AIDS. Dalam mengimplemetasikan hal ini USAID bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, Badan Badan Donor lainnya, dan Organisasi Indonesia dan Organisasi Internasional lainnya,” pungkasnya. (Safri)