Warkop WAW Mengedukasi Warga Cirebon Tentang Kopi

TRANSLAMPUNG.COM, CIREBON  – Founder Warkop WAW Ismail Komar diundang menjadi pembicara tentang kopi di aula Radar Cirebon, Jumat (11/10/2019). Dalam kesempatan itu, Ismail Komar menceritakan pengalaman hidupnya yang diselamatkan oleh kopi. Antusias tampak dari peserta edukasi, mereka menyimak dengan seksama.

Setelah mengedukasi, Ismail Komar juga mengajarkan teknik seduh. “Kopi menjadi bagian terpenting dalam perjalanan hidup saya saat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Chairman Radar Cirebon Yanto dan Direktur Radar Cirebon Syahbana. (waw)




Di Pringsewu Warkop Waw Buka Dua Cabang

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Dengan kwalitas tinggi harga ekonomis, minuman untuk kesehatan dan beraroma terasa di tenggorokan, Warkop Waw yang sekarang telah hadir di kabupaten pringsewu yang menambah nuansa perdagangan kopi.

Warkop Waw di Kabupaten Pringsewu telah hadir di dua tempat, yakni yang pertama Warkop Waw Pringsewu di jalan olah raga dekat dengan sma 1 Pringsewu dan yang kedua Warkop Waw Ghalib yang berada di jalan KH.Ghalib.

Cabang Warkop Waw di Pringsewu yang pertama, Warkop Waw Pringsewu, Ferlandi Gumara mengatakan sebelum dirinya ikut bergabung untuk membuka Warkop Waw pada waktu itu, dia mendapat info dari teman bahwa ada bisnis yang menjanjikan dan berkualitas, tetapi sebelum menjualnya, Ferlandi mencoba untuk menikmati terlebih dahulu kopi tersebut.

“Setelah saya menikmati Kopi Waw tersebut, saya baru yakin sepenuhnya kopi waw yang sangat berkualitas dengan harga ekonomis bisa bersaing di nuansa perdagangan kopi,” tuturnya.

“Sebelum saya menemui owner kopi waw, saya menyakinkan keluarga saya bisnis kopi waw lebih cocok untuk wilayah Lampung khususnya kabupaten pringsewu, lalu saya menghadap owner kopi waw Ismail Komar, siap bergabung untuk membuka usaha Warkop Waw di kabupaten pringsewu,” jelasnya.

“Saya sebagai pengusaha warkop WAW cabang pringsewu, jangan percaya kalau belum menikmati terlebih dahulu, dengan ini mengajak warga Lampung khususnya kabupaten Pringsewu untuk menikmati kopi yang beraroma dan berkualitas di Warkop Waw,” tegasnya.

Kemudian cabang Warkop Waw di Pringsewu yang kedua, yaitu Warkop Waw Ghalib, Homsi Wastohir mengatakan bahwa awal mula dirinya ingin membuka Warkop Waw ini, mendengar kopi waw itu minuman kopi yang sehat, lalu Homsi mencoba mendatangi Warkop Waw Pusat yang berada di Komplek Perum Grha Madu Pesona Turiraya, Tanjungsenang, Bandarlampung dan mencoba untuk mencoba kopi tersebut.

“Ketika saya meminum kopi waw tersebut di badan saya terasa ada perubahan terasa hangat, dan pas di minum rasa aroma kopi terasa benar di tenggorokan,” tuturnya.

“Ketika saya mendengar informasi bahwa kopi waw bisa bekerja sama untuk membuka cabang, saya langsung mendatangi pemilik perusahaan tersebut dan saya yakin bagi penikmat kopi yang berada di lampung khususnya kabupaten pringsewu kopi waw bisa di terima di kalangan masyarakat tersebut, dari itu saya langsung membuka cabang di kabupaten pringsewu ini,” tegasnya.(rez)




Ngopi Bareng Lahan Sikam dan Warkop Waw Sukarame Bahas Inklusi Keuangan

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Dalam rangka bulan inklusi keuangan Lahan Sikam menggelar Ngopi Bareng sekaligus sosialisasi tentang fintech peer to peer lending atau pinjaman online, acara diadakan di Warkop WAW Sukarame, Jl. Pulau Pisang Blok A3, Korpri Raya, Sukarame, Bandarlampung, Jumat malam (4/10).

Pembukaan dilakukan oleh perwakilan dari Warkop Waw Sukarame, Afif yang dilanjutkan pemaparan oleh Founder Lahan Sikam, Firmansyah.

Firman (sapaan akrabnya) menjelakan apa itu fintech, dan mengatakan bahwa Lahan Sikam merupakan satu-satunya fintech di Lampung yang berstatus legal yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Guys, Lahan Sikam merupakan satu-satunya fintech yang legal di Lampung,” kata Firman.

Firman menambahkan, bahwa kegiatan yang bertajuk “Pecinta Kopi anti Pinjol Ilegal” tersebut merupakan sosialisasi inklusi keuangan dari Lahan Sikam, sehingga masyarakat Usaha Kecil Menengah (UKM) dan petani bisa lebih memahami antara pinjol yang ilegal dan yang legal sehingga lebih aman dan nyaman.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat perhatian para peserta yang ingin tahu apa itu fintech dan bagaimana mengetahui pinjol yang legal. (hkw)




Junaidi Auly Berharap Pembiayaan Ultra Mikro Jangkau Pengusaha Kecil Baru

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) berharap program Ultra Mikro (UMi) dapat menjangkau lebih luas lagi pengusaha kecil dan terus mendorong keberlangsungan usaha ulta mikro ini dalam mendapatkan akses pendanaan.

Hal ini diungkapkan Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly dalam agenda Sosialisasi Program Pembiayaan Ultra Mikro di Provinsi Lampung Bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung (13/8)

“Kebutuhan pendanaan untuk usaha ultra mikro menjadi sangat penting karena hampir tidak ada pendanaan resmi selain UMi ini, dalam hal ini pemerintah harus hadir dalam pendanaan usaha ultra mikro ini,” ujar Junaidi.

Perlu diketahui, Pembiayaan UMi merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha. Program ini menyasar usaha mikro di lapisan terbawah yang belum dapat terfasilitasi oleh perbankan melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Fasilitas pembiayaannya maksimal Rp 10 juta per nasabah dan disalurkan melalui lembaga keuangan bukan bank (LKBB).

Terkait LKBB, legislator asal Lampung ini menambahkan perlu adanya perluasan akses LKBB di provinsi Lampung dalam rangka meningkatkan jangkauan UMi “program ini harus bisa diakses oleh pengusaha mikro, karenanya perlu pemerataan, jangan sampai ada ketimpangan di tiap kabupaten/kota terkait akses fasilitas UMi,” ujar Bang Jun sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Bang Jun menyarankan dalam pemasaran produk usaha mikro, nasabah usaha ultra mikro yang tergabung dalam UMi agar memanfaatkan teknologi informasi guna memudahkan dan bisa menekan biaya pemasaran produknya.

Bang Jun yang juga anggota BAKN DPR ini menegaskan bahwa “peran usaha mikro, kecil, dan menengah merupakan pilar penting dan strategis dalam perekonomian ditengah lesunya perekonomian nasional, dengan adanya pembiayaan dan penyaluran dana kepada usaha ultra mikro ini diharapkan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dan tentunya akan menumbuhkan lapangan kerja baru.” tutup Bang Jun kandidat Doktor di IPDN ini. (*)




Saat Seblak Kania, Jadi Primadona Kaum Millenial di Kota Palembang

TRANSLAMPUNG.COM, PALEMBANG – Jika anda berkunjung ke Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, pasti yang terlintas dalam benak anda tak seru jika belum mencicipi makanan khas disana yakni Pempek, Tekwan dan Model. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman yang semakin maju terutama dalam hal teknologi, kini orang tak lagi berpatokan dengan hal yang biasa saja.

Tentu sudah jadi hal yang biasa jika kita ke Kota Palembang, kita melihat banyak orang berjualan pempek. Tapi lain dengan yang dilakukan Safrudin (58) bersama istrinya Nia Kaniati (53) pasangan suami istri yang merupakan perantau asal Dusun Bandar Harapan, Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggobesar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Yang kini sukses menggeluti usaha kuliner yang terbilang unik, tetapi hasilnya cukup menjanjikan. Kedua pasutri itu sebelumnya sudah malang-melintang berbisnis kuliner di Kota Pempek itu sejak tahun 1990 silam.

Berbagai pengalaman, baik suka maupun duka sudah mereka alami sejak merintis usaha kuliner demi penghidupan keluarga sudah dilakoni keduanya. Mulai sejak awal membina rumah tangga hingga kini keduanya sudah dikaruniai enam orang anak dan sebagian sudah menyelesaikan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi berkat usaha kuliner yang digelutinya saat ini, adalah kuliner khas kota Bandung, Seblak yang saat ini tengah trend di kalangan millenial di Kota Palembang itu dengan nama ‘Seblak Kania’

Kepada media ini, Pria yang akrab disapa Safrud itu menceritakan, bagaimana pengalaman serta kisahnya sejak awal berjuang merintis usaha kuliner di perantauan hingga meraih sukses seperti saat ini. Dimana nama ‘Seblak Kania’ diambil dari nama sang istri yang selama ini selalu setia menemani dan mendukung setiap langkahnya dalam merintis usaha.

Saat ditemui di kediamannya yang sekaligus dijadikan sebagai tempat usaha kulinernya Safrud mengungkapkan, awal mula merantau ke Kota Palembang dia bersama istrinya merintis usaha Kacang Telur, Roti, puas jatuh bangun hingga akhirnya mampu meraih sukses dan memiliki rumah hingga mobil dari usaha yang justru baru digelutinya selama dua setengah tahun itu.

Warga Gang Anggada, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang itu, kini sudah menjadi seorang pengusaha sukses dan mampu merangkul belasan warga setempat untuk di jadikan karyawan bekerja dirumahnya membuka aneka kuliner siap saji.

“Ya pada awal tahun 2017 lalu, putri sulung saya memberi saran untuk berjualan Seblak kemasan makanan ringan asal Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat ini. Bermula dari itulah akhirnya saya dan istri sepakat untuk merintis usaha kuliner yang terbilang unik tapi digemari khususnya kalangan muda, ” jelasnya senin (07/07).

Awalnya merintis usaha ini lanjut dia, mereka hanya mendapat hasil penjualan sebesar 50 ribu rupiah dalam sehari. Tapi tak putus asa, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, lama-kelamaan nama Seblak Kania akhirnya mulai dikenal. Dia pun mencoba berinovasi mencampurkan adonan menu seblak dengan kuah cuka dan sambal, yang diharapkan dapat menggugah minat pelanggan karena rasa menyesuaikan dengan selera lidah wong kito.

Alhasil, seiring berjalan waktu, kuliner ‘Seblak Kania’ yang diramu dengan kuah cuko (cuka) kini sudah mulai banyak dikenal orang dan telah memiliki 3 anak cabang di tiga lokasi berbeda di Kota Palembang. Harganya yang cukup terjangkau untuk kalangan muda yakni dibanderol 15 ribu rupih per-porsinya.

“Alhamdulillah, selama dua tahun lebih ini, sekarang Seblak Kania sudah banyak pelanggan langsung maupun yang melalui aplikasi Grab-Food dan Goo-Food. Dan memiliki omset mencapai 300 sampai 500 nota perhari yang rata-rata dalam satu nota nominalnya mencapai 30-60 ribu rupiah,”ungkapnya.

Sementara untuk terus mengembangkan usaha itu, Safrud bersama istri dibantu ketiga anaknya yang sudah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi, tak henti-hentinya mempromosikan usaha kulinernya itu melalui akun media sosial Facebook, Istagram, dan Twiterr serta group WhatsApp.

Selain itu, sang istri Teh Kania, mengaku jika dalam berbisnis kuliner, dia sangat berpegang pada kualitas rasa serta yang utama pelayanan terhadap pelanggan. “Kita selalu berpegang pada kualitas rasa dan memakai bahan-bahan yang frees, supaya Seblak Kania berkuah dapat terus dikenal pelanggan. Baik disini maupun di tiga anak cabang, itu akan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.

Sementara, Hanizal wartawan Radar Tuba yang penasaran untuk mencoba bagaimana rasa Sablak Kania merasa takjub dengan rasa penganan khas Kota Bandung yang belum pernah dicobanya selama ini. Jika dilihat dari isinya ada beberapa campuran bahan makanan seperti Bakso, Sosis, Daging Ayam, Kerupuk, serta ada campuran bahan sayuran seperti sawi dan jagung manis yang siap menggoyang lidah setiap orang yang mencobanya.

“Cita rasa yang dihasilkan dari Seblak Kania memang cukup unik, tapi sangat menggugah selera penikmatnya, selain rasa pedas yang khas dari kuahnya yang dicampur berbagai rempah-rempah asli Indonesia, menjadikan Seblak Kania bukan sekadar kuliner biasa, perpaduannya dengan pempek merupakan simbol akulturasi budaya antara Melayu dan Tionghoa yang akhirnya mampu menjadi pesaing makanan khas Kota Palembang itu,” ujar Izal. (nar)




Bupati Pesibar, Buka Acara Bimtek IKM Kerajinan Tapis

TRANSLAMPUNG. COM, PESIBAR
-Bupati pesisir barat (Pesibar), membuka acara bimbingan teknis bagi industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan tapis. Di hotel sartika pekon seray, kecamatan setempat, senin (1/7).

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan atas nama pemerintah daerah kabupaten Pesibar mengucapkan selamat datang kepada bapak, ibu rombongan direktorat jenderal industri kecil menengah dan aneka kementerian perindustrian republik indonesia di kabupaten para sai batin dan para ulama.

” Terimakasih atas sumbangsih dan kesediaan rombongan dari kementerian perindustrian republik indonesia dalam hal ini direktorat industri kecil dan menengah kimia, sandang, kerajinan dan industri aneka untuk mengadakan kegiatan bimibingan teknis bagi IKM, kerajinan tapis dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru, “Ungkapnya.

Dijelaskannya, kerajinan tapis merupakan sebuah karya seni yang dibuat oleh tangan-tangan kreatif para pengrajin di kabupaten khususnya dan provinsi lampung pada umumnya. Jika kita sedikit kembali kepada sejarah, kabupaten Pesibar merupakan salah satu daerah penghasil kerajinan tapis ternama sejak dahulu.

“Seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan minat pasar yang terus berubah, maka pelaku IKM dituntut untuk terus berinovasi mengimbangi perkembangan permintaan pasar. Dengan adanya semangat kewirausahaan yang kuat, dapat menciptakan lapangan kerja sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang makin berkembang,”Terangnya.

Turut hadir ketua TP.Pkk Hj.Septi Istiqlal, Direktur IKM Kimia Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka RI Ir.E.Ratna Utarianingrum,M.Si., Ketua Dharma Wanita Farida Miladia Lingga, Seluruh Kepala OPD dan 20 pengrajin tapis.




Pelatihan Barista Kopi, Program Unggulan Warkop Waw

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Warkop Waw menggelar pelatihan barista kopi untuk semua kalangan, khususnya untuk para generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja. Peserta pelatihan diikuti dari berbagai daerah yang dilaksanakan di Warkop Waw, Sabtu (22/6).

Diketahui pelatihan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu. Ini merupakan trobosan Warkop Waw untuk memberikan keterampilan khusus dibidang kopi.

Dari pantauan translampung.com di lokasi, pelatihan dibuka oleh GM Warkop Waw, Imam Suhardi dan dilanjutkan untuk materi pelatihan oleh Barista Warkop Waw, Hadyo Zizwoko.

Materi yang diberikan adalah materi barista dasar, teknik manual brew yang meliputi sedu tubruk dan V60, dan pengenalan kopi. (hkw)




Semnas Hari Kartini 2019, Partisipasi Perempuan Cerdaskan Bangsa Era Digital

RANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Dalam rangka memperingati hari Kartini tahun 2019 Universitas Lampung (Unila) menggelar Seminar Nasional (Semnas) yang digelar di Gedung Seebaguna (GSG), Selasa (23/4).

Dalam seminar tersebut mengusung tema “Dengan semangat Kartini kita tingkatkan partisipasi perempuan Indonesia dalam mencerdaskan bangsa era digital”.

Hadir di acara seminar, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin beserta istri, dan jajaran rektorat Unila. Pembukaan seminar ditandai dengan menampilkan tarian yang berkolaborasi bersama peserta seminar.

Selain itu juga digelar bazar dari para usaha kecil menengah (UKM) yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian dalam rumah tangga bagi para perempuan. (hkw)




Pemkab Lambar, Gelar Sosialisasi Inovasi Daerah Tingkat Kabupaten

    TRANSLAMPUNG. COM, LAMBAR
    -Pemerintah kabupaten lampung barat (Pemkab-Lambar) gelar sosialisasi lomba Inovasi daerah tingkat kabupaten. Di Aula keghatun badan pengelolaan keungan daerah (BPKD) setempat, senin tempo hari.

    Kegiatan tersebut, dibuka oleh asissten bidang perekonomian dan pembangunan, Ir.Sudarto M, MM. Menurut dia, inovasi dapat dikatakan penemuan dan berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat, oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti lomba tersebut.

    ” ini dapat meningkatkan inovasi daerah lebih baik lagi untuk kemajuan Lambar kedepannya baik dibidang kesehatan, perkebunan dan bidang yang lainnya, dalam rangka mempercepat target pembangunan daerah, dan untuk OPD sosialisasi ini dapat mewujudkan percepatan pembangunan sesuai bidang OPD masing-masing, “ujarnya.

    Dilain sisi kepala balitbang Lambar, Tri Umaryani,SP, M.Si., mengatakan bahwa Inovasi daerah merupakan bentuk pembaharuan dan penyelenggaraan pemerintah daerah sehingga inovasi dapat kita lakukan dengan (amati, tiru dan modifikasi) serta bentuk inovasi daerah pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

    ” Lomba inovasi ini penting dalam rangka menyongsong penilaian inovasi daerah Inovatif government award penilaiannya berasal dari akumulasi semua inovasi “yang dilakukan masing masing OPD di daerah setempat,” ucapnya. (sf)




Puluhan UKM Bandarlampung Ikuti Pelatihan Barista Kopi di Warkop Waw

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Warkop Waw berbagi ilmu menyedu kopi manual kepada para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Bandarlampung dengan menggelar pelatihan barista kopi, di Warkop Waw Bandarlampung, Sabtu (5/1).

Dari pantauan translampung.com di lokasi, puluhan UKM yang menjadi peserta antusias mengamati bagaimana proses penyeduan kopi manual sehingga menghasilkan secangkir kopi yang nikmat dan sehat.

Dalam pembukaan pelatihan tersebut owner Warkop Waw, Ismail Komar memberikan penjelasan apa itu kopi dan bagaimana menyedu kopi sehat.

SEDU KOPI: Peserta pelatihan saat mempraktekkan menyedu kopi manual di Warkop Waw Bandarlampung, Sabtu (5/1).

Selain itu, para peserta juga diberikan kesempatan untuk praktek menyedu kopi sendiri dengan dipandu barista dari Warkop Waw. (hkw)