Warkop WAW Mengedukasi Warga Cirebon Tentang Kopi

TRANSLAMPUNG.COM, CIREBON  – Founder Warkop WAW Ismail Komar diundang menjadi pembicara tentang kopi di aula Radar Cirebon, Jumat (11/10/2019). Dalam kesempatan itu, Ismail Komar menceritakan pengalaman hidupnya yang diselamatkan oleh kopi. Antusias tampak dari peserta edukasi, mereka menyimak dengan seksama.

Setelah mengedukasi, Ismail Komar juga mengajarkan teknik seduh. “Kopi menjadi bagian terpenting dalam perjalanan hidup saya saat ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Chairman Radar Cirebon Yanto dan Direktur Radar Cirebon Syahbana. (waw)




Di Pringsewu Warkop Waw Buka Dua Cabang

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Dengan kwalitas tinggi harga ekonomis, minuman untuk kesehatan dan beraroma terasa di tenggorokan, Warkop Waw yang sekarang telah hadir di kabupaten pringsewu yang menambah nuansa perdagangan kopi.

Warkop Waw di Kabupaten Pringsewu telah hadir di dua tempat, yakni yang pertama Warkop Waw Pringsewu di jalan olah raga dekat dengan sma 1 Pringsewu dan yang kedua Warkop Waw Ghalib yang berada di jalan KH.Ghalib.

Cabang Warkop Waw di Pringsewu yang pertama, Warkop Waw Pringsewu, Ferlandi Gumara mengatakan sebelum dirinya ikut bergabung untuk membuka Warkop Waw pada waktu itu, dia mendapat info dari teman bahwa ada bisnis yang menjanjikan dan berkualitas, tetapi sebelum menjualnya, Ferlandi mencoba untuk menikmati terlebih dahulu kopi tersebut.

“Setelah saya menikmati Kopi Waw tersebut, saya baru yakin sepenuhnya kopi waw yang sangat berkualitas dengan harga ekonomis bisa bersaing di nuansa perdagangan kopi,” tuturnya.

“Sebelum saya menemui owner kopi waw, saya menyakinkan keluarga saya bisnis kopi waw lebih cocok untuk wilayah Lampung khususnya kabupaten pringsewu, lalu saya menghadap owner kopi waw Ismail Komar, siap bergabung untuk membuka usaha Warkop Waw di kabupaten pringsewu,” jelasnya.

“Saya sebagai pengusaha warkop WAW cabang pringsewu, jangan percaya kalau belum menikmati terlebih dahulu, dengan ini mengajak warga Lampung khususnya kabupaten Pringsewu untuk menikmati kopi yang beraroma dan berkualitas di Warkop Waw,” tegasnya.

Kemudian cabang Warkop Waw di Pringsewu yang kedua, yaitu Warkop Waw Ghalib, Homsi Wastohir mengatakan bahwa awal mula dirinya ingin membuka Warkop Waw ini, mendengar kopi waw itu minuman kopi yang sehat, lalu Homsi mencoba mendatangi Warkop Waw Pusat yang berada di Komplek Perum Grha Madu Pesona Turiraya, Tanjungsenang, Bandarlampung dan mencoba untuk mencoba kopi tersebut.

“Ketika saya meminum kopi waw tersebut di badan saya terasa ada perubahan terasa hangat, dan pas di minum rasa aroma kopi terasa benar di tenggorokan,” tuturnya.

“Ketika saya mendengar informasi bahwa kopi waw bisa bekerja sama untuk membuka cabang, saya langsung mendatangi pemilik perusahaan tersebut dan saya yakin bagi penikmat kopi yang berada di lampung khususnya kabupaten pringsewu kopi waw bisa di terima di kalangan masyarakat tersebut, dari itu saya langsung membuka cabang di kabupaten pringsewu ini,” tegasnya.(rez)




Penulis Lampung Karina Lin Grand Launching Buku Kumlet Antargata

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG – Penulis asal Lampung, Karina Lin akan mengadakan grand launching buku kumpulan novelet (kumlet) berjudul Antargata pada Minggu, 22 September 2019. Buku kumlet yang merupakan antologi fiksi dari tujuh orang penulis (termasuk dirinya) akan digelar di ruang teater lantai 2 Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Indonesia, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat mulai pukul 10 WIB sampai dengan selesai.

“Acara grand launching ini free sehingga siapapun boleh hadir namun tempat duduknya memang terbatas karena menyesuaikan kapasitas dari ruang teater,” katanya.

Grand Launching buku kumlet fiksi Antargata akan dilakukan bersamaan dengan beberapa buku lain namun masih dalam satu kesatuan. “Buku yang diluncurkan esok merupakan hasil karya dari para alumni Workshop Writerpreneur Accelerate (WWA) yang diinisiasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia dan diselenggarakan pada bulan Juni 2019 lalu di Bogor. Total ada tujuh buku alumni WWA yang berpartisipasi. Selain itu ada dua buku tambahan non alumni WWA Bogor, tetapi dari WWA di kota lain,” terangnya.

Sebelumnya, buku kumlet Antargata telah mengadakan soft launching pada 5 September 2019 lalu dalam even Indonesia International Book Fair (IIBF) yang bertempat di Jakarta Convention Centre (JCC), DKI Jakarta. Ia menjelaskan, acara soft launching tersebut bisa dikatakan sebagai pemanasan untuk memperkenalkan buku Antargata dan buku-buku lain hasil karya dari alumni WWA

Berkaitan dengan isi buku, Karina Lin memaparkan bahwa buku antologi yang merupakan kumpulan novelet hasil karya dari tujuh penulis (dimana salah satunya adalah dirinya) alumni dari Workshop Writerpreneur Accelerate (WWA) ini mengusung genre fiksi misteri. Sesuai jumlah penulis dalam satu grup, yakni tujuh. Maka terdapat tujuh cerita novelet fiksi dalam buku Antargata dan walau semuanya misteri (juga mitos) menariknya misteri dan mitos yang mengusung nilai-nilai kearifan lokal sesuai daerah asal para penulis. “Hal inilah yang membedakan sekaligus menjadikan buku antologi Antargata sangat istimewa,” ujarnya sedikit berpromosi.

Adapun keenam penulis lain selain dirinya antara lain Wilda Hikmalia (Sumatera Barat, Palasik), Nunik Utami (Yogyakarta, Candra di Langit Jogya), Dede Hartini, (Jawa Barat, Sanekala), Rizanti Kadarsan (Bandung, Snelli), Joego Herwindo (Bogor, Bunga untuk Emak) dan Tegar Setiadi (Jawa Tengah, Kidung Telaga Sunyi). Sedangkan dirinya yang berasal dari Bandar Lampung, menulis cerita novelet berjudul Secarik Surat dari Ikhsan, yang terispirasi dari mitos di daerah tempat tinggalnya. “Saya mengambil tema cerita mengenai Sumur Puteri dan penyakit lupus. Mengenai Sumur Puteri, warga Bandar Lampung tentu tahu bagaimana mitos-mitos yang beredar seputarnya. Mengenai penyakit lupus, ini bisa dijelaskan secara medis karena merupakan penyakit yang berfokus pada imunitas tubuh. Namun masih banyak yang awam, terlebih di daerah. Sehingga saat ada seseorang yang positif penyakit ini, dikira penyakit karena guna-guna,” jelas Karina Lin yang juga seorang penyintas lupus atau odapus (orang dengan lupus) dan baru-baru ini mendapat penghargaan ODAI Inspiratif dari Marizsa Cardoba Foundation (MCF) bekerja sama dengan Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Anak.

Apabila berminat memiliki buku antologi Antargata, dapat langsung datang ke Perpusnas Indonesia. Bisa juga menghubungi kontak person di nomor 085726434561 atau melalui IG @antologi_antargata. “Setelah grand launching, buku Antargata juga akan hadir dalam acara Festival Bekraf Indonesia di Solo, 4-6 Oktober mendatang,” infonya. (*)




‘Ngopi’, Kembangkan Ekonomi Melalui Kopi

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – ‘Ngopi, ngobrol pintar’ sembari santai berbagi cerita dan pendapat terkait masyarakat kota Bandarlampung memang sangat cocok di Warkop Waw, Tanjungsenang, Bandarlampung, Sabtu kemarin (1/12).

Diawal bulan Desember yang merupakan penghujung tahun 2018 tersebut membahas kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan ekonomi melalui kopi di tahun 2019 mendatang. (*)




“Merajut Kopi Nusantara” ala Warkop WAW dan Trans Lampung, dari Sebuah Masterpiece hingga Pemersatu Bangsa

NGOPI ALA WARKOP WAW: Bigboss Trans Lampung Ismail Komar dan Master Barista Koh Sandi, sedang menikmati kopi di Warkop WAW. (Foto: AYP)

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Kopi seolah tiada habis menyimpan pesona di balik pekatnya biji. Terlebih bagi para penikmatnya, bicara tentang kopi, tak pernah ada habisnya. Di tengah menjamurnya kedai kopi di Lampung, Warkop WAW juga tak mau ketinggalan mempopulerkan serta membudidayakan ngopi lewat Merajut Kopi Nusantara. Even ini sekaligus untuk memperingati Hari Kopi Sedunia setiap 1 Oktober. Pujangga modern bahkan pernah membuat sajak tentang kopi: jika kesempurnaan kopi adalah rasa pahitnya, lalu apalagi yang kau takutkan dari manisnya cinta. 

 

Hari ini (6/10), merupakan momen istimewa bagi Trans Lampung dan Warkop WAW. Bigboss Trans Lampung sekaligus pendiri Warkop WAW, Ismail Komar, S.H., M.M. sangat antusias dengan even “Merajut Kopi Nusantara” ini. Tak hanya menikmati free coffee, undangan juga bisa mendapatkan pengetahuan lebih seputar kopi dari Master Barista, Koh Sandi — sapaan akrabnya.

“Bahkan, di Warkop WAW pengunjung juga bisa nonton bareng film tentang sejarah kopi di Indonesia. Sungguh kesempatan langka. Selamat menikmati ya,” kata Ismail Komar menyapa para tamu di Warkop WAW. 

Tidak bisa dipungkiri, aroma dan cita rasa kopi yang nikmat telah membuat para pencintanya tidak bisa jauh darinya. Kopi bisa menjadi “candu” yang selalu dirindu. Sehari saja tanpa kopi, bisa membuat penikmatnya kehilangan semangat dalam menjalani hidup.

Kenapa sih kopi bisa berarti begitu dalam bagi para penikmatnya? Tentu saja karena bagi mereka, kopi itu tidak sekedar minuman biasa. ‘Merajut Kopi Nusantara’ besutan Warkop WAW ini, juga menyampaikan satu pesan bahwa kopi dan budaya ngopi, adalah milik semua kalangan secara universal yang bisa menjadi ‘perekat’ bangsa. Bukan milik komunal apalagi individual,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada itu.

Setidaknya ada tiga filosofi kopi yang akan membuat kita lebih memahami arti kehidupan. Apa sajakah itu? Pertama, beragam varian jenis minuman kopi adalah sebuah hasil karya yang bernilai.

Perjalanan kopi hingga akhirnya terseduh dalam satu cangkir, tidaklah melalui proses yang instan. Dari biji kopi yang dihaluskan lalu dibuat dalam bentuk bubuk, hingga kemudian menjadi minuman yang nikmat, membutuhkan proses yang butuh kesabaran.

“Bahkan istilahnya: beda tangan, akan menghasilkan beda cita rasa. Kopi pun memiliki beragam jenis yang bisa menghasilkan cita rasa dan kenikmatan yang berbeda-beda. Bahkan kopi pun bisa disajikan dengan sederhana. Layaknya kopi tubruk. Atau bisa menjadi minuman high class dengan tampilan yang waw. Seperti kita temukan di kafe-kafe. Itulah keunikan kopi,” ungkap Ismail Komar.

Dari keunikan itu, kata dia, kopi justru mengajarkan tentang kehidupan. Layaknya kopi, manusia pun memiliki keunikannya masing-masing. Poinnya, manusia tak bisa disama-ratakan. Karena tiap insan punya perbedaan karakter. Namun perbedaan itulah yang justru harus dihargai.

“Kita harus mampu menghargai tiap perbedaan yang ada. Pola asuh yang berbeda pun akan menghasilkan karakter-karakter manusia yang berbeda. Lingkungan tumbuh besar yang berbeda, akan menghasilkan manusia-manusia yang berbeda. Manusia adalah masterpiece Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan kopi adalah masterpiece para pengolahnya,” urai Ismail Komar.

Pelajaran kehidupan kedua dari kopi, sebagai pengikat (perekat) rasa. Artinya, tanah-air nusantara ini menghasilkan sangat beragam jenis kopi. Beda tempat akan menghasilkan jenis biji kopi yang berbeda. Biji kopi yang berbeda akan menghasilkan cita rasa yang berbeda pula. Heterogenitas kopi dari seluruh penjuru nusantara ini, tidak ada yang paling nikmat atau tidak nikmat.

“Maksudnya, semua memiliki kenikmatannya masing-masing. Kembali pada selera penikmatnya. Lebih suka jenis kopi yang seperti apa. Begitulah hidup, setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing-masing. Bagi orang lain bisa jadi hidup kita terasa ringan. Namun bagi kita sendiri, terlihat sangat menyedihkan. Bagi kita masalah orang lain terlihat begitu mudah, sedang bagi mereka yang menjalaninya terasa begitu sulit. Semua kembali pada sudut pandang dan cara menjalaninya,” tutur Ismail Komar.

Penikmat kopi, dia menambahkan, biasanya adalah orang-orang yang bisa menghargai perbedaan-perbedaan tersebut. Maka tak heran, kopi bisa menjadi pengikat/perekat rasa bagi mereka yang berkumpul di sebuah ruangan yang sama. Secangkir kopi bisa menjadi pembuka obrolan yang hangat bagi orang-orang yang baru saja saling bertemu atau telah lama terpisah sekian tahun dan kembali bertemu. (ayp) 




Pemantapan Persiapan Warkop Waw Merajut Kopi Nusantara

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Persiapan semakin matang, 1000 cup kopi free siap disajikan oleh Warkop Waw. Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan hari Kopi Se-Dunia yang di selenggarakan Warkop Waw di Jalan Turiraya, Tanjungsenang, Sabtu (6/10) mulai pukul 14.00 sampai selesai.

Hadir dalam gelaran tersebut Koordinator Wilayah Komunitas Kopi Nusantara Sandi membahas tentang kopi dan bagaimana cara penyajian yang baik.

“Event ini merupakan serentak digelar di pulau Jawa dan lainnya, dalam rangka memperingati Coffe International Day. Kita disini nanti ngopi juga ngobrol tentang kopi,” kata dia kepada translampung.com beberapa waktu lalu.

Di acara tersebut lanjut dia. Sandi sangat mensuport. Beliau lanjut dia banyak sekali memberikan arahan dan petunjuk mengenai bagaimana dan apa-apa saja yang harus di create oleh pihaknya.

”Kegiatan ini sebenarnya sangat membantu sekali. Kita betul-betul bisa sharing mengenai cara ngopi yang asyik. Warkop WAW tentu saja sangat mendukung acara tersebut. Dan menariknya antusias pengunjung yang akan datang juga luar biasa. Karena itu meski kami sudah menyiapkan 1000 cup kopi namun untuk antisipasi kami menyiapkan lebih,” paparnya.

Kemudian Owner Warkop Waw, dr. Endang Purwaningsih mengatakan, bahwa acara tersebut untuk mengangkat kearifan lokal. Mengangkat budaya ngopi yang sehat. Karena ngopi juga dapat dijadikan sebagai ajang saling menjaga silaturahmi.

“”Kami berusaha mengedukasi masyarakat untuk terus menjaga kesehatan. Minum kopi bukan hanya persoalan life style semata, lebih dari itu ada edukasi kesehatan yang  tawarkan,” terang wanita ramah ini. (hkw)




Komunitas Kopi Nusantara Gelar Ngopi Gratis di Warkop WAW Tanggal 06 Oktober 2018

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Sabtu 06 Oktober 2018 Lampung bakal menggelar Even bertajuk “Merajut Kopi Nusantara”. Di even tersebut setidaknya 1000 cup kopi akan dibagikan gratis. Lalu dalam kegiatan yang dipusatkan di Warkop WAW tersebut selain pembagian kopi gratis juga ada bincang-bincang mengenai kopi dengan Trainer Barista Sandi.

Sandi yang juga Ketua Komunitas Kopi Nusantara Wilayah Lampung ini menjelaskan even ini merupakan kegiatan dalam rangka menyambut hari kopi internasional. Kenapa warkop? Ini dimaksudkan agar ngopi lebih mengena secara budaya akar rumput. Bisa dinikmati semua kalangan.

”Bicara kopi maka kita bicara tanpa batas. Status sosial, dan lainnya. Hanya ada kita dan kopi,” terang pria ramah ini. Menurut Sandi karakter utama yang dipilih dalam kegiatan ini adalah ‘Kopi Tubruk Nusantara dan Budaya Kopi V60. Kita menyediakan 1.000 cup kopi gratis dari beberapa daerah di Indonesia yakni Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera sampai Papua,” katanya.

Dia berharap, pada masa mendatang Lampung bisa memosisikan diri sebagai Kota Wisata Kopi. Selain itu, kata Sandi masyarakat maupun wisatawan bisa mendapatkan berbagai hal tentang kopi di Lampung. “Kopi-kopi itu bukan hanya dijajakan di warung saja tetapi juga dijual di berbagai tempat dalam bentuk bubuk maupun green bean,” ujarnya.

Pada Lampung Coffee Night, tanggal 6 Oktober tersebut Koh Sandi akan menunjukkan kemampuannya dalam hal menyeduh kopi. Menariknya lagi pengunjung juga boleh menyeduh kopi dan menikmati hasil seduhannya tersebut bersama teman teman. Selain Warkop WAW, even ini juga didukung oleh Bengkel Kopi.

Warkop WAW adalah warung kopi yang didedikasikan kepada peminum dan penikmat kopi. Meski namanya warkop tapi sajian ala caffe bisa dinikmati. Asyiknya semua ilmu tentang barista dan kopi bisa dipelajari disini. Warkop WAW berlokasi di Perumahan Graha Madu Pesona Cluster 1 nomor 7, Jalan Turiraya, Tanjungsenang, Bandarlampung. (nys)




Meracik Kopi yang Benar Bersama Sandi dan Kombi

TRANSLAMPUNG, LAMPUNG – Komunitas Berbagi Lampung atau yang akrab disebut KOMBI, mengadakan Manual Coffe Brewing Class di Warkop Waw, Minggu (30/9). Kelas pembuatan kopi manual ini diikuti puluhan peserta baik relawan maupun peserta umum.

Dedi Kurniawan Founder Komunitas Berbagi Lampung mengatakan, bahwa kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Lampung.

“Kami sebagai anak muda tentu tidak ingin hanya menikmati komoditas andalan kebanggaan kita ini ala kadarnya. Dan hari ini kami belajar bagaimana membuat kopi yang enak dan juga belajar mengenal berbagai macam jenis kopi,” kata Dedi.

Pelatihan ini diisi oleh Sandi yang merupakan Coffe Trainer muda serta Owner Bengkel Kopi di Kota Tapis Berseri tersebut. Peserta tidak hanya mengikuti pelatihan dan mendengarkan materi saja tapi peserta mendapat kesempatan praktek dengan alat dan bahan yang disediakan untuk meracik kopi serta menikmatinya.

“Ini adalah langkah awal bagi KOMBI, kedepan KOMBI ingin mempunyai salah satu warung kopi relawan atau coffe shop relawan di Lampung. Coffe Shop yang diinginkan tentu yang bersahabat bagi para relawan dan pecinta dunia social,” ujar Dedi.

Kemudian Coffe Trainer, Sandi mengatakan bahwa kegiatan ini adalah pelatihan dasar tentang kopi. Dan ini merupakan salah satu rangkaian program bersama KOMBI untuk memberikan edukasi bagaimana cara membuat kopi yang benar dan sehat.

“Ini merupakan pelatihan dasar tentang kopi. Tata cara penyajian dan mengenal macam-macam kopi,” kata Sandi.

Dia berharap dengan diadakannya pelatihan, maka akan tercipta komunitas-komunitas pecinta kopi di seluruh daerah.

“Diharap ya tercipta komunitas pecinta kopi yang memahami tatacara ngopi yang benar dan sehat,” harapnya.

Sandi menambahkan, bahwa selain pelatihan seperti kali ini dalam waktu dekat akan digelar event memperingati hari kopi dunia. Dengan mengangkat tema “Merajut Kopi Nusantara” bersama Warkop Waw dan di selenggarakan secara serentak di beberapa daerah. Tepatnya pada Sabtu (6/10) ngopi bareng di Warkop Waw.

“Kita seremoni ada 1000 cup kopi free, sambil bincang-bincang tentang kopi. Kita santai aja acaranya, dan sifatnya umum. Acara dimulai dari pagi mulai buka Warkop Waw sampai malam,” imbuh sandi. (rls/hkw)




“Lampung Fair 2018” Digelar 12-27 Oktober, akan Hadirkan Sejumlah Artis Ibukota

TRANSLAMPUNG, BANDARLAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat akhir persiapan pelaksanaan Lampung Fair 2018, di Ruang Rapat Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Rabu (26/9/2018). Dalam rapat tersebut diungkapkan pelaksanaan Lampung Fair dilaksanakan pada 12-27 Oktober 2018 dan menghadirkan sejumlah artis ibukota.

“Berbagai persiapan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung, mulai dari persiapan pembukaan hingga penutupan guna menyukseskan pagelaran Lampung Fair 2018. Untuk itu, semua pihak terkait harus berupaya bersama dalam menyukseskan kegiatan ini,” demikian disampaikan Karo Perekonomian Provinsi Lampung, Lukmansyah.

Lukmansyah meminta setiap sektor terkait harus siap menyukseskan kegiatan ini sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yang diberikan. “Sehingga kegiatan hajat Provinsi Lampung dapat berjalan sukses dan lancar,” jelasnya. Lukmansyah berharap semua pihak terkait dapat bersinergi dengan baik sehingga pelaksanaan Lampung Fair 2018 berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam kesempatan itu, Project Manager Lampung Fair 2018, Richo Tambuse, menjelaskan setiap lini sektor terkait harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas yang diberikan. “Semua pihak terkait harus mampu melaksanakan tugasnya dengan baik guna menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.

Richo berharap pelaksanaan Lampung Fair 2018 dapat disupport dengan baik. “Lampung Fair 2018 merupakan hajat spesial kita bersama. Mari kita buat dan sukseskan pelaksaan Lampung Fair 2018 yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” harap Richo.

Pada saat pembukaan Pagelaran Lampung Fair 2018 ini akan menghadirkan Artis Ibukota Judika. Selain itu, selama pelaksanaan Lampung Fair juga akan turut memeriahkan artis-artis Ibukota lainnya seperti Tipe-X, Wali, dan Cozy Republik. Dan pada penutupan Lampung Fair 2018 akan dimeriahkan oleh Artis Ibukota Citra Scholastika.

Dalam pelaksanaan Lampung Fair 2018 juga dilaksanakan berbagai kegiatan seperti Festival Seni Budaya Lampung, Miss Lampung Fair 2018, Festival Music dan Solo Song, Food Festival, dan kegiatan lainnya, Serta hiburan. (rls/hms)




Belanja Keperluan Anak, Lebih Hemat di Bazar Mom and Kids Chandra MBK

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Chandra Departement Store Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung menggelar bazar rutin yang bertema ‘Mom and Kids’, di dalam bazaar tersebut terdapat barang-barang kebutuhan anak-anak dengan potongan harga yang bikin hemat. Hal tersebut dikatakan Manager Chandra, Patinus kepada translampung.com di lokasi, Senin (10/9).

“Ini merupakan agenda rutin Chandra Departement Store MBK, yang setiap even berbeda-beda tema. Nah, kali ini bertemakan ‘Mom and Kids’ yang memang menyediakan keperluan anak-anak,” ungkapnya.

Patinus menjelaskan, bahwa bazar kali ini digelar mulai dari tanggal 7 september hingga 25 September 2018 nanti. Barang-barang yang dipajang dalam bazar tersebut diantaranya susu formula untuk bayi, pampers (popok), dan masih banyak lagi.

“Bahkan waktu weekand kemarin, stok pampers ada yang habis akibat membludaknya pengunjung yang belanja. Dan juga harganya juga sangat hemat. Harga lebih murah dibawah harga penjualan biasanya, namun masih ditambah lagi potongan mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp20 ribu tergantung jenis barang,” jelasnya.

“Jadi, ibu-ibu yang saat ini membutuhkan keperluan untuk anak-anaknya, silakan datang ke bazar ‘Mom and Kids’ yang di gelar Chandra MBK. Buruan, hanya sampai 25 September,” imbuhnya. (mg1/hkw)