Kegagalan Administrasi Jangan Sampai Terulang, Sekda: Pidato Presiden Tantangan Kita.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Kegagalan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun lalu. Sekdakab berharap, jangan sampai terulang kembali.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Herwan Sahri, saat memimpin apel mingguan di halaman tribun Pemkab Tubaba pada (21/10/2019) sekitar pukul 07.30 Wib.

Menurutnya, bulan November mendatang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), akan melakukan pemeriksaan di Kabupaten Tulangbawang Barat.  Guna melihat bagaimana kinerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemerintahan Tubaba.

“Bulan depan BPK akan masuk, oleh sebab itu mulai hari ini persiapkan apa yang perlu kita siapkan, jangan lari, karena yang benar adalah kita siapkan administrasinya dengan baik dan pertanggung jawabkan pekerjaan kita.” Kata Sekda, dikutip translampung.com.

Utamanya, mana yang sudah kita belanjakan maka wajib di SPJ kan, jangan sampai kegagalan pemeriksaan tahun lalu terulang kembali di tahun ini.

“Kemudian jika kita mendengar Pidato Presiden RI saat pelantikan kemarin di poin kelima, bahwa Struktur organisasi minta dirampingkan, hanya batasan dua jenjang, itu menjadi tantangan buat kita, artinya jenjang selanjutnya adalah jenjang Fungsional untuk mengukur kemampuan Integritas Individu, oleh karenanya ini menjadi perhatian untuk kita semua.” Imbuhnya. (Dirman).

 




Pemkab Tubaba Mendapat Bantuan 13 Tenaga Kesehatan Nusantara

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), akan menerima sebanyak 8 Tenaga Nusantara Sehat dari Pemerintah Pusat untuk kemudian ditempatkan di beberapa wilayah se-Kabupaten.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Tubaba Majril, S.Kep saat dijumpai translampung.com diruang kerjanya pada (16/10/2019) sekitar pukul 09.47 Wib. 

“Tenaga Nusantara Sehat itu merupakan Tenaga Teknis Kesehatan yang direkrut dari Kementerian Kesehatan, untuk kemudian disalurkan di beberapa daerah seluruh Indonesia, dan sistem gajinya pun langsung dari Pusat.” Kata Majril.

Menurutnya,  untuk di Provinsi Lampung hanya ada dua kabupaten yang mendapat bantuan itu, yakni Kabupaten Tubaba dan Tulang Bawang (Tuba)  adapun tahap pertama kemarin kita telah mendapat 5 Tenaga Teknis Kesehatan.

“Untuk penempatan 5 Tenaga Teknis Kesehatan itu  mereka sendiri yang memilih, dan telah terbagi di beberapa tempat, yakni di Puskesmas Dayamurni 2 orang, Puskesmas Panaragan Jaya 2 orang, dan Puskesmas Sukajaya Gunung Agung 1 orang.” Jelasnya.

Lanjut dia, pagi ini Dinkes Tubaba telah mendapat kabar dari Pemerintah Pusat, bahwa pada tahap kedua nanti sekitar di awal bulan November 2019 ini, kabupaten Tubaba akan menerima sebanyak 8 Tenaga Teknis Kesehatan kembali, saat ini mereka sedang pembekalan.

“Adapun yang menjadi dasarnya kabupaten Tubaba mendapat Tenaga Kesehatan tersebut, yaitu berdasarkan data kebutuhan tenaga kesehatan yang ada di Tubaba, jadi kita mengusulkan sesuai kebutuhan tersebut.” Imbuhnya (Dirman).

 




Bupati Harapkan Pimpinan Definitif DPRD Mampu Berkarya Untuk Tubaba. 

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAHAN)–Berdasar surat keputusan (SK) Gubernur Lampung nomor : G/594/B.01/HK /2019/tanggal 15 Agustus 2019. Telah dilakukan peresmian pengangkatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) masa bhakti 2019-2024.

Hal tersebut sekaligus diikrarkan pada Rapat Paripurna DPRD Tubaba saat pengucapan Sumpah dan Janji Pimpinan DPRD. Ketua, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II di Aula Ruang Rapat Utama DPRD Tiyuh (Desa) Panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten setempat, pada (15/10/2019).

“Dalam mempercepat upaya Proses terbentuknya Pimpinan DPRD yang sangat lancar dan sukses pada hari ini, merupakan sebuah hal yang sangat perlu kita apresiasi, sekaligus dapat dimaknai sebagai sebuah awal yang sangat baik bagi kinerja dan pengabdian para wakil rakyat di daerah ini untuk kurun waktu lima tahun mendatang.” Kata Bupati dalam sambutannya, dikutip translampung.com.

Menurutnya,  jajaran eksekutif pun memiliki keyakinan dan optimisme yang tinggi atas hubungan baik dan kerjasama untuk membangun daerah, menuntaskan agenda terutama dalam percepatan pembangunan yang sedang dan sebelum dilaksanakan.

“Kepada Pimpinan Definitif DPRD Tubaba saya ucapkan selamat berkarya dan menjalankan amanah,  semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam setiap upaya membangun dan memajukan Tubaba sejatinya.” Imbuhnya (Dirman)

 




Kasus Dugaan Asusila Diselidiki Ulang, Ketua Pospera: Tidak Ada Kepastian Kami Bawa ke Polda

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN – Kasus dugaan asusila dan pemaksaan oleh terduga pelaku, RY (18) Warga Tiyuh (Desa) Margodadi tahun lalu, hingga korban IY (19) warga kelurahan Daya Murni, Kabupaten Tulangbawang Barat (Barat) melahirkan diluar nikah, dilakukan penyelidikan ulang oleh Polsek Setempat.

Dikatakan Polsek Tumijajar, bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap semua pihak untuk diperiksa kembali.

“Terduga pelaku kemarin (12/10/2019) sudah kami panggil dan periksa, karena nama yang muncul itu (Riyanto), kami minta keterangan atau ceritanya, begitu juga dengan korban, karena prosesnya sedang kami jalani dan belum tuntas, jadi terduga pelaku kami pulangkan dahulu, untuk menyesuaikan data-data yang ada.” Kata AKP Dul Hafid,S.Pd kepada media melalui sambungan telepon pada  (13/10/2019) kemarin sekitar pukul 21.15 Wib

Diakui Kapolsek, saat dikonfirmasi media dirinya sedang berada di kediaman Korban untuk kembali mengumpulkan informasi di lapangan.

“Sekarang saya sedang di kediaman Korban, untuk diperiksa dan dimintai keterangannya, mudah-mudahan secepatnya akan ada jalan. Intinya saat ini sedang diperiksa, semua data-data yang ada, sedang diperiksa termasuk rekaman yang dari Korban (IY), terduga pelaku juga sedang di introgasi, hanya tinggal mencocokkan informasi atau belum klik begitu.” Jelasnya.

Tempat terpisah, Ketua Pospera Tubaba Dedi Priyono, SH, mengapresiasi kinerja Kapolsek Tumijajar AKP Dul Hafid,S.Pd beserta tim penyidik Polsek Tumijajar yang telah turun langsung menangani kasus tersebut hingga malam. Akan tetapi besar harapan dia, jika penyelidikan kasus tersebut dapat mengedepankan kebenaran sejatinya.

“Ada kepuasan tersendiri, tatkala sebuah persoalan yang terjadi ditengah kehidupan sosial masyarakat dapat ditangani langsung oleh Kapolsek sebagai institusi yang berwenang, kami dukung penuh kinerja Polsek Tumijajar untuk mengungkap kasus yang dialami IY, sebab masyarakat ingin kasus tersebut cepat dituntaskan. Namun jika tidak ada kepastian hingga berlarut, kami akan membawa kasus ini ke Polda Lampung hingga Mabes Polri.” Imbuhnya. (dirman)




Tukin ASN Dipotong, Sekda: Jangan Kaget

TRANSLAMPUNG.COM, PANARAGAN -Kedisiplinan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berdampak pada pemotongan Tunjangan Kinerja (Tukin) Pegawai Negeri Sipil (PNS) terkait.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tubaba Herwan Sahri, saat memimpin apel rutin pada (14/10/2019) sekitar pukul 07.30 Wib.

“Untuk para pejabat Tinggi Pratama, jika ada yang menerima Tukinnya tidak utuh, semisal kurang Rp. 1 juta, atau bahkan ada yang lebih dari itu maka jangan ribut, karena semua itu dilakukan untuk menilai kinerja saudara-saudara.” Kata Sekda, dikutip translampung.com.

Menurutnya,  tingkat kedisiplinan dalam hal kehadiran seperti saat apel atau bahkan rutinitas kerja kantor itu dinilai, karena jika tidak masuk maka akan dikalikan dengan sekian persen sehingga itulah pemotongan Tukinnya.

“Saya ada petugas Khusus yang melihat kinerja saudara-saudara terutama saat apel senin atau jumat, maka jika tidak hadir pasti akan dipotong, apalagi tidak ada izin.” Tegasnya.

Lanjut dia, laporan finalisasi kedisiplinan kinerja akan diketahui dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Karena Finalisasi dari BPKAD itu lapor ke saya, kemudian kita cocokkan, jika ada SPT maka kita anulir, jika tidak ya diteruskan, maka itu adalah hukumannya.” Imbuhnya.(dirman)




Sambut Hari Santri, TPQ Masjid Baitul Makmur Raih Juara Da’i Cilik.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Dalam rangka menyongsong hari Santri 2019. Santri Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Masjid Baitul Makmur, Tiyuh (Desa) Panaragan Jaya Utama, Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berhasil meraih Juara kategori dai Cilik.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pendidikan Al Quran (FKPQ) Kecamatan Tulangbawang Tengah, yang dipusatkan di masjid Jami Nurul Huda, pada minggu (13/10/2019).

Berdasar pantaun translampung.com. Yora Laqif Arrazi (7) berhasil mengharumkan nama TPQ Masjid Baitul Makmur Panaragan Jaya Utama dengan tampil sebagai juara harapan 1 untuk kategori dai cilik.  Kemudian untuk kategori dai remaja masjid Baitul Makmur juga berhasil meraih juara I dan III oleh yolanda agustina dan alif auliya.

Menurut Ustad Jinarwi, selaku pengelola TPQ Masjid Baitul Makmur menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih oleh santri TPQ tersebut. Sebab, meski dengan waktu persiapan yang singkat mereka mampu menorehkan prestasi.

“Anak-anak baru kita siapkan untuk mengikuti dacil baru beberapa hari ini. Alhamdulillah dengan hasil ini patut kita berikan apresiasi yang tinggi.” Kata Ust Jinarwi. 

Terlebih lagi untuk kategori dai cilik, TPQ Baitul Makmur mengirimkan santrinya yang masih berumur 7 tahun. Dengan demikian, kita harapan akan mampu tumbuh menjadi dai sebagai generasi penerus.

Ditempat yang sama, pembina Masjid Baitul Makmur Susilo Aris Nugroho juga mengungkapkan rasa syukur atas apa yang telah diraih oleh TPQ nya. 

“Menang dan kalah dalam setiap perlombaan itu hal yang biasa.Terpenting, kita tanamkan pendidikan karakter pada anak-anak mulai dari TPQ.” Imbuhnya (Dirman).

 




Bimtek Sipades Perwakilan Kepala Tiuh Minta Penegak Hukum Mampu Mengungkap.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Diduga jadi ladang subur Korupsi Dana Desa lewat Program Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, Perwakilan Kepala Tiyuh berharap pihak penegak hukum dapat mengungkap.

“Cobalah diungkap kasus itu, kawan-kawan wartawan harus mendorong kasus itu agar bisa jelas, sepertinya memang benar ada keterlibatan oknum anggota Polda Lampung, makanya beredar informasi Kabag Aset bernama Heri pada Bagian Adwil, terus menyebut itu program kerjasamanya dengan orang Polda Lampung” kata perwakilan Kepala Tiyuh yang enggan disebutkan identitasnya, Sabtu (12/10/2019) 

Menurut sumber tersebut, program yang menggunakan dana desa mencapai hampir 1 Miliar tersebut menjadi ajang Komersial dan diduga meraih keuntungan besar dan merugikan keuangan negara yang dikucurkan melalui dana desa di Tubaba. 

Sebelumnya Heri Yunizar Kasubag Aset Bagian Adwil Tubaba selaku penanggung jawab kegiatan,  telah membenarkan adanya keterlibatan program Bimtek Sipades Tubaba oleh Oknum anggota Polda Lampung sebagai perantara penyelenggaraan program. 

Ia, mengakui bahwa keterlibatan oknum Polda Lampung dalam pelaksanaan program, menawarkan proposal untuk Event Organizer (EO) kegiatan. 

“Memang dari Polda ada, dari Polres juga ada, mereka masukin proposal untuk EO nya, karena memang kegiatan itu dibawah tanggung jawab saya, dan saya memfasilitasinya. Saya menghindar dari Wartawan bukan apa-apa, karena mungkin kalian tahu sepak terjang saya di Menggala seperti apa” kata Heri Kasubag Aset saat dikonfirmasi melalui telepon seluler beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tubaba telah mendesak aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan permainan anggaran Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades) bulan Agustus 2019 lalu. 

Desakan yang diungkapkan Busroni SH dan Muammil, S.Ag dari Fraksi Demokrat, bahwa menurut mereka dana Rp.10 juta yang ditarik dari para kepala tiyuh dan disetorkan kepada penyelenggara terdapat banyak kejanggalan. Sebab penyelenggaraan Bimtek hanya dilaksanakan selama 3 hari meskipun dengan berbagai alasan yang menurut mereka kurang logis.

“Apalagi kami dengar para peserta tersebut berangkat masing-masing, jadi kita lihat perkembangannya apakah pihak Kepolisian berani ungkap permainan anggaran itu, jika tidak ada kejelasan artinya dugaan keterlibatan okmu anggota Polda Lampung itu benar adanya” ungkapnya 

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Wilayah (Adwil) Tubaba, Miral Hayadi menjelaskan bahwa program Bimtek Sipades 93 Tiyuh se Tubaba pelaksanaan program menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Kasubag Aset Heri Yunizar. 

“Program Bimtek Sipades itu menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh Heri secara teknis dilapangan, katanya Heri melibatkan pihak dari Polda Lampung.” Imbuhnya (Dirman).

 




Demi Kemanusiaan Pospera Tubaba Minta Kasus Pemerkosaan Jadi Perhatian Kapolda Lampung.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Penangan kasus dugaan perbuatan asusila hingga korban melahirkan diluar nikah, dialami korban warga  Kelurahan Daya Murni berinisial IY (19) dengan terduga pelaku berinisial RY (19) warga Desa Margodadi Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), menjadi perhatian ormas Posko perjuangan rakyat (Pospera) Kabupaten setempat.

Dikatakan Ketua Pospera, Dedi Priyono, SH, kasus yang dialami IY (Korban) oleh terduga pelaku RY, memang telah dilaporkan pihak keluarga korban di Polres Tulang Bawang (Tuba) dan telah diterima dengan Nomor Laporan LP/B-265/VIII/2019/Polda Lampung/Res Tuba pada tanggal 30 Agustus 2019. 

Tertulis dalam laporan tersebut bahwa laporan IY tentang Pemerkosaan Anak dibawah umur, sementara korban dan pelaku saat ini diketahui telah berusia 19 tahun.

“Saya kemarin (11/10/2019) sudah ke rumah Korban bersama rekan-rekan media, jadi wajar saja kalau keluarga korban minta dukungan semua pihak termasuk perhatian, Kapolres Tuba dan Kapolda Lampung atas kasus yang menimpa IY, sebab ada keterbatasan pendidikan korban karena hanya tamat SMP, tekanan psikologis dampak kasus tersebut dan lemahnya kemampuan korban untuk memperjuangkan harkat dan martabatnya, jadi penyidik harus sabar dan jeli menyelesaikan kasus tersebut” kata Dedi Priyono,SH pada Sabtu, (12/10/2019) 

Dedi berharap perhatian khusus pihak berwajib terhadap laporan korban. Selain itu Ketua Pospera Tubaba itu menyayangkan berbagai pendapat yang bersifat mencerca atas kasus tersebut yang berkembang di media sosial. 

“Ini kasus berkaitan dengan seorang Perempuan dan Anak bayi yang baru lahir yang saya yakini tidak berdosa, sebaiknya kita berdoa kasus ini bisa segera tuntas, pelakunya dapat mempertanggung jawabkan kasusnya. ‘Bayangkan jika korban itu saudara kalian?’ jangan malah jadi bahan cercaan di media sosial jika tidak paham kisahnya, Kepolisian harus segera bertindak dengan profesional dan berhati nurani.” tegas Dedi 

Lanjut dia,, korban yang saat ini telah melahirkan bayi baru berusia 40 hari, diakui IY sejak mengetahui bahwa dirinya tengah berbadan dua, korban lantas meminta pertanggungjawaban terduga pelaku RY, tetapi RY justru menghindar dan menghilangkan jejak komunikasi dengan korban. 

“Pengakuan keluarga korban, RY dan sejumlah pihak sudah dari dikumpulkan untuk menyelesaikan kasus tersebut, ada pihak aparatur kelurahan, kepolisian dan pihak-pihak lainnya. Dalam pertemuan itu, pelaku sudah mengakui perbuatannya terhadap IY, dan untuk proses selanjutnya justru belum ada kejelasan” ungkapnya 

Mempelajari kasus tersebut, menurut Ketua Pospera itu, di dalam KUHP memang tidak menjelaskan solusi semacam kasus yang dialami IY, tetapi kerana korban telah melaporkan kepada kepolisian, tentunya Polisi harus mempelajari dengan bijak dan bernurani atas kasus tersebut. 

“Apakah berawal dari bujuk rayu atau janji-janji pelaku yang dijadikan modus, sebab pengakuan korban perkenalannya berawal dari media sosial Facebook, dan terduga pelakunya tinggal tidak jauh dari rumah korban. Selain itu Informasinya juga terduga pelaku sudah menikah tiga bulan setelah Korban memberitahukan kehamilannya. Artinya, dalam kasus ini, Pospera berharap pihak Kepolisian dapat menyelesaikan kasus tersebut, kasian bayi yang tidak berdosa itu, karena saya yakin Hakim sebagai perwakilan Tuhan akan menegakkan keadilan yang seadil-adilnya.” jelasnya 

Disamping itu, Dedi juga berharap pihak-pihak yang telah membantu sejak awal kasus tersebut dapat mendampingi korban dengan penuh rasa tanggung jawab, sehingga tidak menimbulkan penafsiran negatif. 

“Kata keluarga kasus IY sudah didampingi pengacara bernama Sanudi, bahkan LPA Tubaba juga sudah turut mendampingi kasus tersebut, tentunya kami dari Pospera Tubaba berharap semua pihak dapat mengawal kasus tersebut hingga tuntas terang, sebab ini kasus menyangkut harkat dan Martabat seorang perempuan dan anak bayi yang baru lahir.” Imbuhnya (Dirman).

 




November 2019, Polres Tubaba Diresmikan.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Markas Polisi Resort (Mapolres) sementara, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dijadwalkan segera diresmikan pada bulan November 2019 mendatang.

Hal tersebut, diungkapkan Wakapolda Lampung Brigjen Drs.Sudarsono. SH.M.Hum, saat melakukan kunjungan juga meninjau untuk kali kedua Gedung sementara calon Mapolres Tubaba di kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten setempat pada (11/10/2019) pukul 09.00 Wib.

“Hari ini kita meninjau lokasi Mapolres, sebagaimana PR kita kemarin ada dua Mapolres yang akan ditempatkan yakni, Polres Pringsewu dan Tubaba, hari ini kita hadir di lokasi yang akan dijadikan Mapolres Tubaba untuk mengecek kesiapan pelaksanaan dan operasionalisasi dari Polres ini.” Kata Wakapolda Lampung saat dikonfirmasi translampung.com.

Menurutnya, untuk kesiapan nya disini ada 4 Polsek yang menjadi wilayah Hukum Polres Tubaba, dan Polres Tubaba ini nantinya akan diisi oleh sebagian anggota Polres Tulang Bawang, kemudian dari Polda, serta beberapa dari Polres lainnya.

“Tadi kami sudah koordinasi dengan Pak Bupati, dan pada intinya dari Bupati siap mendukung kesiapan Polres Tubaba ini sendiri, termasuk juga sarana-sarana pendukung sudah dipersiapkan, sehingga dalam 2 minggu ini kita akan mengisi Mebeler-Mebeler dan segala kebutuhan untuk Gedung Mapolres ini.” Terangnya.

Lanjut dia, sementara ini gedung nya sudah cukup memadai dalam operasional dan memberikan pelayanan kepada masyarakat nantinya, dan target kita di bulan November nanti kita bisa operasional sepenuhnya.

“Sebagaimana yang telah disampaikan Bupati Tubaba, bahwa 2021 Gedung Polres baru akan dibangun, karena untuk anggaran 2020 itu sudah diresmikan, namun mudah-mudahan saja ada perubahan untuk memberikan pembangunan Polres Tubaba secepatnya.” Imbuhnya.(Dirman)

 




2 bulan Laporan Tindak Ada Tanggapan, Korban Pemerkosaan Hamil Hingga Melahirkan, Pelaku Berkeliaran.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Terkait dugaan kasus Pelecehan, dan Pemerkosaan dengan Pemaksaan, oleh terduga Pelaku Riyanto (18) terhadap Korban IY (19) hingga Melahirkan, pihak keluarga korban minta Kapolda dapat mengevaluasi Kinerja jajaran Polres dan Polsek terkait.

Hal tersebut diungkapkan Korban IY (19) bersama ayah kandungnya Wagirun(44) warga Kelurahan Daya Murni Lingkungan 5 spontan, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) saat dijumpai translampung.com di kediamannya pada (11/10/2019) sekitar pukul 1130 Wib.

Diceritakan korban. Awal perkenalannya terhadap terduga Pelaku Riyanto (18) Warga Tiyuh (Desa) Margodadi Rk 2, Tumijajar, itu bermulai dari media sosial pada tahun 2017 silam. Setelah itu berkelanjutan hingga terduga pelaku bertandang kali pertama di kediaman korban IY sekira bulan Maret, dan berlanjut pada bulan April, hingga bulan November  2018 lalu.

“Pertama kejadiannya di rumah ini bulan Maret 2018, sebelumnya kami memang tidak ada hubungan, sebatas teman saja. Namun saat itu dia memaksa saya,  karena saya tidak mau, kemudian saya didorong hingga tidur terlentang dan pelaku melepas celana jeans berikut celana dalam saya hingga melorot sebelah kaki, dan pelaku langsung melampiaskan Nafsu bejatnya.” Kata IY, kepada translampung.com sembari meneteskan air mata, atas aib yang menimpa dirinya dan keluarga besar.

Sembari terbata-bata menahan isak tangis IY melanjutkan cerita kejadian itu. Saat kejadian ibu nya sudah tidur di kamar, karena kejadiannya sudah larut malam sekitar pukul 21.30 Wib. Dan kejadiannya di ruang tamu. Sudah 3 kali dilakukan nya, yang pertama di bulan Maret, yang kedua di bulan April dan terakhir bulan November tahun 2018 Dari Kejadian itu semua korban dipaksa oleh pelaku. 

“Dia duduk berdua sama aku, aku menghindar tapi dia deketin-deketin terus, langsung kemudian didorong badan ku, posisi saya jatuh telentang. Setelah saya tidur telentang dia langsung buka celana, saya pakai celana levis, dilepaskannya cuma sebelah saja, untuk pakaian atas tidak dilepas. Sesudah berhubungan badan yang ketiga pada Maret yang terakhir itu dia nyuruh saya beli sprit, gak tau buat apa, kemudian saya gak mau karena gak tau buat apa.” Jelasnya.

Lanjut dia, korban tahu dirinya hamil sekitar bulan 1, sementara selama ini korban dan pelaku hanya sebatas teman biasa tidak lebih, pastinya korban tidak pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun terkecuali dengan pelaku Riyanto saja. Setelah korban hamil dirinya tidak dapat menghubungi pelaku seperti biasa, bahkan pelaku langsung blok semua pertemanan akun facebooknya berikut Whatsapp, sementara korban ingin meminta pertanggung jawaban pelaku.

“Karena tidak mau bertanggung jawab, saya didampingi ayah, dan kakak ipar saya laporkan pelaku di Polsek Tumijajar, pada bulan Agustus 2019 kemarin, kemudian pihak Polsek meminta kami langsung laporkan ke Polres Tulang Bawang (Tuba) saja. Keesokan harinya kami juga langsung mendatangi Polres Tuba untuk melaporkan kejadian ini. Dan saya ada surat tanda bukti lapor dari Polres dengan No Laporan LP/B-205/VIII/2019/ Polda Lampung/Res Tuba tanggal 30 Agustus 2019, duan bulan yang lalu, namun hingga kini pelaku masih bebas bak kebal hukum, ada apa?.” Terangnya.

Lebih Jauh dia uraikan, pada bulan Agustus 2019 lalu, ada pertemuan keluarga korban dan Pelaku Riyanto, di kediaman kakak ipar korban.

“Saat itu di hadapan keluarga saya, juga pak Murni ketua RK dan Anggota Polisi atas nama Jefri anggota Polsek Tumijajar, pelaku sudah mengaku bahwa memang benar dia telah melakukan perbuatan itu dengan saya. Untuk itu, saya berharap kepada pihak Kapolda Lampung dapat memberikan teguran kepada kepolisian baik Polsek Tumijajar dan Polres Tuba agar dapat memberikan keadilan kepada saya,  dan pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Karena masa depan dan keluarga saya sudah hancur di khalayak umum. Apalagi, laporan kami sudah dua bulan kamanya.” Harapnya.

Sementara itu, ayah korban Wagirun (44) juga membenarkan atas aib yang menimpa putri keduanya dari tiga bersaudara itu. Saat itu, dirinya juga sudah melaporkan ke LPA, kemudian ke Polsek Tumijajar pada bulan Agustus 2019 lalu.

“Kemudian hari Jumat saya langsung ke Polres, dan pihak polres langsung menanggapi kami dengan baik, juga bertanya tentang masalah ini. Saya berharap,  pelaku itu harus bertanggung jawab apa yang dilakukannya dengan anak saya ini di hadapan hukum dan segera di proses.” Katanya.

Hal senada dibenarkan oleh Murni, Ketua RK 5, Kelurahan Daya Murni, saat dihubungi Translampung.com Via telepon pukul 11.40 Wib.

“Benar kejadian yang menimpa korban sudah dilaporkan ke Polsek dan Polres Tulangbawang (Tuba) pada bulan Agustus lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari laporan kami.”Imbuhnya (Dirman)