Peringati Hari Ibu Bupati Berikan Doorprize Bagi Peserta Jalan Sehat.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Guna terus menginspirasi pemangku kepentingan pusat pun daerah, upaya terus berkomitmen dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) gelar aksi jalan sehat dan lomba Paud.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-91 tahun 2019. Dengan tema. Perempuan Berdaya Indonesia Maju.

Berdasar pantauan translampung.com, acara tersebut dipusatkan di Gor Zainal Pagar Alam, Tiyuh (Desa) Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten setempat pada (8/12/2019) sekitar pukul 06.00 Wib.

“Tujuan memperingati Hari Ibu ke-91 Tahun 2019 ini adalah, guna menginspirasi para pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia khususnya Ibu-ibu di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.” Demikian ungkap Bupati Umar Ahmad, dalam sambutannya dikutip translampung.com.

Lanjut dia, selain jalan sehat dalam memperingati  hari Ibu kali ini, dilakukan juga perlombaan terhadap sejumlah siswa siswi Paud mewarnai, guna mengasah kemampuan mereka untuk berimajinasi.

“Bagi seluruh peserta jalan sehat, kita akan berikan  Doorprize berupa sepeda, dan untuk siswa Paud pemenang lomba mewarnai kita juga siapkan hadiah.” Imbuhnya. (D/R).




Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi.! Tarmizi Dan Selamet Mampu Berkarya.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Pribahasa mengatakan, Tak ada rotan akar pun jadi. Apabila yang baik tidak ada, maka yang kurang baik pun juga bisa dimanfaatkan. 

Demikian yang dilakoni oleh Tarmizi (45) bersama rekannya Selamet (44) Warga Tiyuh (Desa) Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), mereka  terbilang Kreatif dan Inovatif, meliukkan tangan bersama pahat, meski sedikit pemikiran untuk mengubah akar kayu bernilai ekonomis.

Kreativitas mereka ini mampu mengubah kayu gelondongan yang terpendam di dalam tanah dari aliran sungai dengan usia puluhan hingga ratusan tahun untuk menjadi berbagai desain perabotan rumah tangga.

Belum lama, bakat terpendam mereka tersalurkan untuk berkarya. Kerajinan kayu tersebut, ditekuni kedua pria itu sejak tahun 2018 silam, yang kini terus kebanjiran material juga orderan dari berbagai daerah se-Lampung.

Material yang mereka terima dari konsumen pun variatif, berbagai ukuran, dengan panjang rata-rata 2 meter dan berdiameter antara 0,8 hingga 1,5 meter. 

Alat kerja yang mereka gunakan pun sangat sederhana, dengan bermodal mesin pemotong kayu (senso), mesin gerinda, golok, palu, pahat, dan alat-alat ukir kayu, keduanya mampu membuat Meja dan Bangku tebal yang disesuaikan dengan kondisi material kayu, bahkan tergantung pemesanan untuk motif yang diukir. 

“Selagi kayunya tebal dan bagus, Insyaallah bisa kita bentuk sesuai keinginan, tidak hanya meja dan bangku, kadang-kadang ada pesanan asbak dari kayu yang diukir juga kita buat.” Ungkap Tarmizi kepada translampung.com pada (7/12/2019) sekitar pukul 15.30 Wib, sembari ia mengukir meja yang bermotif ular naga.

Menurut nya, untuk menjadikan satu set meja dan bangku, itu membutuhkan waktu 1 hingga 2 minggu, tergantung tingkat kesulitan yang dikerjakan. 

“Jika material bahan meja dan bangkunya cukup, bisa jadi 1 minggu, tapi kalau mau diukir dengan motif yang diinginkan biasa selesai 3 minggu.” Terangnya.

Sementara, Selamet yang bertugas sebagai operator mesin potong dan poles, mengaku untuk merakit satu set meja dan bangku hanya memerlukan waktu 1 hari. 

“Jika hanya merakitnya itu cukup mudah, 1 hari bisa 2 set, yang lama itu, finishingnya apalagi kalau pemesanan minta diukir.” Imbuhnya. 

Berdasar pantauan, mereka berkerja dilahan berukuran 15 meter persegi, Tarmizi dan Selamet memproduksi karyanya di lokasi samping RSUD Tubaba, Tiyuh Panaragan dan saat ini telah memproduksi belasan set meja santai, dengan ukuran yang bervariasi, sedangkan untuk harga per set dibanderol 2 juta hingga  puluhan jutaan rupiah. (D/R).

 




Gotong Royong Pasang Tarub Takziah, 2 Warga Meninggal.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)– 2 dari 4 Warga Tiyuh (Desa) Margodadi, Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meninggal dunia pasca tersengat arus listrik tegangan tinggi sekitar pukul 08.00 Wib.

Berdasar informasi yang dihimpun di lokasi, kejadian tersebut bermula saat warga Tiyuh setempat sedang bergotong royong memasang tarub untuk tamu takziah, di kediaman Maryono warga Tiyuh Margodadi Rk8-Rt18.

Menurut satu diantara saksi mata kejadian, Juari (45) warga Margodadi Rk 8-Rt 18 mengungkapkan. Saat sedang memasang rangka besi untuk tenda tersebut posisi korban Nur Sahilin (42) sedang berada di atas tenda bagian tengah arah depan. Sementra Korban Ahmad Nawawi (33) juga warga Tiyuh Margodadi Rk 8-Rt 18 berada dibawah memegang tiang tenda sebelah kanan bagian depan.

“Saat korban Nur Sahilin sedang berada diatas rangka tenda yang bermaksud memasang besi-besi batangan untuk tenda. Namun pada saat korban  Nur Sahilin mengangkat batangan besi tenda ternyata mengenai kabel PLN yang paling atas dan langsung tersengat aliran listrik bertegangan tinggi, sehingga membuat korban  langsung terjatuh ke tanah dan meninggal dunia ditempat, sedangkan satu orang rekannya Ahmad Nawawi (33) juga meninggal di tempat.” Kata Juari pada (7/12/2019).

Mengetahui kejadian tersebut, warga yang berada dilokasi segera menolong para korban dan dibawa ke Puskesmas Margodadi dan Puskesmas Dayamurni tetapi kedua korban tidak tertolong meninggal saat di perjalanan.

“Korban yang selamat Ngatno (27) warga Margodadi Rk 8-Rt 18 dan Imam Sutisno (45) saat ini sedang mendapat perawatan di Bidan IR. Sementara, kedua korban yang meninggal dunia telah dibawa kerumah duka untuk dimakamkan.” Terangnya.

Berdasar pantauan translampung.com, Saat ini kejadian tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian Polsek Tumijajar guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (D/R).

 




Kawasan Pulung Kencana Perlukan Rambu Lalin, Ini Tanggapan Dishub dan Polres

TRANSLAMPUNG.COM, TUBABA – Adanya pembangunan jalan dua jalur dan ramainya masyarakat Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, maka sangat diperlukan rambu dan lampu lalu lintas di kawasan tersebut.

Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tubaba Marwan, saat dikonfirmasi translampung.com pada kamis (5/12/2019) pukul 12.59 Wib. Bahwa memang kawasan tersebut cukup ramai dan akan kita coba usulkan untuk pemasangan rambu.

“Anggaran untuk pemasangan rambu di jalan jalur dua itu belum ada, tapi akan kita usulkan di tahun 2020, sekaligus untuk pemberian nama jalannya, karena nama jalan itu harus Perbup atau Perda,” kata Marwan.

Sementara itu, disampaikan Kepala Bidang Sarana Prasarana Dishub Jan Pither, untuk perempatan jalan pasar pulung akan diusulkan pemasangan lampu lalu lintas pula.

“Akan kita usulkan, namun untuk usulan sementara mungkin memakai lampu warning, jika dilihat ramai dan padat, baru kita usulkan memakai lampu merah,” tuturnya.

Terpisah, dikatakan Kapolres Tubaba Akbp Hadi Saeful Rahman. Bahwa pihak kepolisian akan membantu, dengan menambahkan personil di Pos Polisi di kawasan Pulung Kencana.

“Kita akan tambah personil di Pos Polisi Pulung tersebut jika diperlukan, hal itu untuk mengatur lalu lintas yang ramai, terutama di pagi dan sore hari, karena banyak anak-anak sekolah. Selain itu juga untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat,” terangnya.

Disampaikan salah satu masyarakat Edi, bahwa keberadaan rambu lalu lintas dan petugas kepolisian memang diperlukan.

“Mungkin untuk sementara pemasangan Lampu Warning boleh dicoba, sembari melihat keadaan apakah nantinya harus dipasang lampu merah atau tidak. Dan keberadaan kepolisian juga dibutuhkan untuk menertibkan para pengendara,” imbuhnya. (dir/rian)




KPUD Tubaba Siap Bersinergi Bersama PWI. Sekretaris: Ini Salinan SK Pengurus.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) komitmen, siap menjalin kemitraan terhadap Lembaga  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang merupakan organisasi Profesi Wartawan tertua di Indonesia juga sebagai satu di antara pusat informasi publik dunia dibawah naungan Dewan Pers. 

Itu disampaikan Ketua KPUD Tubaba Ramdhani beserta rombongan, saat melakukan kunjungan di Sekretariat PWI Tubaba di kelurahan Panaragan Jaya Tulangbawang Tengah Kabupaten setempat pada (5/12/2019) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Kami dari pihak KPU menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Pengurus PWI Tubaba yang telah menerima kunjungan ini, kami juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran KPU dalam kegiatan Konferkab IV PWI Tubaba beberapa waktu lalu, oleh karena itu pada periode KPU yang baru ini, kami berharap PWI dan KPU dapat membangun sinergisitas yang lebih baik lagi.” Ungkap Ramdhani, dikutip translampung com.

Menanggapi itu. Mewakili Ketua PWI Edi Zulkarnain, kedatangan rombongan Ketua dan Anggota KPU Tubaba disambut oleh Sekretaris, Dedi Priyono.SH, Bendahara Dedi Saputra dan sejumlah jajaran pengurus PWI lainnya. Pihaknya mengapresiasi Kunjungan KPU tersebut yang sebelumnya telah menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan Audiensi di kantor PWI setempat. 

“Terimakasih KPU Tubaba telah berkunjung di Kantor PWI. Bagi kami ini adalah langkah tepat bagi para Komisioner KPU yang baru untuk beraudiensi dengan wartawan PWI, sebab sekecil apapun program yang digagas, akan terasa sangat besar jika menjalin komunikasi yang baik, begitu juga sebesar apapun program yang digagas, jika mengesampingkan sinergitas, semua terasa kurang sempurna.” Imbuhnya.

Berdasar pantun translampung.com, pertemuan tersebut diakhiri dengan penyampaian salinan Surat Keputusan Kepengurusan PWI Kabupaten Tubaba masa bakti 2019-2022 oleh Sekretaris PWI kepada Ketua KPU, sebagai informasi tentang wartawan yang tergabung dalam organisasi PWI setempat.(D/R).

 




Pemerintah Tiyuh dan Warga Pulung Kencana Tanggapi Pembangunan Jalan Dua Jalur

TRANSLAMPUNG.COM–TUBABA. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), membangun jalan dua jalur di Tiyuh (Desa) Pulung Kencana.

Dikatakan Bahar, selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tubaba, saat dikonfirmasi translampung.com Via Telepon, pada kamis (5/12/2019) pukul 10.00 Wib. Bahwa pembangunan tersebut berasal dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

“Pembangunan tersebut belum sempurna, masih kita usulkan lagi untuk membangun marka jalan, drainase, dan trotoar nya. Jika memang anggarannya bisa terealisasi, maka secepatnya kita kerjakan, karena anggaran yang saat ini tidak cukup lagi,” kata Bahar.

Sementara itu, dikatakan Kepala Tiyuh Pulung Kencana Hendra, saat diwawancarai translampung.com, bahwa Pemerintah Tiyuh berterimakasih kepada Pemkab, karena dengan pembangunan tersebut menjadikan akses kemudahan bagi masyarakat dalam berkendara.

“Pembangunan jalan itu di suku 6 sampai suku 5 perbatasan dengan Tiyuh Margo. Dan itu sangat bagus sekali, karena kalau pagi dan sore hari kan masyarakat ramai yang berkendara, sehingga bisa mengurangi kemacetan. Selain itu juga ada lampu jalannya, yang membuat Tiyuh menjadi terang saat malam hari dan terlihat lebih indah,” kata Hendra.

Namun, lanjut Hendra, kami juga mengharapkan adanya Lampu Merah diperempatan jalan Pasar Pulung Kencana, karena disitu banyak masyarakat dan anak-anak sekolah.

“Semoga pembangunan dari Pemkab, bisa terus berlanjut di tahun depan. Dan untuk masyarakat, agar kiranya bisa menjaga apa yang telah dibangun pemerintah untuk dirawat,” terangnya.

Senada, Mujiono salah satu warga Tiyuh pun mengharapkan kepada Pemkab agar pembangunan tidak hanya sampai disitu, mengingat Tiyuh Pulung Kencana merupakan tempat yang ramai.

“Kalau dilihat, Pulung Kencana ini sudah seperti kota, kami berterima kasih kepada Pemkab, dan kedepan bisa lebih maju lagi pembangunan nya seperti untuk penerangan dan perbaikan jalan, serta tidak lupa juga tempat sampah,” imbuhnya. (Dirman/Rian)




Rapat Perdana PWI Siap Mendukung Berbagai Program Pemkab Tubaba.

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Masa bakti periode 2019-2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berkomitmen membesarkan Organisasi, menjaga marwah PWI, juga mendukung berbagai program Pemkab Tubaba setelah, sebelum terealisasi.

Hal itu disepakati oleh sejumlah 36 dari 44 anggota PWI yang hadir dalam rapat perdana, di sekretariat PWI setempat kelurahan Panaragan Jaya, Tulangbawang Tengah Tubaba, pada (4/12/2019) sekitar pukul 10.30 hingga 15.00 Wib.

“Upaya mewujudkan komitmen tersebut, jajaran pengurus PWI Tubaba menyusun sejumlah rencana program prioritas yang diharapkan dapat berjalan dengan baik pada setiap tahunnya, diantaranya Program Peningkatan Kapasitas bagi anggota PWI, Program Pendidikan dan Wawasan Tentang Jurnalistik bagi masyarakat dan seluruh Stakeholder Tubaba, Program Kegiatan Keagamaan dan Bakti Sosial yang melibatkan anggota PWI bersama masyarakat, serta program-program lainnya.” Ungkap Edi Zulkarnain, dikutip translampung.com.

Sementara itu, Bidang seksi Organisasi PWI Yusuf, AS.SPd yang juga CEO Radar Lampung Group berharap, seluruh Pengurus PWI Tubaba dapat memahami Tugas Pokok dan Fungsi setiap seksi organisasi, sehingga visi misi PWI Tubaba dapat tercapai dengan baik. 

“Saya mengajak seluruh Pengurus PWI Tubaba mengedepankan Transparansi, Profesionalisme dalam semua hal yang berkaitan dengan organisasi PWI Tubaba. Saya juga menumbuhkan harapan di periode ini, dapat menjalankan organisasi dengan tegas dan berintegritas, sehingga mampu menciptakan wartawan PWI yang Profesional, Bermartabat dan Berdaya Saing.” Terangnya.

 Hal senada diungkapkan sekretaris PWI Tubaba Dedi Priyono.SH, dia meminta seluruh anggota selalu menjaga solidaritas dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi, dengan terus menjalin komunikasi yang baik kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat sejatinya.(D/R).

 




Rapat Perdana PWI Siap Mendukung Berbagai Program Pemkab Tubaba. TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)– Masa bakti periode 2019-2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berkomitmen membesarkan Organisasi, menjaga marwah PWI, juga mendukung berbagai program Pemkab Tubaba setelah, sebelum terealisasi. Hal itu disepakati oleh sejumlah 36 dari 44 anggota PWI yang hadir dalam rapat perdana, di sekretariat PWI setempat kelurahan Panaragan Jaya, Tulangbawang Tengah Tubaba, pada (4/12/2019) sekitar pukul 10.30 hingga 15.00 Wib. “Upaya mewujudkan komitmen tersebut, jajaran pengurus PWI Tubaba menyusun sejumlah rencana program prioritas yang diharapkan dapat berjalan dengan baik pada setiap tahunnya, diantaranya Program Peningkatan Kapasitas bagi anggota PWI, Program Pendidikan dan Wawasan Tentang Jurnalistik bagi masyarakat dan seluruh Stakeholder Tubaba, Program Kegiatan Keagamaan dan Bakti Sosial yang melibatkan anggota PWI bersama masyarakat, serta program-program lainnya.” Ungkap Edi Zulkarnain, dikutip translampung.com. Sementara itu, Bidang seksi Organisasi PWI Yusuf, AS.SPd yang juga CEO Radar Lampung Group berharap, seluruh Pengurus PWI Tubaba dapat memahami Tugas Pokok dan Fungsi setiap seksi organisasi, sehingga visi misi PWI Tubaba dapat tercapai dengan baik. “Saya mengajak seluruh Pengurus PWI Tubaba mengedepankan Transparansi, Profesionalisme dalam semua hal yang berkaitan dengan organisasi PWI Tubaba. Saya juga menumbuhkan harapan di periode ini, dapat menjalankan organisasi dengan tegas dan berintegritas, sehingga mampu menciptakan wartawan PWI yang Profesional, Bermartabat dan Berdaya Saing.” Terangnya. Hal senada diungkapkan sekretaris PWI Tubaba Dedi Priyono.SH, dia meminta seluruh anggota selalu menjaga solidaritas dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi, dengan terus menjalin komunikasi yang baik kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat sejatinya.(D/R).

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–Masa bakti periode 2019-2022, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) berkomitmen membesarkan Organisasi, menjaga marwah PWI, juga mendukung berbagai program Pemkab Tubaba setelah, sebelum terealisasi.

Hal itu disepakati oleh sejumlah 36 dari 44 anggota PWI yang hadir dalam rapat perdana, di sekretariat PWI setempat kelurahan Panaragan Jaya, Tulangbawang Tengah Tubaba, pada (4/12/2019) sekitar pukul 10.30 hingga 15.00 Wib.

“Upaya mewujudkan komitmen tersebut, jajaran pengurus PWI Tubaba menyusun sejumlah rencana program prioritas yang diharapkan dapat berjalan dengan baik pada setiap tahunnya, diantaranya Program Peningkatan Kapasitas bagi anggota PWI, Program Pendidikan dan Wawasan Tentang Jurnalistik bagi masyarakat dan seluruh Stakeholder Tubaba, Program Kegiatan Keagamaan dan Bakti Sosial yang melibatkan anggota PWI bersama masyarakat, serta program-program lainnya.” Ungkap Edi Zulkarnain, dikutip translampung.com.

Sementara itu, Bidang seksi Organisasi PWI Yusuf, AS.SPd yang juga CEO Radar Lampung Group berharap, seluruh Pengurus PWI Tubaba dapat memahami Tugas Pokok dan Fungsi setiap seksi organisasi, sehingga visi misi PWI Tubaba dapat tercapai dengan baik. 

“Saya mengajak seluruh Pengurus PWI Tubaba mengedepankan Transparansi, Profesionalisme dalam semua hal yang berkaitan dengan organisasi PWI Tubaba. Saya juga menumbuhkan harapan di periode ini, dapat menjalankan organisasi dengan tegas dan berintegritas, sehingga mampu menciptakan wartawan PWI yang Profesional, Bermartabat dan Berdaya Saing.” Terangnya.

 Hal senada diungkapkan sekretaris PWI Tubaba Dedi Priyono.SH, dia meminta seluruh anggota selalu menjaga solidaritas dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi, dengan terus menjalin komunikasi yang baik kepada seluruh stakeholder dan elemen masyarakat sejatinya.(D/R).

 




Kelak Dunia Berakhir Allah Tunjukkan Wujud Manusia Bak Hewan

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–
Setelah Dunia berakhir, manusia akan berkumpul dan mengantri. Bahkan dalam antrian itu, Manusia akan diperlihatkan oleh allah SWT dari beberapa bentuk yang berwujud bak hewan, bahkan tenggelam oleh keringatnya sendiri.

Demikian diungkapkan oleh ustad Das’ad Latif, dalam ceramahnya pada acara sholat subuh berjamaah dan tabligh akbar, di Masjid Baitus Shobur, Kompleks Islamic Center, Kelurahan Panaragan Jaya, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) pada (3/12/2019).

Berdasar pantauan translampung.com, sebelum dimulainya Ceramah oleh Ustad Das’ad Latif, kegiatan diawali dengan sholat subuh berjamaah. Pada acara tersebut, tanpak hadir Bupati Tubaba Umar Ahmad, Wakil Bupati Fauzi Hasan, sejumlah pejabat tinggi pratama juga ratusan masyarakat sekitar.

“Jadikan sholat subuh berjamaah ini sebagai perekat ukhuwah islamiah, juga sebagai dasar pondasi untuk pembangunan dan kesadaran sesama.” Kata Das’ad Latif, dikutip translampung.com.

Menurutnya, setelah manusia meninggalkan Dunia, ada beberapa kriteria orang sebagai penghuni Surga.

“Nanti kita semua akan berkumpul dan mengantri bahkan dalam antrian kita akan diperlihatkan oleh Allah SWT beberapa bentuk manusia yang berwujud anjing, itu dikarenakan dulunya yang suka memberi suap, ada juga yang berbentuk tikus, itu karena yang bukan haknya diambil. Ada juga yang manusia ditenggelamkan karena keringatnya sendiri. Tapi ada juga orang yang akan dapat jalur VVIP yaitu jalurnya para pemimpin yang dapat memimpin rakyatnya menjadi makmur dan sejahtera.” Terangnya.

Sementara itu, panitia kegiatan tersebut berucap disampaikan oleh Nurcholis mengatakan. kegiatan sholat subuh berjamaah merupakan inisiasi dari Bupati Tubaba Umar Ahmad.

“Menurut Bupati, kegiatan ini nantinya juga akan digelar rutin setiap bulan dengan menghadirkan ustad-ustad kondang.” Imbuhnya (D/R)




Kornelia Umar : Bidan Harus Kerjasama Dan Bergandeng Tangan Turunkan Stunting.

 

TRANSLAMPUNG.COM (PANARAGAN)–
Ketua TP PKK Tulangbawang Barat (Tubaba) Ny. Kornelia Umar berharap, semua BIDAN dapat saling bekerjasama, bergandengan tangan, kerja keras, berinovasi, sebagai pengabdian terbaik upaya membantu dan mendukung Penurunan Stunting,

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kornelia Umar, dalam pembukaan seminar kesehatan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Tubaba di Aula Pemkab setempat pada (3/12/2019) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Isu stunting merupakan salah satu isu strategis nasional, kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang Panjang disinyalir menjadi penyebab utama stunting. Akar penyebab masalah stunting yang komplek diantaranya, sosial, politik, ekonomi, budaya, kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan degradasi lingkungan.” Kata Kornelia Umar.

Dia pun Berharap kepada semua BIDAN yang ada di Tulangbawang Barat dapat saling bekerjasama, bergandengan tangan, bekerja keras, berinovasi, sebagai pengabdian terbaik untuk membantu dan mendukung angka Penurunan Stunting.

“Peningkatan pelayanan kesehatan, dan program pembangunan lainnya, upaya mempersiapkan generasi penerus bangsa yang  sehat, mandiri dan mampu berdaya saing.” Imbuhnya.

Berdasar pantauan translampung.com. Wakil Ketua TP PKK Ny.Devi Fauzi Hasan, Ketua Dharma Wanita Ny.Soleha serta Ketua Pengurus IBI Lampung Ibu Mery Destranty S.K.M, M.Kes. selain itu seminar kesesatan tersebut mendatang kan narasumber Dr.Aila Karyus, M.Kes, Dr.Khairun Nisa Berawi, M.Kes., AIFO, Dr. Herbert Erwin Yunismar, SPA,  Dr.Tanti Arianti, Sp.OG. (D/R).