Derius Putrawan Jabat Sekdiskominfo Tanggamus. Ini Pesan-Pesan dari Sekda

TERIMA SK: Derius Putrawan menerima SK sebagai Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tanggamus dari Sekda Hamid H. Lubis bersama 26 ASN lainnya, Senin (15/7). (Foto: DISKOMINFO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS“Getirnya proses, tak akan mengkhianati manisnya hasil”. Pepatah klasik itu rasanya cukup tepat, untuk menggambarkan perjalanan karir Aparatur Sipil Negara seorang Derius Putrawan. Pasalnya kini, mantan Kepala Bidang Humas dan Informasi Keterbukaan Publik (IKP) itu, resmi menjabat sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanggamus.

Kursi Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tanggamus sendiri, memang sudah cukup lama lowong. Pasca ditinggal pensiun oleh pejabat lama. Sehingga pada Senin (15/7) menjadi titik sejarah baru dalam perjalanan karir ASN Derius Putrawan. Dia menerima SK sebagai Sekretaris Diskominfo Kabupaten Tanggamus dari Sekretaris Daerah Tanggamus Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si. yang mewakili Bupati Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M.

Selain Derius, pelantikan tersebut juga dialami 26 ASN Struktural Jabatan Administrator, Camat, dan Pengawas di lingkup Pemkab Tanggamus. Untuk sekedar diketahui, Derius Putrawan adalah salah satu “wajah baru stok lama” dalam hal kehumasan. Dia bukan orang baru di dinas yang selalu bersinggungan dengan awak media tersebut.

Pelantikan yang dipimpin Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis di ruang rapat utama itu, berdasarkan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor: 821.2/624/37/2019 tanggal 11 Juli 2019. Lalu Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil Nomor: 800/1129/37/2019 tanggal 10 Juli 2019.

ASN yang Baru Dilantik Diminta Ikuti Ritme Kerja untuk Dongkrak Kinerja

Sekda Hamid Heriansyah Lubis, mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat pada 27 ASN yang telah dilantik dan resmi menduduki jabatan baru. Pun demikian, sekda lantas menegaskan, bahwa jabatan baru tersebut tentu diikuti oleh tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. Sehingga, 27 ASN itu diminta dapat menjalankan dengan baik amanah yang telah dipercayakan.

Secara eksplisit, Sekda Hamid H. Lunus meminta agar pejabat yang baru dilantik, dapat meningkatkan kinerjanya. Sebab menurutnya dalam dua bulan ke depan, kepemimpinan Bupati Dewi Handajani akan genap satu tahun. Untuk itu, ritme kerja harus semakin ditingkatkan. Itu semua demi mencapai kinerja yang semakin baik.

“Ibu Bupati dan jajaran, akan senantiasa melakukan evaluasi, sehingga saya harapkan setiap individu pejabat dapat meningkatkan kinerjanya. Pelihara, jaga, dan hargai kepercayaan yang telah diberikan dengan bentuk memberikan kinerja yang baik,” ajak sekda.

Kurun Waktu Tertentu, Sekda Tanggamus Minta Pejabat Turun ke Lapangan

Tak hanya berhenti pada harapan peningkatan kinerja ASN maupun non ASN, Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis secara khusus meminta pejabat yang memimpin organisasi atau bidang untuk meninjau langsung ke lapangan atau pelayanan publik terendah dalam kurun waktu tertentu. Selain untuk secara langsung bertatap muka dengan masyarakat dan mengetahui kondisi terkini, momentum itu menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, harapan, atau bahkan keluhan masyarakat.

“Dari keluhan atau aspirasi itu, akan muncul program atau jawaban dari permasalahan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat diukur. Program adalah jawaban setiap permasalahan masyarakat. Jangan program itu lahir dari mimpi siang bolong, yang hanya duplikasi, copy-paste. Jangan dari tahun ke tahun dengan program yang sama, tapi justru tidak dibutuhkan masyarakat,” tandas sekda.

27 ASN Terdiri Tiga Eselon

Pejabat yang dilantik terdiri dari 15 ASN Eselon III/a. Kemudian 10 ASN Eselon III/b. Dan 2 ASN Eselon IV/a, yang di antaranya Derius Putrawan sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, Suprawoto sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.

Berikutnya Helpin Rianda menjabat Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan. Lalu Johan Wahyudi sebagai Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan.

Sedangkan jabatan Camat, Wiwin Triyani menjabat Camat Semaka. Mujiono menjabat Camat Sumberejo. Dan Sutoto sebagai Camat Gunungalip. (ayp)




Orang Tua Layat, Anak ke Gereja, Rumah Ludes Terbakar

LUDES DILAHAP API: Seorang warga menunjukkan sisa rumah Joanter Sinaga (57) yang ludes dilahap si jago merah, Minggu (30/6) siang. (Foto: DOK POLSEK TALANGPADANG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Joanter Sinaga (57) dan keluarga hanya bisa tertegun sepulang dari layat, Minggu (30/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Warga Dusun 3 Tegalsari, Pekon Kutadalom, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, harus merelakan rumahnya ludes dilahap si jago merah.

Kapolsek Talangpadang Iptu. Khairul Yasin Ariga, S.Kom. membenarkan peristiwa kebakaran itu. Dari hasil Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kata dia, diduga titik api berasal dari sisa kayu bakar pada tungku masak. Kondisi rumah yang sebagian besar terbuat dari kombinasi papan dan geribik, membuat api dengan sangat cepat melahap rumah Joanter Sinaga.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran ini. Namun semua perabot rumah berikut surat-surat penting dan seluruh pakaian satu keluarga ini ludes terbakar. Kerugian diperkirakan Rp20 juta,” jelas Khairul Yasin Ariga, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Berdasarkan keterangan Joanter Sinaga, kapolsek menyebutkan, sekitar pukul 09.00 WIB, korban bersama istrinya pergi melayat ke Kecamatan Sumberejo. Sedangkan di rumah hanya ada anak korban.

Sebelum berangkat layat, sang istri mengaku merebus air di tungku menggunakan kayu bakar. Sejurus kemudian, anak korban juga meninggalkan rumah untuk beribadah di gereja. Sehingga api pada tungku itu lupa tidak dipadamkan. Diduga api merambat keluar tungku dan membakar seluruh bagian rumah.

“Berdasarkan pemeriksaan TKP dan keterangan korban serta saksi, dipastikan api berasal dari sisa kayu bakar selesai memasak yang tidak dipadamkan. Akibat peristiwa tersebut, saat ini korban bersama keluarganya, untuk sementara menumpang tinggal di rumah kerabat,” tandas Kapolsek Talangpadang. (ayp)




Seputar Minibus Nahas yang Tewaskan Pasutri Tanggamus, Berikut Beberapa Faktanya

RINGSEK PARAH: Beginilah kondisi minibus BE 2935 AM yang dikemudikan Rudi Hartono (suami) dengan penumpang Sunarsih (istri) yang kabarnya sedang hamil, setelah terperosok ke dalam jurang sekitar 30 meter dari Tanjakan Abri, Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Minggu (30/6) pagi. (Foto: DOK SATLANTAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Minggu (30/6) sekitar pukul 08.30 WIB, warga Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, dihebohkan dengan terperosoknya mobil minibus ke jurang di sisi Tanjakan ABRI. Meskipun merupakan kecelakaan (laka) tunggal, namun kejadian itu menjadi salah satu laka tunggal terparah.

Di dalam minibus berjenis Isuzu Panther bernomor polisi BE 2935 AM tersebut, terdapat dua orang. Yaitu Rudi Hartono (46), warga Indolampung, yang merupakan pengemudi minibus. Di jok sebelah kiri pengemudi, ada Sunarsih (43), warga Dusun Sidorejo, Pekon Ngarip. Keduanya merupakan pasangan suami-istri.

Akibat “terguling dadu” dan terbentur keras di dasar jurang, minibus mengalami kerusakan sangat parah. Hampir semua bagian bodi kendaraan ringsek. Kondisi serupa juga dialami Rudi Hartono dan Sunarsih. Bahkan Sunarsih seketika meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara suaminya, Rudi Hartono, sempat dievakuasi hingga dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Namun diduga parahnya luka-luka yang dialami, ia pun mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, sekitar pukul 11.30 WIB.

Berikut beberapa fakta hasil Olah TKP yang dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Tanggamus dibantu personel Polsek Pulaupanggung, Pospol Ulubelu, personel TNI, serta warga sekitar.

 

1. Minibus Mengalami Out of Control

Berdasarkan hasil Olah TKP laka tunggal, Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri, S.Kom. menerangkan, minibus yang dikemudikan Rudi Hartono, mengalami out of control. Sebelum akhirnya terperosok ke jurang di sisi jalan Tanjakan ABRI.

Out of control yang dimaksud, berupa rem blong. Setelah berhasil mencapai puncak tanjakan, pengemudi dihadapkan dengan turunan jalan yang sangat curam. Diduga kondisi rem blong dan pengemudi tidak membantu pengereman menggunakan engine break. Akibatnya kendaraan oleng, hilang kendali, dan terjun bebas ke jurang,” ujar Dade Suhaeri, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Dari keterangan saksi-saksi, kata Dade Suhaeri, out of control minibus tersebut, bermula ketika mereka melintasi turunan dari arah atas Tanjakan ABRI. Sesampainya di TKP, kondisi jalan menurun serta menikung tajam ke kanan. Diduga pengemudi Rudi Hartono tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya sehingga oleng, terguling, dan masuk ke dalam jurang yang berada di sisi kiri jalan.

Baca juga: Laka Tunggal sampai Masuk Jurang, Pasutri Asal Tanggamus dan Calon Bayi Meninggal Dunia

“Selain keduanya meninggal dunia, kendaraan Isuzu Panther BE 2935 AM mengalami rusak parah. Dengan estimasi kerugian Rp50 juta,” beber Dade Suhaeri.

 

2. Kedalaman Jurang Bukan 30 Meter melainkan 100 Meter

Pada saat proses evakuasi, diperkirakan kedalaman jurang adalah 30 meter. Namun setelah dilakukan pengukuran secara pasti saat Olah TKP, diketahui kedalaman jurang mencapai 100 meter.

 

3. Istri Dimakamkan di Pekon Ngarip, Suami di Indolampung

Kepala Pospol Ulubelu Brigadir M. Manurung menjelaskan, pasutri korban laka tunggal itu dimakamkan terpisah. Sang istri, Sunarsih yang berasal dari Pekon Ngarip, dimakamkan pihak keluarga di pekon asalnya. Tepatnya di Dusun Sidorejo sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (30/6).

“Sementara suaminya, Rudi Hartono yang merupakan warga Indolampung, sudah dijemput pihak keluarga dan dimakamkan di sana,” ujar M. Manurung melalui sambungan telepon seluler.

 

4. Meninggalkan Tiga Anak, yang Tertua merupakan Pengantin Baru

Pasutri Rudi Hartono dan Sunarsih, adalah keluarga yang dikaruniai cukup banyak anak. Yaitu tiga anak. Kepala Pospol Ulubelu Brigadir M. Manurung menyebutkan, anak tertua pasutri Rudi dan Sunarsih adalah laki-laki. Bahkan putra sulung mereka itu baru saja menikah.

“Lalu anak kedua dan ketiga, masih berusia pelajar sekolah dasar. Anak kedua yaitu perempuan, masih duduk di kelas V SD. Dan yang bungsu, laki-laki, masih kelas II SD,” beber M. Manurung.

Dikabarkan juga, Sunarsih meninggal dalam kondisi sedang hamil anak keempat. Namun kebenaran kabar tersebut, belum bisa dipastikan.

 

5. Punya Warung di Puncak Tanjakan ABRI

Masih menurut Kepala Pospol Ulubelu Brigadir M. Manurung, pasutri korban laka tunggal maut itu membuka usaha sampingan berupa warung di puncak Tanjakan ABRI. Pun demikian, mata pencaharian utama mereka adalah petani kebun, seperti warga lainnya di pekon tersebut.

“Di sekitar puncak Tanjakan ABRI ini, memang sangat tepat didirikan warung. Sebab itu merupakan lokasi beristrahat pengguna jalan yang hendak menuju Pekon Penantian dari arah Pekon Ngarip, maupun sebaliknya,” sebut M. Manurung.

Diduga Rudi dan Sunarsih hendak membawa pulang peralatan dapur yang mereka gunakan di warung, untuk dibawa pulang ke Dusun Sidorejo, Pekon Ngarip. Sebab saat Olah TKP, polisi menemukan banyak peralatan dapur berserakan di sekitar bangkai kendaraan yang ringsek. (ayp)




Laka Tunggal sampai Masuk Jurang, Pasutri Asal Tanggamus dan Calon Bayi Meninggal Dunia

RINGSEK PARAH: Beginilah kondisi minibus BE 2935 AM yang dikemudikan Rudi Hartono (suami) dengan penumpang Sunarsih (istri) yang kabarnya sedang hamil, setelah terperosok ke dalam jurang sekitar 30 meter dari Tanjakan Abri, Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Minggu (30/6) pagi. (Foto: DOK SATLANTAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Mobil minibus bernomor polisi BE 2935 AM, mengalami kecelakaan (laka) tunggal di Pekon Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, pada Minggu (30/6) pagi.

Akibat terperosok ke jurang yang cukup terjal, pengemudi dan penumpang minibus nahas yang ternyata merupakan pasangan suami-istri meninggal dunia. Tragisnya belakangan dikabarkan bahwa sang istri sedang dalam kondisi mengandung anak mereka.

Laka tunggal tersebut terjadi di sebuah tanjakan curam, yang oleh warga setempat biasa disebut dengan Tanjakan ABRI. Kedalaman jurang diperkirakan mencapai 30 meter, dihitung dari permukaan badan jalan. Tak ayal, mobil yang dikemudikan pasutri Rudi Hartono (46) dan penumpangnya Sunarsih (43) ringsek sangat parah.

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri, S.Kom. membenarkan laka tunggal yang mengakibatkan pasutri asal Pekon Ngarip itu meregang nyawa.

“Kejadian (laka tunggal) sekitar pukul 08.00 tadi. Penumpang minibus yang bernama Sunarsih, meninggal di tempat kejadian perkara. Suaminya sekaligus pengemudi, yaitu Rudi Hartono, masih sempat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Namun laporan dari anggota, ia pun meninggal di rumah sakit,” terang Dade Suhaeri, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Proses evakuasi, kata kasat lantas, juga membutuhkan waktu cukup lama. Unit Laka Satlantas Polres Tanggamus pun harus dibantu personel Polsek Pulau panggung dan warga sekitar TKP. Kendati cukup sulit, namun Dade Suhaeri memastikan bahwa semua korban sudah berhasil dievakuasi. Termasuk bangkai kendaraan.

“Dari keterangan yang kami dapatkan, Sunarsih yang meninggal di TKP, dalam kondisi hamil. Suaminya, meski sempat dilarikan ke rumah sakit, akhirnya juga tak tertolong. Dia meninggal sekitar pukul 11.30 WIB,” tandas kasat lantas saat dihubungi melalui pesan WhatsApp. (ayp)




Kejar Predikat Rapor BB, Pemkab Tanggamus Hadiri Coaching Clinic SAKIP di KemenPAN-RB

COACHING CLINIC SAKIP: Bupati Tanggamus Dewi Handajani beserta Sekda Hamid H. Lubis dan jajaran Kepala OPD, serius menyimak pemaparan tentang SAKIP oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh, AK., MBA. di Ruang Bone Gedung KemenPAN-RB Jakarta Selatan, Rabu (26/6). (Foto: DISKOMINFO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, JAKARTA – Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si., beserta seluruh jajaran, terus “bermanuver” demi meningkatkan kualitas, kapasitas, serta kapabilitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Terutama dalam hal perencanaan kegiatan yang berekses pada penyusunan dan penyerapan anggaran. Sehingga tak ada anggaran pemkab yang terbuang percuma.

Kali ini upaya peningkatan tersebut direalisasikan dengan mengikuti Coaching Clinic Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di lantai dua Ruang Bone Gedung KemenPAN-RB Jakarta Selatan, Rabu (26/6).

Kedatangan Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Sekda Hamid H. Lubis, dan rombongan, disambut hangat Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh, AK., MBA. beserta beberapa pejabat kementerian tersebut. Mengawali pemaparannya, Yusuf Ateh berharap silaturahmi dengan Pemkab Tanggamus dapat terus terjalin. Terutama dalam upaya peningkatan kemajuan Pemkab Tanggamus.

“Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah atau disingkat SAKIP, tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014, tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Di dalamnya menyebutkan SAKIP merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah. Itu semua dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah,” terang Yusuf Ateh.

Tujuan SAKIP, masih kata Deputi Menpan-RB, untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Tujuan itu sebagai salah satu prasyarat untuk menciptakan pemerintah yang baik dan terpercaya di mata masyarakat. Lalu sasaran SAKIP adalah menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya.

“Juga untuk mewujudkan transparansi instansi pemerintah. Terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ujar Yusuf Ateh.

Secara khusus, ia memberikan mandat pada jajaran Pemkab Tanggamus, supaya mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang ada. Sebab berkaitan dengan efisiensi anggaran. Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana seluruh jajaran Pemkab Tanggamus mampu merubah mindset-nya. Karena itu semua diakui Yusuf Ateh, tidaklah mudah.

“Semua tujuan baik itu perlu waktu, proses, kemauan, dan motivasi tinggi. Sehingga ke depan betul-betul anggaran yang ada terserap dengan baik. Namun bukan hanya penyerapan anggarannya, ada hal yang jauh lebih penting. Yaitu bagaimana anggaran yang ada, dapat bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan kegiatan yang tepat sasaran,” pesan Yusuf Ateh untuk Bupati Tanggamus dan jajaran.

Bupati Tanggamus: SAKIP untuk Mengeliminasi Kegiatan Duplikatif atau “Copy-Paste

BUPATI Tanggamus Dewi Handajani mengatakan, kunjungan perwakilan Kabupaten Tanggamus ke KPANRB agar masing-masing OPD di Tanggamus bisa semakin meningkatkan kinerjanya. Khususnya untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan (kapabilitas). Dengan harapan, OPD mampu menggerakkan lagi jajaran di bawahnya. Sehingga sesuai dengan komitmen bersama, bahwa tak akan ada lagi pemborosan anggaran pemerintah.

“Seperti apa yang telah disampaikan Bapak Deputi tadi, kami harus mulai dari perencanaan yang baik dan matang. Harus tahu apa yang menjadi target kegiatan. Kemudian diuraikan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Tak hanya berpatokan pada penyerapan anggaran. Namun harus dipahami bagaimana anggaran tersebut terserap dengan baik. Kemudian memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat,” tegas Dewi Handajani.

Kelompok pertama OPD yang mengikuti kegiatan ini pada Rabu (26/6), terdiri dari delapan OPD. Antara lain Bappelitbang, Dinas Pangan dan Pertanian, Inspektorat, Dinas Kesehatan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan Dinas Ketenagakerjaan. Sementara hari ini (27/6) giliran tujuh OPD. Yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Badan KPSDM, serta Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

“Tentunya momen ini akan menjadi upaya evaluasi juga dari program-program yang telah kami rencanakan. Apakah memang sudah sesuai atau memang ada komposisi yang harus diperbaiki,” kata Bupati Tanggamus.

Tujuan yang paling mendasar, menurut Dewi Handajani, adalah untuk mencapai predikat yang selama ini sangat diharapkan Pemkab Tanggamus. Saat ini, kata bupati, Kabupaten Tanggamus baru sampai pada rapor CC. Sangat diharapkan dengan Coaching Clinic SAKIP oleh KemenPAN-RB ini, Pemkab Tanggamus mampu meningkatkan grade rapor ke Predikat BB.

Jika rapor predikat BB itu bisa diraih, Dewi Handajani menjelaskan, artinya indikator kinerja Pemkab Tanggamus semakin baik. Kemudian kegiatan yang di pemkab serta OPD lebih mengena sasaran, ada manfaatnya, dan anggaran terserap dengan baik. Namun tentu tetap ada evaluasi efisiensi, sehingga tidak ada pemborosan anggaran.

“Yang terpenting, tidak akan ada lagi kegiatan yang sifatnya hanya duplikatif atau hanya ‘copy-paste‘ dari kegiatan-kegiatan sebelumnya. Kembali saya berharap jajaran OPD Pemkab Tanggamus dapat memberikan kinerja yang terbaik. Yaitu mengelola anggaran yang ada, namun pemanfaatannya bisa maksimal bagi kepentingan masyarakat,” tandas bupati.

Bupati Dewi Handajani dan Sekda Hamid Heriansyah Lubis, juga didampingi Asisten Bidang Administrasi Drs. Firman Ranie, Inspektur Faturrahman, Kepala Diskominfo Drs. Sabaruddin, dan para Kepala OPD peserta coaching clinic. Lalu narasumber dari KemenPAN-RB yaitu Asisten Deputi (Asdep) Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi RBKUNWAS II Dra. Nadimah, MBA., Analis Kebijakan Madya Dra. Endang Purwaningsih, MAP, dan Analis Kebijakan Pratama Novan Kharisma Salainti, S.H. (rls/ayp)




Tim SAR Gabungan Evakuasi 6 Korban KM DP ke Dermaga Kotaagung

TIBA DI DERMAGA KOTAAGUNG: Tim SAR gabungan tiba di Dermaga Kotaagung, setelah berhasil mengevakuasi enam orang dan menarik KM DP yang mengalami kerusakan mesin dan terdampar di perairan Tanjung Belimbing. (Foto-foto: DOK BASARNAS LAMPUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tim penyelamat gabungan berhasil mengevakuasi Kapal Motor (KM) DP beserta enam orang penumpang dan anak buah kapalnya, Senin (24/6) sore. KM DP mengalami kerusakan mesin di perairan Tanjung Belimbing, perbatasan antara Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat.

Komandan Pos SAR Tanggamus Denny Mezzu mengatakan, tim gabungan yang terlibat dalam proses evakuasi KM DP beserta enam penumpang dan ABK, terdiri dari beberapa instansi. Antara lain 3 personel dari Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, 1 personel dari Pos TNI Angkatan Laut Bengkunat, 2 personel Polair dan 1 personel Pos AL Kabupaten Pandeglang. Lalu dibantu 4 ABK KM Mulya Usaha dan 1 orang keluarga salah satu korban.

DALAM PERJALANAN: Situasi perjalanan Tim SAR Gabungan menuju Dermaga Kotaagung, usai mengevakuasi enam orang dari KM DP yang terdampar di Tanjung Belimbing.

“Tim SAR gabungan berangkat menuju Tanjung Belimbing untuk mengevakuasi korban sekitar, Senin pukul 15.00 WIB. Pukul 21.00 WIB, tim gabungan tiba dan bersandar di Dermaga Tambling. Kemudian langsung berkoordinasi dengan Pak Teguh selaku Manager Operasional di Tambling,” ujar Denny Mezzu, Rabu (26/6).

Lalu pada Selasa (25/6), pukul 05.30 WIB Tim SAR gabungan melakukan briefing guna pelaksanaan evakuasi. Pukul 05.45 WIB tim melaksanakan persiapan untuk proses evakuasi. Pukul 06.00 WIB, tim gabungan berangkat untuk menarik KM DP menuju Dermaga Kotaagung.

“Pukul 12.30 WIB kami sudah tiba di Karangbrak, Tanggamus. Pukul 15.00 WIB, Tim SAR gabungan dan enam korban tiba di Dermaga Kotaagung dengan selamat,” tandas Denny Mezzu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, KM DP diduga berlayar dari wilayah perairan Pandeglang, Provinsi Banten. Namun tidak diketahui secara jelas, apa tujuan KM DP hingga sampai di wilayah perairan Tanjung Belimbing dan akhirnya mengalami kerusakan mesin. (ayp)




Lagi, Tiga Terduga Penyalahguna Sabu di Kota Agung Diamankan Satresnarkoba Polres Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus kembali mengamankan tiga terduga penyalahgunaan Narkoba di wilayah Kecamatan Kota Agung, Tanggamus.

Dari ketiga terduga, salah seorang merupakan ibu rumah tangga (IRT) berinisial WN (28) warga Kelurahan Baros, kemudian dua pria bernisial AH (27) juga warga Baros dan HE (28) warga Pekon Kusa Kecamatan Kota Agung.

Barang Bukti

Sejumlah barang bukti penyalahggunaan Narkoba juga diamankan dari rumah WN yang diakuinya milik Suaminya berupa 4 plastik klip sisa pakai, 1 pipa kaca, 4 skop terbuat dari sedotan, 2 bundle plastik klip kosong, 1 kertas alumunium foli, 1 korek gas, 1 timbangan digital serta KTP An. Kurniawan.

Kemudian dari tangan terduga AH, diamankan barang bukti berupa 3 klip bekas pakai, 1 plastik klip sisa pakai, 1 sedotan, 1 korek api gas, 2 handpone dan 1 asbak rokok.

Lalu dari tangan terduga HE, barang bukti yang diamankan berupa 7 plastik klip bekas pakai, 2 potongan plastik klip bekas pakai, 2 pipa kaca bekas pakai, 2 alat hisap sabu/bong, 2 bundel plastik klip, 1 sumbu, 4 sedotan, 3 skop yang terbuat dari sedotan, 2 dompet kecil, 4 korek api, 1 handphone merk samsung warna putih dan 1 timbangan digital.

Kasatresnarkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, SH mengungkapkan, ketiga terduga diamankan setelah pihaknya menyelidiki informasi masyarakat adanya penyalahgunaan Narkoba di wilayah Kota Agung.

Berdasarkan informasi tersebut, tim Satresnarkoba kemudian bergerak ke TKP, sehingga berhasil diamankan secara berturut-turut mulai dari terduga WN, AH dan terakhir HE.

“Terduga WN berhasil diamankan di rumahnya di Kelurahan Baros dan AH di Kelurahan Pasar Madang pukul 11.00 Wib, kemudian HE diamankan di Pekon Kusa, Kecamatan Kota Agung sekitar pukul 12.00 Wib,” ungkap AKP Hendra Gunawan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Sabtu (22/6/19) pagi.

Lanjutnya, saat ini ketiga terduga pelaku diamankan di Polres Tanggamus guna proses penyelidikan serta mengungkap jaringan para terduga.

“Sementara tiga terduga yang kita amankan ditahan di Mapolres Tanggamus guna proses penyelidikan lebih lanjut. Informasi lanjutan akan kami informasikan melalui konferensi pers,” tandasnya. (ayp)




Wabup Tanggamus: Tak Ada Toleransi soal Narkoba, HS Diberhentikan

KEPASTIAN SANKSI: Wabup Tanggamus A.M. Syafi’i di hadapan awak media menegaskan kepastian sanksi berupa pemberhentian honorer terhadap HS, lantaran terlibat penyalahgunaaan narkoba.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Wakil Bupati Tanggamus Hi. A.M. Syafi’i, S.Ag. sangat prihatin atas perbuatan salah satu protokolnya, HS (32) yang terbelit penyalahgunaan narkoba. Dan kini, HS harus mengikuti proses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebelumnya, ia bersama satu tersangka pengedar dan tiga penyalahguna narkoba lainnya, diamankan petugas Polres Tanggamus Sabtu (8/6) sore.

Namun sebagai Wabup Tanggamus, Syafi’i juga tak bisa berhenti pada rasa prihatin terhadap HS. Sebab, sebagai representasi wajah organisasi Pemkab Tanggamus, Syafi’i juga harus memberikan sanksi tegas terhadap HS. Sanksi tegas tersebut adalah pemecatan.

“Benar (HS) salah satu protokol di Sekretariat Daerah Tanggamus. Tapi karena dia terlibat penyalahgunaaan narkoba, ya sanksi tegasnya sudah jelas, pemecatan. Secara pribadi sebagai sesama manusia, ya saya prihatin dan kasihan. Tapi kesalahan yang dia lakukan ya pasti ada konsekuensinya,” ujar Syafi’i saat dijumpai awak media, Jumat (14/6) siang.

Selebihnya, kata wabup, proses hukum terhadap HS sepenuhnya adalah wewenang Polres Tanggamus. Syafi’i pun sangat menyesalkan perbuatan HS yang sampai merugikan diri sendiri, keluarga, dan juga cukup menodai nama Pemkab Tanggamus.

“Meskipun statusnya adalah honorer, bukan ASN, tetapi HS bekerja di lingkungan pemda. Bahkan sebagai seorang protokol. Sepatutnya dia memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Bukan malah sebaliknya,” kata Wabup Tanggamus seraya menegaskan, bahwa pemkab tak akan memberikan pembelaan karena pemkab berkomitmen tak ada toleransi untuk penyalahgunaan narkoba.

Masih di kesempatan yang sama, Syafi’i mengimbau kepada seluruh jajaran ASN dan honorer di Kabupaten Tanggamus agar jangan pernah “berkenalan” dengan narkoba. Sebab jika masih muncul HS-HS lain, sanksi tegas berupa pemecatan siap menanti.

Tertangkapnya HS alias Bogel atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu ini, juga membuat kaget seluruh rekannya yang bertugas di Bagian Protokol. Khususnya Kepala Bagian Protokol Sekdakab Tanggamus, Royensyah.

Menurut Royen dirinya kaget saat mendapat kabar salah satu anak buahnya tertangkap atas kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.

Baca juga: Oknum Protokol Wabup Tanggamus dan 4 Pria Lain Diciduk usai Pesta Narkoba

“Saya secara pribadi dan kawan-kawan kaget. Sebab Bogel ini anaknya setahu kami tidak neko-neko dan soal pekerjaan juga cukup baik,” kata Royen yang ditemui di Gedung DPRD Tanggamus, Jumat (14/6).

Selama ini yang ia tahu, Bogel merupakan sosok yang tertutup. Tidak hanya kepada pimpinan, terhadap sesama rekan di lapangan ia juga tertutup.

“Iya, orangnya tertutup. Tapi kalau soal pekerjaan, saya akui dia sangat bagus. Mau jam berapa ditelepon dan diberi tugas, pasti berangkat dan dilaksanakan,” tutur Royen.

Atas perbuatan HS ini, Royensyah meyakini bahwa HS akan diberi sanksi terberat, yaitu diberhentikan. Sebab, dirinya mengaku sudah ada koordinasi dari pimpinan tertinggi Pemkab Tanggamus terkait pemberhentian HS.

“Pimpinan sudah panggil Kasubbag saya. Intinya pimpinan memerintahkan HS diberi sanksi tegas, yaitu diberhentikan dari honorer,” tandas Royensyah. (ayp)




Oknum Protokol Wabup Tanggamus dan 4 Pria Lain Diciduk usai Pesta Narkoba

 

EKSPOS TANGKAPAN: Wakapolres Tanggamus Kompol MN. Yuliansyah didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin dan Kasatres Narkoba AKP Hendra Gunawan menunjukkan barang bukti penyalahgunnaan narkoba beserta lima penyalahgunanya, yang salah satunya adalah oknum protokol Pemkab Tanggamus.

 

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – HS (32) alias Bogel bersama empat kawannya, hanya bisa melangkah lunglai ketika tim Satres Narkoba Polres Tanggamus mengamankan mereka satu per satu. HS diketahui merupakan salah satu protokol Wakil Bupati Tanggamus. Pria asal Kecamatan Gunungalip itu kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu sisa pakai ketika diamankan petugas.

HS adalah protokol yang berstatus pegawai honorer. Dia ditangkap bersama empat penyalahguna narkoba lain di Kecamatan Gunungalip dan Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Hal itu terungkap dalam konferensi pers di koridor utama Mapolres Tanggamus, Jumat (14/6) siang.

Keempat penyalahguna yang berhasil diamankan usai pesta narkoba bersama oknum protokol berinisial HS, masing-masing berinisial AF (37) alias Mahat, PR (18) alias Gandos, RI (27), dan DE (38) beralamat di Gisting.

Konferensi Pers dibuka Wakapolres Tanggamus Kompol MN. Yuliansyah, S.H., M.H. didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, S.H., M.H. dan Kasatres Narkoba AKP Hendra Gunawan, S.H.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyalahguna berinisial HS alias Bogel, benar merupakan pegawai honorer protokol di Pemkab Tanggamus. Penangkapan kelima penyalahguna itu dilakukan Sabtu (8/6) pukul 16.00 WIB berdasarkan informasi masyarakat yang melaporkan ada peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” jelas Hendra Gunawan.

Dia menjelaskan, lima penyalahguna sabu-sabu itu ditangkap secara berturut. Kali pertama, petugas menangkap AF di Pekon Sukabanjar, Kecamatan Gunungalip. Dari tangan AF, polisi mendapatkan barang bukti berupa 14 plastik klip bening berisi sabu-sabu seberat 2,5 gram siap edar, 3 plastik klip bening bekas pakai, 1 bundle plastik klip bening, dan 2 unit handphone.

Dari AF, petugas kembali bergerak ke Pekon Penanggungan, Kecamatan Gunungalip dan berhasil mengamankan HS alias Bogel. Dari tangan oknum honorer protokol Pemkab Tanggamus tersebut, barang bukti yang diamankan berupa 1 plastik klip bening berisi sabu-sabu sisa pakai, 2 buah sedotan plastik, dan 1 unit handphone.

“Penyelidikan terus kami perluas. Lantas dari keterangan AF dan HE, kami bergerak menuju Pekon Gisting Bawah untuk mencari PR. Dari PR, kami mendapatkan barang bukti berupa pipa kaca/pirek bekas pakai dan alumunium foil. Setelah dari PR, kami mencari DE. Dari DE, kami mendapatkan barang bukti berupa 1 buah pipa kaca/pirek bekas pakai, alat isap sabu-sabu (bong), plastik klip bening bekas pakai, 11 buah sedotan, 2 buah korek api, dan 1 unit handphone,” papar kasartres narkoba.

Penyalahguna yang terakhir “dijemput” petugas, adalah RI. Dari tangannya, petugas mengamankan barang bukti 1 linting ganja bekas pakai, 3 batang ganja kering siap pakai, dan 1 unit handphone.

“Atas perbuatannya, tersangka AF alias Mahat terancam dijerat Pasal 114. Sementara untuk oknum protokol HS dan tiga penyalahguna lainnya terancam kami jatuhi sanksi Pasal 112 junto 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara,” tegas Hendra Gunawan.

AF Akui Jual Narkoba untuk Beli Beras

TERSANGKA AF alias Mahat dalam penuturannya mengakui, belakangan ini dirinya menjual narkoba guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama untuk membeli beras. Dia juga berkilah bahwa baru dua bulan belakangan ini menjual narkoba kepada HS alias Bogel. AF mengakui, barang haram tersebut dia dapatkan dari seseorang berinisial B.

“Baru dua bulan (jualan). Dapatnya ya nggak tentu. Biasanya dapat Rp200 ribu. Hasil (jualan narkoba) untuk membeli beras. Sekarang saya sangat menyesal,” tutur lirih ayah satu anak itu. (ayp)




Lakalantas Maut di Jalinbar Pringsewu, 2 Warga Tanggamus Meninggal

Foto:IST

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Dua kendaraan roda empat terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut di Jalan Lintas Barat Kilometer 52-53 Pekon Pagelaran, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu. Akibat lakalantas yang terjadi Selasa (11/6) sekitar pukul 02.00 WIB itu, dua warga Kabupaten Tanggamus meninggal dunia.

Peristiwa itu dibenarkan Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri, S.Kom. Menurut dia, lakalantas tersebut terjadi antara mobil pick up Mitsubishi L300 bernomor polisi BE 8456 ZF dengan minibus Mitsubishi Pajero B 1036 BJD.

“Dua orang yang MD (meninggal dunia) adalah warga Pekon Argopeni, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus. Mereka adalah Suliyono (40) yang merupakan pengemudi pick up, kemudian Asrudin (29) penumpang pick up,” jelas Dade Suhaeri, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Sedangkan pengemudi Mitsubishi Pajero, Heriwantoro (36), masih bernasib baik. Warga Desa Surabaya Udik, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur itu hanya mengalami luka lecet pada telinga sebelah kiri.

“Demikian juga dengan empat penumpang (Pajero). Mereka selamat, tidak mengalami luka. Yaitu Sulasmi (35), Bagas Saputra (15), dan dua balita berusia 2,5 tahun Cika dan Ciko,” kata kasat lantas.

Menurut keterangan saksi dan berdasarkan cek tempat kejadian perkara lakalantas, Dade Suhaeri mengatakan, peristiwa itu berawal saat pick up Mitsubishi L300 yang dikemudikan Suliyono berjalan dari arah Pringsewu menuju ke Tanggamus. Diduga dengan kecepatan tinggi, akan mendahului minibus yang belum diketahui nopolnya.

“Namun pada saat yang bersamaan datang dari arah berlawanan datang Mitsubishi Pajero yang dikemudikan Heriwantoro. Karena jarak sudah terlalu dekat, pick up tidak dapat menghindar. Maka terjadilah lakalantas tersebut,” Dade Suhaeri memaparkan.

Masih kata Kasat Lantas Polres Tanggamus, dalam kecelakan tersebut kondisi jalan beraspal baik, marka jalan tidak terputus, cuaca cerah cerah malam hari, dan arus lalu lintas dalam keadaan sepi.

“Langkah awal berupa mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, lalu mengecek kondisi para korban di RSUD Pringsewu, dan mengamankan barang bukti kendaraan. Untuk proses lebih lanjut, sedang kami tangani,” tandas Dade Suhaeri. (ayp)