Kapolres Tanggamus Pimpin Upacara HPN dan HGN

UPACARA HPN DAN HGN: Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto memimpin Upacara HPN dan HGN 2019 di Lapangan Pemkab Tanggamus. 

 TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar upacara dalam rangka Hari Pers Nasional dan Hari Gizi Nasional di lapangan pemkab setempat, Senin (18/2). Upacara itu juga diikuti Ketua/Perwakilan Organisasi Profesi Wartawan di Tanggamus, meliputi PWI, KWRI, AWPI, PWRI, IWO, AJOI, dan BMT.

Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Lalu Komandan Upacara adalah Joko Suprihatin dan Perwira Upacara Derius Putrawan. Keduanya dari Dinas Kominfo Kabupaten Tanggamus. Upacara dihadiri Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M., Wakil Bupati Hi. AM. Syafi’i, S.Ag., Dandim 0424/Tanggamus diwakili Kasdim Mayor (Inf) Suhada Erwin, dan Unsur Forkopimda.

Dalam pasukan upacara hadir juga gabungan ASN Pemkab, Pleton TNI Kodim, Polres Tanggamus, jajaran Organisasi Profesi Kewartawanan, PPNI, dan AKLI Kabupaten Tanggamus.

Saat membacakan sambutan Bupati Tanggamus Dewi Handajani, Kapolres AKBP Hesmu Baroto mengatakan, Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari. Tahun ini peringatannya dipusatkan di Jawa Timur. Bertemakan “Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”.

Untuk itu, sejak berdirinya UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, dalam perkembangannya pers tumbuh subur. Pers merupakan pilar bagi semangat demokrasi untuk mewujudkan hak-hak dasar masyarakat, dalam rangka mendapatkan informasi yang benar.

“Pers sebagai pilar ke empat, setelah Eksekutif, Yudikatif, dan Legislatif. Diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah. Termasuk mampu menciptakan pemerintah yang demokratis,” kata kapolres.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dia melanjutkan, sangat berkepentingan terhadap keberadaan pers, sebagai salah satu alat pengendali pelaksanaan program pembangunan di daerah ini.

“Banyak sekali program utama yang telah diagendakan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Terutama program peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintah yang baik, budaya pelayanan publik RATU (ramah, amanah, tegas, dan unggul), sekolah gratis, berobat gratis, sampai dengan program penyediaan kebutuhan prasarana dasar bagi masyarakat,” tuturnya.

Kesempatan itu juga, kapolres mengatakan bahwa saat ini dalam tahapan Kampanye Pilpres dan Pileg 2019. Untuk itu, Polres Tanggamus mengajak semua pihak bersama-sama menjaga iklim perpolitikan yang aman, damai, dan sejuk wilayah Tanggamus dan Pringsewu.

“Saya mengimbau agar semua bijak dalam berinteraksi melalui media sosial dan bertabayun dalam menanggapi issue yang berkembang di tengah masyarakat. Jangan mudah terprovokasi dan mari saring setiap informasi dan berita sebelum kita share kepada orang lain,” imbau kapolres.

Mantan Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung itu juga berpesan kepada masyarakat, untuk tertib berlalu lintas. Terlebih para aparatur pemerintahan, agar menjadi contoh dan teladan yang baik. Ia juga mengingatkan agar masyarakat untuk menjauhi narkoba. Lalu kepada orang tua agar berperan dalam memberikan edukasi yang baik kepada anak-anaknya agar tidak melanggar hukum.

“Mari bergandengan tangan untuk memajukan Tanggamus yang aman dan kondusif,” ajak Hesmu Baroto.

Terkait Hari Gizi Nasional Indonesia setiap tanggal 28 Februari. Peringatan itu merupakan agenda penting bagi pemerintah, dalam rangka mensosialisasikan program Perbaikan Gizi Nasional. Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi demi kelangsungan hidup yang sehat dan berkualitas.

“Hari Gizi Nasional bukan hanya sebuah seremonial. Namun harus menjadi momen untuk meneropong kenyataan masalah malnutrisi di lapangan dan melakukan strategi penyelesaian yang terpadu dan menyeluruh di semua area,” tandas Hesmu Baroto. (ayp)




Akhirnya, Akses Pekon Muara Dua – Ngarip Bisa Dilewati

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah tertimbun material longsor sejak Minggu (17/2), akhirnya ruas jalan Pekon Muara Dua – Ngarip, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, berhasil dibuka, Senin (18/2) sore. Sehingga, kendaraan bisa lewat kembali, meski harus perlahan.

Camat Ulubelu Yosa Sumbala mengatakan, sedianya material longsor akan ditanggulangi Minggu (17/2) malam. Namun dikarenakan terkendala penerangan dan mempertimbangkan faktor keselamatan pekerja, maka penanggulangan baru bisa dilakukan sejak Senin (18/2) pagi. Pembersihan material longsor dilakukan menggunakan ekskavator milik PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Penanggulangan longsor dipantau Tim Reaksi Cepat Bencana Tanggamus, bersama Camat dan Uspika setempat dan berjalan lancar. Akses penghubung antara Pekon Muara Dua dengan Pekon Ngarip akhirnya berhasil dibuka kembali. Sebelumnya, jalan tersebut tertimbun material longsoran dengan volume material sekitar 100 meter kubik.

Yosa menerangkan, sebelumnya berhasil dibuka kembali, pihaknya juga sudah memasang tanda peringatan agar warga tidak melalui jalan itu dulu.

”Baik dari arah Ngarip maupun Muara Dua, warga sudah diimbau agar melalui jalan Pagar Alam – Ngarip. Selain itu juga ada dua jalan alternatif di dekat lokasi longsor untuk menuju Ngarip,” terangnya.

Menyikapi kabar adanya titik longsor lainnya, Yosa membenarkannya. Selain longsor di titik tersebut, terdapat juga beberapa titik longsor lainnya. Namun masih dalam level yang aman dan juga sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan.

Sebelumnya pada hari yang sama terdapat juga bencana banjir bandang melanda warga di Pekon Gunung Tiga. Banjir menggenangi area persawahan dan pemukiman warga. Banjir terjadi karena meluapnya sungai dengan ketinggian mencapai satu meter.

“Akibatnya sekitar 3 hektare sawah yang siap panen dan 3 hektare lahan menjelang siap panen, terendam banjir. Termasuk menggenangi rumah warga yang berada di sekitar persawahan. Namun saat ini air sudah surut dan warga tidak ada yang mengungsi,” tandas camat yang baru dua bulan menjabat ini.

Terpisah Pj. Sekretaris Daerah Tanggamus Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M.Si. telah memerintahkan Camat di Kabupaten Tanggamus, untuk terus memantau wilayahnya dan berkoordinasi dengan jajaran terkait.

“Dengan kondisi curah hujan cukup tinggi seperti saat ini bisa berdampak pada banjir bandang di kecamatan lain. Saya minta Camat memantau kondisinya dan terus berkoordinasi serta mengambil langkah cepat dalam penanganannya,” tandas mantan Kepala Dinas Perhubungan itu. (ayp)




Pembukaan Akses Muara Dua-Ngarip akibat Longsor, Terkendala Penerangan

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Upaya Pemerintah Kabupaten Tanggamus menanggulangi bencana tanah longsor dan banjir di Pekon Muara Dua, Kecamatan Ulubelu pada Minggu (17/2) siang, mengalami kendala. Setelah bencana terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus tidak bisa membersihkan material longsor di jalan Pekon Muara Dua dengan cepat. Pembersihan hanya bisa dilakukan dari pagi hingga sore hari, karena saat malam hari, penerangan di lokasi sangat minim.

Respon cepat itu diinstruksikan langsung oleh Pj. Sekretaris Daerah Tanggamus Drs. Hamid Hariansyah Lubis, M.Si. Dia menjelaskan, pemkab telah menurunkan Tim Tanggap Darurat dari BPBD ke lokasi. Saat ini, jalan Pekon Muara Dua yang longsor telah dipasangi tanda peringatan bahaya. Agar warga dari arah Pekon Ngarip maupun dari arah Pekon Muara Dua, untuk sementara tidak melalui jalan tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Saat ini PGE masih meninjau lokasi untuk cek aspek savety, bila akan ditindaklanjuti malam hari. Untuk sementara ini, masyarakat kami imbau agar tidak melalui jalan Pagar Alam-Ngarip. Tetapi warga dapat melalui dua jalan alternatif di dekat lokasi longsor tersebut,” jelas Hamid H. Lubis, Senin (18/2).

Namun yang menjadi kendala, dia mengakui, adalah ketiadaan penerangan. Kondisi tersebut  sangat menyulitkan tim dari BPBD Tanggamus, untuk menindaklanjuti pembukaan kembali jalan yang tertutup material longsor, saat malam hari. Kendala itu, menurut Pj. Sekda Tanggamus, dilaporkan oleh Kabid Kedaruratan BPBD, Adi Nugroho.

“Berdasarkan laporan Pak Nugroho, ada kendala pada mobil penerangan. Dan saran dari Kepala Pekon Muara Dua, untuk membuka akses jalan tersebut agar ditindaklanjuti siang hari saja. Sebab dikhawatirkan ada bebatuan yang berjatuhan, sementara kalau malam tidak ada lampu. Jadi Senin pagi ini baru dapat dikerjakan. Untuk layanan kesehatan terhadap warga di sana, Senin pagi Kepala UPT Puskesmas juga sudah siap,” tegas Hamid Lubis.

Untuk diketahui, wilayah Kecamatan Ulubelu, diguyur hujan lebat pada Sabtu (16/2). Guyuran hujan deras itu memicu meluapnya sungai di Pekon Gunung Tiga. Selain banjir, hujan deras juga membuat longsor jalan perbatasan Pekon Muara Dua menuju Pekon Ngarip.

Kapolsubsektor Ulubelu, Brigadir M. Manurung menjelaskan, pihaknya telah memeriksa lokasi longsor bersama Babinsa Pekon Gunung Tiga, Serda. Herawansyah.

“Derasnya air di sungai di Ulubelu masuk ke area sawah warga Pekon Gunung Tiga, Sabtu kemarin. Diperkirakan ketinggian air sekitar satu meter. Akibatnya sekitar enam hektare sawah terendam banjir. Terdiri dari 3 hektare sawah siap panen, kemudian sisanya menjelang siap panen,” ungkap Manurung, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M. melalui sambungan telepon.

Selain menggenangi sawah, kata dia, banjir juga menggenangi rumah papan milik warga setempat. Terutama yang berlokasi di sekitar area sawah yang terdampak banjir. Hujan deras juga membuat jalan longsor di perbatasan antara Pekon Muara Dua dan Pekon Ngarip pada Minggu (17/2) siang.

“Material longsoran sekitar 100 kubik tanah bercampur batuan. Panjang jalan yang tertutup material longsor sekitar 10 meter,” tandas Manurung. (ayp)




Banjir dan Longsor Terjadi di Ulu Belu Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Hujan Deras di Wilayah Kecamatan Ulu Belu Tanggamus, mengakibatkan meluapnya kali Belu di Pekon Gunung 3 Kecamatan setempat, kemarin Sabtu (16/2/19) siang.

Selain banjir, hujan deras juga membuat longsor longsor di jalan perbatasan Pekon Muara Dua dan Pekon Ngarip tersebut.

Hal itu diketahui berdasarkan keterangan Kapolsubsektor Ulu Belu Polres Tanggamus Brigadir M. Manurung.

“Derasnya air di Sungai Way Belu masuk ke persawahan warga, Sabtu kemarin diperkirakan ketinggian sekitar 1 meter, mengakibatkan terendamnya 6 hektar sawah yang terdiri dari 3 hektar sawah siap panen kemudian 3 hektar sawah sedang bunting,” ungkap Brigadir Manurung mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM melalui sambungan telfon, Minggu (17/2/19).

Lanjutnya, selain menggenangi persawahan itu juga, air menggenangi rumah papan milik warga setempat yang berada di sekitar pesawahan. “Saat ini air sudah mulai surut,” ujarnya.

Dikatakan Brigadir Manurung, akibat hujan deras juga terdapat laporan jalan longsor di perbatasan antara Pekon Pagar Alam dan Pekon Ngarip, Minggu (17/2) siang.

“Material longsoran sekitar 100 kubik tanah bercampur batuan, panjang jalan tertutup sekitar 10 meter,” kata Brigadir Manurung.

Brigadir Manurung menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kepala pekon pagar alam, bahkan bersama mereka sedang berada di lokasi.

“Kami sudah di lokasi bersama Kasi Pemerintahan Kecamatan Ulu Belu, Kakon Pagar Alam Dwi Susianto,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pekon (Kakon) Dwi Susianto menjelaskan longsor terjadi pada hari ini Minggu siang diakibatkan hujan deras sehingga memutuskan Jalan Propinsi sepanjang 10 meter. “Longsor sebanyak tiga titik, material diperkirakan 100 kubik material tanah,” kata Kakon.

Kakon menegaskan, untuk arus lalu lintas baik menuju Pekon Ngarip maupun sebaliknya tidak terganggu sebab terdapat dua jalan alternatif di wilayah itu.

“Pengguna jalan sementara dialihkan melalui jalan kabupaten melalui Pekon Pagar Alam serta Jalan Lingkar melalui proyek Pertamina. Dua jalan alternatif itu juga dalam kondisi baik, namun jalan menanjak sehingga masyarakat lebih suka melawati jalan Provinsi yang longsor ini, karena jalan ini dataran,” jelasnya.

Kakon Dwi Susianto menambahkan, untuk membuang material pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat guna meminta bantuan alat berat Pertamina.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kecamatan nanti Kecamatan yang mengajukan propasal ke Pertamina. Dan Pertamina sendiri biasanya kalo alat beratnya stanby pasti membantu,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Ulu Belu Yosa Sumbala menerangkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak pertamina guna membantu proses pembukaan jalan tersebut.

“Hasil koordinasi bersama Kapospol, Kepala Ngarip dan Pagar Alam. Kami akan mengajukan bantuan alat berat Pertamina secepatnya,” tegas Yosa melalui telfon selulernya. (ayp)




Berdayakan Warga Binaan, Kalapas Kotaagung Belajar Budidaya Udang dan Ikan di SUPM

SERIUS: Kalapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman, Dandim 0424/Tanggamus Letkol (Arh) Anang, dan Kepala BPN/ATR Tanggamus Sudarman serius mendengarkan penjelasan Kapusdik SUPM Kotaagung Khaerudin tentang tata-cara dan pengelolaan budidaya ikan dan udang, Kamis (14/2) pagi.

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kepala Lapas Kelas IIB Kotaagung Sohibur Rachman, Komandan Kodim 0424/Tanggamus Letkol (Arh) Anang Hasto Utomo, dan Kepala BPN/ATR Tanggamus Sudarman, berkunjung ke Sekolah Umum Perikanan Menengah Kotaagung, Kamis (14/2). Tak hanya melihat suasana sekolah, Sohibur Rachman sengaja datang untuk belajar dan mengadopsi tata cara membudidayakan ikan dan udang. Kemudian diterapkan di lingkungan lapas.

Kepala Pusat Pendidikan SUPM Kotaagung, Khaerudin, menyambut hangat kedatangan dan niat belajar pimpinan tiga instansi tersebut. SUPM Kotaagung dijadikan rujukan studi mereka, karena sekolah di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan itu bergerak di bidang tersebut.

“Kami bukan sekedar melihat suasana (SUPM). Tapi ada misi lebih penting di balik itu. Kami ingin mengadopsi dan
belajar tata cara membudidayakan ikan dan udang serta pengelolaan yang baik dan benar. SUPM Kotaagung bergerak di bidang ini. Hasil studi ini akan saya terapkan di lapas,” ujar Kalapas Sohibur Rachman.

Dalam kunjungan itu, Sohibur tampak antusias dalam melihat, mengikuti, serta mempelajari program pembudidayaan ikan dan udang di SUPM Kotaagung. Dia mengaku, ilmu yang didapat dari SUPM Kotaagung akan “ditransfer” kepada para warga binaan.

“Ilmu dari SUPM ini akan saya berikan pada warga binaan di Lapas Kotaagung. Selama ini mereka hanya bercocok-tanam. Setelah studi ini, mereka bisa dapat tambahan kegiatan baru. Dan yang pasti kegiatan positif,” kata mantan Kepala Rutan Kota Depok itu.

Sohibur juga menyebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya berkoordinasi dengan SUPM tentang pembudidayaan biota laut. Terutama udang dan ikan. Pun demikian, sebelum kegiatan itu dilaksanakan, Sohibur Rachman akan tetap lebih dulu melihat potensi dan situasi di lapas.

“Saya sangat ingin ada kegiatan semacam ini di lapas. Sehingga para warga binaan dapat memiliki keahlian di bidang pembudidayaan ikan dan udang,” Sohibur berharap.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0424/Tanggamus dan Kepala BPN Tanggamus yang sudah meluangkan waktu untuk bersama sama berkunjung ke SUPM Kotaagung, sepulang dari lari pagi bersama.

“Semoga Lapas Kotaagung dapat melaksanakan program ini dan menjadikan pembinaan di lapas lebih produktif lagi,” tandas Sohibur Rachman. (ayp)




Momen Langka, Kapolres Tanggamus Bergilir Kunjungi Organisasi Jurnalis

SERAHKAN CENDERAMATA: Ketua PD IWO Tanggamus Odo Kuswantoro menyerahkan cenderamata saat Kapolres AKBP Hesmu Baroto berkunjung, Kamis (14/4). (Foto-foto: IWO TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Tanggamus kedatangan tamu istimewa, yaitu Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M., Kamis (14/2). Selain ke Kantor IWO, Kapolres Tanggamus juga berkunjung ke organisasi profesi jurnalis lainnya di kabupaten berjuluk Bumi Begawi Jejama.

AKBP Hesmu Baroto dilantik sebagai Kapolres Tanggamus beberapa waktu lalu. Mantan Kasubditregident Ditlantas Polda Lampung itu menggantikan kapolres sebelumnya, AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si., yang berpindah tugas menjadi Kapolres Lampung Tengah.

Inisiatif Kapolres Tanggamus berkunjung dan bersilaturahmi ke sekretariat-sekretariat organisasi profesi wartawan, sangat diapresiasi. Sebab setelah beberapa kali pergantian kapolres, gebrakan inisiatif seperti yang dilakukan Hesmu Baroto, cukup langka. Sehingga tidak berlebihan jika kunjungan santai oleh pimpinan Korps Bhayangkara di Tanggamus itu, diapresiasi para insan pers.

“Saya memang lebih suka yang santai-santai begini. Maaf ya baru sempat bersilaturahmi ke kantor organisasi rekan-rekan. Ini baru ada waktunya. Dan terima kasih juga atas waktu rekan-rekan sudah bersedia ngobrol santai dengan saya. Untuk ke kapolsek-kapolsek pun, saya lebih suka tidak terjadwal. Sering kalau malam, saya ke polsek tanpa diketahui kapolseknya. Ya begitulah saya,” ujar Hesmu Baroto sesaat setelah tiba di Sekretariat IWO Kabupaten Tanggamus di Jalan Dalom Mangkunegara Pekon Kampungbaru, Kecamatan Kotaagung Timur.

Meskipun bersifat silaturahmi santai dan dalam durasi yang cukup singkat, selaku aparat penegak hukum, Hesmu Baroto tetap menyelipkan pesan-pesan kamtibmas. Terlebih saat ini seluruh warga Indonesia tengah berada dalam nuansa tahun politik. Tidak dipungkiri “pesta” demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 17 April mendatang, semakin “dibumbui” dengan gesekan-gesekan opini akibat perbedaan pilihan.

“Untuk itu, lewat kunjungan dan silaturahmi santai ini, saya sangat berharap rekan-rekan (wartawan) bantu dan dukung kami agar pelaksanaan pemilu berjalan aman dan lancar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanggamus sudah menetapkan 300-an tempat pemungutan suara. Dan kemarin malam juga logistik surat suara pilpres dan pileg baru tiba. Sekali lagi bantu kami menjaga kamtibmas. Terutama menjaga iklim tahun politik ini,” ujar kapolres.

Saat ini, Polres Tanggamus dan jajaran, terutama Polsek Pringsewu, Hesmu Baroto melanjutkan, juga masih terus fokus mempersiapkan pelaksanaan Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019 yang dipusatkan di Lapangan Pemkab Pringsewu.

“Setelah kunjungan ini, saya juga mau ke Pringsewu untuk bertemu dengan panitia acara (MRSF). Ya untuk memantapkan segala kesiapan. Mohon dukungan dan doa juga dari rekan-rekan agar kegiatan bidang lalu lintas ini sukses seperti yang kita harapkan. Semua demi menekan angka kecelakaaan lalu lintas, khususnya di kalangan milenial,” tutur perwira kelahiran Semarang itu.

AKRAB: Suasana santai dan akrab saat Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto berkunjung ke Sekretariat IWO.

Di hadapan kapolres, Ketua PD IWO Kabupaten Tanggamus Odo Kuswantoro, S.Kom. mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kunjungan dan silaturahmi tersebut. Dia berharap melalui kunjungan itu, hubungan dan relasi kerja sama antara Polres Tanggamus dengan media massa bisa semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih Pak Kapolres sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung ke sekretariat kami dan ke sekretariat organisasi jurnalis lainnya. Semoga ke depan, kerja sama mutualisme antara kami dengan Polres Tanggamus semakin baik. Sehingga dapat memberikan manfaat yang tepat guna bagi masyarakat,” ujar Odo Kuswantoro yang kemudian menyerahkan kenang-kenangan untuk Kapolres Tanggamus. (ayp)




Entaskan Kemiskinan, 15 Ribu Warga Miskin Tanggamus Dibantu Ternak Ayam

TRANSLAMPUNG, TANGGAMUS – Sekitar 15 ribu rumah tangga kategori miskin di Kabupaten Tanggamus, bakal menerima program pengentasan kemiskinan. Menariknya, program ini tak sekedar memberikan uang tunai pada penerima. Melainkan penerima diberi modal oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tanggamus membudidayakan ayam petelur.

Sekretaris DPKP Kabupaten Tanggamus Hasanudin mengatakan, program tersebut bakal dijalankan tahun ini. Stimulan ini diberikan kepada keluarga miskin, supaya kondisi taraf hidup mereka perlahan meningkat.

Hasanudin menjelaskan, bantuan berasal dari Pemerintah Pusat. Kemudian melalui Balai Veteriner Lampung diteruskan pada DPKP Tanggamus. Sebab saat ini bidang peternakan di bawah kewenangan bidang pertanian. Karena masuk dalam kategori ketahanan pangan.

“Ini adalah program baru untuk warga miskin supaya kesejahteraan mereka meningkat. Yaitu dengan beternak ayam. Kami akan beri bantuan modal kandang, ayam dan pakan untuk kebutuhan awal,” ujar Hasanudin, mewakili Kepala DPKP Tanggamus Soni Isnaini.

Mekanismenya, menurut Hasanudin, keluarga miskin penerima program ini, diharuskan memiliki lahan kosong berukuran 2 x 10 meter. Status lahan itu lebih bagus jika milik sendiri. Namun jika ada keluarga miskin yang menumpang pada lahan milik orang, maka pemilik diminta membebaskan penggunaannya. Sebab arahannya sampai pada waktu mendatang.

“Kemudian pada lahan itu, harus dibuatkan kandang ayam. Nanti ada modal Rp500 ribu untuk membuat kandang. Kami rasa itu cukup untuk awalan,” terang Hasanudin, Rabu (13/2).

Selanjutnya barulah warga miskin tersebut diberi bibit ayam berusia 30 hari sebanyak 50 ekor. Bibit ayam berasal dari Balai Veteriner Lampung. Ayam-ayam itu harus dipelihara, tidak boleh dijual,” terang Hasanudin.

Kemudian, masing-masing penerima program akan diberi lagi bantuan empat sak pakan ayam. Jumlah tersebut perkiraannya bisa untuk dua bulan dengan kebutuhan jumlah ayam dan usia ayam.

Selanjutnya warga miskin penerima program, harus terus memelihara ayam tersebut hingga bertelur dan bertambah populasinya. Apabila awalnya diberi 50 ekor, maka harus bertambah lebih dari itu.

“Selama pemeliharaan, kami akan mengawasi karena petugas bidang peternakan akan memberikan vaksin dan obat-obatan. Sehingga pertumbuhan ayam bagus dan tidak gagal,” ujar Hasanudin.

Ia mengaku, pilihan budidaya adalah ayam, karena cara beternaknya mudah. Artinya siapa saja bisa beternak ayam. Kemudian kebutuhan pakan dan pemeliharaannya, juga tidak terlalu tinggi. Sebingga tidak memberatkan penerima program yang notabene adalah keluarga miskin.

“Selama itu kami akan lakukan pendampingan seperti mengatasi masalah ketika ayam sakit dan lainnya yang berkaitan dengan kesehatan,” terang Hasanudin.

Alasan berikutnya, komoditas telur dan daging ayam selalu bernilai ekonomis dan berlangsung sepanjang waktu. Maka tidak ada kekhawatiran bahwa memelihara ayam bakal tidak laku. Hal itulah yang mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga miskin penerima program.

Penerima Program Mengacu Data BPS kemudian Divalidasi

DITANYA lebih lanjut soal pendataan penerima program, Hasanudin mengatakan, datanya mengacu pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanggamus. Namun setelah itu, tetap akan divalidasi oleh Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), untuk memastikan apakah keluarga tersebut layak menerima program ini atau tidak.

“Karena perlu adanya validasi penerima, makanya pelaksanaan program ini butuh waktu persiapan yang tidak sebentar. Sebab tujuan kami, penerima harus benar-benar warga miskin. Kami tegas menunda bantuan, atau menganulirnya, kalau penerimanya tidak sesuai kriteria,” tegas Hasanudin.

Pengawasan dan pendampingan, dia melanjutkan, akan dimulai sejak tahap pembangunan kandang. Apabila saat pembuatan kandang ditemukan warga mampu, maka kandang itu harus dibongkar dan penerima gagal mendapatkan bantuan.

“Karena program ini untuk pengentasan kemiskinan, maka harus orang miskin yang menerimanya. Jika ternyata nanti data dan kondisi di lapangan beda, terpaksa kami ganti,” Hasanudin memastikan.

Dia berharap, melalui program yang baik ini, maka hasilnya juga baik. Sangat tidak diharapkan sebaliknya. Apalagi sampai timbul masalah saat program ini berlangsung.

“Yang perlu kami tekankan, program ini untuk pengentasan kemiskinan. Bukan bantuan peternakan bagi peternak yang sudah mandiri atau warga mampu lainnya,” tandas Hasanudin. (ayp)

 




Pulang Sosialisasi, Ketua DPD II Golkar Tanggamus Meninggal Dunia

Foto: IST

PENGHORMATAN TERAKHIR: Bupati Tanggamus Dewi Handajani, para tokoh Partai Golkar Lampung, serta para Ketua Parpol mendoakan dan memberikan penghormatan terakhir pada Almarhum Musni Napis sebelum dimakamkan.
TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Rasa duka tengah menyelimuti kader dan simpatisan Partai Golongan Karya Lampung. Salah satu kader terbaik partai berlambang pohon beringin itu, sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Tanggamus Musni Napis meninggal dunia. Ia mengembuskan napas terakhir pada Senin (11/2) sekitar pukul 20.00 WIB di kediamannya, di Pekon Rantautijang, Kecamatan Pugung.

Sejumlah tokoh pun melayat ke rumah duka. Di antaranya Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M., Ketua Badan Anggaran DPR RI Azis Syamsudin, Wakil Ketua DPRD Tanggamus Aris Budianto, istri Gubernur Lampung terpilih Riana Sari Arinal, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tanggamus Agus Munada, mantan Wakapolres Tanggamus Kompol Hepi Hasasi, Ketua KPU Tanggamus Otto Yuri Saputra, Sekretaris KPU Yetrisman, Camat Pugung Hardasyah, Kapolsek Pugung Iptu, Mirga Nurjuanda, dan sejumlah kader Partai Golkar.

Wakil Ketua Bidang OKK DPD II Partai Golkar Tanggamus, Suropin mengatakan, almarhum meninggal akibat serangan jantung usai pulang dari sosialisasi di Pekon Sumanda.

“Tadinya Beliau sehat-sehat saja. Beliau dan rombongan baru pulang sosialisasi di Pekon Sumanda. Beliau sempat bersantai bersama keluarga di rumah. Minum teh bersama. Namun saat sedang duduk, katanya tiba-tiba sakit jantungnya kambuh. Saya juga kaget dapat kabar duka ini. Sebab setengah jam sebelumnya, saya juga masih telponan sama almarhum,” ungkap Suropin.

Selain meninggalkan posisi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Tanggamus, Almarhum Musni Napis meninggalkan seorang istri dan seorang putra.

“Kami keluarga besar Partai Golkar Lampung, khususnya Tanggamus, merasa sangat kehilangan. Beliau adalah sosok tegas dan bisa merangkul semua kader. Namun ini sudah menjadi ketetapan Allah SWT. Semoga almarhum diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ungkap Suropin.

Terpisah, Muslih selaku perwakilan keluarga almarhum mengatakan, setelah dimandikan dan dikafankan, Almarhum Musni Napis disolatkan di Masjid Darul Mutaqin. Lalu dimakamkan di TPU Pekon Rantautijang.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani mengenang sosok Musni Napis sebagai tokoh dan kader yang baik.

“Beliau orangnya baik. Saya dapat kabar duka ini semalam. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar bupati mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. (ayp)



Dukung Petani dan UMKM Kopi, BI-Pemkab Tanggamus Kerja Sama

SERAH-TERIMA CENDERAMATA: Bupati Tanggamus Dewi Handajani dan KPw BI Lampung Budiharto Setiawan saling serah-terima cenderamata usai audiensi membahas kerja sama optimalisasi komoditas kopi dari Tanggamus.
TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Membahas soal kopi, Bank Indonesia Perwakilan Lampung beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Dalam audiensi tersebut Bank Indonesia mengungkapkan, harga jual kopi dari Tanggamus yang sudah menembus pasar dunia sangat berpengaruh terhadap nilai tukar Rupiah. Sehingga hal itu sangat perlu dioptimalkan.

Audiensi berlangsung di ruang rapat bupati. Dari pemkab, dihadiri Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. Didampingi Pj. Sekretaris Daerah Hamid H. Lubis, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan FB. Karjiono, dan beberapa Kepala OPD terkait. Kemudian rombongan tamu, terdiri dari Kepala Perwakilan (KPw) BI Lampung Budiharto Setiawan, Manajer Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Tri Kurnia Ayu, serta Asisten Manajer Bambang Wirawan.

Budiharto Setiawan mengawali bahasan, dengan mengungkapkan BI  memiliki program pengendalian harga atau nilai tukar Rupiah. Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai tukar Rupiah tersebut, menurut BI, adalah keberadaan komoditas kopi dari Kabupaten Tanggamus yang telah memiliki kapasitas ekspor hingga ke mancanegara.

“Kabupaten Tanggamus adalah salah satu produsen kopi yang terbesar di Lampung. Bahkan di tingkat nasional. Termasuk juga komoditas lainnya. Oleh karena itu, kerja sama pengembangan komoditas kopi dan komoditas lainnya, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu dilakukan,” terangnya.

Mewakili BI, Budiharto berharap agar kondisi tersebut terus terjaga juga ditingkatkan. Ia menyatakan, BI telah dan akan mendukung petani dan pelaku usaha di Kabupaten Tanggamus agar dapat lebih meningkatkan produktivitasnya.

Dirinya menjelaskan, BI telah memberikan bantuan terhadap Kelompok Wanita Tani Dewi Sinta dalam pengolahan kopi, memberikan bantuan ternak kambing burawa, bantuan alat serta pelatihan kepada pelaku usaha yang ada di Kabupaten Tanggamus.

“Bantuan itu dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan kurs Rupiah. Baik di level provinsi maupun kabupaten,” ujar Budiharto.

Bupati Tanggamus Dewi Handajani menyambut baik tawaran kerja sama dari BI Perwakilan Lampung. Dewi Handajani berharap agar kerjasama tersebut akan semakin memotivasi petani dan pelaku UMKM khususnya, untuk lebih maju. Dia juga berharap dukungan dari BI terhadap pelaku usaha yang ada di Kabupaten Tanggamus, terus dilakukan dan ditingkatkan.

“Kami berharap bantuan ini dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Termasuk ada bantuan CSR atau yang lainnya. Selain itu agar ke depan ada harga komoditas yang lebih tinggi, dan ini agar bisa dibantu. Kerjasama ini kami harapkan agar ke depan bisa terus berkelanjutan,” ungkap Dewi Handajani.

Terhadap para pelaku usaha di Tanggamus, bupati meminta, agar mereka tidak berdiri sendiri. Namun juga merangkul sektor usaha yang lebih kecil. Misalkan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan kelompok-kelompok lainnya.

Pj. Sekda Tanggamus Hamid H. Lubis menambahkan, dirinya menginginkan adanya percontohan dari hulu hingga hilir, sehingga proyek kerja sama BI dengan Pemkab Tanggamus hingga berhasil.

“Kami ingin semua sektor pertanian bisa berhasil. Untuk itu kami mohon bimbingan sekaligus percontohan bagi masyarakat. Termasuk kepada Koperasi dan UMKM,” harap Lubis. (ayp)



Sekolahan Disidak Wabup Tanggamus, Kepsek Bolos dan Ada APK Caleg

Foto: DISKOMINFO TANGGAMUS

DITEGUR WABUP: Beberapa guru SMPN 1 Ulubelu serius memperhatikan teguran dari Wabup Tanggamus AM. Syafi’i, saat disidak pada Sabtu (9/2) pagi.
TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Dalam rangka evaluasi kinerja jajarannya, Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i S.Ag. secara intensif melakukan inspeksi mendadak. Pada Sabtu (9/2) giliran wilayah Kecamatan Ulubelu jadi lokasi sidak wabup. Tepatnya di Kantor Pusat Kesehatan Masyarakat Ngarip dan di SMPN 1 Ulubelu. Saat menyidak SMPN 1 Ulubelu, Wabup Tanggamus dua hal yang cukup mengejutkan.

SMPN 1 Ulubelu sebenarnya menjadi lokasi kedua yang disidak oleh Wabup Tanggamus. Alih-alih menjadi orang terdepan saat sekolahannya disidak oleh wabup, Kepala SMPN 1 Ulubelu justru tidak berada di tempat. Ironisnya menurut beberapa guru yang dijumpai wabup, oknum kepala sekolah itu diduga tidak memberikan keterangan.

Tidak berhenti di situ, kekesalan Wabup Syafi’i memuncak ketika mendapati ada alat peraga kampanye (APK) salah satu calon legislatif terpasang di depan SMPN 1 Ulubelu. Mendapati dua kondisi itu, kontan Wabup Tanggamus mengeluarkan reaksi keras.

“Sekolah adalah satu dari beberapa tempat yang harus bebas dari nuansa politik. Kok ini malah ada APK caleg di depan sekolahan? Segera copot! Sudah kepala sekolahnya nggak masuk tanpa keterangan, ini malah ada APK,” seru Syafi’i.

Para guru yang saat itu ada, hanya bisa pasrah menerima teguran dari Wabup Tanggamus. Lantas beberapa guru langsung melaksanakan perintah wabup untuk mencopot APK. Mereka pun mengaku tidak tahu, perihal siapa yang memasang APK di depan SMPN 1 Ulubelu.

“Kami nggak tahu pak siapa yang pasang (APK),” ujar salah satu guru.

Sembari meninjau sekeliling sekolahan, Wabup Syafi’i meminta pada dewan guru agar melaksanakan tugas dengan baik. Termasuk jika hari Senin, meskipun ada guru yang tidak memiliki jam mengajar, wabup meminta guru tetap hadir di sekolah.

Sebelum menyidak SMPN 1 Ulubelu, Wabup Tanggamus Syafi’i lebih dulu mendatangi Puskesmas Ngarip. Seperti biasa, wabup mengecek kehadiran pegawai puskesmas setempat. Dari hasil pengecekan, diketahui ada beberapa pegawai yang tidak hadir hari itu. Namun anehnya, pada buku absensi justru terisi hadir. Menyikapi hal itu Syafi’i meminta agar yang bersangkutan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

“Pegawai-pegawai yang begini harus diberi sanksi sesuai peraturan yang berlaku. Agar jangan terjadi lagi,” tegas Syafi’i.

Pada pegawai puskesmas yang hadir, wabup meminta mereka melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sesuai dengan slogan Pelayanan RATU. Dia juga meminta agar setiap pekon membentuk poskesdes.

“Saya minta setiap pekon ada poskesdes. Petugasnya dari puskesmas,” pinta Syafi’i.

Baik di Puskesmas Ngarip maupun di SMPN 1 Ulubelu, wabup meminta agar setiap pegawai memahami Panca Prasetya Korpri.

“Saya minta semua pegawai hapal, paham, dan melaksanakan Panca Prasetya Korpri. Nanti dibuatkan banner-nya dan dipasang, agar selalu ingat,” tandas Syafi’i. (ayp)