Isap Ganja dan Telan Excimer di Acara Komunitas Motor, 15 Pemuda Digiring Polisi

JALAN JONGKOK: Limabelas pemuda yang diduga mengisap ganja dan menelan pil excimer saat acara komunitas motor di lapangan Pekon Landsbaw, berjalan jongkok menuju ruangan Satres Narkoba Polres Tanggamus untuk diperiksa. (Foto: DOK POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanggamus menggiring sedikitnya 15 pemuda untuk diperiksa. Diduga belasan pemuda dari tiga kabupaten berbeda itu, asyik berpesta ganja dan menelan pil excimer saat sedang mengikuti acara di Stan Sekuter Tanggamus di Lapangan Pekon Landsbaw, Kecamatan Gisting, Minggu (24/11) siang.

Kasatres Narkoba Polres Tanggamus AKP Hendra Gunawan, S.H. menerangkan, belasan pemuda itu diamankan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. Informasi itu menyebutkan, ada belasan pemuda sedang mengisap ganja di belakang sebuah stan saat acara komunitas sepeda motor.

“Para terduga diamankan di belakang stand Vespa Tanggamus, di Lapangan Pekon Landsbaw, sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Hendra Gunawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Limabelas pemuda tersebut, 13 orang merupakan warga Kabupaten Pringsewu. Mereka masing-masing berinisial MK (23) alias Burok, RB (23) alias Ridho, YA (20) alias Yoga, EM (19) alias Akbar, FF (20) alias Feri, PA (24), SG (30), AM (20), PT (22), AW (19), RT (17), AW (20), dan JA (20).

“Lalu BI (19) warga Kecamatan Gedongtaaan, Kabupaten Pesawaran serta IA (20) warga Kecamatan Pakuanratu, Kabupaten Way Kanan,” beber kasatres narkoba.

Dari para terduga itu, Hendra Gunawan melanjutkan, turut diamankan barang bukti berupa selinting rokok ganja sisa pakai, 18 butir pil excimer warna kuning, dan uang tunai Rp10 ribu.

“Selain mengisap ganja, mereka juga diduga menelan excimer. Padahal excimer adalah obat antipsikotik fenitiazin yang digunakan untuk mengatasi gangguan psikosis,” papar Hendra Gunawan.

Saat ini, kata dia, para terduga penyalahguna ganja dan pil excimer itu sudah diamankan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Sementara mereka kami amankan guna proses penyidikan lebih lanjut. Dan masih kami dalami darimana mereka mendapatkan barang tersebut,” tandasnya. (ayp)




Dalam 24 Jam, Polsek Gunung Agung Berhasil Ungkap Kasus Curat Alfamart

TRANSLAMPUNG.COM, TULANGBAWANG – Dalam waktu 24 jam, Polsek Gunung Agung berhasil mengungkap pelaku tindak pidana curat (pencurian dengan pemberatan) di Alfamart yang ada di wilayah hukumnya.

Kapolsek Gunung Agung AKP Tri Handoko, SH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, tindak pidana curat tersebut terjadi hari Rabu (13/11/2019), sekira pukul 03.15 WIB, di Tiyuh/Kampung Totomulyo, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Akibat aksi curat yang dilakukan oleh pelaku, pihak alfamart mengalami kerugian uang tunai sebanyak Rp. 60 Juta,” ujar AKP Tri, Kamis (14/11/2019).

Terungkapnya pelaku tindak pidana yang terjadi di alfamart berkat olah TKP (tempat kejadian perkara) dan hasil pemeriksaan saksi-saksi. Dimana salah satu saksi yang merupakan pegawai alfamart saat dimintai keterangan oleh petugas kami memberikan jawaban yang berubah-ubah.

Sehingga petugas kami langsung mengajak saksi tersebut untuk menunjukkan tempat seperti yang disampaikannya. Saat mendekati rumah seperti yang disebutkan oleh saksi ini, tepatnya hari Kamis (14/11/2019), sekira pukul 03.15 WIB, di Kampung Aji Jaya KNPI, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, saksi yang memang telah dicurigai sebagai pelaku mengakui bahwa dialah yang telah mencuri uang di dalam brankas milik alfamart.

“Adapun identitas dari pelaku tersebut berinisial MS (25), berprofesi pegawai, warga Kampung Lebuh Dalem, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang,” ungkap AKP Tri.

Menurut keterangan dari pelaku, dalam melakukan aksinya dilakukan sendirian dengan cara memanjat tembok samping, lalu merusak pentilasi kaca yang dilindungi dengan teralis besi. Kemudian pelaku masuk ke gudang dan menuju ruang brankas, setelah berhasil membuka brankas pelaku lalu mengambil uang tunai dan keluar dari alfamart melewati tempat yang masuk untuk masuk.

Dari tangan pelaku, petugas kami berhasil menyita BB (barang bukti) uang tunai sebanyak Rp. 10.100.000,- (sepuluh juta seratus ribu rupiah), sedangkan sisa uang yang lain dititipkan oleh pelaku kepada saudaranya yang berinisial M dan sekarang masuk DPO (daftar pencarian orang).

Pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Gunung Agung dan akan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan. Diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (als)




Polsek Gading Rejo Tangkap Terduga Pelaku Asusila pada Keponakan

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Seorang pria berinisial SP warga Pekon Bulokarto Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu ditangkap Tekab 308 Polsek Gadingrejo.

Pasalnya, pengangguran 36 tahun itu diduga telah memperkosa seorang gadis yang masih keponakannya sendiri berinsial SF.

Kapolsek Gadingrejo Iptu Anton Saputra mengungkapkan, SP dilaporkan telah oleh memperkosa SF (18) warga Dusun Bulusari, Pekon Bulokarto Gadingrejo.

”Atas laporan orang tua korban, petugas menangkap pelaku Sabtu (9/11) pada pukul 12.00 WB,” ungkap Iptu Anton Saputra dalam keterangannya mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM, Minggu (10/11/19).

Iptu Anton menjelaskan, berdasarkan keterangan ibu korban, perbuatan keji SP terhadap anak dari kakak perempuannya itu dilakukan
pada Jumat (8/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Perkosaan itu bermula ketika korban sedang melipat pakaian di dalam rumahnya tepatnya di ruang TV. Tiba-tiba pelaku datang dan mengajak korban berhubungan badan, namun korban menolak.

“Pelaku terus merayu korban dengan iming-iming akan memberi uang tapi korban menolak. Karena korban terus menolak kemudian pelaku memaksa korban hingga terjadi tindakan pemerkosaan,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah melampiaskan nafsu bejadnya, pelaku langsung pergi meninggalkan korban. Dan beberapa saat kemudian korban langsung menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

“Pelaku ternyata masih merupakan paman korban (adik kandung ibu korban). Korban sendiri memiliki riwayat penyakit epilepsi dan gangguan mental sejak kecil,” ujarnya.

Saat ini pelaku berikut barang bukti berupa kaos oblong lengan panjang dengan motif garis-garis warna hitam putih, celana training panjang warna hijau dan pakaian dalam dalam korban diamankan di Polsek Gading Rejo guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Atas tindak pidana perkosaan diatur dalam pasal 285 KUHP pelaku terancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara, tersangka dalam penuturannya kepada penyudik mengaku telah dua kali melakukan kejahatan tersebut. Hal itu karena melihat korban mengalami keterbelakangan dan dianggap lemah tidak dapat melawan.

“Dua kali, saya melakukan karna enggak mungkin keponakan saya melawan,” ucap pria gondrong dan dikenal suka mabuk-mabukan tersebut. (rez)




Sempat Kabur ke Lebak, Pemerkosa Anak Tiri “Dijemput” Paksa Unit PPA dan TEKAB 308 Tanggamus

TANGKAP TERSANGKA: Unit PPA dan TEKAB 308 Satreskrim Polres Tanggamus bersama petugas Polsek Panggarangan Kabupaten Lebak, sesaat setelah berhasil menangkap tersangka pemerkosa anak tiri, Sahroni (34) di Dusun Calincing Ilir Desa Sindang Ratu, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak. (Foto: DOK POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah “perburuan” ke Provinsi Banten, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak dibantu TEKAB 308 Satuan Reserse Kriminal Polres Tanggamus, sukses menangkap Sahroni (34) pada Sabtu (2/11) dini hari. Dia dikejar petugas dari Tanggamus, lantaran diduga menyetubuhi putri tirinya sendiri yang masih berusia 16 tahun, berisinial Rhy.

“Jangan bilang siapa-siapa. Nanti kalau bilang dengan siapa-siapa, kamu saya teluh!!”

Ironisnya perbuatan bejat tersangka itu dilakukan sebanyak dua kali, dengan cara mengikat kedua tangan putri tirinya dan menyumpal mulutnya dengan sobekan kain jarik. Agar korban takut dan bersedia tetap bungkam atas perbuatan amoral ayah tirinya, tersangka pun mengancam akan meneluh korban jika ia buka mulut.

Kali pertama, aksi tersangka menggagahi putri tirinya, dilakukan pada Mei 2019 lalu. Namun di hadapan petugas, gadis kelahiran 6 Juni 2003 itu tak mampu lagi mengingat tepatnya tanggal dan harinya. Ia hanya ingat dirudapaksa ayah tirinya sekitar pukul 23.00 WIB. Merasa aksinya yang pertama aman, tersangka kembali menjadikan putri tirinya pelampiasan nafsu birahinya pada 16 Agustus 2019, sekira pukul 23.30 WIB. Sebuah rumah di Dusun Kali Kumbang, Pekon Sido Mulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus menjadi saksi bisu semua aksi bejat Sahroni terhadap putri tirinya.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. menjelaskan, keberhasilan Unit PPA dan TEKAB 308 menangkap tersangka, tidak terlepas dari koordinasi dan bantuan dari Polsek Panggarangan, Kabupaten Lebak. Terlebih untuk bisa menjangkau tempat persembunyian tersangka yang sekaligus kampung halamannya di Dusun Calincing Ilir, Desa Sindang Ratu, Kecamatan Panggarangan, petugas harus melewati perbukitan terjal dengan akses jalan berbatu.

“Namun alhamdulillah, usaha dan proses kami tidak menghianati hasil. Dengan dibantu rekan-rekan dari Polsek Panggarangan, Unit PPA dan TEKAB 308 akhirnya bisa menangkap tersangka. Perbuatan tersangka akhirnya bisa diproses secara hukum, diawali laporan dari SR (31) yang dituangkan pada LP/B-1153/X/2019/Lpg/Res Tgms, tanggal 07 Oktober 2019,” ujar kasat reskrim, mewakili Kapolres Tangggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Berbekal dari laporan tersebut, kata Edi Qorinas, Unit PPA Satreskrim Polres Tanggamus mencoba mengumpulkan “potongan-potongan puzzle” perkara asusila ini agar bisa mengarah pada tersangka. Salah satunya dengan mengumpulkan barang bukti dan memeriksa dua saksi, yaitu Fahrudin (55) dan Hendra Wijaya (43).

Barang bukti yang diperoleh dari kasus ini, antara lain satu helai kain sarung motif kotak-kotak warna hijau kombinasi warna kuning, satu helai rok panjang warna biru dongker, celana dalam perempuan warna putih, kaos lengan pendek warna hitam, bra warna orange, dan kaos dalam perempuan (tanktop) warna hitam putih.

Selain dilakukan dengan kekerasan, yaitu mengikat tangan dan menyumpal mulut korbannya, menurut Edi Qorinas, pada setiap aksinya tersangka mengancam korban: “jangan bilang ke siapa-siapa! Nanti kalau kamu bilang dengan siapa-siapa, kamu saya teluh!”

“Begitulah ancaman tersangka terhadap putri tirinya. Untuk menyetubuhi korban, tersangka selalu mencari kesempatan dan menunggu ibu kandung korban tidak berada di rumah,” kata Edi Qorinas.

Ketika petugas tiba di kampung halamannya setelah menempuh sekitar satu jam perjalanan melewati perbukitan berbatu, tersangka yang sedang tidur pulas di kamarnya ditangkap tanpa perlawanan. Dan akhirnya digiring kembali ke Polres Tanggamus untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan bejatnya.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 76 D jo Pasal 81 Ayat (1) dan (2) dan Pasal 76 E jo Pasal 82 Ayat (1) Perubahan UU Nomor 17 Tahun 2016, tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 Tahun Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tandas kasat reskrim. (ayp)




Hari Keenam Operasi Zebra Krakatau 2019, Satlantas Polres Tulang Bawang Tangkap Komplotan Spesialis Curat Rumah Kosong

TRANSLAMPUNG.COM, TUBA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulang Bawang berhasil menangkap komplotan spesialis pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) rumah kosong.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, para pelaku tersebut ditangkap hari Senin (28/10/2019), sekira pukul 16.00 WIB, di Jalintim (jalan lintas timur), Kampung Kahuripan, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang.

“Saat itu petugas Satlantas kami yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas AKP Agustinus Rinto, SE, MH sedang melaksanakan Operasi Zebra Krakatau 2019 di hari keenam dan melakukan pemeriksaan kendaraan yang sedang melintas di Jalintim,” ujar AKBP Syaiful, Selasa (29/10/2019).

Melintaslah mobil Mitsubishi Pajero Sport warna putih, BG 1168 BG dari arah Bandar Lampung menuju ke arah Palembang, kemudian kendaraan tersebut di stop oleh petugas dan ditanyakan surat-surat kendaraan. Tiba-tiba salah satu pelaku langsung keluar dari mobil dan melarikan diri, sehingga dengan sigap petugas kami langsung mengejar dan berhasil menangkap pelaku tersebut.

Petugas kami pun semakin curiga, sehingga langsung dilakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut dan ditemukan BB (barang bukti) berupa uang tunai sebanyak Rp. 46.485.000,- (empat puluh enam juta empat ratus delapan puluh lima ribu rupiah), mata uang asing sebanyak 107 dolar singapur, tiga keping emas seberat 15 gram, lima kunci L, dua buah linggis, obeng, lakban warna hitam, pisau kater, GPS, empat bilah sajam (senjata tajam) jenis pisau garpu, gunting besar dan tas ransel warna hitam.

“Adapun identitas para pelaku yang berhasil ditangkap yaitu berinisial DM (33) dan HA (33), mereka merupakan warga Talang Bali, Kelurahan Sungai Rebo, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan,” ungkap AKBP Syaiful.

Dari hasil interogasi petugas kami, para pelaku ini telah melakukan aksi kejahatan spesialis curat rumah kosong dengan beberapa TKP (tempat kejadian perkara) di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, sehingga tadi malam para pelaku berikut BB sudah dijemput dan diserahkan ke petugas dari Polresta Bandar Lampung. (als)




Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Warung Pecel Lele di Tulang Bawang Barat

TRANSLAMPUNG.COM, TUBA – Polsek Lambu Kibang bersama Tekab 308 Polres Tulang Bawang berhasil mengungkap pelaku tindak pidana pencurian di sebuah warung pecel lele.

Kapolsek Lambu Kibang Iptu Abdul Malik mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, tindak pidana tersebut terjadi hari Rabu (09/10/2019), sekira pukul 07.50 WIB, di warung pecel lele bunda, Tiyuh/Kampung Indraloka I, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat.

“Korban Nurul Alfiah (29), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, akibatnya korban mengalami kerugian sepeda motor Honda Beat warna putih, HP (handphone) Vivo Y91, HP Xiaomi 5A dan kartu ATM (anjungan tunai mandiri) Bank Mandiri,” ujar Iptu Malik, Senin (28/10/2019).

Kejadian bermula saat korban pergi mengantarkan anaknya ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy, sesampainya di sekolah korban menunggu sekira 10 menit setelah itu barulah korban pulang ke warung. Setelah sampai disana, korban terkejut karena sepeda motor Honda Beat, dua unit HP dan kartu ATM miliknya telah hilang.

Korban sempat bertanya kepada saksi Rizal (30), ternyata saksi saat kejadian masih tertidur di warung milik korban. Korban lalu mencari keberadaan pelaku yang saat sebelum korban mengantarkan anaknya ke sekolah juga masih tertidur di warung miliknya, ternyata pelaku telah melarikan diri, lalu korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Lambu Kibang.

Berbekal laporan dari korban, petugas kami bersama Tekab 308 Polres langsung melakukan penyelidikan untuk mencari dimana keberadaan pelaku. Berkat keuletan dan kegigihan petugas di lapangan, akhirnya hari Senin (28/10/2019), sekira pukul 03.00 WIB, pelaku berhasil ditangkap saat sedang berada di Kampung Seputih Surabaya, Kecamatan Gaya Baru, Kabupaten Lampung Tengah.

“Adapun identitas pelaku tersebut berinisial WA (20), berprofesi buruh, warga Kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang,” ungkap Iptu Malik.

Saat ini pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolsek Lambu Kibang dan akan dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana tentang pencurian, diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. (als)




MPC PP Pesawaran Minta Penegak Hukum Agar Segera Usut Tuntas Kasus Penusukan Almarhum Mursal 

TRANSLAMPUNG.COM, PESAWARAN -Setelah sempat di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek, Mursal (55) Korban penusukan pasca Pilkades di Desa Banjarnegeri, Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran yang terjadi beberapa hari lalau akhirnya meninggal dunia.

Hal ini di benarkan oleh Humas RSUD Abdoel Moeloek Ria, mengatakan bahwa almarhum memang sudah beberapa hari dirawat di RSUD, namun setelah di lakukan perawatan ternyata Allah berkehendak lain.

“Ya,benar almarum meninggal kisaran pukul 8.15 WIB pagi tadi (Jum,at red) kami pihak rumah sakit sudah merawatnya sesuai dengan SOP yang ada,”kata Ria saat di hubungi translampung.com.Jumat (25/10/19).

Berdasarkan informasi yang di dapat translampung.com, alamarhun Mursal merupakam korban penusukan pasca penghitungan suara Pilkades serentak di Desa Banjarnegeri.Dan Alamarhum sendiri  merupakan warga Talang Padang Gisting, namun saat Pilkades digelar ia bersama anak istrinya pulang ke Banjarnegeri untuk menjenguk mertuanya sekaligus  menyaksikan penghitungan suara pilkades serentak di Desa tersebut.

Saat itulah peritiwa penusukan terjadi, diduga penusukan dilatarbelakangi kekalahan salah satu calon hingga korban mengalami tiga luka tusukan di perut dan di dada kanan.setalah itu mursal dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek guna menjalani perawatan intensif namaun setelah beberapa hari dirawat alamarum meningal dunia.

Menaggapai kejadian ini selaku Majelis Pimpinan Cabang  Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Pesawaran angkat bicara atas terjadinya kasus penusukan pada saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) seretak di Desa Banjarnegeri, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran.

Menurut ketua MPC PP Pesawaran Murni Achmadi melalaui Sekretaris MPC PP Toni Mahasan, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum salah satu  pendukung cakades, apalagi sampai menyebabkan korban jiwa atas meninggalnya Saudara Mursalin (korban penusukan pilkades (Kabupaten Pesawaran).

“Ya,apapun alasannya,kami seluruh pengurus MPC PP Pesawaran mengutuk keras pelaku penusukan yang menyabapkan jatuh korban jiwa.”kata Toni Mahasan.

Dirinya juga mengatakan bahwa dengan adanya kejadian ini tentunya telah merusak tatanan demokrasi di Bumi Andan Jejama.Dan demi rasa Kemanusiaan dan demokrasi yang beradab Pemuda Pancasila meminta kepada aparat kepolisian menegakkan hukum khusuya pihak polres pesawaran agas bisa mengusut tuntas kejadian ini, dan mengadili pelaku penusukan dan memberikan hukuman setimpal.

“Kejadian ini sangat menciderai iklim demokrasi dibumi andan jejama. Pemuda Pancasila tidak membenarkan tindak kekerasan ini dengan dalih apapun.”ucapnya.

“Selanjutnya Pemuda Pancasila menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga alm. Semoga keluarga dapat diberikan kekuatan oleh Allah. SWT dalam menghadapi takdir ini.”pungkasnya,(ydn).




STNK mati Bisa ditilang Anggota Polantas

KALIANDA – Petugas Satuan Lalulitas berhak menilang seorang pengendara, jika Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) atau TNKB kendaraan yang dimiliknya tersebut mati.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP. M. Kasyfi Mahardika, saat berkunjung ke sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung Selatan, Rabu (23/10/2019).

Menurut Kasyfi, selama ini persepsi masyarakat tentang STNK yang mati itu bukan wewenang kepolisian.
Namun, Berdasarkan pasal 70 ayat 2 UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa, STNK bermotor dan TNKB berlaku selama lima tahun dan harus dilakukan pengesahan tiap tahunnya.

“Ini salah satu masalah yang banyak dipertanyakan oleh masyarakat, yaitu terkait dengan keabsahan STNK,” kata dia.

Setiap pengendara, dijelaskan dia wajib mengesahkan stnk. Misal, tahun ke 3 atau 4 tidak dicap itu tidak bisa dtilang, tapi tahun ke 5 tidak juga dicap itu dianggap tidak hidup dan bisa ditilang.

“Untuk itu setiap masyarakat diwajibkan untuk membayar pajak setiap tahunnya, dengan melampirkan KTP sebagai bukti kepemilikan kendaraan agar bisa mendapatkan bukti keabsahan berupa cap di STNK,” beber dia.

Jika 2 tahun mati STNK, itu bukan berarti 2 tahun tidak bayar pajak. tetapi 7 tahun tidak perpanjang pajak. Kalau mau menghidupkan lagi bisa, tapi harus bayar BBN 1 atau pendaftaran lagi dari awal,” ujarnya.

Selain itu, bagi masyarakat yang hendak meperpanjang STNK, tidak harus membayar ditempat domisili kendaraannya, akan tetapi bisa membayarnya disetiap Samsat yang ada di Lampung.

“Karena sejak tahun lalu sudah online, jadi masyarakat Lampung Selatan yang kendaraannya berdomisili di Bandarlampung, bisa membayar pajak di Samsat Kalianda,” kata dia.

Selama Ops Zebra Krakatau 2019 mulai 23 Oktober sampai 5 November, ia menghinbau agar masyarakat melengkapi surat kendaraan seperti STNK dan kelengkapan kendaraan seperti helm dan menggunakan safety belt.

“Bagi masyarakat khsusunya yang berada dj wilayah Lampung Selatan, saat akan berkendara baik menggunakan roda 2 atau roda 4, untuk melengkapi kelengkapan berkendaranya,” tandasnya.(Johan)




Satlantas Polres Tuba Gelar Operasi Zebra Krakatau 2019, Catat Tanggal dan Sasarannya

TRANSLAMPUNG.COM, TUBA – SatlantasaluLintas (Satlantas) Polres Tulang Bawang melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Krakatau 2019, hari Rabu (23/10/2019), sekira pukul 08.30 WIB, bertempat di lapangan Mapolres setempat.

Bertindak selaku Pimpinan Apel Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH, Perwira Apel Kasat Lantas AKP Agustinus Rinto, SE, MH dan Komandan Apel Kanit Regident Satlantas Iptu Amsar, S.Sos.

Kapolres pada kesempatan tersebut, membacakan amanat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung Irjen Pol Drs. Purwadi Arianso, M.Si.

“Operasi Zebra Krakatau 2019 ini dilaksanakan secara serentak di seluruh indonesia selama 14 hari, TMT (terhitung mulai tanggal) 23 Oktober 2019 s/d 05 November 2019,” ujar AKBP Syaiful.

Lanjutnya, Operasi ini dilaksanakan dengan mengutamakan tindakan Kepolisian di bidang lalu lintas berupa tindakan represif 80 %, tindakan preemtif 10 % dan tindakan preventif 10 % yang pada pelaksanaannya dilakukan secara humanis dengan mengedepankan 3S (senyum, sapa dan salam).

Adapun yang menjadi sasaran dalam pelaksanaan Operasi Zebra Krakaktau 2019 kali ini yaitu :

Pertama, keabsahan surat-surat kendaraan R2/R4 yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan (STNK dan BPKB).

Kedua, pengemudi yang tidak memiliki SIM (surat izin mengemudi).

Ketiga, pengemudi R2/R4 yang menggunakan lampu isyarat lalu lintas (rotator/strobo).

Keempat, kendaraan yang melanggar berat muatan, tidak sesuai peruntukannya dan laik jalan.

Kelima, pengemudi yang SIM nya tidak sesuai kendaraan/peruntukannya.

keenam, pengemudi kendaraan yang masih dibawah umur.

Ketujuh, pengemudi yang melanggar rambu, marka dan peraturan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.(als)




Polres Lambar, Gelar Latihan Pra-kerja Oprasi Zebra Krakatau 2019

TRANSLAMPUNG. COM, LAMBAR
Polres lampung barat (Lambar) menggelar kegiatan latihan pra operasi (Lat Pra Ops) Zebra Krakatau 2019 yang dipimpin Kabag Ops Kompol Mujiono, S.H., M. h. Di aula partisarawirya. Selasa (22/10).

Dalam sambutannya, Kabag Ops Kompol Mujiono, S.H., M.H. mewakili Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Hariyadi,S.IK.,M.H. mengungkapkan bahwa kegiatan Latpraops ini dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi, konsep, pola serta cara bertindak teknis dan taktis dalam penyelenggaraan operasi kepolisian Zebra Krakatau 2019 yang akan di laksanakan selama 14 Hari terhitung tanggal 23 Oktober hingga 5 November 2019 mendatang.

“Diharapkan peran serta masyarakat kabupaten Lambar dan Pesibar guna mendukung giat Operasi Zebra Krakatau 2019 dengan cara tertib berlalu lintas di jalan, dan saat mengendarai kendaraannya dapat melengkapi kelengkapan kendaraan seperti lampu sen, kaca spion, nomor polisi terpasang di bagian depan dan belakang pada kendaraannya, memakai helm standar SNI, ”Terang, Kabag Ops Mujiono.

Sementara itu, Kasat Lantas Iptu Ipran, S.H. menambahkan bagi anggota yang terlibat saat melaksanakan operasi zebra ini harus melaksnakan dengan sungguh-sungguh,

“Sebelumnya, dari jajaran anggota satuan lalu lintas sudah melaksanakan sosialisasi di wilayah hukum Polres Lambar baik itu di sekolah-sekolah maupun kepada masyarakat mulai di tingkat pekon, kecamatan dan kabupaten, ”jelas Kasat Lantas.

Dalam operasi ini, lanjutnya, kita akan melibatkan dinas terkait mulai dari TNI, pengadilan dan kejaksaan dan akan dilaksanakan operasi sidang di tempat.

“Dalam pelaksanaan operasi dijalan nanti harus terpasang plang dan mengedepankan (3S) Senyum, Sapa dan Salam, di harapkan dalam ops zebra Krakatau 2019 dapat berjalan lancar dan kondusif, ” tandas Iptu Ipran.