Jajaran Polres Lamsel tangkap Pecuri HP dan Laptop milik mahasiswa UGM.

TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA – Respon cepat kembali ditunjukan jajaran Polres Lampung Selatan, kali ini mereka berhasil membekuk dua orang pelaku pencuri barang berharga milik relawan Universitas Gajah Mada (UGM), yang sedang bertugas di Posko relawan korban tsunami di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan.

Kapolres Lampung Selatan. AKBP. M. Syarhan mengatakan dua orang pelaku yang berhasil di ringkus yakni Jepri alias unyil (28, warga Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, dan Abdul Rohim (40) warga Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan. Sedang, dua pelaku lainnya, yakni Iwan Jay dan Mul masih dalam pengerjaan atau Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Untuk dua orang pelaku, berhasil kami amankan, berikut Barang Buktinya 6 unit HP dan 1 unit laptop sebagai barang bukti. Dua orangnya, masih tahap pengajaran,“ kata M. Syarhan, disiaran pers di Mapolres setempat, Senin (18/2/2019).

Dijelaskan M.Syarhan, pada hari Rabu 13 februari 2019 para pelaku telah melakukan tindak pidana dengan pencurian milik para relawan UGM yang sedang bertugas di Posko relawan di Desa Kunjir,  Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan.

“Para pelaku berhasil menggasak barang barang berharga milik korban yakni 9 unit hp dan 1 unit Laptop. setelah para korban melaporkan kejadian yang mereka alami langsung melakukan pencarian dan kurang dari 2x 24 jam kami berhasil meringkus 2 orang pelaku di kediamanya,” ungkapnya.

Atas perbuatan para pelaku tersebut, ditambahkan dia, akan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

“Untuk BB setelah dilakukan pemeriksaan, nanti akan kita  serahkan kembali kepada masing-masing pemiliknya,” tutupnya.(Johan)




Lagi Asik Nyabu, Seorang Wanita Muda Diringkus Satnarkoba Polres Way Kanan

TRANSLAMPUNG.COM, BUAY BAHUGA – Satnarkoba Polres Way Kanan berhasil meeingkus dan mengamankan  LPL (22) warga Kampung Suka Bumi Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan, karena diduga melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kampung Suka Bumi Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan pada hari minggu (17/02/2019) Sekitar pukul 15:00 Wib.

Kapolres Way Kanan AKBP. Andy Siswantoro melalui Kasatnarkoba IPTU Andre Try Putra menerangkan bahwa pada Minggu kemarin, anggota Satresnarkoba memperoleh Informasi bahwa salah satu rumah di Kampung Suka Bumi sering dijadikan tempat untuk melakukan penyalahgunaan Narkotika Gol I bukan tanaman jenis sabu.

“Petugas yang mendapatkan informasi melakukan penyelidikan, hasilnya setelah tiba dilokasi sekitar pukul 15.00 WIB didalam rumah ada seorang perempuan inisial LPL yang saat itu sedang menggunakan (mengkonsumsi) Narkotika Gol I diduga jenis sabu diruang tengah rumah tersebut,” terang Kasat Narkoba saat memberikan keterangan Pres Rilis, Senin (18/02/2019).

Kasat menjelaskan bahwa saat penangkapan tersangka tak menyadari ketika petugas melakukan penyergapan karena sedang asik menikmati narkotika saat di ruang tengah, sehingga petugas berhasil mengamakan TSK tanpa perlawanan.

“Saat penggeledah berlangsung, ditempat sama ditemukan barang bukti berupa satu plastik bening yang berisikan kristal putih yang diduga sabu, dua buah korek api gas, satu batang jarum bakar, satu buah catoon bad dan satu buah secop yang terbuat dari pipet air mineral,” jelasnya

Atas perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. (rls/Migo)




Polsek Rawa Pitu Identifikasi Balita yang Tenggelam di Aliran Irigasi

TRANSLAMPUNG.COM, TUBA – Polsek Rawa Pitu melakukan identifikasi dan olah TKP (tempat kejadian perkara) balita (bayi bawah lima tahun) tenggelam di aliran air saluran irigasi sekunder, yang berada di perbatasan Kampung Gedung Jaya.

Kapolsek Rawa Pitu Ipda Samsi Rizal AB, SE, MH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, kejadian tenggelamnya balita tersebut terjadi hari Kamis (14/2), sekira pukul 13.00 WIB, di aliran air saluran irigasi sekunder.

“Adapun identitas balita yang tenggelam yaitu M Rafiq Zayyan (4), warga Kampung Gedung Jaya, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulang Bawang,” ujar Ipda Samsi. Jumat (15/2).

Kejadian bermula ketika korban bersama teman-temannya Citra (4) dan Safina (6) sedang mencari ikan kecil, tiba-tiba korban terpeleset dan tercebur ke dalam saluran irigasi sekunder. Karena korban tidak bisa berenang mengakibatkan korban langsung tenggelam. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban langsung berlari meminta tolong kepada warga dan dengan seketika warga langsung datang ke TKP.

“Saksi Saprudin (32), berprofesi tani, warga Kampung Gedung Jaya dan saksi Eko Sulistiyono (27), berprofesi tani, warga Kampung Rawa Ragil yang mengetahui kejadian tersebut, langsung menyelam untuk mencari korban. Akhirnya korban berhasil ditemukan oleh saksi Eko Sulistiyono di dalam air yang berjarak sekira 2 Meter dari TKP, selanjutnya korban diangkat ke tanggul dan coba dilakukan pertolongan, tetapi korban tidak ada reaksi,” urai Ipda Samsi.

Korban selanjutnya dibawa pulang ke rumahnya dan dilakukan pemeriksaan oleh Bidan Leni. Hasil pemeriksaan dari kondisi fisik korban, korban sudah tidak terselematkan dan dinyatakan sudah MD (meninggal dunia).

“Orang tua korban menolak untuk dilakukan autopsi terhadap anaknya dan telah menerima kejadian ini sebagai musibah, korban pun telah dimakamkan pada hari itu juga.” Tutup Kapolsek. (*/als)




Selipkan Sajam di Pinggang, Warga Gedung Meneng Ditangkap Polisi

TRANSLAMPUNG.COM, TUBA – Polsek Dente Teladas berhasil menangkap YB als YU (38), yang menguasai dan membawa sajam (senjata tajam) tanpa hak yang bukan profesi dan tidak pada tempatnya.

Kapolsek Dente Teladas AKP Suharto mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, pelaku ditangkap hari Kamis (14/2), sekira pukul 11.00 WIB, di Main Road KM 32, PT. SIL (sweet indo lampung).

“YB als YU yang berprofesi tani, merupakan warga Kampung Gedung Meneng Induk, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang,” tutur AKP Suharto. Jumat (15/2).

Penangkapan terhadap pelaku, dilakukan saat petugas dari Polsek Dente Teladas sedang melaksanakan patroli hunting pencegahan C3 (curas, curat dan curanmor).

“Ketika petugas kami sedang melaksanakan patroli, melihat pelaku dengan gelagat yang mencurigakan, lalu dilakukan penyetopan terhadap kendaraan sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku. Saat dilakukan penggeledahan pada badan pelaku, ditemukan sajam jenis golok yang diselipkan pada pinggang sebelah kiri pelaku. Selanjutnya pelaku berikut BB (barang bukti) dibawa ke Mapolsek Dente Teladas,” papar AKP Suharto.

Dalam perkara ini, petugas melakukan penyitaan BB berupa sajam jenis golok comas dengan sarung terbuat dari kayu warna hitam.

“Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolsek Dente Teladas dan akan dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang larangan membawa sajam tanpa hak yang bukan profesi dan tidak pada tempatnya. Dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya 10 tahun.” Tandas Kapolsek. (*/als)




Ada Aksi Pencurian, Camat Rajabasa minta warga tingkatkan Siskamling disetiap Posronda.

TRANSLAMPUNG.COM,KALIANDA – Camat Rajabasa, Sabtudin himbau warga untuk lebih meningkatan keamanan disetiap posronda untuk menjaga keamanan.

Hal itu dilakukan, terkait adanya aksi pencurian yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Posko relawan Universitas kedokteran Gajah Mada (UGM), di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

“Kami sangat menyayangkan adanya aksi pencurian tersebut, mereka disana datang jauh-jauh niat tulus membantu para korban tsunami. Tapi, malah mendapat perlakukan yang seperti itu,” sesal Camat Rajaba, Sabtudin ketika dihubungi Translampung Rabu, (23/2/2019).

Setelah mendapat informasi adanya Pos relawan yang dicuri, lanjut Sabtudin pihaknya langsung kelokasi dan mendamping para relawan untuk membuat laporan kepihak kepolisian.

“Sudah kami cek lokasi dan langsung kami mendampingi para relawan itu untuk melaporkan kasus pencurian tersebut. Kami berharap, secepatnya aparat kepolisian segera menangkap para pelaku pencurian itu,” kata dia.

Selain itu, Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar terus meningkatkan keamanan terlebih dimalam hari, dengan melakukan penjagaan disetiap posroda.

“Tadi juga, saya sudah menghimbau keseluruh jajaran kepala desa agar warganya untuk melakukan penjagan disetiap posroda. Hal ini dilakukan agar Kamtibmas dapat terjaga,” tutupnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi pencurian terjadi di Posko relawan kedokteran UGM di desa Kunjir. Barang-barang yang berhasil dicuri berupa 9 unit hand phone dan 1 unit Laptop.(Johan)




Dua Pelaku Pencurian Rumah Kosong Berhasil Diringkus

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Polres Way Kanan melalui Polsek Rebang Tangkas berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga melakukan pencurian dan pengancaman di Kampung Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan.

Pelaku berinisial AS alias korek (22) warga Kampung Madang Jaya Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan dan UK alias wawan (21) warga Kampung Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro, melelui Kapolsek Rebang Tangkas Iptu Jauhari menjelaskan penangkapan terhadap kedua pelaku berdasarkan laporan korban Damini (40) warga Dusun Seluai Kampung Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Way Kanan pada hari senin tanggal 11 Februari 2019 kemarin.

“Kedua Pelaku pada Senin pagi sekitar pukul 10.30 WIB masuk kerumah korban tanpa seizin korban, perbutan AS dan WW diketahui korban saat selepas pulang dari kebun dan memergoki keduanya yang baru keluar dari rumah korban yang saat itu sedang kosong, salah satu pelaku mengancam korban dengan mengacungkan sebilah pisau bayonet untuk diam, karena takut korban berlari meminta bantuan warga,” jelas Kapolsek, Selasa (12/02/2019).

Kapolsek menuturkan, Pelaku yang kepergok juga kabur menggunakan sepeda motor Yamaha Forse one tanpa nopol dan body kendaraan, selanjutnya petugas bersama warga lansung mengejar pelaku dan kedua pelaku berhasil di amankan tanpa perlawanan setelah setengah jam mengejar.

“Selanjutnya pelaku di bawa ke Polsek Rebang Tangkas guna penyelidikan lebih lanjut,” tutur Kapolsek.

Berdasarkan hasil pengembangan bahwa salah satu pelaku yang bernama AS alias korek adalah DPO kasus 363 (pencurian dengan pemberatan) pada 2017 dan pelaku yang bernama UK alias wawan adalah residivis kasus 365 (pencurian dengan kekerasan) pada tahun 2017 silam.

“Atas perbutannya pelaku dapat diancam dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan Juncto 53 KUHP tentang percobaan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun dikurangi 1/3 jadi 6 tahun penjara,” Imbuh Kapolsek. (rls/Migo)




Polsek Baradatu Tangkap Satu Pelaku Curat Ranmor

TRANSLAMPUNG.COM, BARADATU – Polres Way Kanan melalui Polsek Baradatu berhasil mengamankan seorang pelaku tindak pidana curat (pencurian dengan pemberatan) inisial pelaku EP (35) warga Kampung Cugah Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan saat berada dalam rumahnya pada hari jumat pagi (08/02/2019) Pukul 07:00 Wib.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Baradatu Kompol Sarial Efendi menerangkan penangkapanan pelaku EP merupakan hasil pengembangan dari pelaku HR (27) warga Kampung Cugah Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan yang lebih dulu ditangkap pada pada hari minggu (27/01/2019) sekira pukul.16.00 WIB, di Kampung Bumi Rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan.

Kedua pelaku HR dan EP melakukan Curat sepeda motor Yamaha Byson warna Hitam, No. Pol : B 3285 EFD milik sugeng (19) warga Kampung Cugah Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan yang terjadi pada Kamis (17/01/2019), sekitar pukul 23.00 WIB dirumah Sdr. EP (Pelaku) di Kampung Cugah Kecamatan Baradatu Kabupetan Way Kanan.

“Modus pelaku mengajak korban mengobrol, ketika lengah, rekan pelaku membawa sepeda motor yang diparkirkan disamping halaman rumah EP. Korban mengetahui aksi pelaku saat hendak memindahkan kendaraan keteras rumah, ternyata sepeda motornya sudah tidak ada lagi, atas kejadian tersebut korban lansung melaporkannya ke Polsek Baradatu,” terang Kapolsek Baradatu. Sabtu (09/02/2019).

Kepolsek menerangkan, kronologis penangkapan terhadap pelaku EP dilakukan pada hari Jum’at (08/02/2019) sekira pukul 07.00 Wib. Anggota mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku sedang berada dirumahnya, kemudian anggota Polsek Baradatu yang di pimpin Panit 1 Reskrim langsung menuju ke lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

“Atas perbuatanya pelaku dapat diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara,”pungkasnya. (Migo).




Nodai Bocah SD, Buronan Rampok Sadis Lintas Kabupaten Dibekuk di Gisting

BERHASIL DIAMANKAN: Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas bersama tim gabungan sesaat setelah berhasil mengamankan tersangka asusila terhadap bocah kelas III SD, yang ternyata tersangka juga buronan Jatanras Polda Lampung atas kasus perampokan di beberapa kabupaten. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Seperti “menolong seekor anjing liar yang terjepit.” Setelah ditolong, biasanya anjing tersebut justru mengigit penolongnya. Kira-kira itulah yang dialami Smd bersama istrinya, Spt. Pasangan suami-istri asal Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus itu, tak sadar sudah sekitar dua tahun hidup bersama “serigala berbulu domba”.

Adalah HR (60) terhitung masih kerabat Smd dan Spt. Sejak sekitar dua tahun silam, pria renta bertubuh kecil dan berkepala nyaris botak itu, menumpang hidup dan makan di rumah Smd dan Spt di Gisting. Namun “air susu” yang diberikan Smd dan Spt, malah dibalas “air tuba” oleh pria asal Dusun Trimulyo, Desa Gerning, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran itu.

Alih-alih berterima kasih sudah diberi tumpangan tempat tinggal, HR justru menodai putri sulung Smd dan Spt. Sebut saja bocah perempuan itu Melati. Ironisnya, korban nafsu bejat HR tersebut, baru berusia sembilan tahun. Dia masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar.

Awalnya, Smd dan Spt sama sekali tak menduga HR sampai hati menodai putri sulung mereka. Apalagi dari silsilah keluarga, Melati terhitung masih keponakan HR. Namun terbukti kata pepatah: “dalamnya samudera masih bisa diukur. Tetapi pikiran manusia, tak ada sesama manusia yang bisa membacanya.” Setelah menumpang makan/minum dan tidur gratis, HR justru menggagahi anak pemilik rumah.

“Anak kami pertama kali ceritanya sama bibinya, Pu. Bukan dengan kami. Setelah dengar cerita anak kami, bibinya kaget dan memberitahukan hal itu ke saya dan istri saya. Kami juga makin kaget. Akhirnya kami ajak bicara anak kami pelan-pelan,” ujar sang ayah, Smd.

Setelah mendengar penuturan putrinya, Smd dan Spt bak tersambar petir di siang bolong. Kaget bukan kepalang. Terlebih menurut Melati, HR sudah sebanyak tiga kali melampiaskan nafsu birahinya. Itu selama HR menumpang hidup di rumah Smd dan Spt.

JELASKAN KRONOLOGI: Spt dan Smd saat menerangkan kronologi putrinya yang dinodai tersangka HR saat tersangka menumpang hidup di rumah mereka selama dua tahunan.

Nggak lama-lama, kami langsung bawa anak kami untuk visum di dua tempat. Yaitu di Puskesmas Gisting dan di Rumah Sakit Panti Secanti. Hasilnya sama. Setelah itu, kami langsung lapor ke Polres Tanggamus,” timpal sang ibu, Spt.

Bermodalkan laporan orang tua korban, Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H. langsung memerintahkan tim gabungan yang terdiri dari TEKAB 308, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), dan Intelkam untuk membekuk HR.

“Tersangka HR berhasil dibekuk di Gisting pada Kamis (31/1), sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Edi Qorinas melalui sambungan telepon, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.I.K., M.M.

Guna mempertanggungjawabkan aksi bejatnya, Edi Qorinas menegaskan, HR terancam dijerat hukuman berlapis. Yaitu Pasal 76 D jo 81 Ayat (1) dan (2). Lalu Pasal 76 E jo Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandas mantan Kapolsek Wonosobo itu.

HR Ternyata Buronan Perampok Sadis yang Beraksi di 3 Kabupaten

SETELAH diamankan dan diperiksa, polisi rupanya mendapati fakta baru tentang sepak terjang HR. Kakek bejat itu ternyata tak hanya berbuat asusila pada putri sulung Smd dan Spt.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H., ternyata nama tersangka HR memang sudah lama “bertengger” di Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan, pada Subdit Jatanras Polda Lampung.

“Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui.” Polres Tanggamus seolah mendapat “bonus” atas penangkapan HR.

“Rupanya setelah ditetapkan sebagai buronan, HR ini kabur dan bersembunyi di Gisting. Di rumah orang tua Melati ini. Hasil koordinasi kami dengan Subdit Jatanras, tersangka HR dan komplotannya yang sudah lebih dulu dibekuk, beraksi di beberapa kabupaten di Lampung,” jelas mantan Kapolsek Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah itu.

Edi Qorinas menjelaskan, tersangka HR terlacak beraksi di beberapa kabupaten. Antara lain di wilayah hukum Polres Lampung Utara, Polres Tulangbawang, dan Polres Lampung Tengah. Kemudian rata-rata mangsa HR bersama komplotannya, adalah rumah para juragan kebun karet.

“Setiap merampok rumah para pengusaha karet, HR bersama komplotannya terkenal sadis. Informasi dari Jatanras Polda, dia pernah beraksi di wilayah Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Tulangbawang. Namun kami hanya fokus pada kasus asusilanya. Sedangkan terkait kasus curasnya, itu wewenang polda,” tandas Edi Qorinas. (ayp)




Bendera Golkar Hilang, Seno Aji dan Pengurus AMPG Lapor Polsek Sukarame

TRANSLAMPUNG.COM, BANDARLAMPUNG – Beberapa bendera Partai Golongan Karya (Golkar) yang terpasang di sepanjang ruas Jalan Karimun Jawa dan Jalan Pulau Legundi banyak yang hilang. Hal itu membuat sejumlah Pengurus Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kota Bandarlampung kecewa dan melaporkan kehilangan tersebut ke Kantor Kepolisian Sektor Kecamatan Sukarame, Minggu (3/2).

Saat pelaporan dan koordinasi, Seno Aji selaku Ketua AMPG Kota Bandarlampung didampingi sejumlah pengurus AMPG, langsung disambut oleh Kapolsek Sukarame, Mulyadi AR di Sentra Pelayanan Kepolisian dan bersama Anggotanya. Melalui laporan tersebut dijelaskan Bahwa telah ada pelucutan Bendera Partai Golkar yang dilakukan oleh oknum tertentu di sepanjang pinggir ruas jalan Pulau Legundi dan Jalan Karimun Jawa Kelurahan Sukarame, kondisi bendera yang hilang beserta bambu tiang bendera, jumlah bendera terpasang yang hilang sekitar 50 Bendera.

“Bendera Golkar sebanyak kurang lebih 50 hilang di wilayah Jalan Pulau Legundi dan Karimun Jawa. Pemasangan bendera langsung dilakukan oleh Anggota AMPG,” kata Ketua AMPG Bandarlampung, Seno Aji.

Sebelum melakukan pelaporan ke Polsek Sukarame, Seno Aji terlebih dulu berkoordinasi dengan Panwascam untuk memastikan tentang hilangnya bendera partai yang berlogo beringin itu.

“Karena Sekarang adalah Momen Pemilu sebelum saya melapor ke Polsek Sukarame, kami sudah berkoordinasi dengan Ketua Panwascam Sukarame, dijelaskan bahwa pihak Panwascam tidak melakukan pelucutan Bendera Golkar mereka hanya menertibkan APK yang melanggar saja, artinya ini ada oknum yang tidak suka dengan Partai Golkar,” imbuh Seno Aji caleg dari Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kecamatan Sukarame, Sukabumi dan Tanjung Senang.

Dari pelaporan tersebut, Kapolsek Sukarame akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Badan Pengawas Pemilu Kota Bandarlampung, yang kemudian hasil koordinasi tersebut nantinya akan menjadi acuan langkah selanjutnya.

“Kami akan koordinasikan kepada Bawaslu Kota Bandarlampung kejadian ini, kemudian hasil koordinasi tersebut menjadi acuan tindklanjut berikutnya, saya juga ucapkan terimakasih karena sudah melaporkan masalah ini ke Polsek Sukarame,” tutup Mulyadi. (rls/hkw)




Polres Way Kanan Amankan Dua Pelaku Penadah Curanmor

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Tim Tekab 308 Polres Way Kanan ringkus dua orang pelaku tindak pidana kasus penadah yakni Nuriyadin (33) dan Riza Pastipal (35) warga Desa Negara Bumi Kecamatan Sungkai Tengah Kabupaten Lampung Utara.

Hal itu disampaikan, Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro, melalui Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, saat di Polres Way Kanan, Minggu (03/02/2019). AKP Yuda menerangkan bahwa penangkapan terhadap pelaku berdasarkan Laporan Polisi pada tanggal 5 Desember 2018 yang dilaporkan korban di Polsek Negara Batin.

Sementara, terjadinya curas pada hari Selasa 4 Desember 2018 Sekira Pukul 17.00 wib di Kampung Setia Negara Kecamatan Negara Batin Kabupaten Way Kanan.

Pelaku penadah dapat di amankan berdasarkan laporan informasi dari masyarakat pada hari Jum’at tanggal 1 Februari 2019, Tim Tekab 308 Polres Way Kanan sekitar pukul 23.00 WIB melakukan penyergapan di salah satu rumah warga Desa Negara Bumi Kecamatan Sungkai Tengah Kabupaten Lampung Utara. Saat di amankan pelaku , tidak melakukan perlawanan berikut barang bukti

sepeda motor honda revo warna hitam tanpa napol dibawa ke Polres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut

Atas perbuatannya pelaku dapat diancam dalam pasal 480 KUHP dengan kurung maksimal empat tahun penjara, ungkap Kasatreskrim.(Rilis/Yudi)