Kakon Sukaagung Barat: Tersangka adalah Anak ke-2 Korban

PASRAH JALANI HUKUMAN: Sanwani (34) hanya bisa pasrah menjalani hukuman atas perbuatannya menghabisi nyawa ayah kandungnya, Saliman (60). (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tragedi berdarah anak membunuh ayah kandungnya di Dusun Leweung Kolot, Pekon Sukaagung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus ini, menarik untuk didalami.

Ini menarik, baca juga: Polisi Belum Periksakan Kejiwaan Sanwani, Kecuali Ada Permintaan Jaksa

Kepala Pekon Sukaagung Barat, Ahmad Sarif menjelaskan, Sanwani (34) adalah anak ke-2 korban (Saliman), dari sembilan bersaudara. Sementara korban, memiliki cukup banyak kambing peliharaan.

“Sepengetahuan saya selama ini, Sanwani sehari-harinya bertugas mencari ramban (dedaunan untuk makanan kambing). Selain itu, dia biasanya bekerja membeli buah kelapa dari pohon milik warga, kemudian dijual lagi,” ujar Ahmad Sarif.

Kakon Sukaagung Barat itu menambahkan, sampai saat ini, istri korban sekaligus ibu tersangka, masih menempati rumah yang menjadi saksi bisu tragedi berdarah tersebut.

“Bahkan tadi (Selasa) malam juga dilaksanakan yasinan di rumah itu. Rencananya (yasinan) hingga hari ke tujuh,” pungkas Ahmad Sarif. (ayp) 




Polisi Belum Periksakan Kejiwaan Sanwani, Kecuali Ada Permintaan Jaksa

PASRAH JALANI HUKUMAN: Sanwani (34) hanya bisa pasrah menjalani hukuman atas perbuatannya menghabisi nyawa ayah kandungnya, Saliman (60). (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Menurut polisi, sejauh ini kondisi kejiwaan Sanwani (34) baik-baik saja. Atas dasar itu, penyidik Polsek Pardasuka belum memeriksakan tersangka pembunuh ayah kandung itu ke rumah sakit jiwa. Namun ketika jaksa memintanya, maka polisi akan memenuhi permintaan itu.

Ini menarik, baca juga: Sanwani: “Saya sudah 3 Kali Adu Jotos dengan Bapak, Ini yang ke-4”

Hal itu disampaikan Kapolsek Pardasuka AKP Martono, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. Menurut Martono, tersangka belum diperiksa kondisi psikologisnya, karena berdasarkan keterangan keluarga, tersangka tidak pernah mengalami gangguan kejiwaan.

“Dan hasil pemeriksaan sejauh ini, (psikis) tersangka terlihat sehat. Namun apabila ada petunjuk jaksa meminta tersangka diperiksa kejiwaannya, maka kami siap memenuhinya,” tegas Martono.

Kapolsek juga menjelaskan, dalam perkara tersebut sejumlah saksi telah diperiksa. Turut diamankan pula sebilah golok sepanjang 40 cm yang masih ada lumuran darahnya. Kemudian baju dan celana Saliman yang juga berlumuran darah.

GOLOK MAUT: Inilah sebilah golok sepanjang 40 cm yang digunakan Sanwani (34) mencabut nyawa ayah kandungnya, Saliman (60).

“Untuk pemeriksaan saksi, sudah dua saksi yang kami periksa. Kemudian akan diperika saksi lainnya, yaitu adik korban, yang pada saat itu ada di TKP,” tutur Martono.

Akibat sabetan golok sang anak, Martono menambahkan, korban mengalami luka tusuk di ulu hati dan dada bagian kanan. Kemudian daun telinga sebelah kiri hampir putus dan luka di punggung bagian bawah.

“Guna proses (hukum) selanjutnya, kini pelaku sudah mendekam di ruang tahanan Mapolsek Pardasuka,” tandas kapolsek.

Untuk diketahui, jenazah ayah tersangka sudah dimakamkan di pemakaman keluarga Dusun Leweng Kolot, Pekon Sukaagung Barat. Tepatnya delapan jam setelah ditemukan meninggal di dalam rumah akibat berkelahi dengan anak kandungnya sendiri, Senin (11/12) pagi. (ayp) 




Sanwani: “Saya sudah 3 Kali Adu Jotos dengan Bapak, Ini yang ke-4”

PASRAH JALANI HUKUMAN: Sanwani (34) hanya bisa pasrah menjalani hukuman atas perbuatannya menghabisi nyawa ayah kandungnya, Saliman (60). (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kebrutalan Sanwani (37) mencabut nyawa ayah kandungnya, Saliman (60), membuat dirinya menjadi trending topic di tengah masyarakat Tanggamus dan sekitarnya. Kendati demikian, pengakuan tersangka di hadapan penyidik Polsek Pardasuka, cukup mencengangkan.


Ini menarik, baca juga: Ancaman Hukuman Mati Menanti Sanwani

Pasalnya, ayah dua anak itu dengan gamblang mengakui, dalam kurun beberapa tahun belakangan ini, kerap terjadi adu jotos antara ia dengan ayahnya. Sering yang jadi pemicunya, adalah perilaku kasar sang ayah yang kerap memukuli ibu tersangka.

“Terus terang pak, saya merasa jengkel saat ibu dipukuli bapak. Beberapa tahun belakangan ini, saya sering berantem dengan bapak. Seingat saya sudah tiga kali, tapi tangan kosong. Nggak sampai pakai senjata tajam begini,” lirih Sanwani di hadapan petugas.

Tersangka menjelaskan, dirinya sudah punya keluarga sendiri. Sejak kelahiran anak pertama, Sanwani mengakui sudah sering berkelahi tangan kosong dengan Saliman. Awalnya lantaran Sanwani tak terima melihat ibunya sering dipukuli korban.

“Saya nggak terima bapak mukulin emak. Saya lawan bapak. Terus bapak ambil golok sambil lari. Kemarin kali ke-4 saya berantem dengan bapak. Tapi memang saya yang bawa golok,” tutur pria berkumis tebal itu.

Atas kejadian tersebut, tersangka mengaku sangat menyesal. Emosi dan khilafnya itu menyeretnya ke ruangan jeruji besi dan membuat ayahnya meninggal.

“Saya sangat menyesal pak. Saya akan bertobat,” lirih Sanwani lagi.

Kapolsek Pardasuka AKP Martono, S.H., M.H. juga menyempatkan memberikan wejangan pada Sanwani. Tujuannya agar tersangka bertobat dan mendoakan ayahnya, semasa tersangka menjalani hari-harinya di balik jeruji besi.

“Bertobat ya dan jangan lupa doakan almarhum ayahmu,” ucap kapolsek yang dibalas dengan isyarat anggukan oleh tersangka. (ayp) 




Ancaman Hukuman Mati Menanti Sanwani

PASRAH JALANI HUKUMAN: Sanwani (34) hanya bisa pasrah menjalani hukuman atas perbuatannya menghabisi nyawa ayah kandungnya, Saliman (60). (Foto-foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

Tersangka Pembunuh Ayah Kandung di Kabupaten Tanggamus

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – “Setiap aksi pasti ada konsekuensi”. Aksi keji Sanwani (34) mencabut nyawa ayah kandungnya, Saliman (60), berpeluang besar memunculkan ganjaran besar untuk Sanwani. Menurut polisi, sanksi berat berupa hukuman mati, menanti ayah dua anak itu.

Tragedi Senin (11/12) pagi nyawa seorang ayah melayang di tangan darah dagingnya sendiri, masih hangat menjadi buah bibir masyarakat  Kabupaten Tanggamus dan sekitarnya. Rumah semi permanen, setengah bata merah setengah papan di Dusun Leweung Kolot, Pekon Sukaagung Barat, Kecamatan Bulok, menjadi saksi bisu perkelahian berdarah Sanwani versus Saliman. Anak lawan ayah kandung.

Ini menarik, baca juga: DIDUGA PASAL UANG, WARGA BULOK BUNUH AYAH KANDUNG

Kapolsek Pardasuka AKP Martono, S.H., M.H. menegaskan, Sanwani telah berhasil ditangkap di Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka. Tepatnya di rumah pamannya. Tersangka sempat kabur, sesaat setelah membunuh ayah kandungnya.

“Pelaku ditangkap di Pekon Wargomulyo, Kecamatan Pardasuka. Ia kabur menggunakan sepeda motor. Saliman awalnya hanya bermaksud melerai cekcok antara pelaku dengan ibunya, perihal pembagian uang muka pembayaran penjualan sepeda motor. Namun amarah pelaku justru semakin memuncak hingga berujung pembunuhan pada Selasa (11/12) pagi,” ketik Martono dalam pesan WhatsApp, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si.

Amarah telah sepenuhnya menguasai pikiran dan membuat tersangka gelap mata. Tanpa rasa iba, sang anak dengan brutal menusukkan golok ke arah perut ayahnya yang sudah berusia senja. Dengan membabi-buta, Sanwani juga mengayunkan golok ke arah leher Saliman, yang selama ini membesarkan dan menyekolahkannya.

“Pelaku kami tangkap tiga jam pascakejadian, yaitu sekitar pukul 09.00 WIB,” tulis Kapolsek Pardasuka.

Berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, Martono melanjutkan, tragedi berdarah itu berakar dari Saliman (korban) yang menjual motor tersangka kepada keponakan korban. Pembayarannya dilakukan dengan cara dicicil. Dengan  down payment (DP) sebesar Rp1,6 juta. Kemudian Rp1 juta diambil oleh istri korban yang tak lain adalah ibu tersangka. Lalu yang Rp600 ribu, diberikan kepada tersangka.

“Mungkin di situlah tersangka merasa kesal, sehingga terjadi perdebatan mulut antara pelaku dengan ibunya. Perdebatan pagi-pagi itu, didengar oleh korban. Niatnya, korban hanya untuk melerai. Namun keributan bertambah panas. Tanpa prikemanusiaan, golok yang telah disiapkan pelaku, ditusukkan ke perut korban. Lalu diayunkan ke leher dan mengenai kepala ayahnya,” jelas Martono.

TERANCAM DIJERAT PASAL 338 JUNTO PASAL 340

SAAT ini, tersangka berikut barang bukti sebilah golok berlumur darah, telah diamankan di Mapolsek Pardasuka. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, menurut kapolsek, tersangka terancam dijerat Pasal 338 junto Pasal 340 KUHPidana.

“Bisa dijerat Pasal 338 junto Pasal 340 KUHPidana, dengan ancaman hukuman mati. Sebab golok maut tersebut telah sengaja disiapkan dan dibawa pelaku dari rumahnya, saat ia mendatangi rumah ayahnya yang tak jauh dari rumah pelaku,” tandas Martono. (ayp)




Diduga Edarkan Narkoba, Tiga Pelaku Diringkus Polisi

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU –
Satnarkoba Polres Way Kanan berhasil mengamanakan pelaku peredaran gelap dan penyalahgunaa Narkotika jenis ekstasi dan Sabu di Kampung Penengahan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan pada hari Selasa, (11/12/2018) Sekira 03:00 Wib.

Pelaku yang berhasil diringkus berinisial CP (39), MA (35) dan SH alias Mawan (29) ketiganya merupakan warga Kampung Gunung Labuhan Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro melalui Kasatnarkoba Iptu Andre Try Putra, menerangkan, pada hari senin 10/12/2018 sekitar pukul 23.00 WIB, anggota Satrenarkoba memperoleh informasi dari masayarakat bahwa ada hiburan orgen tunggal di Kampung Penengahan Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan digunakan sebagai tempat transaksi narkotika jenis ekstasi.

“Mendapat informasi tersebut , anggota kami melakukan penyelidikan ke lokasi, sekitar pukul 03.00 WIB, petugas membaur melakukan penyamaran di tempat hiburan orgen tunggal tersebut, karena tidak ada yang curiga, petugas menuju ke atas panggung dan melihat seorang laki-laki yang sedang bermain keyboard, menerima bungkusan tablet bewarna merah muda dari rekannya, melihat hal tersebut, anggota satnarkoba mengamankan pelaku bersama dua rekannya setelah memberikan tablet warna merah muda yang diduga narkotika jenis ekstasi,” terang kasat Narkoba saat memberikan pres Rilis hasil tangkapan melalui Humas Polres Way Kanan, Rabu (12/12/2018).

Kasat menambahkan, karena situasi yang tidak memungkinkan banyaknya massa yang sudah ramai, lalu petugas bersama ketiga pelaku dan barang bukti berupa empat butir tablet warna merah muda yang diduga narkotika jenis ekstasi yang dibungkus dalam satu lembar plastik klip ukuran kecil lansung dibawa ke Polres Way Kanan untuk dilakukan pemeriksaan.

Barang Bukti, lima butir ekstasi dan Sabu seberat 14,77 gram yang berhasil di amankan dari tiga pelaku.

“Namun, setibanya para pelaku di Kantor Satnarkoba Polres Way Kanan dari tempat hiburan organ tunggal, Ketika salah satu pelaku inisial MA akan dibawa ke ruang Satresnarkoba dia mencoba membuang narkotika lain dengan cara menjatuhkan bungkusan kertas timah rokok dari dalam gengaman tangannya, namun perbuatannya diketahui petugas, pada saat diambil dan dibuka isinya, bungkusan tersebut berisi pecahan tablet warna merah muda yang diduga narkotika jenis ekstasi,” tambah kasat.

Penggeledahan selanjutnya dilakukan terhadap pelaku Inisial SH alias Mawan, setelah menemukan pecahan tablet dari dalam bungkusan kertas timah rokok yang dibuang oleh MA. Hasilnya dari dalam pakaian SH alias Mawan ditemukan satu bungkus plastik alfamart didalamnya berisikan empat bungkus plastik klip ukuran sedang berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 14,77 gram.

“Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun paling lama 20 tahun,” pungkasnya. (Migo)




DIDUGA PASAL UANG, WARGA BULOK BUNUH AYAH KANDUNG

OLAH TKP: Personel Polsek Pardasuka Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan ayah oleh anak kandung sendiri, di Dusun Leweung Kolot, Pekon Sukaagung Barat, Kecamatan Bulok, Selasa (11/12) pagi. (Foto-foto: IST)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Tragedi seorang anak diduga menghabisi nyawa ayah kandungnya dengan keji, terjadi di Dusun Leweung Kolot, Pekon Sukagung Barat, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus. Peristiwa tewasnya Saliman (60) di tangan anak kandungnya sendiri, Sanwani (37), terjadi Selasa (11/12) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Tanggamus AKP Edi Qorinas, S.H., mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma, S.I.K., M.Si. membenarkan pembunuhan ayah oleh anak kandung itu. Namun ketika ditanya lebih dalam soal motif yang melatarbelakangi tersangka sampai hati menghabisi nyawa ayah kandungnya dengan keji, Edi Qirinas mengaku belum tahu.

“Motifnya apa, kami belum tahu. Masih kami tangani. Tapi peristiwa itu benar terjadi. Tersangka yang tidak lain adalah anak kandung korban, sempat kabur sesaat setelah kejadian. Namun sudah berhasil diamankan anggota Polsek Pardasuka, Kabupaten Pringsewu,” jelas kasat reskrim di ruangannya, Selasa sore.

Menindaklanjuti kejadian ini, Edi Qorinas menyebutkan, polisi sudah mengumpulkan keterangan dari dua saksi. Yaitu Nastur (30) dan Andrianto (19). Keduanya warga dusun setempat. Dan Andrianto juga masih berkerabat dengan korban dan tersangka.
“Selain keterangan dua saksi, kami juga masih mendalami keterangan tersangka di Polsek Pardasuka,” kata mantan Kapolsek Wonosobo itu. (*)

POLISI BELUM PASTIKAN KONDISI KEJIWAAN TERSANGKA 

SATU per satu spekulasi ikhwal Sanwani yang tega membunuh ayah kandungnya dengan sadis, mulai bermunculan di kalangan masyarakat. Salah satunya soal kemungkinan kelainan kejiwaan tersangka.

Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas pun tak menampik spekulasi itu. Menurut dia, semua kemungkinan bisa terjadi. Namun polisi tidak bisa bekerja berdasarkan kemungkinan. Melainkan harus berdasarkan bukti-bukti yang valid, akurat, dan sah.

SUDAH DIAMANKAN: Sanwani (34) yang diduga menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri, Saliman (60), sudah diamankan di Mapolsek Pardasuka.

“Terkait kemungkinan adanya kelainan jiwa pada tersangka, ya itu bisa saja terjadi. Atau mungkin tersangka adalah pengguna narkoba. Atau dia depresi. Semuanya mungkin. Untuk memastikannya, kami bersama Polsek Pardasuka masih terus mendalami keterangan tersangka,” tutur Edi Qorinas. (*)

DIDUGA DIPICU KEKESALAN TERSANGKA ATAS PEMBAGIAN DP PENJUALAN SEPEDA MOTORNYA

DARI informasi yang berhasil dihimpun, pemicu tersangka gelap mata dan kehilangan akal sehat hingga membunuh ayah kandungnya, diduga lantaran masalah uang semata.

Kabarnya, tersangka kesal dan kecewa pada ayah dan ibunya. Lantaran tersangka hanya mendapatkan Rp600 ribu dari down payment (DP) penjualan sepeda motornya. Sementara total uang muka penjualan sepeda motor tersangka adalah Rp1,6 juta.

“Sebelum kejadian, Pak Saliman menjual motor Sanwani pada ponakannya, yaitu Andrianto. Andrianto membayarnya dengan cara mencicil dan memberikan uang muka Rp1,6 juta.   Dari DP itu, Rp1 juta diambil oleh istri korban sekaligus ibu tersangka. Sisanya Rp600 ribu, diserahkan pada tersangka oleh ibunya,” ujar sumber yang tak ingin namanya disebutkan.

Diduga dari pembagian DP penjualan sepeda motor itulah, tersangka kesal bercampur kecewa. Lantas terjadilah cekcok mulut antara tersangka dengan ibunya yang didengar oleh korban. Kontan korban marah pada tersangka. “Percikan api telah menyambar pertamax”, cekcok mulut antara anak versus ayah kandung itu, berujung tragedi berdarah.

“Sanwani langsung ambil (sebilah) golok. Lalu menusuk bagian perut dan membacok leher bapaknya sendiri sampai meninggal. Setelah itu dia sempat kabur pakai motor Honda Revo,” ungkap narasumber. (ayp) 



Polisi Ringkus Pelaku Curat Di Warung Asmara

TRANSLAMPUNG.COM, WAY KANAN – Tersangka inisial AP (19) warga Kampung Menanga Siamang Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan merupakan DPO pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang berhasil diringkus unit satreskrim Polsek Banjit Polres Way Kanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Andy Siswantoro melalui Kapolsek Banjit IPTU I Wayan Raken menjelaskan, senin (10/12/2018) di Polsek Banjit bahwa kronologis kejadian terjadi berawal pada hari Sabtu tanggal 21 April 2018 pukul 06.00 Wib di Kampung Argomulyo Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kana, korban Njas Asmara hendak membuka warung dan melihat pintu warung dalam keadaan terbuka ditambah pada engsel pintu mengalami kerusakan.

Korban yang curiga selanjutnya meriksa barang dagangannya, alhasil sebanyak 50 bungkus rokok berbagai merk, 50 bungkus susu sachet, 50 bungkus kopi sachet, 5 kg gula pasir dan 5 liter bensin telah hilang dicuri maling. Karena asik membawa barang curian pelaku tak menyadari, sebilah pisau dan sebilah golok milik pelaku tertinggal diatas kulkas di dalam warung sehingga korban melaporkan kejadian ke Polsek Banjit.

Kronologis penangkapan, saat itu petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pada hari Minggu(09/12/2018) sekitar pukul 02.00 WIB TSK sedang berada di rumah, Penyergapan lansung dipimpin oleh PS (penjabat sementara) Kanit Reskrim Polsek Banjit Bripka Salmon bersama anggota menuju lokasi dan berhasil mengamankan TSK tanpa ada perlawanan saat dikediaman AP,” Kata Kapolsek Banjit.

Tersangka dan Barang Bukti berupa 1 (satu) bilah golok bergagang kayu warna coklat panjang 30 cm, 1 (satu) bilah golok bergagang plastik warna abu-abu bertuliskan soko, Pecahan engsel kunci dan penutup gembok, Jerigen warna putih kecoklatan tutup warna merah.

Sementara itu, untuk mempertanggungjawabkan perbutaannya pelaku dapat dikenai dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan kurungan penjara maksimal tujuh tahun. (Yudi)




1,3 Milyar Uang Negara Hasil Korupsi dikembalikan Kajari Lamsel ke Negara.

TRANSLAMPUNG.COM, KALIANDA – Sebesar 1,3 miliar lebih uang negara hasil korupsi, telah berhasil diselamatkan Kejaksaan Negeri Kejari Lampung Selatan sampai akhir tahun 2018.

Kepala Kejari Lamsel, Sri Indarti mengatakan ditahun 2018 kami sudah berhasil mengamankan uang negara sebesar Rp.1.362.507.360 yang berasal dari 8 orang terpidana tindak pidana korupsi dan telah disetorkan ke kas negara.

“Kami tidak menargetkan berapa banyak kasus tindak pidana korupsi yang akan ditangani pada tahun 2019 nanti, namun pihaknya secara cepat akan merespon laporan yang ada di masyarakat terkait korupsi. tapi kalau ada laporan dari warga pasti akan kami tindak lanjuti,” kata Sri Indarti saat peringatan Hari Anti Korupsi tahun 2018, ditemui dihalaman Kantor bupati disela pembagian Baju kaos, stiker untuk pengendara kendaraan juga ASN yang berada di Komplek Pemkab Lamsel, Senin (10/12/2018).

Bagi Kepala Desa yang ingin meminta pendampingin Dana Desa (DD), ditambahkan dia, bisa lagsung datang ke Kejari Lamsel untuk dilakukan pendampingan oleh TP4D (Tim Pendampingn dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah).

“Jadi silahkan Kades datang, tidak usah khawatir. Kita terbuka untuk pendampingan yang dikhawatirkan itu terjadi penyimpangan. Sebelum terjadi dilakukan pencegahan dini. Silahkan mengajukan permohonan untuk pendampingan,” Pungkasnya.(Johan)




Kajari Blambangan Umpu Harapkan Masyarakat Mendukung Pemberantasan Korupsi

TRANSLAMPUNG.COM, BLAMBANGAN UMPU – Kepala Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu Judhy Ismono, SH,MH mengharapkan dan menghimbau seluruh lapisan masyarakat di kabupaten Way Kanan untuk mendukung pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu dikatakannya kepada translampung.com, disela-sela acara pembaguan stiker anti korupsi dalam rangka memperingati hari anti korupsi Internasional di tugu Ryacudu simpang Lima,  Senin (10/12/18).

Menurut Kajari, dukungan seluruh elemen masyarakat baik materil maupun non materil untuk pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi mutlak diperlukan. Sebab sebagai penegak hukum pihaknya tidak akan bisa berbuat banyak tanpa bantuan dari pihak lain, terutama masyarakat.

“Dengan momentum Hari Anti Korupsi Internasional ini,  diharapkan Indonesia pada umumnya dan kabupaten Way Kanan pada khususnya kedepan bisa bersih dari tindak pidana korupsi dan profesional dalam menjalankan program pembangunan”, ujar Kajari.

Untuk diketahui, usai apel mingguan seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu yang dipimpin langsung Kejari Judhy Ismono, didampingi Kasi Intel dn Kasi Pidum melakukan aksi bagi-bagi stiker yang berisikan himbauan dan ajakan untuk memghindari korupsi. (Yudi)

 




ZK Tuding Evin BHP “Ilegal” dan Melecehkan Kinerja Kakon

DIAMANKAN: Sepucuk airsoft gun beserta peluru gotri milik Kakon Sukadamai, ZK (50), yang diduga digunakan untuk menembaki Evin Nopendra. (Foto: HUMAS POLRES TANGGAMUS)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – KETIKA dikonfirmasi via telepon seluler, Kakon Sukadamai ZK yang kini berstatus sebagai terlapor, mengakui bahwa dirinya khilaf sampai menembaki Evin Nopendra menggunakan airsoft gun-nya. Menurut terlapor, korban sudah melecehkan kinerjanya sebagai seorang kakon.

ZK menjelaskan, pada Minggu (2/12) siang, Evin Nopendra masuk ke Kantor Pekon Sukadamai. Tanpa basa-basi Evin membahas mekanisme penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diduga soal pembangunan dari hasil Dana Desa. Menurut ZK, Evin mengklaim bahwa penyusunan RAB seharusnya bisa dilakukan dengan mudah. Bahkan di ”luar kepala”.

Ini menarik, baca juga: POLRES TANGGAMUS AKAN RAZIA SENJATA, JIKA PERLU DOOR TO DOOR

”Menurut saya, dia (Evin, Red) sudah melecehkan kinerja kakon. Padahal dia bukan Ketua Badan Hippun Pemekonan (BHP). Bahkan dia itu BHP ‘ilegal’,” tuding ZK namun tidak menjelaskan maksud tudingannya tentang BHP “ilegal”.

Sesudah itu, Minggu malam, ZK secara tidak sengaja bertemu dengan Evin Nopendra yang sedang mengobrol dengan tiga warga di tepi jalan Pekon Sukadamai.

”Jujur saja, emosi saya nggak ketahan lagi. Langsung saya khilaf dan menembaki dia. Tapi terus terang saya nggak ada rencana. Saya nggak tahu berapa peluru yang sudah saya tembakkan. Karena airsoft gun itu, ada peluru atau kosong, tetap ada suara letusannya,” beber kakon kelahiran Sukabanjar 19 Maret 1959 silam itu.

Saat dikejar dengan pertanyaan terkait dirinya yang sempat memukul saat Evin duduk di motor sebelum penembakan terjadi, ZK membantahnya.

Nggak ada saya mukulin dia,” ujar ZK.

Perihal dirinya yang sudah dipanggil ke Polsek Talangpadang, ZK juga tetap berkelit. Alih-alih mengakui kesalahannya, ZK justru dengan bangga mengatakan bahwa dirinya bermitra dengan Polsek Talangpadang.

Nggak, saya ngobrol-ngobrol saja dengan Kapolsek (Talangpadang). Biasa itu, kami kan bermitra dengan polsek,” bantah ZK. (ayp)