Cagub Mustafa: Saya nggak Rela Lampung Disebut Provinsi Begal!

0
2250
views
SIAP DUKUNG MUSTAFA: Ratusan Anggota Relawan Mustafa Kecamatan Kotaagung Pusat, Timur, dan Barat Kabupaten Tanggamus siap mendukung dan memenangkan Mustafa menjadi Gubernur Lampung. (Foto: AYP)

 

translampung.com, TANGGAMUS – Tibalah saat yang paling ditunggu, yaitu sambutan langsung dari Balon Cagub Lampung Ir. Hi. Mustafa, M.H. Suara Bupati Lampung Tengah yang menggema saat memaparkan program-program unggulannya yang sudah ditetapkan di wilayah Lampung Tengah, seolah menghipnotis ratusan pendukungnya.

Gaya Mustafa yang berapi-api seperti karakteristik Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, berhasil menyedot perhatian dan membakar semangat ratusan warga yang menjadi saksi mata fenomenalnya Pengukuhan Relawan Mustafa Kecamatan Kotaagung Pusat, Timur, dan Barat malam (10/9) ini di samping Taman Makam Pahlawan Bahagia Pekon Kagungan, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus.

Meski malam semakin larut, ratusan simpatisan Partai NasDem justru semakin terbakar semangat. Bupati Lampung Tengah itu terlihat sangat memahami bagaimana bersama-sama mengajak para pendukungnya untuk tidak kenal lelah dan total dalam melakukan sesuatu.

“Bapak/Ibu, sebagai orang Lampung, saya adalah orang pertama yang sangat tidak rela jika Lampung disebut sebagai provinsi begal. Inilah yang melatarbelakangi saya sungguh-sungguh menggalakkan ronda malam. Saya adalah satu-satunya bupati yang keluyuran malam, menjaga keamanan di saat warganya tidur nyenyak. Hanya saya yang melakukan itu,” seru Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Lampung itu disambut gemuruh tepuk-tangan Relawan Mustafa dan para pendukungnya.

Sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah yang kemudian tak lama naik menjadi bupati, Mustafa menegaskan bahwa telah banyak bukti nyata kinerjanya yang didedikasikan di kabupaten yang ia pimpin. Sehingga Mustafa yakin dan optimis bahwa dirinya bisa memimpin Bumi Ruwa Jurai dengan baik, dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Lampung.

Pernah berpikir tuk pergi dan terlintas tinggalkan kau sendiri, sempat ingin sudahi sampai di sini, coba lari dari kenyataan tapi ku tak bisa jauuuhh……

Lagu “Ku Tak Bisa” dari Slank itu, menjadi momen istimewa saat Mustafa berpamitan dengan warga Tanggamus. Meski sebentar, namun Pengukuhan Relawan Mustafa tiga kecamatan sangat membekas di hati para pendukung. (ayp)