. . .

Buru DPO Curas, Polsek Kotaagung justru Dapat “Bonus”

image_print
BEKUK DPO, DAPATKAN SABU-SABU: Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis (kiri) menunjukkan tersangka kasus curas yang sudah dua tahun menjadi buronan dan saat ditangkap tersangka membawa sajam serta sabu-sabu siap edar. (Foto: DOKUMENTASI POLSEK KOTAAGUNG)

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Setelah sekitar dua tahun menjadi buronan kasus pencurian dengan kekerasan, akhirnya terhenti sudah pelarian Ferni Sukarni (28). Itu setelah personel Polsek Kotaagung, Kabupaten Tanggamus berhasil membekuknya.

Menariknya lagi, dari tangan warga Pekon Gedungjambu, Kecamatan Kotaagung Barat itu, petugas juga mengamankan sebilah senjata tajam serta lima paket sabu-sabu siap edar. “Bonus” yang didapatkan polisi dari penangkapan seorang DPO itu, dibenarkan oleh Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis.

“Tersangka sudah ditetapkan sebagai DPO sejak Agustus 2016 silam dan baru sekarang bisa kami amankan. Dia merupakan tersangka kasus curas. Dua temannya sudah ditangkap lebih dulu. Dari tersangka ini, anggota saya juga mengamankan sajam dan lima paket kecil sabu-sabu siap edar,” ujar kapolsek, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Rabu (29/8).

Terhadap tersangka, Syafri Lubis menegaskan, penyidik menerapkan Pasal 365 KUHPidana tentang curas dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Lalu terkait penyalahgunaan narkobanya, tersangka dijerat Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 dan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Selengkapnya baca di SKH Trans Lampung, edisi Kamis 30 Agustus 2018. (ayp)