. . .

Bupati Winarti Kunker ke Kota Batu Jawa Timur

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, MENGGALA – Menjadi Kota yang berkembangan dengan demikian pesat dalam waktu singkat, menjadi daya tarik Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE MH untuk melakukan kunjungan kerja ke Kota Batu Jawa Timur, Selasa (28/8/18).

Adapun hal ini dilakukan Bupati perempuan pertama di Kabupaten Tulangbawang itu, guna mempelajari pengelolaan sistem kinerja Pemerintah dalam melayani dan mensejahterakan masyarakat.

Saat kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Tulangbawang ini, rombongan diterima di Balai Kota Among Tani, nama gedung yang diambil karena sebagian besar biaya pembangunan gedung tersebut berasal dari para petani, di gedung itu pula semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkantor.

Dipilihnya Kota Batu, mengingat Kota yang terkenal dengan kerenyahan buah apelnya itu, sudah terbukti dan sebagai rujukan study banding bagi Daerah-daerah lain, sebab Kota Batu baru berusia 17 Tahun berdiri, namun perkembangannya sangat pesat, dari segi pelayanan perkantoran Pemerintah, jelas mempunyai kantor yang sangat representatif. Kerennya asal bangunan Among Tani, hanya merupakan bekas sebuah bangunan hotel yang mangkrak.

“Masalah saat pertama berdiri Kota Batu adalah sumberdaya, lebih dari 70% penduduk Kota Batu adalah petani, kemudian kami berfikir pengembangan pariwisata dan pertanian, sampai akhirnya kami bisa berdiri sebagai Kota Wisata. Ya Wisata berkembang pesat, walau awalnya banyak tokoh masyarakat tidak menyetujui,” ujar Walikota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si beserta Wakil Walikota Ir. Punjul Santoso, menjelaskan dalam sambutan penerimaan terhadap Bupati Tulangbawang beserta rombongan.

Sementara itu, Bunda Winarti, sapaan akrab Bupati Tulangbawang, dalam sambutannya dihadapan Walikota Batu beserta Jajaran menyampaikan bahwa tujuan dirinya beserta rombongan berharap dapat belajar dan menambah wawasan, pengetahuan yang nantinya akan diterapkan di Kabupaten Tulangbawang.

“Kami ingin belajar bagaimana memberi rasa aman pada investor, bagaimana para investor bisa nyaman di Kota Batu sehingga yakin untuk berinvestasi, kami ingin belajar dan menerapkan itu di Tulangbawang. Kota Batu bisa bangkit dan maju seperti ini pasti jelas adalah bagaimana keberanian Pemerintah dalam berinovasi, tetapi tetap mendahulukan kepentingan rakyat,” ucap Bunda Winarti.

“Kemauan kami sama, yakni ingin lebih baik, dengan kemasan nama BMW (Bergerak Melayani Warga) kami minta support supaya kami bisa berkembang seperti Kota Batu ini, karena keinginan mengembangkan sektor agro wisata sama dengan keingian kami, walau pohon apel tidak akan subur di Tulangbawang tapi kami akan inovasi ke tanaman lain,” sahut Pangeran Suri Winarti Tulangbawang penuh optimis.

Dari segi segi produk hukum, Bupati Winarti sangat tertarik terhadap administratif yang dilakukan Pemerintah Kota Batu, bagaimana proses-proses kegiatan semua bisa berjalan, pendapatan daerah bisa begitu besar dan investor senang, wisatawan pula bisa nyaman.

Dalam sesi tanya jawab, Inspektur Inspektorat, Dr. Pahada Hidayat bertanya bagaimana sinkronisasi, karena di Kota Batu masih banyak Desa, sementara Batu beralih status menjadi Kota.

Jawaban dari Walikota Batu Dra. Dewanti Rumpoko M.Si, bahwa semua terwujud berkat kebersamaan masyarakat Kota Batu yang ingin maju, masyarakat dan pengusaha ingin membangun daerah sendiri, lalu Pemerintah sebagai fasilitator, sehingga kolaborasi kemauan masyarakat dan Pemerintah untuk maju dan itulah kekuatan dan keunggulan Kota Batu. (als)