Bupati Tubaba, Sosialisasi Kawasan Bebas Rokok.

TRANSLAMPUNG.COM
PANARAGAN–Pasca Indonesia menduduki peringkat ke-5 konsumen rokok terbesar setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang. Guna penertipan, Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) terbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tentang kawasan bebas rokok, dikabupaten setempat.

‎Hal tersebut sebelumnya setelah, Indonesia menduduki peringkat ke-3 dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah China dan India. Sementara bedasar hasil riset Kesehata pada 2017 menyebutkan. Bahwa penduduk berumur di atas 10 tahun yang merokok mencapai 29,2 persen,  dan angka tersebut meningkat menjadi 34,7 persen untuk kelompok umur di atas 15 tahun.‎

Menurut Bupati Umar ahmad, didampingi Asisten II Sakib sarsalan, Atas sosialisasi Perda kawasan bebas rokok tersebut dia berharap, semoga dapat dijadikan dasar payung hukum dan ditaati oleh seluruh Aparatut Sipil Negara (ANS) di lingkungan Kabupaten Tubaba.

Mengingat ‎kebiasaan merokok sudah meluas di hampir semua kelompok masyarakat di Indonesia dan cenderung meningkat, terutama di kalangan anak-anak  dan remaja sebagai akibat gencarnya promosi rokok di berbagai media massa. Ini telah memberi makna bahwa masalah merokok telah menjadi masalah yang sangat penting, mengingat merokok berisiko menimbulkan berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat terjadi baik pada perokok itu sendiri maupun orang lain di sekitarnya.” Kata Bupati didampingi Asisten II Sakib arsalan, saat dikutif Trans lampung.com pada (11/12/2017) sekira pukul 10:30 Wib.

‎Lanjut dia, oleh sebab itu‎ perlu dilakukan langkah-langkah pengamanan rokok bagi kesehatan, diantaranya melalui penetapan Kawasan Tanpa Rokok. Yang ‎diterapkan pada fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum dan tempat lainnya yang ditetapkan serta menjadi kewajiban hak asasi bagi kita semua terutama para pimpinan juga pemangku kebijakan di tempat tersebut.

News Reporter