. . .

Bupati Tanggamus Wajibkan Kakon Bentuk Relawan Destana

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, TANGGAMUS – Kabupaten Tanggamus adalah salah satu daerah dari beberapa kabupaten di Provinsi Lampung yang punya wilayah perairan. Kondisi geografis Tanggamus yang nyaris mengelilingi Teluk Semaka, membuat Tanggamus punya potensi bencana tsunami lebih besar dibandingkan kabupaten lain. Demikian halnya dengan bencana gempa bumi, sebab Tanggamus berada pada Patahan Bumi (Sesar) Semangko.

Untuk itu, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, S.E., M.M. menilai, sangat penting untuk mengedukasi masyarakat Tanggamus agar tetap tenang ketika terjadi bencana gempa bumi atau tsunami. Terlebih mengedukasi para generasi muda sedari dini. Hal itu dikonkretisasi Bupati Tanggamus dengan terlibat langsung dalam Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di SDN 3 Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kotaagung.

Di bawah kepemimpinannya, Dewi Handajani menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus siap dan senantiasa mendukung program-program dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan warga masyarakat dari bencana.

Bupati berharap, ke depan di setiap pekon di Tanggamus ada relawan-relawan Desa Tanggap Bencana (Destana). Terlebih di pekon-pekon yang berpotensi tinggi terjadi bencana. Harapan terbentuknya Relawan Destana itu, secara langsung disampaikan bupati pada para Kepala Pekon yang hadir dalam acara simulasi bencana.

“Kepada para Kepala Pekon yang memiliki wilayah berpotensi tinggi terjadi bencana, saya minta segera membentuk Relawan Destana di pekon masing-masing. Tidak bisa tidak, harus dibentuk di setiap pekon. Karena ini adalah bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat Kabupaten Tanggamus,” tegas Bupati Tanggamus.

Saat dimintai penjelasan terkait acara simulasi bencana di SDN 3 Kapuran, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanggamus, Romas Yadi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan melatih masyarakat selalu tanggap dan sigap menyikapi tanda-tanda akan adanya bencana.

“Kemudian mengarahkan masyarakat untuk segera menuju lokasi evakuasi di tempat titik aman. Simulasi ini juga melibatkan para Relawan Destana dari Kelurahan Baros dan Pasarmadang,” ungkap Romas Yadi.

Dengan adanya pelatihan ini, Romas meyakini, masyarakat dan anak-anak akan mendapatkan ilmu berharga terkait penyelamatan diri jika bencana terjadi.

“Dan InsyaAllah selanjutnya akan sering diadakan simulasi seperti ini,” tutur Romas Yadi. (*)

Bupati Minta Warga Tak Panik jika Terjadi Bencana

DALAM arahannya, Dewi Handajani berpesan agar masyarakat selalu siap dalam menghadapi bencana yang mungkin saja terjadi. Edukasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, menurut bupati, sangat perlu ditanamkan lalu disimulasikan.

“Agar kita semua terlatih cepat bereaksi atau merespon dengan baik dan benar, jika bencana tersebut harus terjadi karena kuasa Allah SWT,” ujar bupati yang akrab disapa Bunda Dewi itu.

Edukasi siap-siaga bencana, dia berharap, dapat terus dilakukan. Tidak harus menyasar anak-anak. Tetapi warga masyarakat remaja dan dewasa, juga harus tahu apa yang harus mereka lakukan, jika tiba-tiba bencana terjadi. Yang terpenting, simulasi juga untuk melatih masyarakat mengurangi kepanikan, jika bencana terjadi.

“Kita tidak boleh panik. Jika panik, kita tidak akan bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan diri. Justru bisa berbahaya bagi diri kita sendiri,” pinta bupati.

Selain itu Dewi Handajani mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama bila terjadi bencana.

“Mana yang bisa ditolong, kita wajib menolongnya,” tandas bupati. (ayp)