. . .

Bupati Sujadi Buka FKL Tingkat Kabupaten Tahun 2018

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU – Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI Ke-73, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu meyelenggarakan Festival Kuda Lumping (FKL) Tingkat Kabupaten Pringsewu , Rabu (29/8) bertempat di alun-alun Pekon Tulung Agung Kecamatan Gading Rejo.

Hadir pada Festival Kuda Lumping Wakil Ketua DPRD Pringsewu, Setiono, Anton Subagiyo, Uspika Kecamatan Gading Rejo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, UPT Pendidikan se-Kabupaten Pringsewu dan Kepala Sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Gading Rejo.

Ketua pantia Festival Kuda Lumping Safril Saleh dalam sambutanya mengatakan Festival Kuda Lumping merupakan festival tahunan sebagai agenda rutin, Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Disdikbud.

“Festival Kuda Lumping Tahun 2018 ini merupakan yang  ketiga kalinya , hal ini masih berhubungan dengan  peringatan HUT RI Ke-73 sehingga seluruh kegiatan melibatkan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut Safril menjelaskan maksud dan tujuannya acara ini di selenggarakan

memotivasi kaum muda untuk lebih mengenal warisan budaya, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perkembangan.

Penyelenggaraan Festival Kuda Lumping berlangsung dari tanggal 29-30 Agustus  bertempat Pekon Tulung Agung, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.

“Peserta Festival Kuda Lumping Tingkat Kabupaten Pringsewu di ikuti sebanyak  25 peserta, yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang berdomisili di wilayah Kabupaten Pringsewu,para pemenang di festival tersebut akan mendapatkan Tropy piala,piagam,dan uang pembinaan,”Jelasnya.

Perlu di ketahui Pembiayaan Penyelenggaraan Festival Kuda Lumping dibiayai oleh APBD pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Tahun Anggaran 2018

H Sujadi Bupati Pringsewu H.Sujadi Sambutan nya  mengatakan  menyambut baik serta mendukung digelarnya Festival Kuda Lumping ini sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73.

Melalui Festival Kuda Lumping ini, selain sebagai upaya untuk melestarikan budaya daerah yang meningkatkan kepedulian masyarakat Pringsewu terhadap kesenian tradisional, memotivasi kaum muda untuk bisa lebih mengenal warisan budaya seni kuda Iumping karena Kuda Lumping merupakan salah satu warisan budaya Ieluhur.

Sebagaimana kita ketahui bersama, di Kabupaten Pringsewu ini ada banyak sekali group atau kelompok kesenian Kuda Lumping yang tersebar di 126pekon dan 5 kelurahan di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu.

“Bahkan dalam 1 pekon atau desa terdapat lebih dari 1 group kuda Iumping. Ini Berarti bahwa di wilayah Kabupaten Pringsewu ini paling tidak terdapat ratusan group kuda Iumping,” ujarnya.

Sujadi menambahkan Melalui kesempatan baik ini, secara khusus  meminta Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu untuk dapat melakukan pembinaan secara rutin kepada seluruh kelompok atau group Kuda Lumping yang ada di Kabupaten Pringsewu ini, termasuk kesenian lainnya sebagai bagian dari program pembangunan budaya bangsa.

Selanjutnya kepada seluruh group Kuda Lumping se Kabupaten Pringsewu, bila tidak menyalahi kaidah yang ada, diharapkan ada semacam inovasi-inovasi terkait kesenian Kuda Lumping ini, dengan menambahkan sentuhan-sentuhan budaya khas daerah setempat, misalnya dengan sentuhan budaya Lampung. Tentunya dengan tetap menjaga keorisinalitas dan tidak keluar dari pakem.

“Nantinya jika ada orang yang ingin menonton Kuda Lumping dengan citarasa yang sedikit berbeda dari yang biasanya, bisa datang ke Pringsewu. Sehingga diharapkan akan dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan baik asing maupun lokal ke Kabupaten Pringsewu,” tegasnya. (rez/hkw)