Bupati: Siapkan ‘Karpet Merah’ untuk yang Terlambat

TRANSLAMPUNG.COM, PRINGSEWU– Kedisiplinan sejumlah pegawai di jajaran Pemkab Pringsewu dalam mengikuti apel, menurun. Hal itu terlihat pada Senin (8/1) pagi.

Tak hanya terlambat, bahkan sejumlah oknum pegawai duduk-duduk saat upacara dipimpin Bupati Sujadi, dihadiri Wabup Fauzi serta Sekda Pringsewu Budiman dan para asisten itu sedang berlangsung.

Meski upacara sudah berjalan cukup lama, sejumlah oknum pegawai masih terlihat berjalan dari arah belakang. Ada yang tergopoh, namun juga ada yang berjalan dengan santainya.

Bupati Sujadi yang memimpin apel juga tak dapat menutupi rasa geramnya, melihat pegawainya yang masih saja datang terlambat. Bahkan saat memberikan sambutan, Sujadi memerintahkan agar saat apel mendatang yang masih terlambat diberi sanksi.

“Kalau perlu kita siapkan ‘karpet merah’ untuk mereka yang terlambat,” sindir bupati.

Selain itu, Sujadi juga meminta agar dibuatkan barisan khusus bagi mereka yang terlambat.

“Buat barisan khusus menghadap ke timur bagi mereka yang masih terlambat,” tegasnya.

 

Wakil Bupati Fauzi juga siap dan mendukung langkah tersebut, untuk mendisiplinkan pegawai.

Sementara, Sekretaris Dinas Perikanan Pringsewu, Khairudin, terlihat duduk saat upacara sedang berjalan.

Dia tidak terima dan marah saat mengetahui gambarnya diambil jurnalis. Khairudin langsung menghampiri salah satu wartawan media cetak.

Dengan nada tinggi, dia menghardik seraya mempertanyakan alasan wartawan mengambil fotonya.

“Ngapa foto foto,” tukas Khairudin kepada wartawan media cetak harian.

Jurnalis koran tersebut menjelaskan dirinya menjalankan profesinya sebagai kontrol sosial, karena melihat saat upacara malah duduk-duduk.

Khairudin tak berhenti sampai di situ. Dia meminta identitas wartawan koran tersebut. Permintaannya pun dituruti. Setelah dilihatnya dan masih sempat berdebat, lalu Khairudin kembali ikut berbaris, namun bukan dibarisannya semula.

Setelah beberapa saat ikut berdiri, Kahirudin kembali duduk dan memilih di dekat wartawan koran tersebut.

“Saya nggak tahan mas, sakit asam urat,” ujarnya sambil meringis menahan sakit.

Wartawan tersebut sempat menjawab keluhan Khairudin, seraya mengatakan tak perlu marah-marah bila memang sakit.

“Kalau tadi bapak bilang seperti itu kan enak. Saya jadi tahu duduk persoalannya. Tak usah marah-marah,” kata dia, seraya menyarankan agar menuju mobil Ambulance yang disiagakan di pojok lapangan. (r5/rus)

News Reporter