. . .

Bupati Pesibar Hadiri Acara Sosialisasi Percepatan Berusaha dan Bimbingan Teknis Laporan Koordinasi Penanaman Modal dan Investasi

image_print

TRANSLAMPUNG, PESIBAR – Bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Agus Istiqlal menghadiri acara sosialisasi percepatan berusaha dan bimbingan teknis laporan koordinasi penanaman modal dan investasi daerah kabupaten setempat tahun 2018, kegiatan berlangsung di sunset beach, Kamis (6/12).

Dalam sambutannya, Agus mengatakan sosialisasi ini memiliki makna yang sangat penting  dalam upaya mendukung pertumbuhan daerah maupun nasional, yang mana hal ini dapat menjadi pedoman serta acuan bagi dunia usaha yang akan menanamkan modal maupun pemerintah daerah dan pusat selaku fasilitator.

“Hal ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan Kemenko bidang perekonomian dan BKPM RI terhadap pembangunan di kabupaten Pesibar, dengan tujuan sosialisasi ini dapat memacu dan memotivasi pelaku usaha atau investor untuk menanamkan modalnya di kabupaten ini, “ujarnya.

Dijelaskannya, ditengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan nasional saat ini sehingga imbasnya juga sedikit banyaknya melanda kabupaten Pesibar, oleh karenanya, Pemkab Pesibar telah berupaya semaksimal mungkin dengan menyederhanakan perizinan yang ada disetiap daerah.

“Oleh sebab itu untuk memberi kemudahan kepada masyarakat, maka diterbitkanlah peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik, “terangnya.

Masih menurut dia, investasi yang masuk harus tetap dikendalikan agar betul-betul mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kabupaten Pesibar, hal ini dilakukan agar senantiasa selaras dengan kebijakan penanaman modal dan pembangunan ekonomi nasional, sehingga terjadi sinkronisasi antara pembangunan daerah dan nasional.

“Pemerintah dituntut untuk tetap bekerja keras untuk menjadikan kabupaten Pesibar sebagai kabupaten yang ramah investasi, tentunya ini menjadi salah satu pilar keberhasilan pembangunan nasional, “imbuhnya.

Agus juga berharap, kepada pemerintah pusat agar tidak terlalu sering merubah peraturan dan ketentuan penanaman modal, karena hal ini dapat membuat energi pemerintah daerah terkuras untuk selalu melakukan penyesuian, bahkan berpotensi menghambat arus investasi.

“Sebagai daerah otonomi baru dan berbagai produk unggulan khas daerah yang dimiliki, dan ditambah dengan kemudahan dan inovasi perizinan yang diberikan diharapkan akan membuat investor akan semakin bergairah untuk menanamkan modalnya dikabupaten ini, “pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakil Bupati, Ketua dan anggota DPRD, Unsur Forkopimda, Pejabat tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat pengawas dan pelaksana Pemkab, Kepala cabang jaminan penyelenggara jaminan sosial, Pimpinan Perbankan, Pimpinan Perusahaan, Perwakilan Asosiasi, Narasumber dan Peserta Bimtek. (r7)