. . .

Bupati Pesibar Buka Pelatihan Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan

image_print

TRASLAMPUNG.COM, PESIBAR – Asisiten ll bidang perekonomian pembangunan dan kehumasan mewakili bupati, Agus Istiqlal membuka pelatihan peningkatan mutu dan keamanan pangan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) tahun 2018 di gedung PKK,  Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (25/10).

Dalam sambutannya, Syamsu Hilal menyampaikan bahwa, bahan pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat. Oleh sebab itu ketersediaan pangan yang cukup belum tentu dapat menjamin terhindarnya penduduk dari masalah pangan dan gizi. Selain ketersediaannya, perlu diperhatikan juga aspek konsumsi masyarakat sehingga memenuhi standar gizi yang dianjurkan. 

“Seperti pola konsumsi pangan yang sehat perlu disosialisasikan kepada masyarakat untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran terhadap pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Mengingat rendahnya kualitas pangan yang dikonsumsi akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) suatu bangsa, apalagi dalam menghadapi kompetisi global yang penuh persaingan,” ujarnya.

Dijelaskanya, hingga saat ini dengan bertambahnya aneka ragam jenis pangan segar maupun olahan di masyarakat dengan sendirinya telah mengubah pola konsumsi pangan masyarakat kita. Yang sebelumnya bahan pangan yang bersumber dari lingkungan di pekarangan dan sekitarnya yang masih terjaga baik mutu dan keamananannya telah berganti kepada jenis bahan pangan yang instant atau cepat saji.

“Perubahan pola konsumsi pangan tersebut, diikuti pula dengan masuknya bahan pangan yang beredar yang tidak memenuhi syarat bahan pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) bagi kesehatan manusia karena telah tercampur bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya baik secara fisik, biologis maupun kimia,” himbaunya. 

Masih menurut dia, dalam upaya melakukan peningkatan kualitas bahan pangan, maka pemerintah melalui peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang keamanan, mutu, dan gizi pangan dan peraturan menteri pertanian nomor:20/permentan/ot.140/2/2010 tentang sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian berusaha melindungi masyarakat dari bahaya dan dampak penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya dan penggunaan zat kimia berbahaya pada bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat. 

“Selain itu, untuk mengedukasi masyarakat perlu dilakukan upaya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat agar lebih memperhatikan mutu dan keamanan pangan. Dengan demikian melalui pelatihan ini diharapkan nantinya dapat diperoleh kader-kader masyarakat di kabupaten pesisir barat yang peduli terhadap keamanan pangan untuk keluarga, lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim pelatihan peningkatan mutu dan keamanan pangan tahun 2018” secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. (r7/hkw)