Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus Ajak Gotong Royong Serentak Bersama Masyarakat

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNG BARAT – Dalam Rangka Pelaksanaan Gerakan Aksi gotong Royong masyarakat Kabupaten Lambar Tahun Anggaran 2018 Pemerintah Kabupaten Lambar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP)  Kabupaten Lambar mengajak gotong royong serentak kepada semua masyarakat Lambar yang akan di laksanakan pada Jumat 14 September 2018 di Seluruh di 15 Kecamatan Se Kabupaten Lambar.

Kegiatan tersebut berdasarkan instruksi Presiden No. 03 Tahun 2004 tentang bulan Bhakti gotong royong masyarakat. Permendagri No 42 tahun 2005 tentang pedoman penyelenggaraan bulan Bhakti gotong royong.  perintah lisan Bupati Lambar Tanggal 10 September 2018 dalam acara Ngupi bekbakhong di Ruang Rapat Kagungan tentang gerakan aksi gotong royong  masyarakat bulan September secara serentak di 15 Kecamatan Kabupaten Lambar.

Adapun berdasarkan lampiran surat Bupati Lambar No. 414/280/III.13/2018  penanggung Jawab Aksi Gotong Royong meliputi Kecamatan Pagar Dewa Tim I Bupati Lambar ,Kejaksaan Negeri Liwa ,Dinas PUPR ,Bagian Humas Dan Protokol Sekdakab Lambar dan Bagian Kesra Sekdakab Lambar. Tim II Kecamatan Belalau  Pekon Sukamakmur meliputi Wabup Lambar ,Kepala Bagian Hukum Sekdakab Lambar dan BPPD.

Tim III Kecamatan Balik Bukit Pekon Sukarame Meliputi Sekdakab Lambar, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama dan DPMP. Tim IV Kecamatan Sekincau Pekon Giham Asisten 1 , DLH, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. tim V Kecamatan Lumbok Seminung  Pekon Sukamaju meliputi Asisten II ,DKP, BKPSDM dan KPU Lambar .Tim VI Kecamatan Sukau Pekon Tanjung Raya Asisten 3 Dinas Perhubungan dan Kantor Kesbangpol.

Tim VII Kecamatan Air Hitam Pekon Sinar Jaya Meliputi Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dinas Koprasi UKM,PP  dan Dinas Perikanan. Tim VIII Kecamatan BNS Pekon Tanjung Sari meliputi Staf Ahli Bidang Administrasi dan Umum, Dinas Kominfo dan Sekretarian DPRD Lambar. Tim IX Kecamatan Kebun Tebu Pekon Tribudi Makmur meliputi Staf Ahli Perekonomian dan Pembangunan , Dinas Perpustakaan dan Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata.

Tim X Kecamatan Suoh Pekon Sukamarga meliputi Kapolres Lambar Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Dinas Sosial .Tim XI Kecamatan  meliputi Kecamatan Sumber Jaya Pekon Simpang Sari Dandim 0422 Lambar ,Dinas PM,PTSP dan Tenaga Kerja dan Insfektorat .Tim XII Kecamatan Batu Ketulis Pekon kubulikujaya meliputi Dinkes, Bagian Adminstrasi Pembangunan Dan Bagian Umum Sekdakab Lambar . Tim XIII Kecamatan Way Tenong Pekon Muter Alama di disdukcapil ,Satpol PP dan Bagian pemerintah Sekdakab Lambar.

Tim XIV Kecamatan Gedung Surian Pekon Trimulyo meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk,KB,PP dan PA, Departemen agama, Tim XV Kecamatan Batu Brak Pekon Kota Besi meliputi Dinas tanaman pangan dan holtikultura, Badan Pengelolaan keuangan daerah, dan Bagian Organisasi Setdakab Lambar.

“Semangat dan budaya gotong royong harus terus dilestarikan di tengah-tengah masyarakat, karena merupakan salah satu warisan leluhur yang memiliki nilai-nilai positif terutama dalam memupuk kerja sama dan kekompakan. “Artinya semangat gotong royong harus kita lestarikan karena dengan semangat itulah kita selama ini melakukan dan menggerakkan pembangunan dalam mewujudkan visi misi daerah”, kata Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Rabu 12/09/2018.

Ia mengatakan, pihaknya mengakui bahwa tidak mudah untuk melestarikan dan mempertahankan semangat gotong royong tersebut di tengah-tengah masyarakat. Apalagi memang sangat disadari bahwa dewasa ini masyarakat cenderung semakin individualistis dan saling berkompetitif serta menonjolkan persaingan dari pada persamaan.

“Tetapi kita harus terus berupaya agar semangat gotong royong tetap terpelihara dengan baik di tengah-tengah masyarakat diantaranya dengan rutin menggelar bulan bakti gotong royong,” katanya.

Menurut dia, semangat gotong royong yang akan dikembangkan itu tentu sangat tergantung pada keberhasilan semua pihak dalam menanamkan semangat gotong royong. Termasuk kepada anak-anak generasi muda bangsa yang justru sudah hampir memudar karena arus globalisasi dengan masuknya budaya asing yang sangat bertentangan dengan budaya bangsa.

Untuk itu diharapkan kepada semua pihak, mulai dari SKPD, camat,lurah, kepala desa, hingga kepala dusun untuk melaksanakan aksi dan gerakan gotong royong dengan meningkatkan partisipasi dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan sejalan dengan tuntutan otonomi daerah.

“Semangat gotong royong itu harus terus kita ajarkan kepada mereka melalui sekolah. Kegiatan praktik nyata yang melibatkan generasi muda untuk melakukan kegiatan yang bernuansa kerja sama teamwork seperti kegiatan kepramukaan dan lainnya,” katanya. (*)

News Reporter