. . .

Bupati Adipati Serahkan Sertifikat SHAT Bagi UMKM

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, BARADATU – Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) bagi UMKM di Kampung Campur Asri dan Kampung Taman Sari Kecamatan Baradatu, Rabu (7/3).

Dalam pidatonya Bupati Adipati mengatakan, pemberdayaan Koperasi dan UMKM merupakan langkah strategis dalam menumbuhkan tingkat pembangunan nasional. Kebijakan tersebut dirasakan  menjadi solusi konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal ini dapat dicapai dengan mendorong Koperasi dan UMKM meningkatkan kapasitas dan perannya secara continue dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini diharapkan dapat mensukseskan gerakan pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian nasional (pro growth), memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah wirausahawan dan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran (projob), dan meningkatkan kesejahteraan rakyat untuk menuju taraf hidup yang layak (propoor). Dengan tren peningkatan penyerapan tenaga kerja di bidang Koperasi dan UMKM, maka dipastikan potensi sektor Koperasi dan UMKM sangat besar dalam menggerakkan perekonomian nasional,” terangnya.

Masih menurut Bupati, Koperasi dan UMKM dapat menciptakan perekonomian dalam negeri yang stabil melalui kemandirian ekonomi. Pangsa pasar dalam negeri dengan jumlah populasi mencapai 250 juta jiwa dapat diisi beragam produk Koperasi dan UMKM yang berkualitas.

Berbagai langkah telah dilakukan pemerintah untuk memajukan koperasi dan UMKM, salah satunya adalah dilakukan oleh Pemerintah membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan. Upaya tersebut antara lain melalui program pemberdayaan usaha mikro dan kecil melalui kegiatan Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT). Subyek kegiatan adalah UMK/Koperasi serta merupakan calon dan/debitur perbankan/Koperasi yang memenuhi kriteria kelayakan.

“Obyek adalah tanah tidak dalam sengketa, luas tanah (tanah pertanian maksimal 2 hektar dan tanah non-pertanian maksimal 2000 M/persegi, bukan tanah warisan yang belum dibagi, tanah sudah dikuasai secara fisik oleh pelaku UMK, lokasi tanah berada dalam Kabupaten dan mempunyai alas hak. Kegiatan pemberian sertifikat atas tanah untuk Usaha Mikro dan Kecil ini diadakan setiap tahun, namun lokasinya yang berpindah, disesuaikan dengan penetapan lokasi Usaha Mikro dan Kecil yang ada,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskannya, di Kabupaten Way Kanan SHAT sudah dimulai sejak tahun 2016, dimana sebanyak 150 sertifikat terselesaikan. Di tahun 2017 sebanyak 300 sertifikat. Di tahun 2018 sebanyak 200 sertifikat. Di tahun 2019 yang akan datang sebanyak 350 sertifikat. Total keseluruhan pada tahun 2019 sebanyak 1.000 sertifikat.

Tujuannya memberi solusi bagi Usaha Mikro dan Kecil guna meningkatkan akses permodalan berupa peningkatan kemampuan jaminan kredit sebagai agunan pinjaman KUR pada bank pelaksana, sehingga Usaha Mikro dan Kecil dapat meningkatkan usahanya, terhindar dari rentenir dan menyerap tenaga kerja yang akan berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Selain itu, kepemilikan sertifikat tanah juga akan mencegah timbulnya konflik  dan memberikan kemudahan apabila melakukan peralihan hak. Dengan demikian, pemberian sertifikat ini selain untuk membantu pengembangan UMKM juga upaya meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus melayani masyarakat dalam mendaftarkan tanahnya,” papar Bupati lagi. (yhs/hkw)