. . .

BrigJend Pol. Tomsi Tohir Jabat Kapolda Banten

image_print

TRANSLAMPUNG.COM, LAMPUNGTENGAH – BrigJend Pol. Tomsi Tohir adalah cucu kandung dari Saibatin Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Ke-21, Pangeran Suhaimi yang bergelar Sultan Lela Muda dan Penyimbang Balak Marga Balauw, Kedamaian, Ismail yang bergelar Suttan Ratu marga. Dirinya dipercaya menjadi Kapolda Banten.

Tomsi Tohir adalah putra dari Kolonel CKU H. M. Tohir Ismail Balauw pasangan dengan Mariam Zanariah Tohir binti Pangeran Suhaimi Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-21.

Dia merupakan sepupu satu kali dari Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, Paduka Yang Mulia, Saibatin Puniakan Dalom Beliau, Pangeran Edward Syah Pernong dan Irjen Pol Dr. Ike Edwin Serta Kolonel Czi. Amalsyah Tidak dan Kolonel Art Mirza Rahman, dan kombes pol Ulung sampuna jaya yang saat ini adalah Kapolresta Bogor, karena orang tua mereka bersaudara kandung.

Tomsi Tohir juga saudara kandung dari Kolonel Kav Topri Daeng yang saat ini bertugas di Mabesad (mantan Danyon kav di Aceh dan Dandim Boyolali Kodam Dinponegoro).

Hal yang sangat fenomenal dari kelompok rumpun dua keluarga ini adalah hampir sebagian besar anak cucu keluarga besar ini mendedikasikan dan mendharmabhaktikan tenaga dan fikiran nya melalaui jalur TNI dan POLRI.

Hal ini tidak aneh karena ayah, paman serta kakek mereka ini terbaring di makam pahlawan sebagai pejuang-pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

Kata seorang sahabat dari Pelestari Budaya Nusantara (PBN), Inilah salah satu contoh asli dari POMEO. Trahing Kusumo, Rembessing Madu, Tedhaking Andono Warih. Tanpa harus mengada-ada atau diada-adakan. Meskipun mereka ternyata tidak pernah merasa hal seperti itu, Karena semua ini adalah karunia dan anuegrah Allah SWT.

Lailahhaillallah hu subhanal maliqul mulqi, Mereka ini sebenarnya mahluk-mahluk yang lemah dan tidak mempunyai upaya sedikit pun. Semua yan terjadi hanya karena kasih sayangmu, sadarkan dalam dirinya bahwa semua ini adalah titipanmu yan datang dan pergi nya sekehendak mu.”

Dan manusia tidak bisa berbuat apa-apa karena semua ini hanya kehendakmu. karena itu lindungilah mereka sekeluarga besar dari sifat sombong, angkuh atau merasa besar.  Limpahilah dengan rasa tawadhdhu, santun,  penyayang, taqwa, menghargai sesama, penolong, pembela yang lemah, mencintai Allah SWT, mencintai rasulnya dan mencintai alim ulama serta keluarga besar dan masyarakat serta tetap setia dalam memegang komitment NKRI harga mati.

Allahummasholli wassallim wabariq ala syaidina muhammad. Wa ali syaidina Muhammad , walhamdulillah hirobbil alamin , lahawlawala quata illa billahilaliyiladhim Aamiin YRAn”. (can)