. . .

Bravo-5 Way Kanan Dukung Realisasi Pembangunan Lanudad Gatot Subroto Jadi Bandara Komersil

image_print

Ketua Bravo-5 Kabupaten Way Kanan, Lampung, Aly Murtadho. Foto: Istimewa.

TRANSLAMPUNG.COM, WAY KANAN – Bravo-5 Way Kanan, organ relawan pemenangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, mendukung penuh upaya bersama Pemkab Way Kanan, Pemprov Lampung, Kementerian Perhubungan, Mabes TNI dan Mabes TNI-AD mempercepat realisasi pembangunan dan fungsionalisasi bandara militer Pangkalan Udara TNI-AD (Lanudad) Gatot Subroto, Kampung Ramsai, Way Tuba, menjadi bandara komersial.

Seiring zaman bergerak, realisasinya kelak, bukan cuma akan sukses hasil bagi kabupaten kelahiran 27 April 1999 itu saja, lebih detail akan sukses upaya perluasan daya kepak bentang alam maupun bentang hidup wilayah hasil pemekaran Lampung Utara berdasarkan UU 42/1999 seluas 3.921,63 kilometer persegi itu.

Bentang tema Bandara Gatot Subroto ini sama sekali bukan demi kepentingan sesaat, sebaliknya demi kepentingan hajat hidup orang banyak. Sebagai infrastruktur transportasi, fasilitas penunjang sektor pariwisata, industri dan penciptaan lapangan kerja baru serta memungkinkan masuknya investor lokal-internasional agar Way Kanan makin maju dan berdaya saing.

Demikian mantap dikatakan Ketua Bravo-5 Way Kanan Aly Murtadho, didampingi sekretaris Demsy Presanov, saat dihubungi melalui kanal WhatsApp, Jum’at (30/11/2018).

Menurut Aly, secara kuantifikasi geopolitik-geoekonomi dan geostrategi, serta kualifikasi motorik sosial-ekonomi teritorialnya, sejauh diabdikan bagi sebesar-besarnya manfaat bagi rakyat Way Kanan khususnya, Lampung dan Sumatera Selatan umumnya, “upaya kolektif tersebut layak dan patut didukung, tanpa reserve,” ucap dia.

Pengasuh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Hikmah, Kampung Pisang Baru, Kecamatan Bumi Agung, Way Kanan ini menajamkan, penegasan Presiden Jokowi tentang komitmen dukungannya bagi percepatan realisasi pengupayaan transformasi Lanudad Gatot Subroto jadi bandara komersial, saat jumpa pers di Bandara Raden Intan II di akhir kunjungan kerja kenegaraan ke Lampung, 23-24 November lalu, adalah oase sejuk.

Maksudnya? “Jelas, dibukanya jadi bandara komersial, membuka jalur transportasi penerbangan sipil, bakal memutus mata rantai jalur distribusi logistik jadi lebih ekonomis. Lalu, per minimalis, terkereknya mobilisasi orang dan barang dari 221 kampung dan 6 kelurahan di 14 kecamatan kabupaten jadi lebih masif,” beber Aly, aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Way Kanan ini.

“Per maksimalis, diharapkan jadi satu modal pembangunan baru bagi domain peningkatan PAD Way Kanan yang terpaut sekira Rp 52,5 miliar pada 2018 ini, demi kesejahteraan rakyat.”

“Juga, backbone bagi proses panjang membunuh keterisolasian, mengurai ketertinggalan wilayah perbatasan Lampung-Sumatera Selatan bagian barat daya hingga timur jauh,” ujar dia.

Rencananya, Bravo-5 Way Kanan melalui fasilitasi Ketua DPD Bravo-5 Lampung Andi Desfiandi dan Ketua Dewan Penasihat Bravo-5 Lampung Bustami Zainudin (mantan bupati) akan pula memperjuangkan usulan percepatan progresif pengupayaan transformasi Lanudad Gatot Subroto menjadi bandara komersial tersebut dalam Rakernas I Bravo-5 di Jakarta, awal Desember ini.

“Sebagai dukungan konkrit, bagi kemajuan dan pemajuan Way Kanan kini dan ke depan. Seperti tagline MenujuIndonesiaMaju, pun halnya MenujuWayKananMaju. Doain ya,” pungkas Aly, diamini Demsy dan juga bendahara Bravo-5 Way Kanan, Aszhari Ardian.

Mengingatkan, sebelumnya Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya sempat menyebut hasil pertemuannya bersama sejumlah kepala daerah dengan Presiden Jokowi di Hotel Sheraton, Bandarlampung, Sabtu (24/11/2018).

Seperti dilansir Antara, Bupati Adipati mengklaim Presiden Jokowi telah memberikan lampu hijau usulan agar Lanudad berlandas pacu 2,1 km dan lebar 45 meter itu dibangun jadi bandara komersil akhir tahun ini.

Arahan Presiden juga agar Pemkab Way Kanan bergegas menyiapkan seluruh berkas persyaratan untuk diserahkan ke Seskab Pramono Anung. (rls)