BPN: Tak Ada Nama Cik Elly di Sertifikat Lapangan Jalan Wayhandak

0
286
views

BANDARLAMPUNG – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bandarlampung angkat bicara atas sengketa hak milik tanah lapangan yang berada di Jalan Wayhandak, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Telukbetung Utara (TbU).

Kasi Pengelolaan Tanah BPN Kota, Badarudin menyatakan pihaknya belum pernah mengeluarkan sertifikat atas nama Cik Elly. dirinya pun membenarkan jika lahan tersebut awalnya merupakan pemakaman cina yang kini digunakan sebagai fasilitas olahraga untuk warga setempat. Pihaknya pun memgaku saat ini dia masih menelusuri kelengkapan berkas dan enggan berkomentar lebih jauh. “itu kan dulunya kuburan cina yayasan suaka insani.  Lalu kuburan itu katanya dipindah dan sekarang lahan itu jadi tempat olahraga warga setempat. Soal cik elly itu kita malah belum tahu” akunya, Jumat (15/4).

Dirinya pun turut membenarkan belum menerima informasi soal rencana pembuatan rumah sakit siloam yang akan dibangun oleh Cik Elly. “Nggak ada laporan yang masuk tuh, dek. Jadi kita belum bisa menanggapi. Coba tanyakan ke pemkot soal ini,” sarannya.

Senada disampaikan Sekretaris Kota Badri Tamam. Dia menerangkan pihaknya belum menerima informasi apapun soal rencana pengusaha asal Jakarta tersebut. Dirinya pun menyayangkan sikap Cik Elly atas pemagaran yabg dilakukan, lantaran tidak diketahui peruntukkan seperti apa. “Kan lahan itu belum jelas milik siapa. Kok mau dibangun rumah sakit. Silahkan kalau mau bangun, tapi kan harus jelas dibangun di lahan siapa. Bagaimana izinnya,” jelasnya.

Pada kondisi lain, Yayasan Suaka Insani selaku pemilik awal lahan ex pemakaman Tionghoa itu, hingga kini belum dapat memastikan status kepemilikan lahan tersebut. Yulia salah satu pengurus kembali menerangkan pihaknya masih terus melakukan rapat secara internal guna membahas status kepemilikan lahan itu. “kami kan pengurus baru, makanya masih terus mencari kebenarannya karena lahan itu diurus dengan pengurus lama. Mohon maaf kami belum bisa kasih kepastian meskipun kami tahu lahan yayasan itu tidak bisa diperjualbelikan tanpa ada koordinasi dengan pengurus lain,” bebernya.

Disinggung dengan kedatangan anggota Komisi III DPRD Kota Kamis (14/4) lalu, Yulia menyebut pihaknya tengah ada keperluan sehingga tidak mengetahui kedatangan para legislator tersebut.

Sementara itu, hingga kini Cik Elly masih belum berhasil dihubungi. Penantian panjang ini tak ubahnya lantaran baik pihak Zen Reflexiology yang memiliki hubungan kerabat dengan Cik Elly tidak dapat memberikan keterangan. Sedangkan dari pantauan yang dilakukan beberapa waktu belakangan, pembangunan pagar keliling tersebut masih tetap berlanjut. (jefri)

LEAVE A REPLY