. . .

BPJS Ketenagakerjaan – Paveti Sinergi, Sasar Peternak Jadi Peserta Program Jaminan

image_print

SINERGI – Ketua DOC Paveti Lamteng Andi Antoni dan Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan, Achmad Yanudin saat menghadiri pelatihan bagi anggota Paveti Lamteng.

TRANSLAMPUNG.COM, GUNUNGSUGIH – Badan Penyelenggara Jamian Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengandengan DPC Paramedik Veteriner Indonesia (Paveti) Lampung Tengah (Lamteng) yang akan menjadi anggota dalam program Penggerak Jaminan Sosial Nasional (Perisai).

Melalui sistem keagenan, sebagai upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas cakupan kepesertaan dengan menyasar pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU). Dalam Hal ini Perisai juga didukung oleh sistem perbankan untuk memastikan transaksi keuangan berjalan dengan baik.

Achmad Yanudin, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan di Lamteng menerangkan bahwa Paveti menjadi pihak ketiga untuk merekrut calon peserta BPJS Ketenagakerjaan dari kalangan peternak yang ada di kabupaten setempat.

“Kita bekerja sama dengan Paveti sejak dari awal sampai mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kita minta bantuan kepada Paveti untuk mengembangkan Perisai di kalangan petani ternak. Dan saat ini kita beri pelatihan kepada jajaran anggota Paveti. Mereka mendapat penjelasan bagaimana cara kerja di lapangan. Penerapan nantinya, mereka mencari peserta untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,  maka dari itu kami berikan bekal kepada mereka sebelum turun kelapangan,” ujarnya, di sela-sela pelatihan di Kantor BPJS Ketenegakerjaan Lamteng, Senin (20/08).

Alasan BPJS Ketenagakerjaan merangkul Paveti, karena organisasi tersebut bergerak di dunia peternakan. Dan para peternak merupakan bukan penerima upah yang tidak bekerja di lingkungan perkantoran. Namun mereka bekerja dan memiliki penghasilan. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan Paveti dapat merangkul para peternak untuk mendaftarkan diri menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.

“Para petani ternak, mereka memiliki pekerjaan dan berpenghasilan namun tidak bekerja di perkantoran sebagai penerima upah. Kita tidak seperti Jamsostek, sekarang gak hanya perusahaan. Sekarang termasuk dari petani, tukang ojek, supir angkot dan tukang parkir serta perangkat desa,  semua bisa mendapat jaminan. Semenjak kita ada perubahan dari Jamsostek ke BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan program Presiden Joko Widodo untuk mengikut sertakan pekerja yang bukan penerima upah,” imbuhnya.

Jadi, kata dia, pekerja tidak perlu risau dengan model pendaftaran melalui Perisai. Karena format ini resmi dan tidak dibeda-bedakan. Baik dari sisi pelayanan maupun akses terhadap informasi. Selain itu, juga ada pengawasan yang ketat baik regulasi maupun aktivitas Perisai di lapangan.

“Nantinya, peserta bukan penerima upah, wajib membayar premi. Peserta juga dapat memilih program. Seperti peserta dalam paket jaminan kecelakaan kerja dan kematian, juga ada jaminan hari tua,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPC Paveti Lamteng Andi Antoni, S.P. MM., mengatakan bahwa terdapat 21 anggota Paveti yang tersebar di Kabupaten Lamteng untuk menjadi agen Perisai. Mereka dilatih dan mendapatkan bekal ssbelum terjun kelapangan.

“Disini teman-teman Paveti dilatih dan dibekali tentang BPJS Ketenagakerjaan. Kenapa BPJS merekrut kami, karena mereka sangat antusias dengan keberadan Paveti di tengah-tengah masyarakat petani ternak. Mereka juga berminat dengan keluarga peternak Lamteng. Nantinya 21 orang anggota Paveti Lamteng, akan merekrut keluarga peternak supaya dapat menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Andi.

Ia menjelaskan, keluarga peternak yang ada di Lamteng, mencapai 150 ribu orang. Diharapkan para peternak dapat ikut dalam program Perisai ini. “Harapanya, para peternak nantinya dapat ikut serta menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Karena selama ini,  asumsi mereka hanya ada BPJS Kesehatan saja. Banyak yang belum mengetahui BPJS Ketenagakerjaan. Padahal kalau BPJS Ketenagakerjaan merupakan wadah untuk menjamin,  kecelakaan kerja dan kematian. Kami dari Paveti sebagai stakeholder memberikan pengertian petani ternak untuk lebih maju,” pungkasnya. (cw26/rid)