. . .

BPBD Pesibar, Gelar Rakor Pemberdayaan Masyrakat

image_print

TRANSLAMPUNG. COM, PESIBAR
-Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten pesisir barat (Pesibar) menggelar rapat koordinasi pemberdayaan kelompok masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana. Kegiatan berlangsung di gudang logistik BPBD kabupaten setempat yang berlokasi di tempat pelelangan ikan (TPI) kelurahan pasar kota, kecamatan pesisir tengah. Selasa (16/04).

Kepala BPBD kabupaten Pesibar, Syaifullah mengatakan bahwa kabupaten ini merupakan wilayah yang rawan bencana. Dengan demikian kegiatan itu diharapkan adanya pembentukan tim siaga bencana pekon (TSBP) di 116 pekon dan dua kelurahan yang ada dengan fasilitas yang lengkap.

“Hal itu sangat dibutuhkan mengingat saat ini masih minimnya jumlah personil BPBD di kabupaten ini, analisa ancaman bencana alam terkait kondisi wilayah kabupaten Pesibar sepanjang sekitar 210 kilometer di pantai barat sumatera, rutinitas pergeseran lempengan patahan asia dan australia di laut samudra indonesia yang ada ditempat itu, dan sejarah Pesibar yang berpotensi terjadi tsunami, “ujarnya.

Diterangkannya, dengan pembentukan TSPB jika terjadi laporan bencana akan bisa cepat diterima dan penaggulangan juga lebih cepat. Sesuai program pemerintah kabupaten Pesibar dalam hal ini bupati tentang mitigasi bencana alam.

“Mengembangkan sikap gotong royong, mengurangi pungli, meningkatkan kesiagaan desa terhadap bencana alam, juga saat lomba desa maka ditiap pekon sudah ada TSBP, ” jelas Syaifullah.

Adapun tahapannya kata dia, untuk TSPB yaitu pembentukan, pelatihan, hingga simulasi jika terjadi bencana agar warga di pekon – pekon siap dan sigap manakala terjadi bencana alam.

Kegiatan itu juga kata syaifullah merupakan salah satu syarat dirinya yang saat ini mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II angkatan ke-II, di badan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di jawa tengah yang bekerjasama dengan lembaga adminstrasi negara (LAN).

Turut hadir pada kegiatan tersebut diantaranya perwakilan OPD dari Bappeda, BPKAD, dinas pemberdayaan masyarakat pekon, LSM, wartawan dan tokoh masyarakat.

error: Content is protected !!